Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Wanita yang sama


__ADS_3

Leonardo datang ke Mansion Mark dengan membawa rekaman CCTV hotel Diamon pada saat kejadian waktu itu.


"Tuan Ini adalah hasil rekaman CCTV hotel Diamon, telat di hari dan tanggal yang sama saat Tuan mabuk dan saat Nona Micell mengalami kejadian buruk itu."Ucap Leonardo.


Leonardo meletakkan laptop yang sudah berisi rekamam di hadapan Mark.


Mark mengamati wajah laki-laki yang di hajar Leonardo waktu itu.


"Laki-laki itu sangat mirip pria yang mengacau kemarin."Gumam Mark.


Mark memperhatikan rekaman dengan detail, dan tibalah saat dimana si wanita yang menghabiskan malam dengan nya malam itu keluar dari kamar hotel.


"Leon coba kau lihat, itu Micell bukan."Ucap Mark.


Leonardo tersenyum lalu mengangguk kepada atasan nya itu.


"Dia wanita malam itu, aku menemukan nya."Gumam Mark.


Mark merasa lega karena wanita yang harus menerima pertanggung jawaban nya malam itu adalah calon istrinya sendiri.


"Tuan mungkin kalian memang berjodoh."Gumam Leonardo dalam hati.


Mark bisa tidur tenang sekatang karena dia menikahi orang yang tepat.


"Leon kau tau harus apa setelah ini?"Tanya Mark, seketika wajah bahagia nya berubah menjadi wajah devil.


"Baik Tuan saya akan melakukan nya."Leonardo membungkukkan tubuh nya lalu pamit undur diri.


"Tuan Bram kau salah jika mencari lawan, lawan mu bukan Tuan Mark."Ucap Leonardo, laki-laki itu melajukan mobilnya dan menuju suatu tempat.


Sementara itu Mark tengah bersiap untuk mengunjungi kediaman calon istrinya.


"Pipi mau kemana?"Tanya Fay yang tiba-tiba sudah ada di samping Mark.


"Astaga!! sayang kenapa mengagetkan Pipi?"Ucap Mark.


"Iss, Pipi tadi Fay sudah ketuk pintu tapi Pipi malah senyum-senyum memandangi cermin."Fay mengerucutkan bibirnya karena kesal denga Pipinya.


"Yah dia ngambek lagi, bakal lama ini membujuk nya."Gumam Mark dalam hati.


"Maaf ya sayang, maksut Pipi bukan begitu. Jangan marah ya sama Pipi."Bujuk Mark.


Fay memandang tajam Pipi nya tangan nya telah dia lipat di depan dada.


"Fay marah pokok nya sama Pipi."Ucap Fay.


Fay berjalan menuju sofa yang ada di dekat ranjang Mark, anak kecil itu berjalan dengan angkuh dan meduduk kan tubuh nya di atas sofa.


"Anak siapa sih ini, kalau ngambek susah di bujuk."Keluh Mark dalam hati.


Mark menyusul anak nya duduk di atas sofa, wajah nya dibuat semenyesal mungkin agar anak nya luluh.

__ADS_1


"Maafkan Pipi, bukan maksut Pipi menyalahkan Fay."Ucap Mark.


Namun Fay tetap tidak bergeming, anak itu tengah memikirkan hukuman untuk Pipinya.


"Fay mau kok maafin Pipi, tapi dengan satu syarat."Fay menyeringai licik.


"Kenapa senyumnya menyeramkan."Gumam Mark dalam hati.


"Apa syarat nya sayang?"Tanya Mark.


"Pipi tidak boleh menemui Momy Micell sampai besok."Ucap Fay.


Bagai petir menyambar di siang bolong, Mark yang sudah tampan rupawan dengan tampilan modis hanya untuk bertemu Micell harus menelan kekecewaan karena hukuman dari anak nya.


"Bagaiman ini, aku kan sudah rindu gadis anek ku itu."Gumam Mark dalam hati.


"Bagaiman Pipi, kalau tidak mau Fay akan ngambek dan pergi dari Mansion. Fay bakal tinggal sama Om Rafa."Ancam Fay.


Mark terpaksa menganggukan kepalanya karena dia takut anak nya akan kabur.


"Sekarang Fay maafin Pipi."Ucap Fay tersenyum.


"Dasar anak lucknat, apa tidak tau jika Pipi nya tengah rindu dengan Momy nya."Ucap Mark, tentu saat Fay sudah tidak ada di kamarnya.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Di kantor Briyan laki-laki itu tengah memimpin meeting di kantor istrinya.


"Baiklah saya akhiri meeting ini, saya mohon maaf karena istri saya tidak bisa memimpin meeting ini."Ucap Briyan.


Briyan kembali ke ruangan Helena, disana terlihat seorang wanita tengah duduk dengan anggun.


"Hay Briyan..."Sapa Viona, iya wanita yang telah menelantarkan dirinya dan Natasya.


"Mau apa kau kemari?"Tanya sinis Briyan.


Viona berjalan mendekati Briyan, wanita itu memeluk tubuh Briyan.


"Aku merindukan mu Briyan, aku masih sayang kamu."Ucap Viona.


Briyan melepaskan pelukan Viona dan menghempaskan tubuh Viona hingga tersungkut kelantai.


"Apa-apaan kamu Briyan, kenapa kamu kasar sama aku."Ucap Viona kesal.


Briyan menatap tajam ke arah Viona,"Aku sudah menganggap bahwa kamu sudah mati."Ucap Briyan penuh penekanan.


"Aku masih mencintai kamu Briyan, aku yakin kamu juga masih mencintai aku."Ucap Viona.


"Jangan kau sebut-sebut kata cinta, kau tak pantas menyebut nama cinta. Kau yang telah menghiyanati aku dan kau sudah membuat anak ku menderita, jadi jangan pernah kau sebut cinta di depa ku."Ucap Briyan penuh penekanan.


Briyan merasa jijik dengan Viona, dia tidak menyangka wanita yang dulu di cintainya ternyata wanita penuh tipu muslihat.

__ADS_1


"Sayang..."Panggil Helena.


Saat Helena memasuki ruangan nya, Viona yang mengetahui bahwa Helena datang. Wanita jahat itu langsung memeluk Briyan.


"Apa-apan kau Viona!"Ucap Briyan.


Helena yang melihat pemandangan yang begitu membakar hati, wanita hamil itu langsung keluar dari ruangan nya dan pergi.


"Helena!! sayang!!"Teriak Briyan saat mengetahui bahwa Helena melihat apa yang terjadi antara dirinya dan Viona.


"Lihat kan wanita murahan, kau terbakar cemburu bukan, tadinya aku kesini ingin memberi pelajaran kamu tapi ternyata kamu menerima yang lebih."Gumam Viona dalam hati.


Saat Viona sedang berbalik, Helena masuk dengan membawa se ember air kotor dan menyiram tubuh Viona.


Byurrr!!!


"Ahhhhh!!!" Triak Viona.


Briyan yang melihat aksi dari istrinya merasa terkejut, dia tidak menyangka bahwa Helena akan menyiram Viona.


"Makan tu air cucian piring, mangkanya jangan gatel sama suami orang."Ucap Helena.


Viona menatap tajam pada Helena,"Suami? siapa suami mu?" Tanya Viona.


"Briyan suami saya, kami sudah menikah."Ucap Helena.


Viona metap wajah Briyan lalu menatap ke arah Helena."Tidak, ini tidak mungkin."Gumam Viona.


"Briyan, ini tidak mungkin kan? kamu tidak mungkin menikahi wanita murahan ini!"Ucap Viona.


Saat Viona tengah emosi, Helena menyuruh penjaga untuk menyeret Viona pergi dari perusahaan nya.


Setelah Viona berhasil di usir dari perusahaan Helena, Briyan mendekati Helena.


"Jangan dekat-dekat."Ucap Helena.


Briyan yang mendengar ucapan Helena langsung menghentikan langkah nya.


"Kenapa sayang?"Tanya Briyan.


"Kamu bau pelakor, kamu harus mandi selama satu jam. Baru kamu boleh menyentuh ku."Helena berjalan kelur ruangan di ikuti Briyan.


Mereka memutuskan untuk pulang ke Mansion mereka.


Saat Briyan ingin masuk satu mobil dengan Helena, tiba-tiba Helena mencegah Briyan.


"Jangan naik mobil ini."Ucap Helena.


"Lalu aku naik apa sayang?"Tanya Briyan pasrah.


"Kamu naik taxi, aku enggak mau satu mobil dengan mu. Ingat kamu bau pelakor."Ucap Helena.

__ADS_1


Mobil yang di tumpangi Helena melaju meninggalkan Briyan di pinggir jalan.


"Untung sayang."Gumam Briyan.


__ADS_2