
Hari ini Micell dan Mark akan ikut dengan Helena dan Briyan untuk mengunjungi makam Natasya.
“Fay sudah siap belum nak?”Tanya Micell.
“Sudah Mom!”Teriak Fay dari dalam kamarnya, gadis itu sangat senang karena hari ini dia akan mengunjungi makam sahabat kecilnya.
Keluarga Allexander akhirnya menuju ke makam Natasaya karena Briyan dan Helena sudah berada di sana.
“Mom, Fay yakin jika Natasya masih hidup pati dia akan menjadi gadis yang cantik dan cerdas.”Ucap Fay.
“Iya sayang, hanya saja Tuhan memiliki rencana indah untuk Natasya. Dan tugas kita sebagai yang masih hidup harus mendoakan Natasya agar dia tenang di Syurga.”Ucap Micell.
Mark tersenyum mendegar ucapan Micell, laki-laki beranak dua itu sungguh sangat beruntung , memiliki bidadari yang cantik dan sangat menyayangi anak-anak nya.
Tak berapa lama mereka tiba di sebuah pemakaman yang menjadi tempat peristirahatana Natasya.
“Kak Helena…”Sapa Micell.
Helena memandang kearah Micell dan tersenyum.”Micell kalian sudah datang.”Ucap Helena,”Fay juga ikut?”Tanya Helena saat melihat gadis cantik di belakang Micell.
“Iya katanya dia rindu dengan Natasya.”UCap Micell.
Mereka memulai acara berdoa Bersama untuk Natasya, Helena dan Briyan selalu mengadakan doa Bersama untuk Natasya.
“Hay Natasya, aku rindu dengan mu. Kamu adalah sahabat pertama yang aku punya.”Ucap Fay, gadis itu mengusap batu nisan yang betuliskan nama Natasya.
Sementara Helena, Wanita itu tengah menabur Bungan di atas makam milik Natasya.
“Mama, ini makam milik kak Natasya?”Tanya Kalea.
Gadis kecil itu memang baru pertama kali melihat makam milik kakak tirinya.
“Iya sayang ini makam milik kak Natasya.”Ucap Helena.
Gadis kecil itu duduk di sisi samping makam Natasya,”Halo kak Natasya, aku Kalea. Kakak kata Mama, Kakak adalah gadis cantik. Lea sangat ingin bertemu kakak tapi kata Papa dan Mama, Kakak sudah Bahagia di Syurga.”Ucap Kalea.
Perkataan tulus milik Kalea sontak membuat Helena meneteskan air matanya.
“Mama menangis?”Tanya Kalea saat gadis itu melihat wajah Mamanya.
“Mama hanya terharu sayang.”Ucap Helena.
“Kalea ikut kak Fay ke mobil yuk, disana kakak punya kue lo…”Ucap Fay.
Fay mengajak Kalea pergi karena Fay tau bahwa Mama Helena masih sangat berduka saat mengunjungi makam Natasya.
“Hay sayang apa kabar nak?”Ucap Helena.”Papa dan Mama sanagat merindukan kamu, semoga kamu Bahagia di sana ya sayang.”Ucap Helena.
__ADS_1
Briyan memeluk tubuh Istrinya.”Sudah jangan menangis lagi Mah, nanti Natasya sedih jika tau Mama yang sangat dia cintai menangis.”Ucap Briyan.
Setelah mereka selesai dengan acara doa Bersama untuk mendiang Natasya, mereka akhirnya memutuskan untuk Makan Bersama.
“Mama, Lea mau duduk di samping Mom Micell.”Ucap Kalea saat mereka sudah tiba di restoran langganan mereka.
“Sini sayang sama Mom Micell.”Ucap Micell.
Kedua keluarga itu saling menikmati makanan yang mereka pesan dengan canda tawa.
Sementara itu di sekolah Zidney tengah kesal dengan Meta yang memberi penguman bahwa dia dan Zidney adalah saudar.
Sebelum nya Zidney telah perotes dengan orangtua nya karena mengembalikan Meta ke sekolah yang sama dengan sekolah nya dan Luna.
“Zi sangat kesal dengan Bunda dan Ayah.”Gumam Zidney.
“Jangan begitu, kita akan membuat Meta keluar dari Mansion dengan sendiri nya.”Ucap Luna.
Killian menghampiri Luna dan Zidney yang tengah berada di taman sekolah mereka.
“Bagaiman jika Luna tes DNA saja.”Ucap Killian.
Luna dan Zidney mentap kearah Killian.
Zidney berfikir sejenak,”Benar sekali.”Ucap Zidney.
Jam pelajaran terakhir pun telah usai saatnya bagi Zidney dan Luna menjalankan rencana yang telah mereka buat.
“Luna sebaiknya kita pergi ke kantor Ayah saja, karena Ayah pati belum pulang.”Ucap Zidney, Luna hanya mengangguk saja.
Zidney mengendarai mobil milik Killian tanpa sepengetahuan Killian dan Zane, karena Zidney tidak mau Meta tau kemana mereka akan pergi.
“Zidney apa kau yakin bisa membawa mobil Killian?”Tanya Luna dengan jantung yang berdetak.
“Tenang saja Zi bisa kok, dulu saat Zay masih hidup dia sering ajarin Zidney terakhir si nabrak semak-semak depan komplek.”Ucap Zidney dengan cegirannya.
“Kamu jangan bercanda ya Zi, aku belum mau mati.”Ucap Luna ketakutan.
“Berdoa saja ya, dan duduklah yang benar.”Ucap Zidney sebelum melajukan mobil Killian.
Wajah Luna seketika berubah menjadi pucat karena Zidney mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
“Semoga saja aku sampai tujuan dengan selamat, Tuhan semoga saja Zi bukan golongan emak-emak yang seinnya kekiri tapi beloknya kekanan.”Gumam Luna dalam hati.
Dan benar saja belum jaga Luna mengamini doa nya, Zidney sudah menabrakan kendaraan Killian.
Bruakkk…
__ADS_1
Mobil Killian menabrak sebuah pohon dan mengeluarkan asap.
“Luna sepertinya kita harus keluar dari mobil sekarang kalua tidak kita bisa terpanggang.’’Ucap Zidney dengan membuka pintu mobil Killian.
Dan benar saja saat tidak lama mereka keluar dari mobill Killian, mobil dengan harga 2M itu terbakar hangus.
Sementara itu Killian dan Zane tengah bingung mecari dimana keberadaan mobil Killian.
“Hey bodoh apa kau yakin memarkirkan mobil mu di parkiran sekolah?”Tanya Zane kesal, sebab dia dan Killian sudah setengah jam mencari dimana keberadaan mobil Killian.
“Aku yakin, sebentar aku ambil dulu kunci mobil nya.”Ucap Killian.
Killian mengobrak abrik tas sekolahnya, namun dia kebingungan karena dia tidak menemukan kunci mobilnya.
“Tidak ada.’’Ucap Killian.
“Apa yang tidak ada bodoh.’’Ucap kesal Zane.
“Kunci mobilnya.”Ucap Killian.
Zane menatap kesal pada sahabatnya itu,”Kita periksa CCTV parkiran.”Ucap Zane.
Akhirnya kedua lelaki itu berlari menuju ruagan CCTV untuk memeriksa rekaman CCTV.
Mereka terbelalak saat melihat siapa yang telah membawa kabur mobil milik Killian.
“Zidney dan Luna, memang kedua gadis itu bisa menegendarai mobil?’’Tanya Killian.
“Aku tidak tau, berdoa saja semoga mobil mu bisa selamat dengan utuh.”Ucap Zane.
Sementara itu kedua gadis yang telah menghancurkan mobil seharga 2M itu saling memandang dan saling tertawa.
“Kau benar-benar gila Zidney.”Ucap Luna yang sudah kehabisan suara karena tertawa.
“Hahaha, aku tidak tau jika akan membuat mobil Killian terbakar.”Ucap Zidney dengan mata berkaca-kaca karena terlalu lama tertawa.
“Lalu bagaiman sekarang apa akita tinggal saja mobil Killian?”Tanya Luna.
“Kita lapor polisi saja, lalu kita tinggal kekantor Ayah.”Ucap Zidney tanpa rasa bersalah.
Setelah Zidney melapor kepada polisi, Zidney dan Luna pergi menuju kantor milik Ayahnya.
Sedangkan Zane dan Killian tengah panik karena baru saja mereka mendapat kabar jika mobil kesayangan Killian sudah hangus terbakar akibat menabrak pohon.
“Bagaiman bisa mobil ku menjadi hangus seperti ini.’’Gumam Killian saat sudah sampai di tempat kejadian.
Zane sama paniknya, saat melihat keadaan mobil killian yang hangus terbakar.
__ADS_1
“Lalu dimana kedua gadis nakal itu berada.”Ucap Zane.