
Sementara itu Zane dan Zidney tengah berada di dapur karena mereka tengah kelaparan, mereka meninggalkan Meta yang tengah menerocos tidak jelas.
“Kau yakin bisa masak?”Tanya Zade.
“Percaya kan pada Zi saja.”Ucap Zidney dengan percaya diri.
Zane manggut-manggut saja mendengar ucapan kekasihnya, laki-laki itu memperhatikan kekasih nya yang tengah sibuk mempersiapkan bahan-bahan untuk dia memasak.
“Zane, bisa bantu Zi?”Tanya Zidney.
Zane mendekati Zidney.”Emmm, apa?”Tanya Zane.
“Tolong ikat rambut Zi.”Gadis itu memberikan tali rambut berwarna hitam pada kekasihnya.
Zane mengambil tali rambut dan mulai mengikat rambut milik Zidney, Zane menelan salivahnya dengan susah Ketika melihat leher jenjang nan indah milik Zane.
“Mulus sekali.”Gumam Zane tanpa sadar.
“Apa yang mulus Zane?”Tanya Zidney.
Zane tersadar dari pikiran kotornya,”emmm, itu rambut mu sayang halus sekali.”Elak Zane.
“Iya, soalnya Zi sering pakai shampoo.”Ucap Zidney, gadis itu melanjutkan acara memasaknya tanpa curiga.
Zane menatap lagi pada pemandangan yang menggugah iman nya,”rasanya aku ingin menyesap nya.”Ucap Zane lagi.
“Ohhh, kamu ingin merasakan sayurnya Zane?”Tanya Zidney lagi.
“Ahhh, ya hehhh.”Cengir Zane,”Dasar mulut tanpa rem.”Ucap Zane dalam hati.
Tak berapa lama masakan Zidney telah selesai, Zidney dan Zane bersiap untuk memakan nya. Namun halangan datang kembali, Meta tiba-tiba datang dan duduk di hadapan Zane dan Zidney.
“Boleh aku ikut makan?”Tanya Meta.
Zidney memutar bola matanya malas,”Tapi ini hanya cukup untuk kami berdua.”Ucap Zidney.
“Ohhh, sayang sekali padahal aku ingin makan bersama kalian.”Ucap Meta.
Datanglah Luna bersama Killian dengan bergandengan tangan, itu membuat Meta merasa iri.”Sial kenapa gadis itu masih bisa tersenyum.”Ucap Meta dalam hati.
Meta melihat sayur yang di buat Zidney masih dalam keadaan mengeluarkan uap itu tandanya sayur itu masih sangat panas.
“Lihat apa yang akan aku lakukan pada wajah jelek mu itu Luna.”Batin Meta.
Tanpa di sadari Meta ternyata Zidney bisa membaca gerak gerik dari Meta, Zidney bergerak cepat saat Meta akan menyiram sayur panas itu kearah wajah Luna. Zidney membalikan mangkuk itu sehingga sayur itu tumpah mengenai tangan Meta.
“Akhhh…”Teruak Meta yang merasa kepanasa.
“Maaf Meta, Zi tidak sengaja.”Ucap Zidney.
Meta menatap kesal kearah Zidney,”Dasar gadis sialan.”Gumam Meta dalam hati.
__ADS_1
Meta meninggalkan ruang makan menuju kamarnya untuk mengobati tangan nya yang memerah karena terkena kuah panas.
“Akhhh, panas sekali.”Ucap Meta.”Awas saja aku akan membuat keluarga ini hancur.”Ucap Meta dengan mengepalkan tangan nya.
Sementara itu si Tania dan Rehan baru saja pulang dari kantor.
“Zidney…”Panggil Tania.
“Iya Bunda…”Jawab Zidney yang mendekati Bundanya.
“Tolong jelaskan ini nak?”Tania memberikan handphonenya yang menujukan sebuah artikel yang berisi sebuah berita kecelakaan kebakaran mobil yang di sebabkan oleh kedua anak SMA.
“Ini… Itu Bun.’’Ucap Zidney mencari alasan.
“Mobil siapa yang kamu bakar nak?”Tanya Rehan.
“Mobil KIillian, Bunda.”Jawab Zidney dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Astaga sayang…”Ucap Rehan, Rehan menggelengkan kepalanya yang heran melihat tingkah bar-bar anak nya.
“Bunda… Luna juga ikut didalam nya.”Ucap Luna,”Tapi mobilnya sudah di ganti rugi sama Zane dan Killian.”Ucap Luna.
“Tidak biar nanti Ayah yang ganti, lagi pula Ayah dengan orangtua Killian kan rekan bisnis.”Ucap Rehan.
“Tidak usah Om, nanti Killian saja yang ganti.”Ucap Killian.
“Jangan nak, nanti Om merasa tidak enak dengan Tuan Briyan.”Ucap Rehan.
Zane melirik kearah Killian,”Awas kamu Killian.”Gumam Zane dalam hati.
“Iya Om, saya sudah menggantinya jadi Om tidak perlu mengganti lagi.”Ucap Zane.
“Baiklah, kalua begitu jika ada yang kurang bilang sama Om ya. Dan Om minta maaf atas tingkah laku dari putri Om.”Ucap Rehan.
“Iya Om tidak apa-apa.”Ucap Zane dan Killian bersamaan.
Hari mulai petang Zane dan Killian telah kembali di kediaman mereka masing masing-masing.
Namun Zane masih saja terbayang dengan tengkuk mulus milik Zidney,”sial kenapa aku malah semakin kepikiran denga tengkuk mulus milik Zidnay.”Gumam Zane.
Zane berusaha menutup matanya agar dia tertidur namun sayang usahanya sia-sia saja, karena dia tetap saja tidak bisa tidur.
“Akhhh, aku bisa gila terbayang-bayang yang kotor terus.”Ucap Zane.
Akhirnya laki-laki itu memutuskan untuk pergi menemui kekasihnya, Zane mengirim Chat ke pada Zidney untuk menemuinya di depan Mansion.
“Zane ada apa?”Tanya Zidney.
“Emmm, aku ingin ajak kamu jalan-jalan di taman.”Ucap Zane.
Zidney menyipitkan matanya.”Kamu gila, mau ajak Zi jalan-jalan. Ini sudah jam 11 malam Zane.”Ucap Zidney.
__ADS_1
Tapi yang Namanya kasmaran mau jam 11 malam pun hayukk aja…
Zane menarik tangan Zidney dan membawanya berjalan menuju taman di dekat komplek.
“Zane, mau kemana Zi belum izin sama Bunda sama Ayah.”Ucap Zidney.
“Tidak usah aku hanya mengajak mu untuk mengobrol di taman saja.”Ucap Zane.
Sesampainya di taman Zane mendudukan Zidney di salah satu bangku yang ada di taman, Zane duduk di samping Zidney.
“Ada apa Zane?”Tanya Zidney, Zidney merasa sangat mengantuk sekali.
“Tidak aku hanya merindukan mu, aku tidak bisa tidur karena memikirkan mu.”Ucap Zane denganter senyum.
“Ya Tuhan, Zane ada-ada saja ini suadah malam. Zane kan bisa telvon Zi.”Ucap Zidney heran.
Zane merasa konyol karena menemui Zidney tengah malam karena tidak bisa tidur.
“Ya sudah ayo kita pulang.”Ajak Zidney, Zidney berjalan mendahului Zane. Tapi Zane menarik tangan Zidney sehingga Zidney masuk kedalam pelukan Zane.
“Akhh… Sakit Zane.”Keluh Zidney karena keningnya menabrak dagu Zane.
“Maaf ya, tapi aku sangat merindukan mu.”Ucap Zane.
“Zi juga merindukan Zane tapi ini sudah malam kita sebaiknya pulang.”Ucap Zidney.
Tapi sayang saat keduanya ingin pulang, mereka di tangkap oleh satpam setempat karena bermesraan ditaman pada tengah malam.
“Kalian sedang mesum ya!!!”Teriak satpam komplek.
Zane dan Zidney terkejut saat mereka sudah di kepung oleh orang satu komplek.
“Zane bagaiman ini…”Ucap Zidney.
“Tenang ya Zi, kita akan jelaskan.”Ucap Zane berusaha tenang.
Salah satu di antara mereka mendekati Zane dan Zidney,”Nak kalian tidak bisa bermesraan apalagi bermesum di komplek kami.”Ucap Pak udin.
“Maaf Pak, kamu tidak mesum.”Ucap Zane.
“Tidak mesum apa, kalian berpelukan dan entah apa yang akan kalian lakukan lagi jika kami tidak datang.”Ucap pak Bambang selaku Rt.
“Kalian harus di nikahkan.”Ucap salah satu di antara mereka. Dan semua yang ada di sana pun ikut bersuara bahwa Zane dan Zidney harus menikah.
“Zane bagaimana ini?”Tanya Zidney.
Zane pun merasa bingung harus bagaiman, karena dia juga tidak tau harus apa.
Dan pada akhirnya Zane dan Zidney di antar pulang ke Mansion Zidney, sesampainya disana Tania dan Rehan bingung, melihat anaknya di antar pulang oleh orang sekampung.
“Ada apa ini bapak-bapak?”Tanya Rehan.
__ADS_1
“Anak Bapak dan Ibu telah melakukan mesum di taman komplek kami.”Ucap pak Bambang.