
"Belajar yang rajin ya sayang." Ucap Micell pada gadis manis yang berkucir kuda itu.
"Siap Mom.." Fay melambaikan tangan nya.
Setelah Micel melihat Fay masuk ke kelas nya, dia beranjak berjalan menuju Mobil Mark.
"Apa Fay sudah masuk kelas?" Tanya Mark, Mark tidak ikut turun mengantar anak nya masuk ke dalam halaman sekolah. Karena dia harus mengangkat telvon dari rekan bisnis nya.
"Sudah Pak." Jawab singkat Micell.
Mark menghidupkan mesin mobil nya, dan melanjutkan kendaraan nya menuju kantor nya.
"Hari ini apa jadwal saya?" Tanya Mark, Mark tetap fokus mengemudi.
"Hari ini ada meeting dengan perusahaan REMORA.CORP." Jelas Micell.
"Ahhh, masalah." Gumam Mark lirih.
"Apa yang masalah pak?" Tanya Micell.
Tapi dasar nya Mark dingin, ya. Pastilah pertanyaan Micell tidak di jawab.
Setiba nya di kantor Mark, Laki-laki itu sudah di sambut oleh Wulan.
Wulan mengenakan pakaian yang sangat minim, belum lagi dengan size yang sangat ketat menampilkan lekuk tubuh nya.
"Pagi pak, maaf ada tamu di ruangan bapak.'' Ucap Wulan.
Mark tak menjawab atau bahkan memandang ke arah Wulan, dia langsung beranjak pergi menemui tamunya tersebut.
"Sialan! bahkan dia tidak menatap tubuh **** ku ini." Gerutu Wulan dalam hati.
Sesampai nya di depan ruangan Micell, Mark berhneti."Kau ikut dengan ku, keruangan ku." Perintah Mark pada Micell.
"Baik pak." Jawab Micell.
Sudah bisa ditebak siapa tamu yang menemui Mark pagi-pagi sekali.
Helena, Ya. Helena Remora dari perusahaan REMORA.CORP.
"Selamat pagi Tuan Mark."Sapa Helena.
"Pagi Nona Helena." Balas Mark.
Nion belum menyadari siapa yang menjadi sekretaris Mark, pada dasar nya Nion dan Micell saling kenal.
"Selamat pagi Bu Helena."Sapa Micell.
"Pagi."Jawab singkat Helena.
Tatapan mata Nion bertemu dengan tatapan mata Micell.
"Kau!"Ucap Micell dan Nion bersamaan.
__ADS_1
"Astaga! kenapa laki-laki ini ada di sini."Gumam Micell lirih.
Nion dan Micell saling bertukar pandang, bukan pendangan yang manis lebih tepat nya pandangan permusuhan.
Tingkah Micell dan Nion tak luput dari penglihatan Mark yang membuta hati nya sedikit cemburu,"Apa aku cemburu, Itu tidak mungkin."Gumam Mark dalam hati.
"Kalian saling kenal."Tanya Mark penasaran.
"Tidak!" Jawab Micell dan Nion bebarengan.
Meeting antara perusahaan Mark dan Helena telah berjalan selama 45 menit, dan selama itulah Micell dan Nion bertukar pandang saling memberi isyarat peperangan.
"Baiklah Tuan Mark dengan kesepakatan yang sudah kita sepakati tentang proyek kita kedepan, semoga proyek ini dapat berjalan dengan lancar." Ucap Helena.
"Oke Nona Helena."Jawan singkat Mark.
kemudian tak berselang lama Nion meminta izin untuk berbicara berdua dengan Micell.
"Maaf Tuan Mark bolehkah saya berbincang berdua dengan sekretaris anda." Ucap Nion.
Micell yang mendengar ucapan Nion langsung melirik tajam pada Nion.
"Silahkan." Ucap Mark.
Di ruangan Micell.
"Apa yang mau kau bicaraka?'' Tanya Micell sinis.
Micell dan Nion adalah teman semasa kuliah, karena kedekatan orang tua nya. Micell dan Nion akhir nya di jodohkan dan hal ini lah yang membuat Nion kabur dari rumah nya. Begitu pula dengan Micell karena dia tidak mau di jodohkan dengan Nion dia pun kabur dari rumah nya.
"Apa mata mu buta, aku sedang kerja."Ketus Micell.
"Apa kau masih membenci ku, sungguh bukan aku yang mengajukan perjodohan itu. Itu rencana ibu tiri ku." Jelas Nion, Karena Micell sedikit salah paham dia pikir Nion lah yang mengajukan perjodohan konyol itu.
Micell menatap tajam pada Nion,"Kau yakin?" Tanya Micell.
"Sungguh demi apapun bukan aku, aku kan sudah bilang aku sudah menganggap mu sebagai saudara."Tutur Nion.
Micel menganggukan kepala nya."Oke,baiklah." Ucap Micell.
Setelah 10 menit berbincang, Nion kembali keruangan Mark bersama Micell.
"Apa hubungan kalian berdua sebenar nya?" Tanya Helena.
"Aku dan Micell adalah mantan tunangan,"jawab Nion.
Micell melirik tajam ke arah Nion,"Bodoh sekali dia kenapa malah berterus terang.'' Gumam Micell dalam hati.
"Apa kalian akan balikan?"Tanya Mark.
Sekilas Nion mentap ke arah Marak sebelum menjawab.
"Mungkin jika tuhan menghendaki.''Jawan Nion.
__ADS_1
"B*d*bah sialan!" Gumam Micell dalam hati.
Setelah Helena dan Nion pergi meninggalkan perusahaan Mark, Mark nampak merenungi perkataan Nion.
"Apa benar wanita aneh itu calon tunangan Nion?"Gumam Mark.
"Bukan nya Nion sangat mencintai Helena."Gumam nya lagi, sampai tanpa sadar jika Micell sudah berada di dalam ruangan nya untuk mengantar dokumen yang harus di tanda tangani Mark.
"Micell.."Gumam Lirih Mark.
"Iya pak ada apa.''Jawab Micell.
"Astaga! kau memanggetkan ku."Mark memegang dada nya yang berdetak kencang,''Sial! apa dia mendengar ocehan sampah ku tadi.''Gumam Mark dalam hati.
Bapak kenpa sedari tadi memanggil nama saya, bapak rindu ya dengan saya.''Goda Micell.
Mark yang di goda Micell nampak biasa saja dengan muka datar nya, padahal didalam dada nya. Jantung nya sudah berdegup seaakan ingin melompat keluar.
"Bicara apa kau itu, mana mungkin aku merindukan wanita aneh seperti mu." Jawab ketus Mark.
Ohhhh, aku kira bapak rindu dengan ku."Ucap Micell.
"Tampan nya Om duda satu ini, meski duda tapi tidak terlihat duda nya."Gumam Micell dalam hati.
Mark memperhatikan sekretaris nya itu sedang tersenyum entah apa yang membuat gadis aneh itu tersenyum.
"Hey! apa kau mau aku pecat, kerjaan mu cuma senyum-senyum tidak jelas.'' Ceplos Mark.
Micell yang tersadar dari lamunan nya, seketika menutup mulut nya dan lari meninggalkan ruangan Mark.
"Malu nya, ketahuan sedang memikirkan pak duda.'' Ucap Micell cekikikan.
Semua yang di lakukan Micell di dalam ruangan Mark, terlihat jelas oleh Wulan. membuat wanita satu itu naik darah.
"Awas kau wanita murahan, akan aku buat kau di pecat secara tidak terhormat dari perusahaan ini."Wulan berlalu pergi menuju ruangan nya.
Sore hari saat akan pulang Wulan menghampiri Micell yang tengah menunggu taxi online nya.
"Micell..." Panggil Wulan.
"Emmm, iya bu" Jawab Micell.
Wulan mendudukan tubuh nya di samping Micell,"apa kau ada acara nanti malam?" Tanya Wulan.
"Tidak Bu, ada apa ya?" Tanya Micell.
"Mau tidak kau menemani ku ke pesta teman ku, aku tidak ada teman."Ucap Wulan sedikit memohon.
Micell nampak menimbang ajakan Wulan, sebab dia kan tidak dekat dengan Bu Wulla, tapi kenapa tiba-tiba dia mengajak nya kepesta.
"Bagaimana ya Bu."Jawab Micell ragu.
"Ayolah sekali saja temani aku."Rengek Wulan.
__ADS_1
Micell menerima tawaran Wulan, karena dia sangat tidak enak hati jika menolah nya.