Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Bertemu calon mertua


__ADS_3

"Om sekarang bagaiman? apa Om akan menceraikan Mita besok pagi?"Tanya Mita.


"Kau pikir aku gila menceraikan kamu besok pagi, pernikahan bukan mainan Mita "Ucap Nion.


"Ya maaf om, inikan pertama kalinya aku menikah dan lebih parahnya lagi gara-gara di grebek warga. Lagian Om ngapain si malam-malam ke kontrakan aku."Ucap kesal Mita, andai saja Nion tidak datang mungkin Mita tidak harus menikah dengan Nion.


"Mana ku tau jika mau di grebek."Ucap Nion.


Nion membewa Mita untuk tinggal di apartemen nya, karena bagaimana pun Mita sekarang tanggung jawab nya.


"Om apa harus Mita tinggal di sini?"Tanya Mita.


"Lalu kau mau tinggal di mana? di kolong jembatan."Jawab Nion.


Sebelum mereka istirahat Nion dan Mita memutuskan untuk berbicara mengenai nasip pernikahan dadakan mereka.


"Mita meski kita menikah bukan karena kemauan kita, tapi pernikahan ini sah secara agama dan hukum. Pernikahan ini bukan main-main, jadi tugas mu adalah menjadi istri yang baik ingat jika kau ingin melakukan sesuatu maka minta izinlah pada ku."Terang Nion.


"Iya Om."Ucap singkat Mita.


"Kalau begitu kita istirahat saja karena malam sudah larut."Ucap Nion.


Mita dan Nion menuju kamar mereka, namun saat Mita akan membuka pintu kamar sebelah kamar Nion. Tiba-tiba kerah baju Mita di tarik Nion dari belakang.


"Kau mau kemana?"Tanya Nion.


Mita menatap kearah laki-laki yang kini sudah menjadi suaminya itu.


"Tidur di kamar sebelah Om, kan seperti itu Om biyasanya jika menikah tanpa cinta si suami akan menyuruh istrinya tidur di kamar terpisah. Begitu yang aku baca di novel Om."Ucap Mita.


Pletakkk!


Nion menyentil kening istri kecilnya itu,"Kau terlalu banyak membaca novel murahan, tidak ada yang namanya pisah kamar kita suami istri sewajarnya tidur di kamar yang sama."Ucap Nion kesal.


"Emmm, apa kita akan melakukan itu juga Om?"Tanya Mita malu-malu.


Nion mendekati Mita lalu berbisik,"Tentu kita harus melakukan nya."Bisik Nion.


Seketika jantung Mita berdegub kencang saat mendengar bisikan Nion.


"Aku tidak akan melakukan nya sampai kau siap."Ucap Nion lagi, Nion menarik istrinya untuk masuk kekamarnya.


"Bagaimana ini Tuhan aku takut dengan belalai Om yang besar dan panjang itu."Gumam Mita dalam hati.


Mita masih berdiri di depan pintu, dia bingung apa yang harus dia lakukan sekarang.


"Apa kau akan tidur sambil berdiri."Ucap Nion,"Letakkan koper mu di ruang ganti dan tidurlah, besok barulah kau bereskan baju mu."Lanjut Nion.


Mita hanya menurut saja dengan perkataan Nion, dia meletakkan kopernya di dekat lemari baju yang ada di ruag ganti.

__ADS_1


"Kenapa jantung ku berdegub."Gumam Mita.


Setelah Mita menaruh koper kini gadis itu sudah merebahkan tubuhnya di samping Nion.


"Tolong jangan apa-apakan aku dulu ya Om."Gumam Mita dalam hati.


Akhirnya Nion dan Mita tidur di kasur yang sama, entah bagaimama dengan kelanjutan cerita rumah tangga mereka apakah Mita bisa membuat Nion mencintainya atau pernikahan dadakan ini akan berakhir begitu cepat hanya mereka dan Tuhan yang tau.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Sementara itu di Mansion lain, seorang laki-laki tengah menunggu kekasihnya keluar dari kamarnya.


"Kenapa Jani lama sekali."Ucap Leonardo.


Tak berapa lama pintu dengan cat berwarna hitam itu mulai terbuka dan keluarlah seorang gadis dengan mengenakan dres selutut berwarna biru tua.


Leonardo tampak terpesona dengan penampilan Rinjani.


"Jani sudah siap Om."Ucap Rinjani.


Pagi ini Leonardo berencana untuk mengajak Rinjani bertemu dengan Mamanya.


"Kau cantik sekali sayang."Ucap Leonardo.


"Om enggak usah menggombal."Ucap Rinjani.


Sebenarnya Rinjani sedikit takut, takut jika orang tua Leonardo tidak bisa menerimanya.


"Bagaiman jika orang tua Om tidak bisa menerima Rinjani."Ucap Rinjani.


"Mama pasti menyukai gadis baik seperti mu kau tenang saja."Ucap Leonardo menenangkan istrinya.


Leonardo menggenggam tangan Rinjani,"Aku akan selalu ada untuk mu apapun yang akan terjadi."Ucap Leonardo.


Rinjani merasa perasaan nya sedikit tenang,"Om janji tidak akan tinggalkan Jani apapun yang terjadi?"Tanya Rinjani.


"Iya Om janji, Om akan selalu ada di samping Jani. Om mau Jani menjadi pendamping hidup Om."Ucap Leonardo.


Rinjani tersenyum bahagia mendengar pernyataan dari Leonardo.


"Ayo kita temui Mama."Ucap Leonardo.


Mereka berdua akhirnya pergi menuju tempat janjian dimana mereka akan bertemu dengan Mama Leonardo.


Di restoran mewah kini Rinjani dan Leonardo telah tiba, mereka menuju meja yang telah di pesan oleh Leonardo.


"Itu Mama, sayang."Ucap Leonardo menujuk ke arah meja nomor 13.


"Dari belakang saja terlihat anggun dan berkelas, apa aku akan di terima."Gumam Rinjani dalam hati.

__ADS_1


Leonardo dan Rinjani menghampiri meja yang telah berpenghuni itu.


"Mama..."Sapa Leonardo.


Wanita dengan paras cantik di usianya sudah tak muda lagi itu tersenyum ke arah anak nya dan memeluk anaknya.


"Anak Mama."Ucap Nyonya Serena.


Setelah memeluk anaknya cukup lama, serena menatap pada sesosok gadis manis di samping anak nya itu.


"Apa ini yang namanya Rinjani?"Tanya Selena.


"Iya Ma, ini Rinjani calon istri Leonardo."Ucap Leonardo.


"Saya Rinjani tante."Ucap Rinjani memperkenalkan diri.


Selena memeluk tubuh Rinjani,"Panggil Mama saja seperti Leon memanggil Mama."Ucap Serena.


Namapaknya Serena menyukai gadis pilihan anaknya itu


"Iya Mama."Ucap Rinjani canggung.


"Kamu pandai sekali memilih calon istri Leon, cantik dan sopan."Ucap Selena.


"Iya Leon kan memang pintar Ma."Ucap Leonardo membanggakan diri.


Mamanya, Mereka pun memulai makan bersama mereka sebelum akhirnya mereka membicarakan sesuatu yang serius.


"Leon kenapa kamu tidak mau kembali ke Mansion Papa dan Mama nak."Ucap Selena.


Selena sangat merindukan anaknya itu, sebab sudah 5 tahun Leonardo pergi dari rumah.


"Aku belum bisa pulang Ma."Ucap Leonardo.


Selena nampak sedih saat mendengar jawaban dari anak laki-lakinya itu.


"Apa kamu belum memaafkan kesalahan Papa nak, percayalah nak itu bukan sepenuhnya salah Papa. Lucy memang meninggal tapi itu bukan salah Papa nak."Ucap Selena.


Rinjani yang tidak tau apa-apa hanya diam mendengarkan dan menikmati makanan nya.


"Cukup Ma, aku tidak mau bahas ini."Ucap Leonardo kesal.


"Tapi nak sebaiknya kamu menemui Papa agar kamu tau alasan yang sebenarnya kenapa Papa dan Mama tidak setuju dengan Mu dan Lucy."Jelas Selena.


"Ma sebaiknya aku dan Jani pergi saja, dan tolong Ma jangan pernah paksa Leon untuk memaafkan Papa."Ucap Leonardo sebelum pergi.


"Leon tunggu nak jangan begini, pulang lah nak Papa sakit."Ucap Selena, Leonardo yang mendengar ucapan Mamanya menghentikan langkahnya sebentar lalu melanjutkan langkahnya tanpa menoleh ke belakang.


"Maafkan Papa dan Mama nak, kami harus melakukan itu agar kau melupakan Lucy."Gumam Selena.

__ADS_1


__ADS_2