Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Zane dan Zidney [Kecelakaan Luna]


__ADS_3

Pagi hari Tania berteriak heboh karena baru menyadari bahwa dia kehilangan uang dan sebagian perhiasannya juga hilang.


“Ayah…”Panggil Tania.


“Iya ada apa Bun?”Tanya Rehan.


Tania terlihat panik ,”ini ayah, perhiasan Bunda hilang lagi dan uang Bunda juga hilang.”Ucap Tania.


“Bagaiman bisa Bunda, mungkin Bunda salah menaruh nya. Coba di ingat-ingat lagi Bunda.”Ucap Rehan.


“Tidak Ayah, Bunda mengingatnya. Bunda taruh di tempat biasa.”Ucap Tania.


“Kenapa Bun?”Tanya Zidney.


“Perhiasan sama uang Bunda hilang lagi.”Ucap Tania.


“Bagaiman bisa Bunda, tidak mungkinkan di Mansion kita ada pencuri.”Ucap Zidney.


Zidney melirik kearah Meta.


“Kenapa kamu melirik ku, kamu menuduh ku Zi?”Tanya Meta.


“Tidak aku, aku tidak menuduh mu tapi jika kamu mengakuinya maka akan lebih baik.”Ucap Zidney.


“Aku tidak mengambil perhiasan Bunda mu!”Bentak Meta.


“Sudah cukup jangan bertengkar, sebaikanya kalian berangkat saja.”Ucap Tania.


Akhirnya Zidney dan Meta berangkat dengan kendaraan yang berbeda karena ZIdney sudah pasti di jemput Zane.


“Kenapa kamu cemberut?”Tanya Zane.


“Zi sedang kesal dengan Meta.”Ucap Zidney.


Zane tidak bertanya lagi karena dia tidak mau membuat suasana Zidney menjadi tambah buruk.


Sesampainya di sekolah mereka segera masuk ke kelas karena hari ini adalah hari ujian sekolah mereka.


“Zi…”Panggil Luna.


Luna mendekati Zidney yang tengah kusut wajahnya,”Kamu kenapa, pagi-pagi sudah kusut saja wajahnya.”Ucap Luna.


“Itu Zi kesal sekali sama Meta.”Ucap Zidney.


“Memang kenapa?”Tanyan Luna.


“Bunda kehilangan perhiasan lagi, lalu aku hanya bilang apa ada maling di rumah. Ehh malah Zi dibentak Meta kan Zi jadi kesal.”Ucap Zidney.


“Ahhh, sudahlah kamu seperti tidak tau saja sifat asli Meta.”Ucap Luna.


Saat Luna tengah menasehati Zidney tiba-tiba Meta datang menggebrak meja Luna dan Zidney.


“Hey anak haram… Kamukan yang mencuri perhiasan Bunda Tania!”Teriak Meta.


Teriakan Meta membuat semua perhatian berfokus pada Luna dan Meta yang tengah bertengkar.


“Jaga ya mulut kamu, aku sudah tidak tinggal di Mansion Bunda. Lalu bagaiman aku bisa mengambil perhiasan Bunda.”Ucap Luna.

__ADS_1


“Kau semalam ada Mansion bukan, menghadiri acara pertemuan kelurga Zane dan Keluarga Zidney, mungkin saja kamu menyelinap masuk saat kami tengah sibuk.”Ucap Meta.


“Cukup Meta, Luna bersama ku sedari acara di mulai hingga selesai.”Ucap Zidney yang tak terima Luna semakin dipojokan Meta.


“Bukankah kamu yang menghilang saat persiapan acara, atau mungkin itu kamu. Kamu sendiri pelakunya.”Ucap Zidney lagi.


Semua anak yang berada di kelas mulai menggunjing Meta sehingga membuat Meta tidak bisa berkata.


“Sial kenapa jadi aku yang terpojokkan.”Ucap Meta dalam hati.


“Kenapa kamu dia, apa tuduhan Zidney benar?”Ucap Luna.


Meta dengan kesalnya pergi meninggalkan kelas Zidney dan Luna.


“Luna kamu tidak apa-apa?”Tanya Zidney.


“Tidak, aku tidak apa-apa.”Ucap Luna.


Bell sekolah berbunyi, semua siswa memulai ujian mereka dengan tenang.


Sementara itu di kantor Rehan, tengah berkumpul para orangtua yang sedang membicarakan pernikahan putra dan putri mereka.


“Jadi berapa tamu yang akan kamu udang Rehan?”Tanya Mark, mereka setuju untuk tidak menggunakan Bahasa terlalu formal.


“Mungki sebanyak lima ribu undangan saja.”Ucap Rehan.


“Tapi Ayah, bukankah Zidney tidak mau jika pernikahannya di ketahui publik.”Ucap Tania.


“Memang kenapa?”Tanya Micell.


“Zidney maunya nanti setelah lulus kuliah baru perayaan pernikahannya.”Ucap Tania.


“Benar sekali Micell, mereka akan malu-malu jika di awal.”Ucap Tania dengan tertawa renyah.


“Tapi Bun, Ayah namapaknya tidak setuju jika Zidney hamil di usia muda.”Ucap Rehan dengan memandang kearah Tania.


“Rehan, apa sebaiknya kita buat perjanjian agar Zane dan Zidney menunda untuk mendapat momomgan.”Ucap Mark.


Rehan terdiam sejenak,”Boleh juga.”Ucap Rehan setelah memeikirkan ucapan Mark.


Para orangtua sudah bersepakat jika mereka akan membuat perjanjian dengan anak-anak mereka untuk menunda memiliki momongan sampai Zidney lulus kuliah.


Sedangkan Zidney dan yang lain telah usai melakukan ujian sekolah, kini mereka tengah bersiap untuk pulang.


“Bagaiman ujian mu Zidney?”Tanya Luna.


“Aku baik-baik saja, semuanya aku bisa kerjakan.”Ucap Zidney.


Saat kedua gadis itu sedang berjalan menuju gerbang sekolah, mereka tidak sengaja melihat Meta sedang memberikan amplop berwarna coklat kepada Viona.


“Zi coba lihat, itu Meta dengan Mama Viona.”Ucap Luna.


“Iya Luna, apa yang di berikan Meta kepada tante Viona?”Tanya Zidney.


Luna tanpa menjawa pertanyaan Zidney segera berlari mendekati Meta dan Viona.


“Sebaikanya aku panggil Killian untuk menolong Luna.”Ucap Zidney, gadis itu berlari mencari Killian.

__ADS_1


Sementara itu Luna telah merebut amplop coklat dari tangan Viona.


Grebbb…


Luna tanpa aba-aba merebut amplop coklat itu dari tangan Viona.


“Ahkkk… Apa-apaan kamu Luna?”Tanya Viona.


Luna melihat isi didalam amplop tersebut dan ternyata isinya memang benar uang dan perhiasan yang diambil Meta dari kamar Tania.


“Jadi kamu pencurinya Meta!”Ucap Luna sedikit berteriak.


“Akkhh… Sial.”Batin Meta.


Meta mendekati Mama nya,”Mama bagaiman ini, Meta tidak mau masuk penjara.”Bisik Meta.


“Kua tenang saja, Mama akan singkirkan anak bodoh pebawa sial ini.”Ucap Viona.


Viona mendekati Luna,”Kembalikan uang dan perhiasan itu anak sialan.”Ucap Viona.


“Tidak Tante Viona, ini bukan milik kalian ini milik Bunda Tania.”Ucap Luna dengan menggenggam amplop berwarna coklat di tangan nya.


“Jangan membuat aku hilang kesabaran Luna.”Ucap Viona semakin mendekati Luna.


“Tidak Tante, Tante seharusnya mendidik Meta untuk menjadi gadis yang baik bukan malah menyuruh nya mencuri.”Ucap Luna.


Ucapan Luna berhasil membuat Viona naik darah, Wanita itu semakin mendekati luna dan….


Bruakkkkkk!!!!!


Luna di dorong Viona sampai ketengah jalan dan sialnya, ada truk yang melintas. Luna tertabrak truk itu hingga tubuhnya terpental jauh.


“Luna!!!!”Teriak Zidney, Zidney baru saja memanggil Killian untuk mebantu Luna.


“Luna!!!”Teriak Killian, Killian berlari saat melihat tubuh kekasihnya tergeletak di jalan dengan bersimbah darah.


“Luna…. Bangun sayang!!”Killian memangku tubuh Luna, tubuh yang tergolek lemas dengan darah memabasahi baju putih abu


-abu nya.


“Killian, ayo bawa Luna kerumah sakit.”Ucap Zidney dengan air mata yang mengalir membasahi Pipinya.


“Killian ayo angkat Luna dan bawa masuk kemobil.”Ucap Zane yang sudah membawa mobil dan menghentikan nya di hadapan Killian.


Luna di larikan ke rumah sakit, sementara Meta dan Viona kabur dengan membawa uang dan perhiasan yang mereka rebut dari tangan Luna.


“Meta kita harus pergi dari negara ini, jika kita tidak mau mendekam di penjara.”Ucap Viona.


“Iya Mah… Meta tidak mau masuk penjara.”Ucap Meta.


Meta dan Viona berada di banda mereka membeli tiket pesawat untuk pergi keluar Negeri.


Sementara itu, Rehan dan juga Tania bergegas kerumah sakit saat Zidney memberi kabar bahwa Luna mengalami kecelakaan.


“Zidney, bagaimana bisa terjadi nak?”Tanya Tania yang baru saja tiba.


“Bunda, ini semua ulah Meta dan Mama nya, Tante Viona mendorong Luna sampai ketengah jalan dan Naasnya ada truk yang melintas. Luna tidak bisa menghindar dan akhirnya Luna tertabrak Bunda.”Ucap Zidney.

__ADS_1


“Viona dan Meta, harus mendapat hukumannya Ayah…”Ucap Tania.


“Ayah akan mengerahkan semua anak buah Ayah untuk menangkap mereka.”Ucap Rehan.


__ADS_2