
Mark menghubungi Leonardo untuk menyelidiki kejadian lima tahun silam, kejadian yang terjadi pada Micell.
"Aku merasa kejadian ini sama dengan kejadian yang terjadi pada ku, pada saat malam kematian Yola."Gumam Mark.
Flashback on.
Kembali pada saat Fay baru lahir dengan bersamaan Yola istri sah Mark menghembuskan nafas terakhirnya.
"Maafkan kami Tuan Mark, kami sudah berusaha namun Tuhan berkehendak lain."Ucap Dokter.
"Apa!! Tidak mungkin, kalian jangan bercanda."Mark menatap tajam Dokter yang menangani Yola.
"Mark, sudahlah mereka sudah berusaha. Ini sudah jalan nya kak Yola, kamu harus ikhlas."Ucap Nailla.
"Ikhlas kamu bilang, kamu tidak tau betapa berharganya Yola di hidup ku!"Mark membentak Nailla.
Plakkk!!! Nailla menampar Mark agar dia sadar.
"Kau fikir Kak Yola itu tidak berarti bagi ku? dia sama hal nya seperti mu sama-sama berarti. Tapi ini sudah takdir Mark kau harus bersabar."Ucap Nailla.
Mark meneteskan air matanya, dia benar-benar terpukul akan kematian Yola.
Malam hari setelah Yola sudah di kebumikan, di hari yang sama dengan putri kecilnya lahir.
"Tuan anda jangan minum lagi, anda sudah terlalu banyak minum."Ucap Leonardo.
Pengawal setianya itu tau bahwa tuan nya tengah kacau, hidupnya runtuh atas kepergian istri tercintanya.
"Kau tidak tau Leon bagaiman perasaan ku, hancurnya hidup ku sekarang orang yang aku cintai pergi meninggalkan aku."Ucap Mark.
"Saya tau tuan, tapi jangan hancurkan tubuh Tuan dengan minuman keras. Apa tuan tidak kasihan dengan anak tuan."Ucap Leonardo.
"Entahlah apa aku bisa membesarkannya."Gumam Mark.
Mark meminta Leonardo untuk mengantarnya ke hotel Diamon, namun dalam perjalanan menuju kamar yang di sewa Mark. Mereka melihat seorang gadis tengah di seret masuk ke kamar hotel.
"Leonardo kau tau aku paling tidak suka jika hotel sahabat ku menjadi sarang mesum."Gumam Mark.
Leonardo yang tau dia haris bagaiman, akhirnya menuju kamar yang di maksud Mark dan menyelamatkan gadis itu.
Setelah Leonardo menghajar laki-laki yang akan berbuat yang tidak-tidak terhadap gadis itu.
"Gadis yang cantik."Gumam Mark tanpa sadar.
Mark melangkah meninggalkan kamar itu, namun tangan nya di tarik oleh gadis itu.
"Tolong jangan tinggalkan aku."Gumam gadis itu.
Mark yang merasa bahwa mereka dalam keadaan yang sama, sama-sama tidak mau di tinggal orang yang terdekatnya.
Dan saat itulah Mark dan gadis itu melakukan hubungan suami istri yang seharus nya tidak mereka lakukan.
Falashbach off.
__ADS_1
"Kejadian yang sama, apa gadis itu Micell."Gumam Mark.
Setelah kejadian itu Mark berusaha mencari gadis itu untuk bertanggung jawab, namun ushanya gagal dia tidak bisa menemukan gadis itu dan akhirnya dia menyerah mencari gadia itu.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Di Mansion Briyan, laki-laki itu tengan membuatkan susu Ibu hamil untuk Helena.
"Sayang ini susunya, di minum ya."Ucap Briyan sembari meletakkan gelas berisi susu diatas meja dekat tempat tidurnya.
"Iya nanti aku minum, aku sedang memeriksa beberapa dokumen sebentar lagi selesai."Ucap Helena.
Briyan menghamipiri Helena yang tengah sibuh dengan dokumen-dokumen nya.
"Ibu hamil tidak boleh terlalu sibuk, kasihan anak kita nanti. Dia akan ikut pusing juga."Ucap Briyan.
"Iya aku tau, tapi ini sebentar lagi selesain."Ucap Helena.
Briyan mengambil alih dokumen yang tengah di priksa Helena.
"Minum susu dulu lalu istirahat, aku akan memeriksanya."Ucap Briyan.
Helena bisa apa jika sang suami sudah mengambil alih pekerjaan nya.
Helena menuruti perinta Briyan, wanita hamil itu meneguk habis susu yang telah di buatkan sang suami.
"Aduh,,,"Ucap Helena, Helena memegang perutnya.
"Kenapa sayang?"Tanya Briyan.
Helena memandang ke arah Briyan,"Anak mu ingin sesuatu."Ucap Helena.
"Apa sayang, jagoan Papa mau apa?"Tanya Briyan, Briyan mengusap lembut perut rata Helena.
"Mau roti bakar selai coklat dan es krim coklat."Ucap Helena.
"Tapi sayang kamu kan baru makan dan minum susu, apa kamu tidak merasa kenyang?"Tanya Briyan.
"Bukan aku sayang, ini anak mu yang minta."Cicit Helena.
Briyan tersenyum melihat Helena yang bersikap manja padanya, menurut Briyan Helena terlihat manis jika sedang manja.
"Baiklah anak Papa, tunggu disini Papa akan belikan."Briyan mengecup perut Helena saat dia akan pergi.
Tak butuh waktu lama Briyan sudah kembali dengan pesanan yang di inginkan Helena, namun betapa terkejutnya Briyan medapati istrinya tengah menghabiskan seporsi nasi dengan ayam goreng sisa makan malam mereka.
"Sayang kamu makan lagi?"Tanya Briyan dengan lembut.
Helena yang ditanya Briyan hanya menyengir memamerkan deretan gigi putihnya.
"Maaf ya aku lapar jadi aku makan ini dulu, apa itu pesanan ku?"Tanya Helena.
Briyan meletakan pesanan Helena di atas piring dan menyodorkan roti bakar dengan selai coklat ke istrinya.
__ADS_1
"Aku mau makan ini, tapi ek krim nya untuk besok pagi saja ya sayang."Ucap Helena.
"Emmm, baiklah."Briyan berjalan menuju lemari es dan menyimpan es krim milik istrinya.
"Sayang kau mau tidak roti bakarnya?"Tanya Helena.
"Boleh sayang."Teriak Briyan dari arah dapur.
Briyan dan Helena menghabiskan seporsi roti bakar yang di beli Briyan.
Malam sudah semakin larut, Briyan mengantar istrinya tidur sebelum akhirnya dia kembali memeriksa dokumen milik istrinya.
"Selamat malam sayang dan jagoan Papa."Briyan mengecup kening Helena dan kemudian mengecup perut rata Helena.
Pagi hari, seperti biasa Helena akan memuntahkan isi perutnya, semua makanan yang dia makan semalam di keluarkan nya dari perutnya.
"Huekkk, huekkk."Helena memuntakhan semua isi dalam perutnya.
"Sayang kamu tidak apa-apa?"Tanya Briyan.
"Iya aku tidak apa-apa sayang, bantu aku ke kamar ya."Ucap Helena.
Briyan memapah Helena menuju tempat tidur.
"Aku mau es krim yang semalam."Ucap Helena.
Briyan menggelengkan kepalanya bingung dengan maunya ibu hamil yang satu ini.
"Ini es krimnya."Briyan menyerahkan semangkuk es krim yang dia simpan semalam.
"Terimakasih sayang."Ucap Helena senang.
Helena menghabiskan semangkuk es krim untuk sarapan nya.
"Sayang apa kamu akan kekantor?"Tanya Briyan.
"Aku tidak tau, padahal hari ini ada meeting tapi coba lihat anak mu malah mengajak Mama nya untuk bermalas malasan. Aku malas mandi sayang."Ucap Helena.
Briyan hanya tersenyum mendengar keluh kesah sang istri.
"Kalau begitu jangn mandi sayang, kau kan sudah cantik."Ucap Briyan.
"Tapi aku sangat ingin bermalas malasan di kamar ini."Ucap Helena lagi.
Seperti biasa jika Helena sudah seperti ini maka Briyan akan turun tangan untuk menggantikan nya memimpin meeting di perusahaan Remora.
"Sepertinya jagoan Papa menginginkan Papanya memimpin meeting di perusahaan Mama ya."Ucap Briyan.
Briyan tengah duduk di samping Helena dan mengelus perut Helena.
"Kenapa kamu selalu memanggilnya jagoan."Ucap Helena.
"Karena aku yakin dia laki-laki yang akan mewarisi kekayaan ku nanti."Ucap Briyan.
__ADS_1