
Zoe meringis kesakitan saat Daren mengoleskan obat merah ke sudut bibirnya yang terluka, mereka sedang berada di depan apotik setelah Daren membuat preman itu babak belur tak berbentuk.
Zoe baru tahu jika kemampuan beladiri Daren sangat tinggi bahkan preman itu tidak meninggalkan luka sedikit pun di tubuh Daren.
“Akkhhh, sakit…” Keluh Zoe.
“Maaf…” Ucap Daren. Daren memer halus Gerakan tangannya.
Tak sengaja manik mata Zoe dan manik mata Daren saling bertemu, keduanya saling menatap satu sama lain.
“Daren kalau dilihat dari dekat ganteng juga.” Batin Zoe.
“Kok gue deg degan ya deket sama Zoe gini.” Batin Daren.
Sampai akhirnya Zoe terpekik karena Daren yang terlalu kuat enekan lukanya.
“Akhhh, sakit Daren!” pekik Zoe.
“Sorry…”
Setelah selesai mengobati Zoe, Daren mengantar Zoe pulang dengan motor sport miliknya sedang mobil Zoe sudah di derek menuju bengkel mobil milik Daren.
“Pegangan…” Ucap Daren, tetapi Zoe hanya memegang pundak Daren karena canggung.
“Jangan gitu, tapi gini.” Daren menuntun tangan Zoe untuk melingkar erat di pinggangnya.
“Dihh, modus elo…” cibir Zoe.
“Sekali kali kenapa, kitakan sama-sama jomblo.”
“Dihh, elo aja sono jomblo gue mah enggak.” Zoe menatap sinis Darell melalui kaca sepion.
Brumm…
Brumm…
Brummm…
Daren menarik gas motornya den mengeremnya membuat Zoe mau tidak mau maju memeluk Daren karena terkejut, Daren tersenyum jahil dan kemudian melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
“Gila ni orang mau mati jangan ajak-ajak.” Batin Zoe kesal, pasalnya jalan raya sedang padat beda cerita jika di sircuit balap.
Ckitt….
__ADS_1
Daren mengerem motornya tepat didepan apartemen Zoe, “turu…”
“Iya…”
Zoe turun dari motor Daren kemudian melepas helenya, “terimaksih udah nolongin gue…”
“Iya sama-sama.” Daren menghidupkan mitornya kembali kemudian pergi meninggalkan Zoe.
“Diliat-lihat Daren gateng juga, duhh…” Zoe menggeplak keningnya. “Lupa mantan sahabat…”
Zoe lantas memasuki apertemnnya, namu langkanya terhenti saat melihat sepasang suami istri tengah duduk di loby depan apertemennya.
“Papa…” gumam Zoe.
Perasaan Zoe berubah, seketika hatinya sakit saat melihat ayahnya yang tak pernah perduli dengan hidupnya datang.
“Zoe…” Panggil Tuan Bram.
“Ada apa paa?” Tanya Zoe tak berbasa basi, dia duduk dengan tegap penuh wiba tak ada lagi Zoe yang dulu Zoe yang hanya bisa menangis sendrian di pojok kamar.
“Ohhh, begini kelakuan kamu tidak sopan…” Cibir Sintia Mama tirinya.
Fakta yang harus kalian tahu, Sintia adalah sahabat Mamanya. Dan dia juga yang membuat kepergian Mama nya secepat ini Mama nya kambuh dan kritis setelah menerima lembara foto Papa nya dan Sintia di atas pelaminan.
“Setidaknya, saya bukan wanita perebut suami orang.” Zoe menata tajam Sintia.
Bram menenangkan istrinya yang tengah emosi itu, “Sabarlah ingat tujuan kita.” Bisik Bram, Sintian kembali duduk tengan dan mengunci mulutnya.
Sedang Zoe hanya menatap jengah kelakuan murahan Mama tirinya itu.
“Begini Zoe, Papa mau minta bantuan mu…”
Zoe menetralkan deru nafasnya yang mulai sesak, Papanya ini memang tak pantas di sebut seorang ayah. Bagaiman bisa seorang ayah yang telah membuang anaknya begitu saja, tak pernah bertanggung jawab atas hidup anak perempuannya kini datang dan meminta bantuan. Dunia selucu ini…
“Apa?”
“Menikahlah dengan Rico, tolong Papa. Perusahaan Papa banyak hutang dan Rico mau melunasi hutang itu asal menikah dengan kamu Zoe.”
Sepertinya Papa nya memang manusi yang tidak tahu malu sekali, bisa-bisanya Papa nya meminta Zoe menjadi alat pelunas hutang bahkan Zoe tak pernah memakai harta Papa nya sama sekali.
“Manikah, kenpa harus Zoe bukannya Papa punya anak perempuan lain.”
Papanya memiliki anak perempuan lain bukan anak kandung melainkan anak tiri dari Sinta bahkan takt ahu siapa ayah nya yang sebenarnya, tetapi anak itu sangat beruntng mendapat kasih sayang penuh dari Papa nya.
__ADS_1
“Keysa tidak bisa, dia mau kuliah di luar negeri.” Sintia menyela obrolan Zoe dan suaminya.
Zoe menarik sudut bibirnya sebelah menatap sinis pasangan suami istri menjijik kan itu.
“Saya tidak mau, kenpa saya harus menjadi alat pembayar hutang sedang saya tak pernah memakai sepeserpun uang anda.” Ucap Zoe dengan nada dingin.
Tuan Bram sedikit kaget melihat perlakuan dingin Zoe, tak menyangka anak perempuan yang dulu selalu bersikap lembut kini menjadi dingin ada sedikit rasa sesal didalam hatinya.
“Anak tidak tahu diri!! Kamu sidah di besarkan oleh suami ku dan asal kamu tau jika kamu tak mau menikah dengan Rico maka Papa mu akan di penjara.” Ucap Sintia dengan nada kesal.
“Bagus… itu bukan urusan saya. Mohon maaf saya harus kembali ke apartemen saya, selamat malam.” Zoe meninggalkan Papa dan Mama tirinya tak perduli seberapa keras Sintia memanggil namanya bahkan mengumpat untuk dirinya.
Brakk!!
Zoe menutup kencang pintu apartemennya, kesal dan sesak di hatinya kembali membuat dia menangis. Zoe tak pernah mengharap Papanya datang menemuinya lagi, jika Papanya tidak menghubungunya itu akan jauh lebih baik.
“Mama, kenapa Papa jahat sama Zoe…” Zoe menangis sesenggukan mengingat bagaimana hidup Mamanya yang menderita akibat ulah Papanya.
“Mama, Papa jahat sama Zoe. Papa mau Zoe nikah sama Rico, hikss…”
Zoe sangat tau siapa Rico, lelaki itu sangat terkenal dalam dunia bisnis bukan karena prestasinya tetapi kelakuan buruknya. Rico senang berman wanita bahkan setiap hari hidupnya hanya di habiskan di club malam. Tetapi Papanya dengan enteng nya menyuruh dirinya menikahi Rico hanya untuk pelunas hutang.
“Jahat… aku benci Papa!!” teriak Zoe.
Mengingat kembali luka yang di torehkan sang Papa, Zoe semakin tak kenal dengan Papanya. Papa yang seharusnya menjadi cinta pertama bagi setiap anak perempuan akan tetapi Papanya hanya memberikan luka di hatinya.
Kehadiran Sintia dan Keysya menambah luka dalam hatinya, terang terangan Papanya memanjakan Keysya dengan semua uang dan harta yang seharusnya menjadi milik Zoe. Tidak sampai di situ Papanya berani mengusirnya hanya karena Zoe tak sengaja merusak baju milik Sinta.
“Hahaha, lucu sangat lucu bagaiman bisa seorang ayah menelantarkan anak kandungnya dan lebih menyayangi anak tirinya…” Zoe tertawa dan merancau.
“Hikkss hikkss… Tuhan sungguh aku tak perduli jika lelaki tua itu membusuk dalam penjara!! Izinkan aku untuk menjadi anak yang jahat dan durhaka sekali ini saja Tuhan!!” Rancauan Zoe sebelum akhirnya gadis malang itu tertidur karena lelah menagisi hidupnya.
Ceklekkk…
Pintu Kamar lama Kalea terbuka dan keluarlah Kalea dari kamar tersebut, Kalea memang berada disana sejak awal Zoe datang awalnya dia mau berpamit pulang karena kedatangannya hanya untuk mengambil sepatu kesayanganya yang tertinggal. Tetapi tangisan dan rancauan Zoe membuat Kalea tetap diam didalam kamarnya.
“Selamat malam Zoe mimpi indah, aku janji akan memastikan hidup mu aman…” Lirih Kalea.
Cupp…
Satu kecupan selamat malam Kalea sematkan dikening Zoe, Kalea sangat menyayangi Zoe lebih dari dia menyayangi Killian kakaknya sendiri. Ada rahasia yang hanya dirinya yang tahu kenapa mereka terikat menjadi sedekat ini.
Jantung Kalea adalah milik Mamanya, Mama Zoe mendonorkan jantung nya untuk Kalea tanpa Zoe tahu.
__ADS_1
*****
Gimana perasaan kalian kalau jadi Zoe???