
hari ini adalah hari pemakaman Natasya, Briyan memeluk tubuh Helena yang lemas tak berdaya untuk berdiri.
"Natasya, kenapa kamu cepat sekali tinggalin Mama. Bahkan Mama hanya singkat mengenal mu nak."Tangis Helena.
Micell dan Mark juga menghadiri pemakaman Natasya, Fay yang kehilangan teman bermain nya merasa sangat sedih.
"Momy... Natasya perginya ke syurga ya. Natasya pasti bertemu dengan Mama nya, dia akan bahagia ya Mom."Ucap Fay.
"Iya sayang, kini Natasya tidak merasakan sakit lagi. Dia sudah bahagia di syurga bersama Mamanya."Ucap Micell
Micell melihat bagaimana Helena dan Briyan terpuruk atas kepergian Natasya.
Ketika Jenazah Natasya sudah di kebumikan, taburan bunga menghiasi gundukan tanah yang masih basah. Tiba-tiba datang seorang wanita cantik menangisi kuburan Natasya.
"Natasya sayang, ini Mama nak."Ucap wanita itu.
Ucapan wanita itu membuat semua orang yang melayat terkejut, karena para pelayat mengetahui jika Mama dari Natasya yaitu istri Briyan sudah meninggal.
"Pergi!! kamu dari makan anak saya, Natasya tidak punya Mama yang jahat seperti mu!!"Bentak Briyan.
"Maafkan aku Briyan, aku salah."Ucap Wanita itu, wanita itu bersujut di kaki Briyan.
"Mbak bangun mbak, jangan seperti ini. Ini akan membuat harga diri mbak di pandang rendah oleh orang lain."Ucap lirih Helena.
"Kamu enggak usah sok baik, kamu kan wanita yang mencoba menghasut Natasya agar melupakan aku sebagai Mamanya."Wanita itu mendorong Helena sampai Helena terjatuh ke lantai.
"Helena."Ucap Briyan, Briyan mendekati Helena dan menolong nya untuk bangun.
"Kamu enggak apa-apa?"Tanya Briyan.
"Aku enggak papa kok."Ucap Helena.
Briyan membawa Helena untuk pulang ke Mansion nya bersama yang lain.
Mereka semua, termasuk Micell dan Mark mengikuti mobil Briyan menuju ke Mansion Briyan.
Sesampai nya di Mansion Briyan, Helena berjalan menyuri tangga dan menuju ke kamar Natasya. Kamar itu berpintu dengan cat berwarna pink, Helena menatap foto gadis cantik di atas nakas di samping tempat tidur.
"Sayang Natasya Mama rindu kamu nak."Gumam Helena, air mata Helena kembali membasahi pipi Helena.
Micell menyusul Helena ke kamar Natasya, Micell yakin Helena tengah menangis memeluk foto Natasya.
__ADS_1
"Kak Helena, ikhlaskan Natasya pergi kak."Micell memeluk tubuh Helena.
"Aku menyayangi nya, aku sudah menganggapnya anak ku sendiri. Di saat aku kecewa dengan Nion, Natasyalah yang membuat luka ku sembuh."Ungkap Helena.
"Aku tau kak, tapi jangan kau terlalu berlarut dalam kesedihan. Natasya akan sedih jika melihat Mama yang di sayanginya selalu menangis."Ucap Micell.
Keadaan Helena semakin membaik, setelah dia menumpahkan isi hatinya kepada Micell.
Kini mereka berkumpul di ruang keluarga, mereka semua ingin mendengar cerita dari Briyan tentang wanita yang mengaku menjadi Mama nya Natasya.
"Briyan coba kau jelaskan siapa wanita tadi?"Tanya Mark.
"Kau tak sabaran sekali."Briyan melirik tajam ke arah Mark.
"Jadi wanita tadi adalah benar Mama dari Natasya, saya sengaja tidak menceritakan ini pada Natasya karena saya takut Natasya akan kecewa."Ucap Briyan.
"Maksud mu bagaimana?"Tanya Helena,"Jika Mama dari Natasya masih hidup kenapa kamu membohonginya."Lanjut Helena.
"Viona meninggalkan Natasya, tiga jam setelah Natasya lahir. Bahkan Natasya belum pernah meminum ASI dari Mama kandunganya."Ucap Briyan.
"Kenapa Viona meninggalkan Natasya? apa dia sudah tidak waras meninggalkan bayi yang bahkan belum bisa bicara."Ucap Micell, Micell merasa emosi dengan kelakuan Viona.
"Viona, memilih kekasih gelapnya. Kekasih yang lebih kaya dari saya, dulu saya menikahinya tanpa restu Papa saya. Jadi Papa mengusir kami dan kami hidup dalam kehidupan pas-pasan."Ucap Briyan.
"Kak Helena benar wanita seperti itu tidak pantas di sebut ibu, seekor harimau saja tidak tega meninggalkan anak nya. Tapi seorang manusia yang sempurna bahkan meninggalkan bayi mungil yang masih merah."Ucap Micell penuh emosi.
"Micell kalau lagi marah serem juga."Gumam Mark dalam hati.
"Aku harus hati-hati jika sudah menikah dengan Helena, sepertinya dia galak."Gumam Briyan dalam hati.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Satu minggu sudah kepergian Natasya, kini semua berjalan seperti biasa.
Di kantor Mark, laki-laki itu tengah mengatur emosinya di kala dia berhadapan dengan Tuan Raynan lawan bisnis sekaligus calon mertuanya.
"Bagaiman ini apa aku harus mengalah agar aku terlihat baik dimata si tua ini."Gumam Mark dalam hati.
"Bagaimana Tuan apakah anda bersedia menanam modal sesuai dengan kesepakat yang tertera di dalam perjanjian."Tanya pihak penyelenggara proyek.
"Saya, serahkan proyek ini kepada Tuan Ranan."Ucap Mark.
__ADS_1
Semua yang hadir dalam rapat ini membelalakan matanya, bagaiman tidak Mark yang terkenal tidak akan melepas proyek sekecil apapun. Dengan entengnya menyerahkan proyek besar ini kepada Tuan Raynan yang notaben nya adalah saingan bisnis nya.
"Baikalah proyek ini di menangkan oleh Tuan Raynan."Ucap Penyelenggara proyek.
Setelah rapat selesai, Micell menghampiri Papanya.
"Papa..."Ucap Micell.
"Sayang kamu apa kabar nak?"Tanya Tuan Raynan.
Mark hanya menatap tajam interaksi antara Micell dan Tuan Raynan, hatinya merasa panas melihat kekasihnya berpelukan dengan laki-laki lain meski itu ayah kandungan sendiri.
Sedang Tuan Raynan sengaja bermesraan dengan putrinya agar Mark merasa cemburu dan sakit kepala.
"Bagaiman rasanya menahan rasa cemburu Tuan Mark."Gumam Tuan Raynan dalam hati.
"Dasar tua bangka, awas jika aku sudah menjadi suami Micell tidak akan aku biarkan kamu menyentuh Micell tua bangka."Gumam Mark dalam hati.
Micell dan Mark kembali keruangan meraka masing-masing.
"Saatnya jemput Fay, sudah jam 11 siang."Gumam Micell.
Micell berjalan menuju parkiran mobil, dia melajukan mobil nya menuju sekolah Fay.
Sesampainya disana Micell celingukan mencari keberadaan Fay, namun Fay tidak ada. Micell mulai cemas karena sekolah sudah sepi.
"Maaf Bu Micell, Fay tadi sudah di jemput."Ucap wali kelas Fay.
"Di jemput siapa? apa Bu Nailla?"Tanya Micell.
"Emm, bukan Bu dia seorang laki-laki?"Ucap Wali kelas Fay.
Seketika jantung Micell berdegub kencang, fikiran nya melayang kemana-mana.
"Bagaimana ini, aku harus bagaiman jika Fay di culik?"Gumam Micell.
Micell menelvon Mark, dan mengatakan jika Fay menghilang.
"Pak, Fay di culik dia tidak ada di sekolah nya."Ucap Micell.
"Fay di culik, kamu tenang ya tunggu aku di sana."Ucap Mark di sebrang sana.
__ADS_1
Micell mematikan sambungan telvon nya dia menunggu Mark datang kesekolah Fay.
"Ya Tuhan, lindungi Fay dimana pun dia berada."Gumam Micell dalam hati.