Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Om Sugar


__ADS_3

Di dalam mobil Nion terdiam sejenak sebelum akhirnya menyalakan mesin mobilnya dan bergegas pulang.


"Om tidak apa-apa?"Tanya Mita.


Namun Niom hanya diam dan fokus menyetir, Nion tidak tau apa yang akan dia lakukan selanjutnya setelah dia tau bahwa Killian adalah anak kandung nya.


Beberapa menit kemudian Nion memarkirkan mobilnya tepat di depan sebuah taman.


"Turunlah."Ucap dingin Nion.


Mita yang kebingungan karena di suruh turun di tengah jalanpun merasa was-was.


"Apa aku akan di tinggal di sini, tapi aku tidak tau ini di mana."Gumam Mita dalam hati.


Dengan terpaksa Mita akhirnya keluar dari mobil, dan benar saja saat Mita sudah menutup pintu mobil milik Nion. Laki-laki yang tengah galau itu menginjak gas mobilnya dan pergi.


"Tega sekali si laki-laki tua itu meninggalkan aku di pinggir jalan."Gumam Mita.


Mita mulai berjalan, saat melangkah dia baru sadar jika kaki nya terkilir akibat dia yang berusaha mengimbangi langkah Nion.


"Ahhh sakit sekali kaki ku, lalu sekarang aku harus bagaimana. Aku tidak bawa uang dan aku juga tidak tau ini dimana."Keluh gadis malang itu.


Mita berjalan dengan tertatih menahan sakit di kakinya yang mulai bengkak.


"Mita!!"Panggill seseorang.


Mita menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya.


"Dimas..."Ucap Mita.


"Kamu darimana kenapa malam-malam begini keluyuran dijalan."Tanya Dimas.


"Tidak tadi aku dari sebuah acara tapi karna suatu hal aku jadi terluntang di jalan."Ucap Mita bohong, dia tidak mungkin menceritakan kejadian sesungguhnya pada Dimas yang ada nanti dia jadi bahan tertawaan.


"Ayo ku antar."Dimas membukakan pintu mobil untuk Mita.


Tanpa Mita dan Dimas sadari ternyata Nion tidak bernar-benar meninggalkan Mita, dia menunggu di ujung jalan yang akan di lewati Mita.


"Ahhh syukurlah sudah ada yang mengantarnya pulang."Gumam Nion saat tidak sengaja melihat Mita masuk kedalam mobil Dimas.


Di sepanjang perjalanan Dimas selalu saja bertanya tentang Rinjani kepada Mita, karena Dimas tau Mita adalah sahabat Rinjani gadis yang di sukai Dimas sedari kelas 1 SMA.


"Dimana Rinjani?"Tanya Dimas.


"Rinjani kuliah di korea."Ucap Mita, Mita memang belum tau bahwa Rinjani tidak jadi kuliah di korea.


"Korea? apa ayahnya yang membuayainya?"Tanya Dimas lagi, Dimas juga tau bagaiaman nasib dari wanita yang membuatnya jatuh hati itu.

__ADS_1


"Sudahlah Dimas kau jangan mengacau kan hidup Jani, asal kau tau saja Dimas Jani hampir mati gara-gara kamu."Uangkap Mita, Mita tidak mau jika kebahagian yang di dapat Rinjani sekarang hancur lagi karena Dimas.


"Memang apa yang terjadi pada Jani?"Tanya Dimas.


"Kau tau kenapa Bella di keluarkan dari sekolah, dia mebully Jani sampai Jani koma dan itu gara-gara kamu mendekati Jani terus Dimas. Aku harap kamu tidak menemui Jani lagi."Ucap Mita, Mita membuka pintu mobil dan keluar dari mobil nya setelah mobil Dimas berhenti di depan kontrakan Mita.


"Mita!!"Panggil Dimas, laki-laki itu mengejar Mita yang berjalan dengan pincang.


"Apa Dimas."Ucap Mita kesal.


"Tolong beri tahu aku nomor telvon Jani."Ucap Dimas, Dimas memegang tangan Mita.


"Sudahlah Dimas aku mohon jauhi Jani, kau dan Jani tidak bisa bersama. Orang tua mu juga tidak akan menyetujui mu dengan Jani."Ucap Mita, Mita tau siapa sebenarnya Dimas. Dimas adalah anak salah satu menteri di negara nya.


"Tapi aku sangat mencintai nya Mita."Kekeh Dimas.


Mita menghempaskan genggaman Dimas dan berlalu pergi meninggalkan Dimas.


"Mita ku mohon bantu aku!!"Mohon Dimas.


Mita tidak menggubris perkataan Dimas, Mita pikir keputusan nya tidak memberi tahu nomor Rinjani pada Dimas adalah keputusan yang benar.


"Maaf aku lebih mendukung Jani dengan Om sugar nya, dari pada dengan mu Dimas."Gumam Mita.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


"Apa yang harus aku lakukan agar Jani tidak marah lagi."Ucap Leonardo.


Leonardo berpikir keras bagaiman dia bisa membujuk Rinjani agar tidak marah.


"Apa aku tanya pada Tuan Mark ya bagaimana cara agar pasangan tidak marah lagi, lagi pula Tuan Mark kan pengalaman nya banyak pasti dia tau."Ucap Leonardo.


Leonardo menekan nomor telvon milik Mark dan menghubunginya, sambungan terhungung.


"Hallo Leon, ada apa?"Tanya Mark.


"Tuan bagaiman cara anda membuat Nona Micell tidak marah lagi, saat Nona Micell sedang marah pada anda."Tanya Leonardo.


Mark yang mendengar pertanyaan Leonardo sedikit heran, karena setau dia Leonardo itu jomblo.


"Kau sedang jatuh cinta?"Tanya Mark.


Leonardo mengangguk tanpa bersuara, padahal mereka sedang bertelvon.


"Jawab!!"Ucap Mark.


"Saya sudah menjawab Tuan, saya menjawab dengan anggukan."Ucap Leonardo.

__ADS_1


"Apa kau bodoh kita sedang berjauhan, mana bisa aku melihat mu menganggukan kepala mu."Ucap Kesal Mark.


"Bagaiman Tuan caranya?"Tanya Leonardo lagi.


"Kau tinggal belikan dia makanan yang banyak pasti dia suka."Ucap Mark.


Telvon terputus tanpa adanya kata perpisahan.


"Akan ku coba."Ucap Leonardo.


Laki-laki itu memesan makanan yang banyak untuk Rinjani.


"Jani keluarlah."Ucap Leonardo.


Rinjani tidak bersuara, gadis itu keluar dari kamarnya dan menemui Leonardo.


"Ayo ikut aku."Ucap Leonardo, Leonardo menuntun Rinjani menuju meja makan.


Rinjani terkejut saat melihat meja makan yang tadi barusaja dia bersihkan kini menjadi lautan makanan.


"Apa ini Om?"Tanya Rinjani.


"Ini sebagai permintaan maaf ku kepada mu, kamu marahkan karena gagal ke pesta tadi."Tanya Leonardo.


"Siapa yang marah?"Jani bertanya kembali.


"Bukannya kamu marah jadi kamu di kamar saja."Ucap Leonardo.


Rinjani melirik ke arah Leonardo,"Jani sakit perut Om, Jani lagi datang bulan mangkanya Jani di kamar saja."Ucap Kesal Jani.


Leonardo mengedikkan bahunnya dan memamerkan deretan gigi putihnya.


"Lalu siapa yang akan makan ini semua, apa Om mau buat Jani gendut dan jelek dengan memakan ini semua."Kesal Jani.


Tadinya Rinjani tidak marah pada Leonardo tapi melihat kelakuan Leonardo yang memborong semua makanan membuat Rinjani jadi kesal pada Leonardo.


"Pokoknya Jani tidak mau tau ya semua makanan ini harus Om habiskan dan bersihkan lagi meja ini."Printah Rinjani, Rinjani berjalan menuju kamarnya dengan perasaan kesal.


"Dia lagi PMS? wanita PMS memang menyeram kan."Ucap Leonardo.


Leonardo bingung dengan semua makanan yang dia pesan untuk Rinjani, dan tidak mungkin Leonardo makan semuanya.


"Ini semua gara-gara Tuan Mark, Jani bukan senang malah tambah marah."Kesal Leonardo.


Karena Leonardo kesal dengan Mark, akhirnya Leonardo mengirimkan semua makanan yang dia pesan ke Mansion Mark.


"Terus saja kau jatuh cinta Leonardo, kalau begini kan aku bisa menghemat uang jajan istri dan anak ku."Ucap Mark saat makanan yang dikirim Leonardo tiba di Mansjonnya.

__ADS_1


__ADS_2