Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Kehamilan Helena


__ADS_3

Helena merasa sangat lelah bahkan ***** makan nya menurun, belum lagi mual yang melanda nya di setiap pagi.


"Aku sebenarnya kenapa? apa aku sakit parah kenapa tubuh ku rasanya sangat tak bertenaga."Gumam Helena.


Helena merasa pusing dia merasa bumi ini berputar, Helena bangun dari duduk nya dia berjalan ke arah sofa. Dia berniat untuk merebahkan tubuhnya di atas sofa.


Brukkk!!! Helena jatuh tergeletak di atas lantain.


Briyan yang baru datang mengunjungi Helena terkejut saat mendapati Helena tak sadarkan diri.


"Helena... Kamu kenapa?"Ucap Briyan.


Briyan mengangkat tubuh Helena dan membawanya kerumah sakit, semua karyawan yang ada di perusahaan Remora terkejut melihat atasanya jatuh pingsan.


"Bu Helena kenapa ya? akhir-akhir ini aku melihat nya seperti orang dengan gejala kehamilan."Ucap salah satu karyawan di kantor Helena.


"Ahhh kau benar, kemarin aku memergoki Bu Helena tengah muntah saat mencium bau pengharum ruangan."Ucap Karyawan lain


"Ohh, jadi itu alasan nya Bu Helena meminta semua pengharum ruangan di ruangan nya di lepas."Gumam OB.


Semua karyawan menatap kearah suara yang bukan golongan Devisi perencanaan.


"Heh Komar, ngapain kamu iku nimbrung?"Tanya Karyawan.


"Ya, maaf sayakan cuma lewat terus enggak sengaja denger Mbak-mbak ini lagi julid sama Bu Helena."Ucap Komar.


Karyawan pun kembali bekerja begitu juga si Komar.


Di rumah sakit, dokter tengah memeriksa ke adaan Helena.


"Maaf Pak sepertinya Bu Helena harus di pindahkan ke Poli kandungan."Ucap Dokter.


"Baik Bu."Ucap Briyan.


Briyan membawa Helena menuju poli kandunga menuruti perinta Dokter.


Di dalam ruangan, Dokter tengah mengolesi perut Helena dengan jel dan mulai memeriksa dengan alat USG.


"Selamat ya pak, istrinya sedang hamil. Kandungan nya berjalan 7 minggu."Ucap Dokter Tania.


Sontak perkataan Dokter Tania membuat Helena dan Briyan saling pandang.


"Sa-saya hamil Dok?"Tanya Helena memastikan.


"Iya Bu."Ucap Dokter Tania.


Kini Briyan dan Helena tengah duduk di hadapan Dokter Tania untuk mendengar arahan dari Dokter, mereka sudah seperti pasangan suami istri sungguhan.


"Maaf ya Pak, Bu karena kehamilannya masih muda. Tolong jangan melakukan kegiatan suami istri terlalu sering, mohon untuk satu bulan kedepan libur dulu bu."Ucap Dokter Tania.


Helena dan Briyan hanya mengangguk, untuk Helena sendiri dia masih tidak mengerti apa maksud dari Dokter. Tapi berbeda dengan Briyan yang sudah pengalaman.


"Aku hamil, kasihan sekali anak ku belum lahir sudah tidak punya Papa."Gumam Helena.


Kini mereka tengah berada di dalam mobil Briyan.

__ADS_1


"Kau jangan berkata begitu, aku akan segera menikahi mu."Ucap Briyan tanpa ragu.


Helena melirik Briyan dari ekor matanya, wanita itu merasa bersalah.


"Aku tidak menuntuk apa-apa dari mu, ini memang kesalahan ku sebaiknya kita batalkan saja rencana pernikahan kita."Ucap Helena.


Briyan yang mendengar ucapan Helena langsung mengerem mobilnya tanpa aba-aba untung saja di belakang tidak ada kendaraan.


"Aduhhh."Keluh Helena, Helena memegang perutnya yang sedikit nyeri.


"Maafkan Papa nak, Papa tak sengaja."Ucap Briyan, laki-laki itu mengelus perut rata Helena.


Helena yang mendapat perlakuan manis dari Briyan merasa tersentuh.


"Maafkan aku, aku hanya kaget dengan ucapan mu. Jangan kau batalkan pernikahan kita, aku akan menerima anak ini menyayanginya seperti aku menyayangi Natasya."Ucap Briyan.


"Apa kau serius dengan ucapan mu?" Tanya Helena.


"Iya, ayo menikah besok."Ucap Briyan lagi.


"Yak!!! kau gila mau menikah besok."Ucap Helena kesal.


"Sayang lihat Mama mu dia marah-marah sama Papa."Ucap Briyan, Briyan tengah mengadu pada janin di dalam kandungan Helena.


Helena hanya tersenyum melihat tingkah lucu Briyan, laki-laki yang membawa cinta baru untuk nya.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Dua minggu berlalu kini Helena tengah berada di ruang Make up, hari ini adalah hari pernikahan Helena dan Briyan.


"Kak Helena, kakak cantik sekali"Puji Micell.


"Ounty Helena seperti Cinderella."Ucap Fay.


"Terimakasih Sayang."Helena menoel pipi Fay.


Acara pernikahan Helena dan Briyan berjalan dengan lancar, kini mereka sudah sah menjadi pasangan suami dan istri.


"Selamat ya atas pernikahan mu, aku tidak menyangka kau akan mendahului ku."Ucap Mark.


"Aku doakan kau dan Micell cepat menyusul ku."Ucap Briyan.


Micell tengah mengawasi Fay, anak itu berlarian kesana kemari tak henti hentinya.


"Micell..."Panggil Mark.


Micell menatap laki-laki yang memanggilnya barusan.


"Ada apa?"Tanya Micell.


"Kapan kita akan menikah?"Tanya Marak.


Micell mengusap wajah Mark lalu tersenyum.


"Datanglah ke Papa, dan bilang jika Bapak mau menikahi anak perempuannya ini."Ucap Micell.

__ADS_1


"Oke aku akan datang besok."Ucap Mark bersemangat.


Fay mengahampiri Micell dan Mark, anak itu rupanya sudah mengantuk dan merengek meminta pulang.


Setelah Mark dan Micell berpamitan, mereka pulang menuju apartemen Micell untuk mengantar Micell.


"Momy boleh tidak Fay tidur di apartemen Momy, besok kan hari libur Mom?"Tanya Fay.


"Boleh, asal Pipi juga boleh menginap di apartemen Momy."Mark menyahuti pertanyaan Fay.


Micell memutar bola matanya jengah karena jawaban duda kesepian itu.


"Boleh ya Mom?"Rengek Fay.


"Boleh sayang."Ucap Micell.


Akhirnya Mark dan Fay menginap di apartemen Micell.


Setelah Fay tidur Micell memutuskan untuk keluar kamar karena dia merasa belum mengantuk.


Micell menyalakan televisinya dan menonton drama.


"Apa kamu tidak bisa tidur?"Tanya Mark.


Micell hanya mengangguk, dia hanya ingin diam tanpa bersuara menikmati tontonannya.


Mark duduk di samping Micell, laki-laki itu memperhatikan wanita yang telah mencuri hatinya.


"Bapak televisinya didepan mengahadap kedepan dong jangan memandangi aku terus."Ucap Micell.


"Kamu kan jauh lebih menarik."Ucap Mark.


Laki-laki itu mulai tebar pesona di hadapan Micell.


"Micell, bisa tidak jangan panggil Bapak jika sedang berdua."Ucap Mark.


"Lalu Micell harus panggil apa?"Tanya Micell.


"Apa saja tapi jangan Bapak."Ucap Mark.


Micell menatap wajah Mark, wajah laki-laki yang membuat dia jatuh kedalam pesona om duda beranak satu.


Tanpa di sadari Micell, kini tubuhnya telah berpindah ke pangkuan Mark.


"Aku menyayangi mu, menikahlah dengan ku dan hidup bersama ku sampai maut memisahkan kita."Ucap Mark.


Micell hanya menganggukan kepalanya, tatapan Mark beralih ke arah bibir mungil Micell. Mark menahan tengkuk Micell hingga bibir mereka saling bertemu.


Mark ******* bibir mungil Micell, Micell membalas semua perlakuan Mark.


"Aku menyayangi mu."Ucap Mark.


Mark membuat stempel di leher indah Micell, Kini Mark telah membuka 4 kancing atas piyama Micell.


Laki-laki itu meraba bagian d*d* Micel, saat milik Mark sudah bangun sempurna. Mark menghentikan kegiatannya dia mengancingkan lagi baju piyama milik Micell.

__ADS_1


"Aku akan melakukan yang lebih lagi, saat kita sudah menikah."Ucap Mark.


Micell hanya menundukkan wajahnya karena malu.


__ADS_2