
"Huekk Huekkk..."Mark memuntahkan semua makanan yang ada di dalam perutnya.
"Sayang kamu tidak apa-apa?"Tanya Micell.
Mark hanya menggeleng, kepalanya terasa pusing belum lagi perutnya terasa di aduk-aduk.
"Ayo kembali ke kamar sayang."Ucap Micell, Micell mebantu suami nya berjalan menuju tempat tidur.
Mark mengalami sindrom couvade biasanya terjadi ketika sang istri berada pada trimester pertama dan ketiga masa kehamilan.
Micell memang tengah mengandung buah cintanya dengan Mark, kehamilan nya memasuki bulan ke 3.
"Sayang aku ingin di peluk."Ucap Mark.
Micell lantas mendekatkan diri kepada Mark dan memeluk suaminya itu.
"Kamu tidak kekantor?"Tanya Micell.
"Tidak, aku hanya ingin dirumah saja dengan mu. Apa Fay sudah berangkat sekolah?"Tanya Mark.
"Iya tadi kak Nailla yang mengantarnya, aku jadi tidak enak dengan Kak Nailla."Ucap Micell.
"Tidak apa-apa sayang, Nailla tidak akan keberatan. Lagi pula keadaan mu tengah hamil muda dan aku mengalami masa ngidam."Ucap Mark.
Mark menikmati aroma harum yang berasal dari tubuh Micell, aroma yang membuat mualnya sedikit menghilang.
"Anak Pipi jangan nakal ya nak, jaga Momy."Ucap Mark, Mark mengecup perut Micell.
Micell bahagia dengan hidupnya sekarang, hidup dengan laki-laki yang dia cintai memiliki anak yang lucu dan sebentar lagi dia akan dikaruniai anak yang lahir dari rahimnya sediri.
"Kenapa kamu menangis sayang?"Tanya Mark, Mark mendongak saat pipinya terkena tetesan air mata Micell.
"Tidak, aku hanya merasa bahagia karena kini aku bisa hidup dengan laki-laki yang menyayangi ku serta anak yang menerima ku seperti Ibu kandungnya."Ungkap Micell.
"Kamu adalah kebahagian bagi ku dan Fay sayang."Mark mengecup kening Micell.
Micell memeluk tubuh suaminya, dia berdoa semoga kebahagiaan ini akan berumur panjang.
"Sayang aku ingin makan bubur ayam."Celetuk Mark.
"Aku bikinkan ya, kamu tunggu di sini atau mau di ruang santai."Tanya Micell.
Mark merentangkan tangan nya,"Ikut..."Gumam Mark.
Semenjak Micell hamil tingkat kemanjaan Mark juga meningkat, bahkan Mark tidak mau kalah dengan Fay. Terkadang Micell seperti mengurus dua bocah saat Fay dan Mark tidak mau berdamai.
Micell memulai memasak bubur pesanan suami nya, saat Micell tengah fokus memasak tiba-tiba.
Grebb, Mark memeluk tubuh Micell dari belakang.
"Ada apa?"Tanya Micell.
"Tidak, aku hanya rindu memeluk kamu saja sayang."Ucap Mark, Mark menenggerkan kepalanya di bahu Micell. Laki-laki itu memang tidak bisa jauh dari istrinya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian terdengar suara langkah kaki memasuki dapur.
"Momy..."Panggil Fay.
Datanglah si pengganggu kecil saingan Mark.
"Hay sayang, sudah pulang nak?"Tanya Micell, Micell melepaskan pelukan Mark dan menyerahkan urusan dapur pada Bi Nining. Wanita hamil itu melangkah menghampiri Fay.
"Sudah Mom."Fay melirik ke arah Mark.
"Pipi kenapa di rumah, memang tidak ke kantor?"Tanya sinis Fay.
"Terserah Pipi dong."Ucap Mark.
Mark dan Fay saling melempar tatapan permusuhan.
"Jika sudah begini, aku harus sabar."Gumam Micell dalam hati.
"Sayang ganti baju dulu ya nak."Perintah Micell.
"Iya Mom tapi temani ya Mom."Ucap Fay, anak kecil itu menggandeng tangan Micell.
"Tidak! Momy harus menemani Pipi makan."Ucap Mark.
"No Pipi! Pipi sudah besar, bisa makan sendiri. Iya kan Momy?"Ucap Fay.
"Emmm, iya sayang. Ayo Momy temani ganti baju dulu."Micell buru-buru membawa anaknya pergi kekamar.
"Ahhhh, dasar anak lucknat."Gumam Mark.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sementara itu di Apartemen Nion, seorang gadis tengah menikmati makan siang nya.
"Ahhh, segarnya es jeruk ini di tambah manisnya roti dengan selai coklat."Gumam Mita.
Tak berapa lama masuklah Nion yang berniat mengecek kinerja Mita.
"Kau sedang apa?"Tanya Nion mengagetkan.
"Astaga!! Om jangan ngagetin kenapa, gimana jika aku tersedak."Ucap Mita dengan mulut yang penuh dengan roti.
"Aku tanya kau sedang apa?"Tanya Nion lagi.
"Apa Om buta, aku sedang makan siang."Mita menunjukkan segelas es jeruk dan sepiring roti di tangan nya.
"Siapa yang mengijinkan mu memakan makanan yang ada di apartemen ku"Tanya sinis Nion.
Mita gelagapan menjawab pertanyaan Nion,"Tidak ada Om."Jawab Mita.
"Karena kamu sudah memakannya jadi aku akan memotong gaji mu bulan depan."Ucap Nion, Nion berjalan meninggalkan Mita yang tengah ternganga.
"Pelit sekali manusia itu, ku doakan semoga Om menikah dengan gadis menyebalkan sangat menyebalkan."Ucap Mita kesal.
__ADS_1
Mita kembali menikmati es jeruk dan roti yang ada di tangan nya.
Nion kembali keluar dengan membawa setumpuk pakaian, dan melemparnya ke hadapan Mita.
"Cuci baju ini dengan tangan, ingat dengan tangan karena ini baju mahal."Ucap sombong Nion.
"Ini bajukan sudah di cuci Om kenapa di cuci lagi?"Tanya Mita heran, sebab Mita bisa menilai bahwa baju-baju itu masih bersi bahkan jejak setrikaan nya saja masih rapih.
"Terserah aku, aku kan membayar mu untuk mengerjakan semua perintah ku."Ucap Nion.
"Baik baginda."Ucap pasrah Mita.
Mita memunguti pakian yang berserakan di lantai, Mita tidak sedikit pun marah tapi dia hanya kecewa dengan sikap Nion yang melempar pakaian ke wajah nya.
"Om lain kali jika Om menyuruh ku, tolong sopanlah sedikit."Ucap Mita.
Nion tercengang dengan perkataan Mita, baru kali ini dia dikritik oleh seorang pembantu.
"Tau apa dia tentang sopan santu, terserah aku dong mau bagaiman toh aku menggaji nya."Gumam Nion.
Nion kembali pergi meninggalkan apartemen nya menuju kantornya, namun saat dia akan melangkah keluar tiba-tiba ada tukang pengantar surat mengantar sebuah undangan.
Nion membaca undangan yang di tujukan untuk dia.
"Apa aku harus mengahadirinya?"Gumam Nion.
Sedang Mita tengah berperang dengan cucian baju segunung.
"Aku rasa dia dendam pada ku, bagaiman bisa dia menyuruhku mencuci baju se lemari dengan menggunakan tangan."Gerutu Mita kesal.
Mita mencuci satu persatu kemeja milik Nion, dia tidak mau ceroboh dan akhirnya gajinya di potong lagi.
"Ahhh pinggangkung rasanya mau patah."Keluh Mita.
Mita merebahkan tubuhnya di sofa setelah pekerjaannya selesai, gadis itu terlelap di sofa hingga beberapa jam.
"Enak sekali gadis ini, kerjanya hanya tidur."Ucap Nion, Nion barusaja pulang dari kantornya.
"Hey bangun!!"Ucap Nion.
Mita yang mendengar suara Nion, langsung bergegas untuk bangun.
"Om sudah pulang."Ucap Mita.
"Apa kerjaan mu hanya tidur?"Tanya Nion.
"Tidak Om, tadi aku ketiduran saat selesai mencuci baju milik Om."Jelas Mita.
"Gaji mu akan ku potong karena kau tertidur saat jam kerja."Ucap Nion.
"Pulanglah, dan bawa ini gunakan nanti malam jam 7."Perintah Nion.
Mita melihat apa isi dari bingkisan yang di berikan Nion.
__ADS_1
"Apa ini? gaun? apa Om itu akan menjual ku."Tanya Mita dalam hati.