
Sementara itu di tempat latihan Zay, mendapat berita yang sangat mengejutkan dari temannya.
"Kalian tau, anak tetangga ku kemarin baru di lecehkan oleh guru les privatnya dan sekarng guru itu menjadi buron karena ternyata banyak korbannya."Ucap Bany teman futsall Zay.
"Ini foto pelakunya, namanya Adrian barang kali nanti kalian ketemu di jalan tolong langsung hajar saja dia."Ucap Bany yang terasulut emosi, karena menurut Bany seorang guru yang melakukan tindakan pelecehan kepada anak didik nya itu lebih jahat dari pada manusia pemakan manusia.
Zay tercengang melihat foto yang ditunjukkan oleh Bany, foto itu sama persis dengan guru las privat Zidney.
"Gays, orang itu guru privat Zidney. Aku harus pulang."Zay langsung menaiki motornya dengan kencang dia menuju Mansionnya.
"Kita harus lapor polisi, kita harus bantu anak kembar itu dan aku sangat geram dengan perbuatan guru mesum itu."Bany mengeluarkan suara hatinya.
Dan segerombol anak SMP yang duduk di kela 8 itu serempak berpencar membagi tugas.
Sementar Zidney tengah ketakutan di bawah kolong meja dapur yang tertutup serbet sampai menjulur kelantai.
"Zidney keluar lah, selagi aku masih bersikap manis."Ucap Adrian.
"Ya Tuhan tolong lindungi Zidney, Zay cepatlah pulang Zidney takut."Doa Zidney dalam hati.
Namun sayang, Adrian menemukan persembunyian Zidney dan menyeret Zidney keluar dari kolong meja.
"Lepaskan aku, aku mohon Kak!!"Teriak Zidney.
Namun Adrian nampaknya sudah di rasuki iblis, dia menyeret tubuh Zidney bagaikan karung beras.
"Tolong!! tolong!!"Teriak Zidney.
Adrian yang merasa habis kesabarannya menghentikan langkanya lalu menatap tajam Zidney.
Plakk!! Plakk!!
Dua tamparan di berikan ke pada Zidney,wajah Adrian terlihat sangat marah namun beberapa saat kemudian wajahnya berubah menjadi wajah bersalah.
"Maafkan Kakak, maafkan Kakak. Zidney kakak tidak bermaksut melukai mu."Ucap Adrian dengan halus.
"Jangan mendekat."Ucap Zidney saat Adrian akan memeluknya.
Seketika wajah Adrian berubah menjadi marah,"Kenapa! kenapa kamu tidak mau aku peluk sayang!!"Bentak Adrian.
Adrian dengan tanpa aba-aba memeluk tubuh Zidney, laki-laki itu menciumi semua bagian tubuh Zidney.
Adrian membuat tanda merah di seluruh area leher mulus Zidney.
Zidney menangis sejadi-jadinya,"Menyingkir dari ku, jangan sentuh aku!!"Tangis Zidney, Zidney memukul tubuh Adrian dengan sekuat tenaga tapi semua usahanya sia-sia.
Adrian menyesap bibir Zidney dengan kasar samapai bibir Zidney berdarah, tangan Adrian mulai memasuki kaos Zidney dan meremas dada Zidney dengan kasar.
__ADS_1
"Lepaskan aku!! kau bajingan!!"Teriak Zidney.
Saat Adrian akan melucuti baju bagian bawah Zidney tiba-tiba.
Bughh!!
Zay menendang dengan sekuat tenaga tubuh Adrian, Zay sangat marah ketika melihat keadaan Zidney yang hampir telanjang.
"Zay!! tolong aku!"Teriak Zidney histeris.
Zay memeluk tubuh Zidney yang hampir telanjang itu, namun naas saat Zay memeluk Zidney. Adrian kembali dengan pisau ditangannya yang entah dia dapat dari mana.
Jlebb jlebbb...
Adrian dengan brutal mensuk tubuh Zay,"Kau ingat ini Zidney, kematian saudara mu karena kau terlalu cantik."Adrian menusuk tubuh Zay sekali lagi lalu pergi.
"Tidak!!! Zay!!"Teriak Zidney.
Zay untuk terakhir kalinya menatap wajah cantik saudara nya itu.
"Zidney aku menyayangi mu, tolong jaga Bunda dan Ayah. Jangan ada dendam dan jangan benci Ayah."Kata terakhir Zay sebelum meninggal.
"Zay!! tidak Zay !! kau adalah anak laki-laki di keluarga ini kau yang pantas menjaga Ayah dan Bunda kau adik laki-laki yang paling kuat ya aku miliki!!"Tangis Zidney.
Zay meninggal dalam pelukan Zidney, saat polisi dan orangtua Zidney datang. Zidney tengah pingsan dengan Zay di pelukan Zidney.
"Zay!!"Teriak Tania.
"Tania... Bangun sayang."Ucap Rehan.
Rehan meratapi kebodohan nya selama ini, kebodohannya yang tidak mau mendengar anak dan istrinya.
Zidney dan Zay telah di bawa ke rumah sakit, Zidney mengalami luka memar dan taruma psikologis yang berat.
Sementara itu jasad Zay sudah di kebumikan dan untuk Adrian sudah di tangkap.
Adrian kemungkinan akan di hukum mati karena telah melecehkan gadi di bawah umur sebanyak 125 korban termasuk Zidney.
Beberapa hari kemudian Zidney sadar dan histeris dia menjerit meminta tolong.
"Tolong!! lepaskan aku!! jangan dekati aku!!"Terika Zidney.
bahkan Zidney memcahka vas bunga dan menyayat pergelang tangannya.
Doketer segera menyuntikkan obat penenang agar Zidney bisa tenang.
"Zidney..."Gumam Tania.
__ADS_1
Tania sangat tidak menyangka jika putrinya akan mengalami nasib yang buruk, terlebih lagi putranya kini telah tiada.
Rehan mendekati istrinya,"Maafkan aku..."Gumam Rehan.
Tania menatap tajam ke arah suaminya,"Apa ini yang kau mau? anak laki-laki ku meninggal dan sekarang anak perempuan ku tengah menagalami masalah mental!!"Teriak Tani.
Rehan sangat menyesali semua keputusannya,"Maafkan aku Tania, aku tidak bermasuk menyakiti mu dan anak-anak."Tagis Rehan.
"Aku akan menggugat cerai kamu Rehan, aku tidak mau anak ku memiliki Ayah sperti mu."Ucap Tania.
Rehan berlutut dan memeluk kaki Tania,"Aku mohon jangan tinggalkan aku sayang, tolong beri aku kesempatan aku akan berubah."Ucap Rehan memohon.
Tania hanya diam dan menangis, sungguh sesak dadanya dia tidak menyangka nasip pernikahan nya akan seburuk ini.
Setahun berlalu, keadaan Zidney semakin membaik begitu pula dengan keadaan kedua orang tuanya. Rehan telah membuka hati dan berusaha untuk menyayangi Tania dengan sepenuh hati dan melupakan masalalunya.
Sementara Zidney merubah penampilannya menjadi bertompel, dia masih belum sembuh sepenuhnya dari traumanya.
"Sayang apa kamu yakin akan mengenakan tompel palsu ini?"Tanya Tania.
Dan Zidney hanya mengangguk saja, semenjak kejadian itu Zidney sedikit menjadi pendiam dan penyendiri.
"Baiklah Bunda akan mengajari mu bagaimana cara memakainya."Ucap Tania.
Semenjak kejadian itu Zidney merubah tampilnannya menjadi gadis cupu dan jelek.
Zidney pergi kepemakaman Zay, ini untuk pertama kalinya dia mengunjungi pemakaman Zay setelah satu tahun berlalu. Zidney butuh keberanian untuk benar-benar bisa mengunjugi makam adiknya.
"Hay Zay..."Sapa Zidney.
Zidney duduk di saping nisan Zay,"Kau pasti terkejut melihat wajah ku yang jelek ini. Aku yakin kau akan tertawa terbahak bahak saat melihat ku."Ucap Zidney, air mata gadis itu mengalir deras di pipinya.
"Zay, kau tau Ayah sudah berubah sudah menjadi Ayah yang baik dan kini Bunda juga sudah bahagia. Bunda tidak pernah menangis saat malam hari."Ucap Zidney.
"Zay, aku selalu merindukan mu. Sejak saat dalam kandunga kita selalu bersama tapi kini aku tidak bisa bersama dengan mu rasanya aneh sekali."Ucap Zidney, Zidney menangis sesenggukan.
"Terimaksih Zay kau telah menyelamatkan aku, dan terimaksih berkat pengorbanan mu Ayah dan Bunda sekarang bahagia. Kau juga bahagia ya di sisi Tuhan."Ucap Zidney sebelum pergi.
Zidney berjalan meninggalkan tempat peristirahatan Zay, berjalan semakin jauh.
Saat Zidney berjalan dia tidak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf saya tidak sengaja."Ucap Zidney.
Tanpa milihat orang yang di tabrak Zidney langsung saja pergi melangkah meninggalkan area pamakaman.
"Dasar gadis aneh, main pergi saja bunganya jadi jatuhkan."Gumam seorang laki-laki.
__ADS_1
Laki-laki itu mendekati nisan yang bertuliskan nama Zay Febiyan.
"Hay sahabat lama, apa kau merindukan aku."Ucap Zane.