
"Momy, Fay takut."Ucap Fay.
"Jangan taku sayang, ada Momy di sini.''Micell menggendong Fay yang ketakutan, karena kali pertama nya Fay melihat Pipi nya sangat marah.
"Micell bawa Fay ke mobil dan tunggu di sana.''Ucap Mark.
Micell yang mendengar perintah dari atasan nya, tanpa membantah dia langsung berjalan keluar gedung menuju mobil Mark.
"Tuan lepaskan anak saya.''Ucap Tuan Erlangga, dia adalah ayah dari David.
Mark tersenyum devil saat tau bahwa David adalah anak dari Tuan Erlangga yang sedang mengajukan proposal kerja sama dengan perusahaan nya.
"Apakah dia putra anda Tuan Erlangga."Ucap Mark.
"Betul Tuan Mark, apa sebenar nya yang dilakukan putra saya sehingga membuat anda marah Tuan.'' Tanya Tuan Erlangga.
"Putra anda telah menghina calon istri saya, tolong didik putra anda dengan benar dan jangan sampai dia menggangu calon istri saya jika anda mau kerja sama yang anda sedang ajukan berjalan lancar."Ancam Mark sebelum meninggalkan pesta.
Sedang di dalam mobil Micell sedang menenangkan Fay yang tenga menangis ketakutan.
"Sudah ya sayang jangan menangis, Pipi tidak apa-apa kok."Bujuk Micell.
Mark masuk kedalam mobil nya dan menyalakan mesin kendaraan nya.
"Pipi, tidak apa-apa?"Taya Fay.
"Tidak sayang, sudah jangan menangis lagi ya." Mark mengusap kepala putri nya dengan lembut.
Mark melajukan kendaraan nya dengan kecepatan sedang, sedang Fay gadis manis itu sudah tertidur setelah berhenti menangis.
"Terimakasih pak, anda sudah membantu saya.''Ucap Micell.
Micell merasa tidak enak hati, karena ini kali kedua nya Mark hampir berkelahi dengan David gara-gara Micell.
"Jangan kau pikirkan."Ucap Mark dingin.
Sementara itu di pinggir jalan seorang wanita tengah menangis menahan sakit di hati nya.
"Sudahlah Nona jangan di tangisi terus, Tuan Mark sudah memiliki tambatan hati jadi saat nya Nona berhenti berharap pada Tuan Mark."Ucap Nion kepada Helena.
"Tapi wanita itu bukan nya mantan tunangan mu, apa kamu tidak bisa kembali pada nya agar dia meninggalkan Mark." Ucap Helena.
"Aku tidak bisa melakukan itu, karena aku tidak mencintai nya begitu pula dengan dia."Jelas Mark.
Helena melihat apa yang terjadi di pesta tadi, ya Helena berada di sana lebih awal dari Mark.
"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya Helena frustasi.
__ADS_1
"Nona sudah berjanji bukan, jika Tuan Mark sudah memiliki pasangan. Maka Nona akan melepaskan nya."Nion memingatkan akan perkataan Helena beberapa hari lalu.
"Tapi apa aku bisa, aku sungguh mencintai nya Nion! kenapa Tuhan tidak adil pada ku. Aku yang mengenal nya sejak dulu tapi wanita itu yang bahkan baru mengenal Mark kemarin bahkan bisa memiliki hati nya."Helena benar-benar kalut.
"Nona Tuhan memiliki cara dan rahasia tentang jodoh, Nona tidak bisa merubah kehendak Tuhan." Nion memeluk tubuh Helena, Nion benar-benar merasa sakit melihat wanita yang di cintai nya tengah terluka hati nya.
Helena menangis di pelukan Nion, wanita itu sangat merasa sesak didada nya.
"Aku berjanji akan menjaga mu." Gumam Nion dalam hati.
Setelah Helena merasa baikan, Nion mengantar nya pulang ke Mansion Remora.
Sementara itu di hotel, seorang wanita tengah menangis meratapi perbuatan nya sendiri.
"Kenapa aku yang terjebak di rencana ku sendiri.''Gumam Wulan.
Ya Wulan harus menggantikan posisi Micell untuk melayani laki-laki yang sudah membayar Micell, tanpa dia sadari semua perbuatan nya terekam oleh kamera anak buah Mark.
"Ini semua gara-gara Micell, wanita sialan itu. Aku akan membalas semua nya."Wulan melempar semua benda yang ada di kamar hotel untuk menyalurkan rasa amarah nya.
Ke esokan hari nya Micell berniat untuk meminta maaf pada Bu Wulan Karena tidak bisa hadir menemani nya kepesta.
Sudah jam 9 pagi kenapa Bu Wulan belum datang ya, Nomor nya juga tidak aktiv."Gumam Micell.
"Mbak Micell, Cari Bu Wulan ya?" Tanya Tari anak bagian Devisi keuangan.
"Ehhh, iya Tar. Kamu tau Bu Wulan dimana?" Tanya Micell.
Tari merupakan tetangga di komplek perumahan Wulan, sudah biasa dia di titipkan surat izin oleh Wulan.
"Ohhhh, baiklah kalau begitu Tari, aku kembali ke ruang kerja ku ya."Pamit Micell.
Di ruangan nya Micell duduk termenung di kursi nya,"Kenpa aku merasa ada yang aneh ya.'' Gumam Micell.
"Hey Nona..."Sapa seseorang.
Micell memelototkan mata nya, terkejut mengetahui siapa yang datang.
"Apa aku begitu tampan sehingga kamu menatap ku sampai mata mu akan keluar.'' Ucap Nion.
"Isss... Kau sedang apa di sini.''Tanya sinis Micell.
Nion mendekati meja kerja Micell,"aku hanya berkunjung ke tempat kerja sahabat ku.''Ucap Nion.
"Hemmmm,"Geleng Micell.
"Bagaiman keadaan Om Reynan?" Tanya Nion.
__ADS_1
Micell buru-buru menutup mulut Nion, dia tidak mau jika identitas asli nya terbongkar.
Micell adalah anak pengusaha properti nomor 1 di negara nya, Anak dari Tuan Reynan Hazel.
"Tutup mulut mu.'' Ucep Micell.
Nion melepas bekapan tangan Micell dari mulut nya.
"Ckk,kau kenapa?'' Nion mengelap mulut nya dengan sapu tangan nya.
"Jangan sampai ada yang tau identitas asli ku.''Ucap Micell.
"Ternyata Om Reynan tidak tau kau bekerja di sini.''Ucap remeh Nion."Tapi aku tidak yaki."Gumam nya lagi.
"Yang penting untuk saat ini aku bisa bebas dari papa ku, apa lagi dengan perjodohan konyol itu." Ucap Micell.
"Kau tenang saja aku yakin Om Reynan sudah membatalkan perjodohan itu.'' Ucap Nion.
Tak berapa lama pintu ruangan Micell didorong paksa dari luar, dan masuklah mahkluk imut.
"Momy Micell."Pangil Fay.
Hay anak manis, kenapa di kantor memang tidak sekolah.'' Tanya Micell, sebab jam masih menunjukan pukul 11 siang. Sedang Fay seharus nya pulang pukul 1 siang.
Nion mentap heran kepada dua wanita yang berbeda umur ini.
Micell bagaiman bisa anak dari Tuan Mark memanggil mu Momy?" Tanya Nion heran.
"Om Nion, kenapa Om ada diruangan Momy ku?'' Sela Fay.
"Mamy Micell kan sahabat nya Om.''Jelas Nion pada anak manis itu.
"Micell jelaskan."Tatap curiga Nion.
"Entah... Mungkin karena aku cantik."Jawab candaan Micell.
"Iss... Dasar cewe narsis.''Geram Nion.
Karena urusan Nion di kantor Mark sudah selesai,jadi Nion memutuskan untuk kembali ke perusahan nya.
Fay belum jawab pertanyaan Momy tadi"Ucap Micell.
"Itu Mom, para guru sedang mengadakan rapat untuk ujian minggu depan."Jelas Fay.
"Wah, kalau begitu Fay harus belajar dengan rajin agar jadi juara.''Ucap Micell.
"Momy, kata teman Fay. Mereka selalu di temanin belajar Momy mereka saat akan ujin, Fay juga mau Mom." Fay tersenyum ke arah Micell.
__ADS_1
"Momy mau tidak menginap di rumah Fay saat ujian besok."Ucap Fay lagi.
"Menginap?" Tanya Micell.