
"Maafkan saya Tuan, Nyoya. Saya memang salah, tolong jangan buat anak saya tidak bisa sekolah lagi."Ucap wanita itu.
Mark telah memastikan bahwa wanita itu akan bertekuk lutut di hadapan Micell.
"Maaf Bu, maksut Ibu apa?"Tanya Micell, karena Micell tidak tau apa yang di bicarakan oleh wanita yang ada di hadapan nya itu.
"Tolong Nyonya, Tuan Mark telah mem Blok anak saya. Anak saya tidak di terima di sekolah mana pun."Ucap Wanita itu.
"Ibu tolong bangun dulu jangan seperti ini."Micell membantu wanita paruh baya itu untuk berdiri.
Sedang Mark hanya menatap apa yang terjadi di hadapan nya tanpa bersuara.
"Saya mohon Nyonya, tolong lepaskan anak saya."Mohon wanita itu.
"Saya akan menolong Ibu, tapi saya minta apa yang Ibu lakukan kepada saya tolong jangan Ibu ulangi lagi kepada orang lain."Ucap Micell.
"Iya Nyonya saya janji."Ucap Wanita itu.
Micell meminta Mark untuk membantu wanita itu agar anak nya bisa sekolah lagi.
Semua masalah sudah beres, kini tinggal Bagaiman Mark bisa menghadapi orang tua dari wanita yang ingin dinikahinya.
"Dulu sewaktu aku menikah dengan Yola, aku tidak segugup ini."Gumam Mark.
"kenapa Micell harus anak dari laki-laki tua itu si."Ucap Mark lagi.
Ke esokan harinya, pagi-pagi sekali Mark sudah berada di apartemen Micell.
"Ayo berangkat Pak."Ucap Micell.
"Hemmm."Mark hanya berdehem.
Laki-laki itu tengah menghilangkan rasa gugup nya.
Perjalanan menuju Mansion orang tua Micell tidak terlalu lama hanya membutuhkan waktu 1 jam.
"Ayo Pak kita turun, sudah sampai."Ucap Micell, Micell nampaknya tidak tau bagaiman perasaan Mark sekarang.
"Iya."Ucap Mark dingin.
Micell memasuki Mansion orang tuanya, para Maid dan juga penjaga menunduk hormat kepada Nona muda mereka.
"Papa..."Panggil Micell.
Tuan Reynan memeluk anak nya, anak yang beberapa bulan ini pergi karena ke egoisan nya menjodohkan anak nya.
"Micell, kenapa kamu baru pulang nak?" Tanya Tuan Reynan.
"Emmm, Micell takut Papa bakal jodohin Micell sama Nion."Ucap Micell.
__ADS_1
"Maafkan Papa ya karena ke egoisan Papa kamu jadi korban nya."Ucap Tuan Reynan.
"Pa... Ada yang mau bertemu Papa."Micell menunjuk ke arah Mark.
Tuan Reynan terkejut saat melihat Mark, orang yang menjadi saingan bisnisnya berada di rumah nya bersama putri sematawayang nya.
"Selamat pagi Tuan Reynan."Sapa Mark.
"Sial! jika buka karena Micell aku tak sudi menyapa laki-laki tua sombong itu."Gumam Mark dalam hati.
"Selamat pagi juga Tuan Mark."Balas Tuan Reynan.
Tuan Reynan mempersilahkan Mark untuk duduk di sofa mewah nya.
"Papa, Micell buat makanan dulu ya buat Papa dan Pak Mark."Ucap Micell, Micell meninggalkan kedua laki-laki itu dalam satu ruangan.
"Apa maksut kedatangan Anda ke Mansion saya?"Tanya Tuan Reynan.
"Saya kemari ingin meminta restu untuk melamar anak anda Tuan Reynan."Ucap Mark tanpa basa-basi.
Tuan Renan tercengang mendengar alasan yang di lontarkan oleh Mark.
"Hahaha, apakah anda bercanda?"Tanya Reynan.
"Maaf Tuan Reynan, aku rasa anda mengenal saya sudah lama jadi anda bisa membedakan apakah saya sedang bercanda atau tidak."Jawab Mark
"Bisnis dengan cinta tidak ada sangkut paut nya Tuan."Mark mengatur emosinya agar tidak meledak-ledak.
Ketika Mark dan Reynan tengah bersitegang, datang lah Micell dengan membawa nampan berisi minuman dan camilan ringan.
Lalu gadis itu duduk di saping Mark dan menggenggam tangan Mark, Mark merasa terkejut dengan perlakuan Micell.
"Papa, Micell tau apa yang terjadi dengan kalian berdua. Tapi Micell mohon dengan Papa restuilah kami, aku tidak bisa meninggalkan duda satu anak ini pah."Ucap Micell.
Reynan menatap wajah anak nya, Micell nampak bahagia disamping Mark. Itu adalah momen yang sangat langka.
"Kau bahagia nak bersama nya?"Tanya Reynan.
Micell memandang sekilas wajah Mark lalu menjawab pertanyaan Papa nya.
"Micell bahagia Pah."Jawab Micell.
Reynana tidak mau anak nya pergi lagi, jadi untuk kali ini Reynan merestui Micell menikah dengan Mark.
🌼🌼🌼🌼🌼
Sedang di Mansion Briyan, laki-laki itu tengah memperhatikan seorang wanita yang tengah menyisir rambut anak nya dengan air mata yang membasahi pipinya.
"Outy kenapa menangis?"Tanya Natasya.
__ADS_1
Helena menangis karena kasihan melihat rambut Natasya rontok karena efek samping dari kemo.
"Tidak sayang, mata Ounty kelilipan debu."Bohong Helena.
"Ya Tuhan, kenapa engkau memberi cobaan kepada anak sekecil ini."Gumam Helena dalam hati.
"Rambut Natasya jelek ya Ounty, Natasya mau seperti Fay rambutnya panjang dan lebat. Tapi kata Dokter Natasya harus botak dulu jika mau sembuh."Ucap Polos Natasya.
Helena tak mampu lagi menahan air matanya, wanita itu sangat tercubit hatinya di kala mendengar keinginan Natasya yang mungkin sepele bagi orang lain dengan keadaan sehat.
"Natasya sayang, jangan sedih ya. Nanti rambut Natasya akan tumbuh panjang lebat dan indah. Seperti rambut rapunzel."Ucap Helena menghibur Natasya.
"Rapunzel? itu apa Ounty."Tanya Natasya.
"Natasya tidak pernah dibacakan dongeng sama Papa?"Tanya Helena.
Natasya hanya menggeleng sedih, sebab Papa nya selalu saja sibuk dan dia hanya di temani tidur dengan Maidnya.
"Nanti Ounty akan belikan Natasya buku dongeng yang banyak ya, Ounty juga bakal bacain dongeng nya."Ucap Helena.
"Ounty beneran bakal beliin sama bacain buku dongeng buat Natasya."Ucap Natasya antusias.
Helena hanya menganggukan kepalanya.
Setelah Helena menemani Natasya tidur siang, Helena keluar dari kamar rawat Natasya.
"Terimaksih kamu sudah menghibur anak saya."Ucap Briyan.
"Itu bukan apa-apa, aku hanya ingin membuatnya senang dan merasa bahwa dia memiliki orang-orang yang menyayanginya."Ucap Helena.
"Aku memang jarang ada di sampingnya karena pekerjaan ku tidak bisa di tinggalkan."Ucap Briyan.
"Bagaimana dengan perjodohan kita?"Tanya Briyan.
Helena memandang ke arah Briyan, wanita itu tengah menimbang nimbang keputusan nya.
"Mari kita jalani saja."Ucap Helena.
"Apa kau yakin? lalu bagaiman dengan Nion?"Tanya Briyan, Briyan tau jika ada sesuatu di antara mereka.
Lalu Helena menceritakan kejadian pada malam itu, malam dimana Helena dan Nion tidur bersama.
"Apa kau masih mau menerima wanita yang sudah tidak suci lagi?"Tanya Helena.
Briyan terdiam sejenak untuk memikirkan jawaban apa yang akan dia katakan
"Aku tidak keberatan, aku menerima mu apa kekurangan mu."Ucap Briyan.
Helena dan Briyan kembali masuk kedalam ruangan Natasya, mereka takut Natasya terbangun dan tidak ada orang di samping nya.
__ADS_1