
Di bandara Viona dan Meta melarikan diri dari kejaran polisi.
“Mama bagaimana ini?”Tanya Meta
“Tenanglah sayang, kamu sembunyi saja di sana biar Mama yang menghadapinya. Ini uang dan perhiasan semua kamu bawa sayang dan ini tabungan Mama yang Mama persiapkan untuk mu.”Ucap Viona, Wanita itu memeluk tubuh anaknya.
“Sayang ingat apapun yang terjadi jangan pernah melihat ke belakang sayang, kamu harus pergi dari negara ini nak.”Ucap Viona.
“Tapi Mama bagaimana, aku tidak mau tinggal sendirian Mama. Kita pergi bersama Mama.”Ucap Meta.
“Jangan bodoh sayang, kamu harus meneruskan hidup mu sayang. Jangan pikirkan Mama dan satu lagi balaskan dendam Mama pada Luna karena anak itu lah Papa kamu meninggal sayang.”Ucap Viona.
Viona berlari meninggalkan Meta dengan derai air mata yang membasahi pipinya.
“Kamu harus hidup sayang, maafkan Mama yang tidak bisa jadi orangtua yang baik.”Batin Viona.
Viona menyerahkan diri ke polisi namun saat polisi akan menagkap nya Viona berlari dan…
Dorrr…
Viona di tembah tepat mengenai kaki kirinya, namun Viona tidak mau nyerah dan tetap berlari.
Dorrr…. Dorrr….
Polisi melumpuhkan Viona dengan dua tembakan mengenai dada sebelah kiri Viona.
“Mama….”Ucap Meta dengan lirih, tubuh nya bergetar saat melihat bagaiman Mama kandungnya meninggal dengan mengenaskan di hadapannya.
“Mama… Hikkss hikkss.”Gumam Meta dengan air mata yang mengalir.
“Mama, aku akan membalaskan semua perbuatan Luna dan keluarga nya Mama.”Ucap Meta.
Meta segera pergi dari bandara dan meninggalkan negara yang memberinya luka.
Sementara itu di rumah sakit, Luna memerlukan donor darah karena dia banyak kehilangan darah.
“Om darah Killian dan Luna sama Om, ijinkah Killian mendonorkan darah untuk Luna.”Ucap Killian.
“Iya Killian, ayo kita selamatkan Luna bersama.”Ucap Rehan.
Rehan dan Killian sepakat mendonorkan darah mereka untuk menyelamatkan Luna.
“Bunda semoga Luna bisa selamat, Zidney tidak mau kehilangan saudara lagi Bunda.”Tangis Zidney.
“Kita doakan saja sayang, agar Luna bisa selamat.”Ucap Tania.
“Ya Tuhan, tolong selamatkan Luna. Dia gadis yang baik izinkan aku merawatnya menebus kesalahan kami para orangtua yang telah memberinya banyak Luka.”Tania berdoa dalam hati.
__ADS_1
Zane mendekati Zidney yang tengah menangis,”kamu tidak apa-apa?”Tanya Zane.
“Zane…”Ucap Zidney, gadis itu memeluk tubuh kekasihnya.
“Aku takut kehilangan saudara ku lagi, aku tidak mau kehilangan Luna seperti aku kehilangan Zay dulu.”Tangis Zidney.
“Berdoalah sayang, aku yakin Luna akan kuat melewati masa keritisnya. Dia gadis yang kuat dan tanggung.”Ucap Zane.
“Semoga Luna bisa selamat dan sehat kembali.”Ucap Zidney.
Zane memeluk dan mengelus halus punggung Zidney, berharap agar Zidney merasa lebih tenang.
9 jam berlalu Dokter keluar dari ruangan oprasi Luna,”Maaf bisakah orangtua pasien ikut saya keruangan Dokter.”Ucap Dokter.
“Kami orangtuanya.”Ucap Rehan.
“Mari ikut saya Pak.”Ucap Dokter.
Rehan dan Tania mengikuti langkah Dokter menuju ke ruangan nya, namun langkah mereka di cegah oleh Killian.
“Om dan Tante apa Killian boleh ikut, Killian mau tau bagaiman keadaan Luna.”Ucap Killian.
Karena Dokter hanya mengizinkan orangtua saja, maka dengan terpaksa Tania melarang Killian.
“Maaf nak Killian ini urusan kami para orangtua, jadi kamu tunggu disini saja.”Ucap Tania dan Rehan.
“Killian kamu harus sabar.”Ucap Zane.
Killian hanya mengangguk saja, dia benar-benar tidak habis fikir bagaiman ini bisa terjadi. Karena baru kemarin dia dan Luna membicarakan pernikahan.
“Luna, aku harap kamu bisa selamat. Aku tidak tau jika kamu pergi meninggalkan akau akan seperti apa hidup ku.”Ucap Killian dalam hati.
Sedang di ruangan Dokter, Rehan dan Tania sangat tidak bisa menerima berita terburuk dari keadaan Luna.
“Maaf dengan sangat berat hati, putri anda koma dan kami para Dokter tidak bisa memastikan kapan putri anda akan kembali sadar.”Ucap Dokter.
“Luna….Ini tidak mungkin Dok tolong sadarkan kembali putri ku.”Ucap Tania.
“Bunda, kita harus kuat demi Luna.”Ucap Rehan.
Rehan membawa Tania keluar dari ruangan Dokter,”Kita akan membawa Luna ke luar negeri Bunda, Bunda jangan menangis lagi Luna akan sangat marah jika Bundanya menangisinya seperti ini.”Ucap Rehan.
Killian buru-buru mendekati Rehan dan Tania yang baru saja keluar dari ruangan Doktor.
“Bagaimana ke adaan Luna Om, Tante?”Tanya Killian.
Tania bisa melihat bagaimana kekhawatiran Killian terhadap Luna.
__ADS_1
“Luna Koma dan tidak bisa di prediksi kapan dia bisa sadar nak Killian.”Ucap Tania.
“Tidak… Tante pasti bohongkan Luna pasti sembuhkan.”Ucap Killian.
Killian terduduk lamas di kursi tunggu, laki-laki itu merasa kakinya lemas tak bisa menopang berat badannya lagi.
“Killian kamu harus percaya bahwa Luna akan sembuh.”Ucap Tania.
“Luna…”Gumam Killian.
“Luna…”Gumam Zidney,”Zane, Luna akan sembuhkan dia bisa kembali sadar kan.”Ucap Zidney dengan sesenggukan.
“Iya sayang, Luna akan sembuh kita doakan saja.”Ucap Zane.
“Luna… Hikss hikss.”Tangis Zidney.
Semua merasa sangat terpukul dengan keadaan Luna, gadis ceria itu bahkan sekarang hanya bisa terbaring tak berdaya di atas tempat tidurnya.
Killian memasuki kamar rawat Luna, laki-laki itu tak bisa menyembunyikan kesedihannya.”Dasar gadis bodoh…”Ucap Killian.
Kilian tak percaya dengan apa yang di lihat nya gadisnya kini tertidur dengan serangkai alat medis yang menempel di tubuhnya.
“Kenapa kamu selalu membahyakan diri mu, aku bilang kamu boleh bertengkar atau berkelahi tapi tidak untuk membahayakan diri mu bodoh.”Ucap Killian.
“Lihat sekarang aku harus apa, bagaimana aku akan menikahi mu jika kamu saja tidak bisa membuka mata mu.”Ucap Killian lagi.
Killian menggenggam tangan halus milik Luna,”aku bahkan sudah merindukan suara cempreng mu itu, tapi kini bahkan untuk berkedip saja kamu tidak mampu. Dasar gadis bodoh.”Ucap Killian lagi.
Killian menangis di hadapan gadis yang sangat dia cintai itu, namun seberapa banyak dia mengeluarkan air mata. Luna tidak akan bisa merespon apapun yang di bicarakan Killian.
Malam berganti pagi, semalaman Killian menggenggam tangan Luna. Killian berharap itu semua adalah mimpi namun semua sirna saat dia terbangun dengan Luna yang masih tertidur dengan cantik nya.
“Apa kamu tidak mau bangun, apa kamu tidak mau marah pada ku. Aku bahkan belum berganti pakaian dan bahkan aku belum makan dari kemarin, bangunlah dan omeli aku.”Ucap Killian.
Kebiasaan Luna semenjak menadi kekasih Killian adalah mengomel, mengomeli Killian yang selalau malas makan dan malas mandi. Namun semua itu mungkin tidak akan bisa di denar Killian lagi karena Luna entah kapan bisa tersadar dari koma nya.
Tania datang dengan membawakan Killian sarapan, karena Tania tau jika Killian belum makan sejak kemarin.
“Killian makanlah nak, kamu belum makan dari kemarin bukan.”Ucap Tania.
“Tidak Tante, Killian tidak lapar.”Ucap Killian.
“Jangan begitu nak, Luna pasti mengomel jika tau kamu belum makan.”Ucap Tania.
“Biar dia mengomel Tante, biarkan dia bangun dan memari Killian Tante.”Ucap Killian dengan nada sedih.
Tania tak kuasa menahan air matanya, sungguh dia Bahagia kedua anaknya mendapatkan pasangan yang mencintai kedua putrinya.
__ADS_1