
Darell mengerjapkan matanya saat dirinya merasakan sakit di kepalanya, perlahan dia mulai membuka matanya mengamati setiap inci ruangan yang saat ini dimana dirinya berada.
"Sudah bangun?" Tanya seorang wanita.
Darell masih diam dan melihat setiap gerak gerik wanita dihadapannya itu, rasa sakit di kepalanya membuat otaknya sedikit lemot.
"Sakit ya kepalanya?" Tanya wanita itu lagi, wanita dengan setelan piyama berwarna navi itu lantas membantu Darell untuk bangun dan bersandar di sandaran ranjang.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Darell.
Darell lupa akan kejadian semalam, setelah dia meminum jus yang di berikan Sisilia. Dirinya limbung dengan rasa kantuk yang berat dan rasa sakit kepala yang menyerangnya secara tiba-tiba.
"Apa kamu tidak ingat apa yang terjadi semalam?" Tanya gadis berpiyama itu.
Darell memfokuskan pikiranya mencoba melawan sakit kepalanya yang berdenyut, ternyata minuman semalam bukan hanya di campur obat tidur tetapi juga sedikit obat p*r*ngs*ng.
Semurahan itulah cara Sisilia untuk mendapatkan kembali Darell, tetapi tanpa sadar wanita itu telah membawa dirinya sendiri masuk kedalam jurang kehancuran. Apakah Sisilia lupa siapa Darell, anak pewaris pengusaha nomor 1 dinegerinya. Jika mau Darell bisa saja membuat Sisilia terperangkap di benua yang tak berpenghuni sekalipun, namun nyatanya Darell masih punya hati memikirkan bahwa dulu Sisilia pernah ada disaat dia terpuruk.
"Apa aku melakukan nya?" Tanya Darell, wajah nya berupah panik dirinya takut telah melakukan sesuatu yang sangat menjijikkan dengan Sisilia.
"Jika melihat dari keadaan mu sekarang, bagaiman pendapat mu?" Bukannya menjawab pertanyaan Darell, tetapi wanita itu malah bertanya kembali ini semakin membuat wajah Darell pias sebab dirinya sudah tidak mengenakan pakaian yang semalam dia kenakan saat menemui Sisilia.
Darell menghela nafasnya mengacak acak rambutnya kasar, sungguh dia tak mau seperti ini. Penyesalan memang datang terlambat seharusnya sejak awal Darell tak menemui Sisilia.
Sedetik kemudian Darell tersadar, mungkin otaknya sudah mulai bekerja. Netranya menatap ruangan yang saat ini dia tempati, tak asing. Itu kamarnya jadi bagaiman dia bisa kembali kekamarnya? apakah Sisilia memulangkanya setelah mereka berhubungan agar Kalea cemburu dan menceraikannya. Darell menggeleng menghilangkan pikiran negativ nya.
"Kenapa aku bisa di kamar ku sayang?" Tanya Darell kepada Kalea.
Wanita yang sedari tadi menemani Darell adalah Kalea, istri sahnya yang cantik natural.
"Kakak sungguh tak ingat?" Tanya Kalea.
Flashback on...
Setelah Darell berpamitan untuk pergi ke apartemen Sisilia, perasaan Kalea sedikit tak tenang jantung nya berdebar otaknya membayakan hal buruk yang akan terjadi pada suami bodohnya itu.
Kalea sebenernya tidak terlalu cemas dengan Darell karena dia percaya Darell tidak akan kembali lagi pada Sisilia, tetapi Sisilia adalah wanita licik dia bisa melakukan apa saja pada suaminya itu saat Darell sedang lengah.
"Gak bisa dibiarin nih, mak lampir harus gue basmi malam ini juga." Gumam Kalean.
Kalea bersiap dengan memakai pakaian serba hitam nya, gadis itu mengambil kunci motor sportnya kemudian melajukan motor kesayangan nya itu dengan kecepatan tinggi. Kalea merasa akan ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi jika dirinya tidak mengikuti instingnya sebagai seorang istri.
"Apartemen nya nomor berapa ya? dilantai berapa?" Gumam Kalea saat dirinya sudah ada di loby apartemen Sisilia. Dirinya hanya tau alamat apartemen dia tidak tau di lantai berapa dan unit berapa Sisilia tinggal.
"Maaf Mbak saya mau tanya, lantai berapa dan unit berapa nona Sisilia tinggal?" Tanya Kalea kepada petugas resepsionis.
"Nyonya Sisilia yang calon istri Tuan Darell yoon ya Bu?" Tanya resepsionis itu memastikan bahwa Sisilia yang di maksut adalah Sisilia yang terkenal sebagai calon istri Darell Yoon.
__ADS_1
"Dasar maklampir..." Gumam Kalea.
"Bagaimana Bu?" tanya resepsionis itu lagi.
"Iya mbak, kebetulan Mama saya menitipkan hadiah untuk nona Sisilia." Ucap Kalea.
"Nyonya Sisilia ada di lantai 15 dan unit nomor 0309 Bu." Resepsionis itu menjawab tanpa mengurangi rasa hormat nya.
"Terimakasih Mbak..." Kalea berjalan menuju life dan menekan nomor lantai dimana Sisilia berada.
Setelah sampai di lantai 15, Kalea berlari mencari nomor unit apartemen Sisilia.
"Ini dia..." gumam Kalea.
Kalea terdiam sebentar berfikir untuk mengingat berapa sandi pintu Sisilia, dirinya pernah mendengar Sisilia menyebutkan paword pintu apartemen nya saat dirinya menemui Sisilia di restoran itu.
"Iya sayang masuk saja, paswordnya 0309. Aku akan pulang setelah menemui istri sialan Darell." Ya itulah yang di dengar Kalea dari belakang Sisilia.
"Iya gue inget, tanggal lagir si Darell." Ucap Kalea.
Perlahan Kalea menekan nomor di pintu Kalea dan...
Klik...
berhasil, dengan hati-hati Kalea membuka pintu dan masuk kedalam.
"Kan bener apa gue bilang, dia mau nyolong star dari gue. Gue aja yang istri sahnya belum memperjakai Darell dia seenaknya mau duluin gue." Ucap Kalea.
Kalea dengan sekuat tenaga mendobrak pintu kamar Sisilia, mata Kalea melotot saat melihat Darell yang hanya mengenakan boxer nya saja.
"Dasar mak lampir!!!!" Kalea menarik Sisilia untuk menjauh dari tubuh Darell.
"Kalea! K-kamu kenapa bisa di sini?" Sisilia bingung dengan kehadiran Kalea, bagaiman bisa Kalea masuk ke apartemen nya.
"Kenapa lo kaget gue ada disini? lo mau apain suami gue? mau lo perk*s*!!!" Kalea mengepalkan tangannya marah diringa marah dengan apa yang di lakukan oleh Sisilia.
"I-iya!! kenapa aku ingin kamu dan Darell berpisah." Sisilia melawan rasa takutnya pada Kalea, pasalnya dia baru tahu fakta sesungguh nya jika Kalea adalah anak dari Briyan pemgusaha kaya raya.
Siapa yang tak takut dengan Briyan, bahkan dirinya dikenal seperti seorang mafia.
"Cara lo itu murahan!! jangan harap gue bakal biarin lo rebut suami gue." Kalea menarik tangan Sisilia membawanya masuk kedalam kamar mandi yang ada di kamar itu, menyiram Sisilia dengan air hingga tubuh Sisilia basah kuyup.
"Lo itu harus dimandikan biar sadar, otak lo biar fres biar bisa nerima kalau Darell itu suami gue!! hahahaha!!!" Siapa pun yang mendengar suara tawa Kalea pasti akan merinding, Kalea tertawa bak psikopat.
"Cukup Kalea!!! ini dingin tubuh ku sudah menggigil." Tubuh Sisilia menggigil karena siraman air dingin apalagi ini sudah hampir tengah malam, ditambah baju yang dikenakan Sisilia yang tipis bagaikan saringan tahu. Sisilia terduduk di lantai yang dingin memohon Kalea untuk berhenti wajahnya sudah pucat kedinginan.
Brakk!!! Kalea melempar selang air persisi kesisi kiri kepala Sisilia, jika Sisilia bergerak sedikit mungkin kepalanya akan bocor karena hantaman selang air yang kepalanya terbuat dari besi.
__ADS_1
"Nikmatilah rasa dingin mu disini mak lampir." Kalea keluar dari kamar mandi dan mengunci Sisilia didalam nya.
BRAKK!!!
BRAKK!!!
"Kalea buka pintunya!!! aku mohon!!! disini dingin!!!" Teriakan Sisilia yang memekakan telinga itu di abaikan oleh Kalea.
Sementara Kalea tengah sibuk mencari baju Darell yang entak di buang kemana oleh Sisilia.
"Haisss, kemana Sisilia membuang baju Darell..." geram Kalea karena sudah sepuluh menit dia tidak menemukan baju kemeja Darell yang dia pakai tadi.
Brakk!!!
Kalea membuka lemari milik Sisilia mencari baju yang sekiranya pas di tubuh Darell, matanya tertuju pada setumpuk kemeja lelaki yang ada disana.
"Ku ambil yang masih baru, aku pun tak sudi jika suami ku memakai baju bekas selingkuhan wanita murahan seperti dia." Kalea menarik satu baju kemeja berwarna hitam, dan memungut celana hitam panjang milik Darell yang teronggok di lantai.
"Sekarang bagaimana aku bisa membawa mu pulang?" Kalea nampak berfikir dan akhirnya dirinya pun meminta bantuan kepada Daren.
Falshback off...
"Jadi kamu menyelamatkan ku sayang?" Darell tersenyum, apa yang ada di fikirannya ternyata tidak terjadi.
"Iya, aku juga takkan rela jika suami ku masuk kedalam jebakan wanita jahat itu."
Darell meraih tangan Kalea, wanita dihadapannya ini sudah berhasil membuat Darell jatuh cinta.
"Aku menyayangin mu." Darell menarik Kalea untuk masuk kedalam pelukannya
"Apa kamu mau mencoba mencintai ku?" Tanya Darell.
"Kenapa aku harus mencoba?" Kalea melepaskan pelukan Darell.
"Kenapa aku harus mencobanya Kak, saat aku sudah jatuh hati padamu di saat pertama kali kamu menjadi suami ku." Ucap Kalea.
Perkataan Kalea membuat hati Darell meledak ledak, ada ribuan kupu-kupu yang mengelitik perutnya. Senyuman Darell mengembang dirinya bahagia karena istrinya sudah jatuh hati padanya.
"Kalau begitu, maukah kamu membuat Darell junior bersama ku?" Darell menatap manik indah milih Kalea.
"Siapa takut..." jawab Kalea.
Dan terjadilah proses reproduksi antara Kalea dan Darell, doakan saja semoga Darell jinior segera hadir.
*****
Bagaiman nasip Sisilis???
__ADS_1
Apa Sisilia akan kapok???