Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Pernyataan cinta Dimas


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa Mark akan terbangun karena mual di perutnya.


"Huekkk huekkk..."Mark memuntahkan makanan yang dia makan.


"Aku tidak tau jika wanita hamil akan mengalami ini setiap pagi."Gumam Mark, setelah di rasa mualnya sedikit menghilang, Mark bergegas untuk mandi dan pergi kekantor karena dia telah lama sekali meninggalkan pekerjaan nya.


"Sayang kamu sudah siap rupanya?"Tanya Micell yang mengetahui bahwa suaminya telah tapi dengan pakaian kantor.


"Iya, aku harus ke kantor karena sudah lama berlibur kasihan Leon dia harus mengurus semuanya sendiri."Ucap Mark.


"Baiklah sayang, sekalian antar Fay kan?"Tanya Micell.


Micell mendekati Mark dan memasangkan dasi untuk suami nya.


Cupp... Mark mengecup bibir Micell.


"Jika begini aku jadi malas sekali bekerja."Bisik Mark.


"Jika tidak bekerja lalu bagaiman kamu akan membelikan mainan untu anak."Goda Micell.


"Kekayaan ku tidak akan pernah habis sayang."Ucap Mark sombong.


Micell mengajak Mark untuk sarapan sebelum bekerja.


"Pagi Momy, pagi Pipi..."Sapa Fay.


"Pagi sayang nya Momy."Ucap Micell.


Micell menyiapkan makanan untuk suami dan anaknya, dia juga menyiapkan bekal makan siang untuk Mark dan Fay.


"Pipi nanti malam boleh tidak Fay menginap di rumah Ounty Nailla?"Tanya Fay.


"Memang ada apa di sana sayang, tumben sekali mau menginap?"Tanya Mark.


"Tidak Pi, rindu saja pada Marvel jadi ingin menginap."Ucap Fay.


Mark mengizinkan Fay untuk menginap di Mansion Nailla.


"Kami berangkat dulu ya sayang."Pamit Mark.


"Iya sayang, hati-hati dijalan. Belajar yang pintar ya nak."Micell mengecup pipi suami dan anaknya bergantian.


"Oke Momy."Balas Fay.


Sementara itu di Mansion Briyan dan Helena, mereka tengah kedatangan tamu.


"Helena aku ingin bertemu Killian."Ucap Nion.


Pagi-pagi sekali Nion datang ke Mansion Helena karena semalaman Nion tidak bisa tidur karena memikirkan Killian anak yang baru dia ketahui keberadaannya.


"Baiklah aku akan ambil Killian."Ucap Helena, Helena tidak bisa melarang Nion bertemu Killian karena memang mereka terikat dengan hubungan anak dan ayah.


"Nion, aku harap kamu tidak memisahkan Helena dengan anak nya."Ucap Briyan.


Briyan tidak sama sekali membenci Nion, laki-lakk dewasa itu menganggap Nion adalah laki-laki yang baik. Briyan juga yakin Nion tidak akan memisahkan Killian dengan Helena.

__ADS_1


"Apa kau menyayangi Killian seperti anak mu sendiri?"Tanya Nion, Nion bertanya bukan sebagai pria yang menyukai Helena tapi sebagai seorang ayah.


"Iya aku menyayanginya sejak dia dalam kandungan, Nion aku yakin kamu akan mendapat kebahagiaan mu sendiri."Ucap Briyan.


Nion hanya tersenyum getir mendengar kata bahagia dari mulut laki-laki yang mengambil kebahagiaannya.


Helena datang dengan Killian di gendongannya, Nion mendekati Helena dan mengambil alih Killian.


"Maafkan Dady nak, Dady tidak menyadari kehadiran mu."Gumam Nion.


"Nion aku mohon kamu tidak ada niatan mengambil Killian dari ku dan Briya."Ucap sendu Helena.


"Jika kau bahagia dengan Briyan maka aku akan mengikhlaskan itu, Killian akan tetap menjadi anak ku. Aku tidak akan mengambilnya dari kalian tapi jangan pernah menghalangi aku bertemu dengan Killian."Ucap tegas Nion.


Helena menganggukan keplanya dengan cepet,"Kau boleh menemuinya kapan pun, kau boleh bermain dengan nya Nion."Ucap Helena lagi.


"Aku tau kau laki-laki yang baik Nion, kau tidak akan membuat Helena bersedih."Gumam Briyan dalam hati.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sementara itu Rinjani tengah mendaftarkan kuliah nya di kampus yang dekat dengan kantor Leonardo, tentu itu adalah pilihan Leonardo alasan nya cuma satu laki-laki itu tidak mau jauh dari Rinjani.


"Bukankah itu Mita."Gumam Rinjani saat melihat seorang gadis berperawakan sama dengan Mita.


"Mita!!"Panggil Rinjani.


Mita yang merasa namanya di panggil melihat kebelakang untuk tau siapa yang memanggilnya.


"Jani!!"Teriak Mita.


"Mita kaki mu kenapa?"Tanya Rinjani.


"Aku hanya terkilir."Jawab Mita.


Rinjani menuntun Mita untuk duduk di bangku taman yang berada di kampus.


"Jani kenapa kamu ada di sini?"Tanya Mita.


Kemudian Rinjani menceritakan kejadian di bandara sehingga dia tidak bisa berangkat ke Korea.


"Gila kamu ya Jani, bisanya kamu bawa lulur bubuk."Ucap Mita, Mita terkekeh dengan tingkah absur dari sahabatnya.


"Yakan aku enggak tau kalau bakal kayak gitu."Cicit Rinjani.


Tiba-tiba saat mereka tengah bercerita ada yang mendekati mereka.


"Jani..."Panggil Dimas.


Rinjani dan Mita menoleh kearah orang yang baru saja memanggil Rinjani.


"Dimas."Ucap Rinjani.


"Kenapa dia ada disini."Gumam Rinjani dalam hati.


Dimas duduk di bangku yang berada di samping Rinjani.

__ADS_1


"Kamu kuliah disini, kata Mita kamu ke korea."Tanya Dimas.


"Aku tidak jadi, aku memilih disini saja."Ucap Rinjani.


"Hay Mit."Sapa Dimas.


"Hay Dim."Balas Mita.


Mita memilih untuk pergi karena Mita tau ada yang harus Rinjani dan Dimas selesaikan.


"Rinjani ada yang ingin aku sampaikan pada mu."Ucap Dimas, Dimas mulai menggenggam tangan Rinjani.


"Aku mencintai mu Rinjani, jadilah kekasih ku Jani."Ucap Dimas.


Rinjani melepas genggaman tangan Dimas,"Aku tidak bisa Dimas."Ucap Rinjani.


"Kenapa Jani?"Tanya Dimas, Dimas menatap wajah Rinjani,"Kita bisa memulai dari awal Jani, aku akan membuat mu mencintai ku Jani."Ucap Dimas lagi.


"Tidak Dimas, Maaf aku tidak bisa bersama mu."Ucap Rinjani, Rinjani pergi meninggalkan Dimas yang masih duduk diam di bangku taman.


"Rinjani aku akan membuat mu jatuh kepelukan ku."Gumam Dimas.


"Gawat kalau sampai Om Leon tau."Gumam Rinjani.


Mungkin Rinjani pikir Leonardo tidak tau apa yang terjadi barusan, tapi dia salah karena Leonardo diam-diam menempatkan 10 pengawal untuk mengawasi Rinjani di kampus.


"Jadi ada yang mendekati Jani?"Gumam Leonardo setelah dia mendapat laporan dari anak buah nya.


"Rupanya banyak yang menyukai gadis aneh ku ini."Gumam Leonardo.


Leonardo meninggalkan kantornya menuju Mansionnya, laki-laki itu tidak sabar ingin memberi hukuman pada gadis kecilnya itu.


Sementara di jalan pulang,"Perasaan ku kenapa mendadak tidak enak ya."Gumam Rinjani.


Rinjani memesan taxi online untuk menuju Mansion Leonardo.


Sedang Mita kini gadis itu telah memulai kegiatan nya untuk membersihkan apartemen Nion.


"Kaki ku rasanya ahhh mantab, sakit nya menusuk relung hati gengs."Cerocos Mita.


"Ini itu gara Om kesepian itu, se enaknya ninggalin anak orang di tengah jalan. Kalau bukan majikan udah aku racun itu sama sianida."Gumam Mita kesala.


"Siapa yang mau kamu racun."Tanya Nion dingin, rupanya Nion sudah pulang dari kantor sebelum Mita sampai di apartemen Nion.


"Om kesepian udah pulang ya."Ceplos Mita.


"Duh mulut memang ya enggak ada saringan nya."Gumam Mita dalam hati.


Nion memelototi Mita saat dengar julukan dirinya dari mulut Mita.


"Sapa yang mau kamu racun dan siapa yang kesepian?"Tanya Nion dengan wajah galak.


"Itu Om sapi milik pak lurah."Ucap Mita, Mita ingin berjalan menghindari Nion. Tapi karena kurang hati-hati gadis itu tersandung kakinya sendiri dan Brukkkk, Mita jatuh tepat di depan Nion dengan tangan menyentuh belalai Nion.


"Mita!!!"Teriak Nion.

__ADS_1


__ADS_2