Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Zane dan Zidney [Pengakuan Luna]


__ADS_3

Sementara itu di Mansion Zane, seorang gadis tengah gelisah karena tidur sendiri di kamar yang asing baginya.


"Zi tidak bisa tidur."Ucap Zidney.


Zidney bangun dari tidurnya berjalan perlahan menuju kamar Zane, perlahan membuka pintu kamar Zane.


"Zane sudah tidur."Gumam Zidney.


Zidney memperhatikan wajah Zane, tangan nya menyentuh rahang kokoh milik Zane.


"Tampan sekali Zane, beruntunya Zi bisa jadi pacar Zane."Guman Zidney.


Karena Zidney tidak mau mengganggu tidur Zane, gadis itu beranjak dari duduk nya dan ingin pergi namun ternyata Zane terbangun dan menarik tangan Zidney sampai gadis itu terjatuh keatas tubuh Zane.


"Zane..."Ucap Zidney.


Zane merubah posisinya menyamping, sehingga Zidney dapat dengan nyaman tidur di pelukan Zane.


"Tidurlah sayang, sudah malam."Ucap Zane, Zane memeluk Zidney seperti memeluk guling.


"Zane memang boleh begini, kita kan belum menikah?"Tanya polos Zidney.


"Kalau begitu besok pagi aku akan menikahi kamu."Ucap Zane.


Zidney mendongak menatap rahang koko Zane,"Mana bisa minggu depan kita itu mau ujian tau, masa iya Zi malah nikah."Ucap polos Zidney.


"Ya sudah tidurlah sebentar lagi tengah malam."Ucap Zane.


Zane semakin mempererat pelukan nya pada Zidney, sedangkan Zidney menikmati rasa hangat yang di berikan oleh Zane.


Dua pasanagan remaja itu tertidur dengan saling memeluk pasangan nya satu sama lain.


Pagi menyapa dengan senyuman matahari yang telah berada di atas awan biru.


Hari ini adalah hari libur, Zane dan Zidney sengaja bangun siang.


"Mom apa Zane belum bangun?"Tanya Fay.


"Belum sepertinya coba bangunkan dulu."Perintah Micell.


Fay berjalan ke arah kamar Fay, ya semalam Fay memang tidak tidur di rumah gadis itu menginap di tempat Ounty nya.


Fay membuka pintu kamar Zane dan terkejut saat melihat Zane tertidur dengan memeluk seorang gadis.


"Ohh, astaga Zane keterlaluan sekali. Berani nya bocah ini membawa seorang gadis pulang ke rumah."Ucap Fay.


Fay menutup kembali pintu kamar Zane dan menghampiri Momy nya.


"Momy itu si Zane bawa pulang seorang gadis."Ucap Fay dengan terengah.


"Apa kamu tidak salah liat sayang?"Tanya Micell.


"Tidak Mom, coba Momy lihat."Ucap Fay, gadis itu menarik tangan Micell untuk pergi kekamar Zane.


Micell membelalakkan matanya saat tau jika Zane membawa pulang Zidney dan tidur bersama.

__ADS_1


"Zane!!"Teriak Micell.


Zane dan Zidney sepontan bangun karena kaget.


"Momy..."Ucap Zane.


Micell menjewer telinga Zane, sedang Fay menghampiri Zidney yang masih bingung dengan situasi saat itu.


"Momy sakit!!"Teriak Zane.


"Kamu tidak di apa-apakan sama Zane kan?"Tanya Fay.


"Ti-tidak kak, memang ada apa?"Ucap Zidney.


Micell melepaskan telinga Zane yang sudah berubah menjadi merah.


"Sayang kamu benar tidak di apa-apakan Zane?"Tanya Micell lagi.


"Tidak Ounty, Zidney dan Zane hanya tidur saja."Ucap Zidney polos.


"Polos sekali gadis ini."Gumam Fay dalam hati.


Micell menatap putranya dengan tatapan tajam,"Bisa-bisanya kamu menyuruh Zidney untuk tidur satu kamar dengan mu."Ucap Micell.


"Aku tidak melakukan apa-apa pada nya Mom."Ucap Zane kesal.


"Awas saja jika kamu menghamili Zidney sebelum dia lulus sekolah."Ucap Micell.


Zidney dengan polonya bertanya,"Ounty memang jika tidur bersama bisa hamil ya, bagaiman caranya?"Tanya Zidney.


Semua mata memandang ke arah Zidney mereka tak menyanggak jika gadis didepan mereka itu ternyata sangat polos.


"Apa kamu akan tidur seharian?"Tanya Killian.


"Emmm."Jawab Luna.


Luna membelakangi Killian dan melanjutkan tidurnya lagi.


Killian yang di acuhkan Luna merasa kesal, Killian mebalikan tubuh Luna agar menghadap dirinyan.


"Ayo bangun apa kamu tidak mau kencan dengan ku?"Ucap Killian lagi.


"Kencan kemana?"Tanya Luna dengan mata tertutup.


"Kita akan kepantai disana nanti kita akan bertemu Zane dan Zidney."Ucap Killian.


Luna yang mendengar nama Zidney seketika langsung terbangun dan menuju kamar mandi untuk mandi, gadis itu tak sabar ingin menemui saudaranya.


"Gadis aneh, tapi aku sayang."Ucap Killian.


Killian dan Luna bersiap-siap untuk pergi ketempat janjian dimana mereka akan bertemu Zane dan Zidney.


Sedangkan Zane tengah memilikan baju untuk Zidney, laki-laki itu mengobrak abrik lemari kakaknya memcari baju yang tertutup.


"Ya Tuhan, Zane apa yang kamu lakukan pada lemari kakak?"Tanya Fay.

__ADS_1


"Aku sedang mencari baju yang tertutup untuk Zidney."Ucap Zane tanpa dosa.


"Itu semua baju kakak tertutup, kamu mau baju yang tertutup seperti apa?"Tanya Fay kesal.


Fay memang terkadang menggunakan baju sexy tapi bajunya tidak pernah samapai terlihat tidak sopan.


"Nah!! ketemu."Ucap Zane.


Zane membawa baju pakaian Fay yang tergeletak di lantai.


"Zane!!"Teriak Fay kesal.


"Sabar dia adik mu..."Gumam Fay dengan mengelus dadanya.


Fay dengan sangat berat hati membereskan kekacauan yang di buat oleh adik nya.


Sedangkan Zidney tengah menatap tampilannya di cermin, gadis itu telah memakai pakaian yang di bawa Zane dari lemari Fay.


"Zane baju nya kebesaran."Ucap Zidney.


Tapi Zane merasa puas dengan baju yang dia pilihkan untuk Zidney.


"Kamu cantik kok, ayo pergi menemui Killian dan Luna."Ucap Zane.


Mereka berdua pergi ke tempat janjian dengan mengendarai mobil.


Mereka sampai di pantai dengan selisih waktu yang tidak banyak.


"Luna!!"Teriak Zidney.


Zidney berlari menghampiri Luna dan memeluk Luna.


"Zidney, aku merindukan mu."Ucap Luna.


Kedua gadis itu saling melepas rindu sedangkan Zane dan Killian hanya saling menggelengkan kepalanya karena heran dengan kelakuan pacar mereka.


"Kenapa mereka drama sekali, padahal mereka hanya tidak bertemu selama semalam."Ucap Zane.


"Aku juga tidak tau."Ucap Killian.


Para laki-laki itu menghampiri kekasih mereka dan memisahkan mereka yang saling berpelukan.


"Jadi semalam kamu kabur dari Mansion?"Tanya Luna.


Setelah mereka menemukan tempat yang nyaman, akhirnya Zidney bercerita tentang apa yang terjadi.


"Zi marah sama Ayah, karena Ayah bentak Zi di depan Meta. Zi enggak salah Luna."Ucap Zidney.


"Tapi kamu tidak boleh pergi dari Mansion, aku yakin Meta akan merencanakan sesuatu."Ucap Luna.


Zidney menatap ke arah Luna,"Luna apa kamu sebenarnya anak Ayah dari Mama karen?"Tanya Zidney.


"Iya Zi, aku anak Ayah mu dari istri lain."Ucap Luna sendu, Luna sangat takut jika Zidney akan membencinya.


Namun perasangka Luna salah, Zidney memeluk Luna,"Syukurlah kamu saudara Zi."Ucap Zidney.

__ADS_1


Luna membalas pelukan Zidney,"kamu tidak membenci ku."Tanya Luna.


"Tidak, Zi bersyukur jika Lunalah saudara Zi bukan Meta."Ucap Zidney.


__ADS_2