
Di dalam kelas Rinjani, gadis itu tengah asyik mengobrol dengan teman satu bangku nya lalu tiba-tiba ada yang menghampirinya.
"Rinjani."Panggil seorang laki-laki.
Rinjani yang merasa namanya di panggil seseorang, menoleh ke sumber suara.
"Dimas."Gumam Rinjani.
"Ahh, aku akan kena masalah jika aku berdekatan dengan Dimas."Ucap Rinjani dalam hati.
"Rinjani, kenapa kamu belakangan ini menghindari aku?"Tanya Dimas.
"Tidak aku tidak menghindari mu, tapi aku memang sibuk."Ucap Rinjani.
Dimas sepertinya tidak puas, laki-laki yang menjadi sumber pertengkaran antara Rinjani dan Bella itu semakin mendekati Rinjani.
"Rinjani bisa tidak pulang sekolah nanti aku mengantar mu pulang."Ucap Dimas.
"Maaf Dimas aku tidak bisa aku sudah ada yang menjemput."Ucap Rinjani, Rinjani meninggalkan Dimas. Rinjani hanya tidak ingin Bella melihat nya lalu mengajak nya ribut.
Rinjani berjalan menuju toilet wanita sekolah nya, dia merasa harus mencuci wajah nya agar terlihat segar.
Saat Rinjani akan kembali kekelasnya tiba-tiba ada yang menyeretnya ke gudang tua dekat Toilet.
"Kalian mau apa?"Tanya Rinjani.
Mereka adalah teman satu gengnya Bella.
"Aku sudah bilang kamu jangan dekati Dimas!!"Bentak Bella.
Ternyata Bella sudah ada di dalam gudang tua itu.
"Aku tidak mendekati dia Bella!!"Teriak Rinjani.
Rinjani memang tidak mendekati Dimas, tapi Dimaslah yang mendatangi Rinjani.
Plakkk!!! Bella menampar Rinjani.
"Jangan berteriak didepan wajah ku, kau tau kau takpantas bahkan hanya menyebut nama ku. Kau itu sama seperti. Bunda mu sama-sama murahan dan menjijikan."Ucap Bella.
"Cukup Bella jangan kau bawa-bawa nama Bunda ku, Bunda ku wanita baik-baik bukan seperti Mama mu yang tega merebut suami sahanatnya sendiri."Ucap Rinjani, kali ini Rinjani tidak mau diam saja mendengar Bundanya di hina.
"Kurang ajar kau!"Ucap Bella.
Bruak!! Bela mendorong Rinjani sampai menghantam tumpukan meja dan kursi.
Kursi dan menja yang tertumpuk sembarang akhirnya berjatuhan menimpa Rinjani.
Bella dan teman-temannya mulai panik karena mereka tadi nya hanya ingin menggertak Rinjani, tapi Bella terpancing emosi hingga mencelakai Rinjani.
"Bella bagaiman ini, apa dia mati?"Tanya teman Bella.
__ADS_1
"Biarkan saja dia mati disini, ayo kita tinggalkan dia."Ucap Bella.
Bella dan teman-teman nya meninggalkan Rinjani yang tengah pingsan di dalam gudang tua.
"Ahh,,, kaki ku sakit sekali."Gumam Rinjani.
Rinjani tersadar dari pingsan nya lalu kembali pingsan.
"Semoga saja anak sialan itu mati."Gumam Bella dalam hati.
Di dalam kelas Mita sahabat Rinjani tengah bingung mencari Rinjani, sebab dia tadi pergi bilangnya hanya ke toilet tapi sampai jam terakhir Rinjani belum masuk kelas juga.
"Rinjani kamu dimana si?"Ucap Mita.
Mita tadi sempat melihat Bella dan teman-temannya keluar dari gudang tua.
"Apa jangan-jangan Bella menyiksa Rinjani di gudang tua lagi."Gumam Mita, karena Rinjani sebelum nya juga di kerjai Bella di kurung di gudang tua.
Mita datang keruang guru dan menemui guru Bk.
"Pak Budi tolong saya, tolong Bapak temani saya ke gudang tua pak."Ucap Mita.
"Memang ada apa di gudang tua Mita?"Tanya pak Budi.
"Nanti saya ceritakan pak, tolong saya pak."Mohon Mita, Mita sangat khawati sekali dengan Rinjani dia takut jika Bella benar-benar melakukan hal yang buruk pada Rinjani.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
"Rinjani kau harus kuat ya, kau harus sembuh."Ucap Mita.
Pihak sekolah telah menghubungi orang tua Rinjani, namun sudah dini hari tidak ada satu pun keluarga yang datang mengunjungi Rinjani.
"Aku harus apa ini"Ucap Mita.
Sedang di Mansion Leonardo, laki-laki itu tengah bingun mencari keberadaan Rinjani. Sebab sudah jam 1 malam Rinjani belum pulang juga.
"Apa gadis nakal itu kabur, apa aku di bodohi gadia SMA."Gumam Leonardo.
Leonardo mondar mandir di depan pintu Mansion nya dia masih berharap jika Rinjani pulang ke Mansion nya.
"Kenapa aku bodoh, kenapa aku tidak meminta nomor telvon nya."Ucap Leonardo frustasi.
Nampaknya Leonardo lupa siapa pemilik SMA Pelita Bangsa karena terlalu panik memikirkan Rinjani yang tak pulang-pulang.
"Kenapa aku bodoh, aku kan pemilik SMA Pelita Bangsa."Gumam Leonardo.
Leonardo tanpa pikir panjang laki-laki itu menelvon kepala sekolah SMA Pelita Bangsa dan menanyakan Rinjani.
"Apa Rinjani masuk IGD karena kecelakaan di sekolah."Ucap Leonardo, saat kepala sekolah mengatakan alasan kenapa Rinjani belum sampai Mansion juga.
Leonardo mematikan sambungan telvon nya, dan mengambil kunci mobilnya. Pria berumur 25 tahun itu melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Sesampainya di sana semua Doktet dan perawat menunduk hormat pada Leonardo, karena Leonardo adalah pemegang saham terbesar setelah Mark di rumah sakit Allexander.
"Rinjani..."Ucap Leonardo.
Mita menatap heran dengan Om-om yang tiba-tiba masuk ke ruang rawat Rinjani.
"Om siapa?"Tanya Mita.
Leonardo tidak menggubrus pertanyaan Mita, laki-laki itu mendekati ranjang Rinjani.
"Apa dia mati?"Tanya Leonardo kepada Dokter yang tengah memeriksa Rinjani.
Semua mata tertuju pada Leonardo.
"Tuan Leonardo?"Tanya Dokter.
"Apa gadis ini mati?"Tanya Leonardo dingin.
Dokter dan perawat yang ada di sana gelagapan dengan pertanyaan Leonardo.
"Jangan sampai gadis ini mati, atau aku akan ratakan rumah sakit ini dengan tanah."Ucap Leonardo dengan penekanan.
Glekk,,,
Dokter dan perawat benar-benar terkena serangan mental.
"Tuan, Nona Rinjanin tidak mati. Dia hanya belum sadar dari pengaruh obat bius."Jelas Dokter.
"Siapa si Om-om ini, kenapa main mau robohin rumah sakit segala."Gumam Mita dalam hati.
Leonardo menghembuskan nafas nya, karena ternyata Rinjani masih hidup.
"Syukurlah gadis aneh ini masih hidup."Gumam Leonardo.
Tatapan Leonardo beralih pada gadis berseragam putih abu-abu yang di yakini itu adalah teman sekelas Rinjani.
"Hey bocah, apa kau teman sekelas Rinjani."Leonardo menatap tajam Mita.
"I-iya Om, kalau boleh tau Om ini siapanya Rinjani?"Tanya Mita takut-takut.
"Ganteng si tapi serem."Gumam Mita dalam hati.
"Kau tidak pelu tau aku siapa, tapi tolong jelaskan apa yang terjadi pada Rinjani."Ucap Leonardo.
Mita menceritakan semua kegiatan Rinjani pada Leonardo saat di sekolah tadi, samapai saat dia melihat Bella keluar dari gudang yang sama dimana Rinjani di temukan.
"Bella, bukankah dia saudara tiri Rinjani?"Tanya Leonardo.
"Iya Om, Bella itu jahat sama Jani Om. Aku ya Om pengen banget masukin dia ke got biar dia tau rasa."Ucap Mita kesal.
"Kenapa kau malah curhat pada ku."Tanya sinis Leonardo.
__ADS_1
"Ya maaf Om aku kan hanya terbawa suasana."Ucap Mita.