Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Milik Ku


__ADS_3

Hari berganti bulan kini kehamilan Helena telah memasuki saat-saat melahirkan.


"Sayang baju baby nya mau bawa berapa?"Tanya Briya.


Briyan telah mengambil cuty kerja nya sedari kehamilah Helena memasuki bulan ke 8.


"Bawa 3 saja sayan, jangan lupa perlengkapan mandi dan handuk juga."Ucap Helena.


Briyan menyiapkan semua kebutuhan yang akan di bawa mereka ke rumah sakit.


Saat Briyan sudah selesai mempersiapkan semuanya, Briyan berjalan mendekati Helena yang tengah duduk menghadap televisi dengan semangkuk es krim ditangan nya.


"Sudah semua sayang?"Tanya Helena.


"Iya sayang, sudah semua nya."Ucap Briyan.


Helena berdiri ingin menaruh mangkuk kosong bekas es krim di tangan nya.


"Sayang kamu ngompol?"Tanya Briyan, karena Briyan melihat cairan bening mengalir dari sela-sela kaki Helena.


"Tidak sayang."Helena memperhatikan air yang mengalir dari sela-sela kakinya.


"Air ketuban ku pecah sayang."Ucap santai Helena.


Briyan belum menyadari apa yang di bicarakan Helena, beberapa detik kemudin barulah Briyan bereaksi.


"Air ketuban? sayang kamu akan melahirkan?"Tanya Briyan.


"Aduh... Sayang aku mulai kontraksi, kita kerumah sakit ya."Ucap Helena.


Ini pengalaman pertama Helena jadi dia sedikit panik, berbeda dengan Briyan yang tenang di luar tapi cemas di dalam.


Di rumah sakit, Helena sudah berganti pakaian menggunakan pakaian khusus pasien.


"Sayang sakit..."Ucap Helena.


"Lahiran sesar aja ya sayang, biar tidak terlalu sakit."Ucap Briyan, Briyan tidak tega melihat Helena menahan sakit sedangkan Helena masih pembukaan 6.


"Tidak sayang, kata orang jika lahiran normal itu akan lebih terasa berjuang nya."Ucap Helena.


Mendengar perkataan Helena, Briyan menjadi kesal gara-gara ucapan Bu Tejo tempo hari Helena jadi terobsesi untuk lahiran normal.


"Awas saja Bu Tejo jika terjadi sesuatu dengan Helena dan anak ku. Akan ku gusur rumah nya."Gumam Briyan dalam hati.


Helena menikmati proses demi proses lahiran anak pertama nya, sungguh ini adalah pengalaman pertama bagi Helena sebagai seorang wanita.


"Tarik nafas hembuskan Bu Helena."Aba-aba dari Dokter.


"Sakit Dok..."Keluh Helena.


"Kamu kuat sayang, kamu harus bisa bertahan untuk anak kita."Ucap Briyan.


Helena menggenggam kuat tangan Briyan.


"Briyy, jika aku tidak selamat tolong jaga anak ku. Cari wanita yang lebih cantik dan kaya dari ku Briyan."Ucap Helena.

__ADS_1


"Tidak Helena... Kamu adalah wanita tercantik dan terkaya yang aku miliki."Ucap Briyan.


"Jangan tinggalkan aku Helena."Tangis Briyan.


Obrolan absur antara Briyan dan Helena menjadi bahan tawaan Dokter dan suster yang membantu persalinan Helena.


"Oeeekkk.... Oeekkk."Tangis bayi mungil berjenis kelamin laki-laki itu.


Saat bayi lahir, Helena memejamkan matanya. Briyan yang melihat itu menjadi histeris dan panik dia sangka Helena telah tiada.


"Sayang bangun... jangan tinggalkan aku. Aku belum siap menjadi duda lagi."Tangis Briyan.


"Diam lah sayang aku belum mati, aku hanya lelah."Ucap Helena tanpa dosa.


"Ohhh, astaga!! kau membuat jantung ku hampir berhenti sayang."Ucap Briyan kesal.


Dokter memindahkan Helena ke ruang rawat, sedang bayi mungil itu tengah berada di kamar bayi.


"Sayang kau mau minum?"Tanya Briyan.


"Iya sayang."Ucap Helena, Helena masih merasa lemas karena tenaga nya habis terkuras.


Tak berapa lama masuklah suster dengan bayi mungil dingendongan nya.


"Bu Helena kami akan memberi simulasi bagaiman cara memberi ASI pada bayi."Ucap Suster.


Suster memberi penjelasan kepada Helena bagaiman cara menggendong dan memberi ASI yang benar.


"Baik Bu Helena kami permisi dulu."Ucap Sister.


Briyan mendekat ke arah istri dan anak nya, laki-laki yang kini telah menyandang setatus sebagai seorang ayah itu mengambil alih bayi mungil yang berada di gendongan istrinya.


"Sayang siapa nama anak kita?"Tanya Helena.


"Killian Putra Briyan."Ucap Briyan.


"Bagus sayang, jadi sekarang aku punya dua Briyan."Ucap Helena.


Briyan tersenyum memandang wajah istri nya.


"Jagoan Papa tubuh jadi anak yang pintar ya sayang."Ucap Briyan.


Bayi mungil itu tersenyum seakan tau apa yang di bicarakan oleh Papa nya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Pengumuman kelulusan sudah diumumkan, Rinjani dan Mita senang akhirnya mereka akan meninggalkan seragam Abu-abu mereka.


"Jani kamu benar akan ke Korea untuk kuliah?"Tanya Mita.


"Iya Mita, Om Leonardo sudah janji pada ku dia akan membiayai semuanya."Ucap Rinjani.


"Rinjani apa kau menyukai Om mu itu?"Tanya Mita, Mita tau apa yang di rasakan oleh sahabatnya.


Mita mengenal baik Rinjani sejak SMP dia tau bagaiman penderitaan hidup nya setelah Bundanya meninggal.

__ADS_1


"Aku menyayangi Om Leon, tapi aku bisa apa Om Leon tidak mungkin menyukai gadis miskin seperti ku. Dan aku rasa Om Leon hanya kasihan pada ku."Gumam Rinjani.


"Aku ingin memantaskan diri, aku ingin pergi jauh jika memang rasa ku tidak terbalas maka setidak nya luka itu tidak terlalu sakit."Ucap Rinjani


"Aku selalu mendoakan mu Jani."Ucap Mita.


Rinjani menoleh kearah Mita,"Lalu kau bagaimana? apa kau tidak mau kembali ke rumah mu?"Tanya Rinjani.


"Ahhh, aku sudah nyaman dengan hidup sebatang kara Jani. Papa tidak akan pernah merindukan aku dia sudah bahagia dengan hidup baru nya."Ucap Mita.


"Tapi Mita, apa kau yakin Mama tiri mu jahat?"Tanya Rinjani.


"Aku tidak tau, aku melarikan diri karena aku belum bisa menerima kenyataan bahwa posisi Mama ku telah digantikan oleh orang lain."Ucap sedih Mita.


Rinjani dan Mita memiliki masalah yang sama, sama-sama di tinggal Ibu mereka.


"Lalu kau akan kemana?"Tanya Rinjani.


"Aku akan bekerja di sebuah apartemen, lumayan gaji nya bisa buat bayar kuliah."Ucap Mita.


"Jaga diri baik-baik ya Mita, kita akan bertemu beberapa tahun lagi tepat di depan sekolah ini."Ucap Rinjani.


"Baiklah kawan."Balas Mita.


Persahabatan mereka akan terjalin sampai mereka tua.


Setelah melihat pengumamn ujian sekolah mereka, Rinjani dan Mita akhirnya berpisah menuju jalan mereka masing-masing.


"Hari ini aku akan mulai kerja di apartemen itu, semoga saja majikan ku baik. Lumayan gaji yang di tawarkan satu bula 5 juta."Ucap Mita senang.


Sementara itu Rinjani tengah mempersiapkan segala kebutuhan nya untuk kuliah ke Korea.


"Semua sudah ku masukan, semoga saja di sana aku betah dan jadi dokter yang sukses."Ucap Rinjani.


Rinjani merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dan terlelap.


Saat terbangun Rinjani sedikit terkejut mendapati Leonardo tertidur di sampingnya dengan memeluk pinggang Rinjani.


"Om sudah pulang?"Tanya Rinjani.


"Iya, Jani apa kau benar akan pergi?"Tanya Leonardo.


"Iya Om, memang kenapa?"Tanya Rinjani lagi.


Leonardo mentap wajah Rinjani, laki-laki itu sedikit kalut dia takut jika Rinjani akan jatuh cinta dengan laki-laki lain.


"Om sakit?"Tanya Rinjani.


Cupp... Leonardo mengecup bibir mungil milik Rinjani.


Rinjani memelototkan matanya terkejut dengan apa yang di lakukan Leonardo.


Leonardo beranjak ke leher jenjang milik Rinjani, memberi setempel kepemilikan disana.


"Apa yang sudah ku tandai selamanya akan menjadi milik ku, jadi jangan sampai ada yang menyentuh apa yang telah menjadi milik ku."Ucap Leonardo.

__ADS_1


Rinjani yang masih terkejut dengan apa yang di lakukan Leonardo hanya menganggukkan kepalanya.


__ADS_2