Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Rinjani


__ADS_3

Karena ulah Mark, perusahaan Bram benar-benar bangkrut. Ayah nya di tangkap polisi karena penggelapan dana pajak. Sementara dia tengah menjadi topik hangat publik terkait dengan Vidio dia yang tertangkap sedang di hotel bersama wanita malam.


"Siall!! siapa Mark Allexander sebenarnya itu."Ucap Bram.


Saat Bram tengah emosi di ruangan nya, tiba-tiba segrombol pria dengan jas hitam masuk kedalam ruangan nya.


Bram terkejut dengan kedatangan segrombol pria berjas hitam itu.


"Kalian siapa?"Tanya Bram.


"Maaf Tuan Bram sebaiknya anda segera meninggalkan perusahaan ini, karena perusahaan ini telah di ambil alih oleh Tuan Mark Allexander."Ucap Leonardo.


Segerombol pria berjas hitam itu adalah Leonardo dan anak buahnya.


"Apa maksut kalian?"Tanya Bram.


"Maaf tapi ayah anda telah menjual perusahaan ini dengan Tuan kami."Jelas Leonardo.


Bram yang merasa tidak memiliki kuasa lagi atas perusahaan nya memilih pergi dengan perasaan kesal.


"Kasihan sekali anda Tuan, hanya dengan hitungan detik kau menjadi miskin."Ucap Leonardo.


Leonardo menghubungi Mark dan mengatakan bahwa semuanya sudah beres.


"Hallo Tuan Mark, semua tugas telah saya selesaikan. Perusahaan ini sudah menjadi milik anda."Ucap Leonardo.


"Bagus Leon, sekarang kau pegang dan urus perusahaan itu. pecat siapa saja yang menjadi pengikut keluarga Adijaya."Perintah Mark sebelum dia mematikan sambungan telvon.


"Tuan Mark itu baik jika tidak di ganggu."Gumam Leonardo.


Kini perusahaan itu menjadi milik Leonardo, laki-laki itu sebenarnya keturunan dari keluarga berada namun dia memilih keluar dari rumah nya karena perjodohan yang tidak dia kehendaki.


Leonardo menatap pada benda berwarna hitam di atas mejanya.


"Gadis nakal, aku akan membuat perhitungan dengan mu."Gumam Leonardo.


Leonardo bergegas pergi dari kantornya menuju ke suatu tempat.


Di SMA Pelita Bangsa, seorang gadis dengan tinggi 160 cm dengan berat 45 kg tengah merintih kesakitan.


"Kau tau kan, aku sudah peringatkan kau jangan dekati Dimas."Ucap Bella teman sekelas Rinjani.


"Bella aku tidak mendekati Dimas."Ucap Rinjani.


Bella menjambak rambut Rinjani dengan kuat.


"Kau gadis miskin kau tak pantas berdekatan dengan Dimas."Ucap Bella.


"Bella aku sungguh tidak pernah mendekati Dimas."Ucap Rinjani lagi.


Kali ini Rinjani tidak diam saja, dia berusaha melepaskan jambakan dari Bella.

__ADS_1


Rinjani berlari keluar gerbang sekolah Pelita Bangsa.


Bruakkk!! Rinjani menabrak seorang laki-laki.


"Aduhh,,"Rinjani memegang keningnya yang menabrak dada bidang laki-laki.


Rinjani mendongak dan menatap wajah laki-laki yang dia tabrak barusan.


"Om!! kok ada disini?"Tanya Rinjani.


Belum Leonardo menjawab pertanyaan Rinjani, gadis itu sudah di tangkap oleh Bella.


"Mau kemana kau gadis miskin."Ucap Bella, Bella kembali menjambak rambut Rinjani.


"Lepaskan aku Bella, aku sudah bilang aku tidak mendekati Dimas."Ucap Rinjani.


"Kau gadis miskin tak tau diri."Bella melayangkan tamparan ke wajah Rinjani.


"Hey, gadis ingusan."Ucap Leonardo.


Semua menatap ke arah Leonardo, Bella dan teman-teman nya tidak menyadari jika di belakang mereka berdiri laki-laki tampan berjas hitam.


"Bapak ini siapa? jangan ikut campur urusan kita."Ucap Bella.


"Oke, aku tidak akan ikut campur silahkan di lanjut."Ucap Leonardo.


"Sial!! Om ini bukan nya melerai malah memprovokasi."Gumam Rinjani dalam hati.


"Kalian lihat, jika kalian tidak melepaskan gadis itu, maka akan aku sebarkan vidio ini ke intenet."Ancam Leonardo.


Bella dan teman-teman nya melepaskan Rinjani, lalu kabur karena mereka tidak ingin di keluarka dari sekolah karena kasus Bullying.


"Ahkk,, sakit nya."Keluh Rinjani.


Leonardo hanya melihat tampilan Rinjani, Rinjani gadis SMA dengan serangam putih abu-abu yang kucel dan rambut berantakan belum lagi memar di sudut bibirnya.


"Terimaksih ya Om udah nolongin aku."Ucap Rinjani.


Rinjani buru-buru pergi meninggalkan Leonatdo, tapi dia kalah cepat karena Leonardo menari kerah baju bagian belakang nya.


"Om.. apa-apaan sih."Ucap Rinjani.


"Kamu mau kemana?"Tanya Leonardo, Leonardo dan Mark itu bagai pinang dibelah dua sama-sama arrogan dan dingin.


"Rinjani mau pulang lah Om."Gerutu Rinjani.


"Tidak semudah itu gadis nakal."Ucap Leonardo.


Rinjani menatap aneh kearah Leonardo, gadis itu bingung dengan apa yang di lakukan Leonardo.


"Om mu apa, jangan-jangan Om mau jual aku ya. Om aku ini kurus kering, enggak bisa di jual Om."Ucap Rinjani.

__ADS_1


"Kau ini bicara apa."Leonardo menoyor kepala Rinjani.


Leonardo menggiring Rinjani masuk ke mobilnya, dan mengantarkan Rinjani pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka nya.


"Aduhh, perih sus."Keluh Rinjani.


Suster mengobati luka yang ada di wajah Rinjani.


Setelah di obati barulah Leonardo mengembalikan dompet Rinjani.


"Ini dompet butut mu."Leonardo melempar dompet milik Rinjani.


"Ahhh, dompet kesayangan ku. Aku kira kamu hilang dan tidak kembali lagi."Ucap Rinjani.


Leonardo yang melihat Rinjani berbicara dengan dompet usang nya hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Dasar gadis aneh, dia bicara dengan benda mati. Kasihan sekali dia masih muda tapi sudah gila."Gumam Leonardo dalam hati, wajah julid Leonardo tidak bisa di sembunyikan.


"Hey gadis nakal, di mana rumah mu. Ayo aku antar kamu pulang, aku tidak ingin gadis di bawah umur berkeliaran di luaran."Ucap sinis Leonardo.


Rinjani seketika murung saat dia mendengar kata rumah.


"Hey, aku bertanya pada mu. Kenapa kau diam saja."Ucap Leonardo.


"Om pulang saja, aku akan minta di jemput orang tua ku di sini."Ucap Rinjani.


Leonardo pergi meninggalkan Rinjani, karena gadis itu mengatakan akan di jemput orang tua nya.


"Ahh, mana mau ayah menjemput ku."Gumam Rinjani.


Rinjani berjalan gontai menuju loby rumah sakit, namun keajaiban datang gadis itu melihat ayahnya tengah berjalan ke arah nya.


Plakkk!!!!


Dugaan nya salah, ternyata ayah nya datang untuk menamparnya dan mengusirnya dari rumah.


"Kau anak tidak tahu di untung."Ucap Ayah Rinjani.


"Apa yang ayah katakan, Jani salah apa yah?"Tanya jani.


"Kamu tau ayah mendapat kiriman foto dari Bella, kamu barusan pergi bersama om-om. Jani ayah tidak menyangka kamu semenjijikan itu kamu dan ibu mu sama saja wanita J*lang."Ucap Ayah Jani.


"Ayah!!! cukup ayah siksa Jani, tapi jangan pernah ayah berbicar buruk tentang Bunda Jani. Jani anak kandung ayah tapi kenapa ayah lebih percaya dengan Bella yang hanya anak tiri ayah."Rinjani mengeluarkan seluruh sesak di dadanya yang dia pendam selama ini.


"Mulai sekarang kamu bukan anak ku lagi, anak ku hanya Bella seorang."Ucap Ayah Jani.


Laki-laki tua itu melempar tas berisi pakaian Rinjani.


"Ayah kenpa ayah jahat dengan Jani, Jani anak kandung ayah kenapa ayah lebih percaya dengan Bella."Tangis Rinjani.


Dari kejauhan ternyata semua kejadian yang terjadi pada Rinjani terekam jelas di mata Leonardo.

__ADS_1


"Gadis nakal yang menyusahkan."Gumam Leonardo.


__ADS_2