
"Zane baru pulang nak?"Tanya Micell.
Zane menghampiri Momy nya dan mencium kedua pipi Momy nya.
"Sudah Mom, hari ini tidak ada kegiatan ekstra soalnya."Ucap Zane.
"Ohh begitu, ya sudah sana ganti baju lalu makan ya."Perintah Micell.
Zane berjalan menuju kamarnya dan mulai mengganti seragam abu-abu nya menjadi baju santai.
"Zane!!"Teriak Fay dari depan kamar adiknya.
Zane yang merasa nama nya dipanggil, segera keluar dari kamarnya.
"Apa sih kak?"Tanya Zane.
Fay menyeringai melihat adiknya sudah berganti pakaian.
"Anterin kakak ke toko buku dong, kakak ada tugas kuliah nih."Ucap Fay.
"Selalu saja, kakak kan punya supir peribadi."Ucap Kesal Zane, sebab kakak nya itu selalu semena-mena dengan Zane.
Pernah Zane dibawa ke acara parti teman Fay, di sana Zane menjadi bahan bulan-bulanan teman kakak nya yang jomblo. sedari itu Zane agak malas jikak kakaknya itu meminta dia mengantarnya ke suatu tempat.
"Ayolah Zane, kali ini kakak tidak bohong. Kakak benar akan ke toko buku kok."Ucap Fay memohon.
"Oke baiklah aku akan mengantar kakak, tapi janji jangan bawa teman-teman kakak yang kurang belaian itu."Ucap Zane.
"Iya adik ku yang tampan."Ucap Fay memuji Zane.
Akhirnya Zane mengantar kakak nya itu ketempat yang di inginkan kakaknya.
"Zane kau tunggu di meja ini jangan kemana-mana ya, kakak mau cari bukunya dulu."Ucap Fay.
Zane hanya mengangguk patuh dan mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di dekatnya.
"Kenapa kakak hobi membaca, padahal membaca itu membosankan. Lebih enak jika main game."Gumam Zane dengan mengeluarkan ponselnya dan memulai memainkannya.
Terasa lama sekali kakak nya mencari buku, akhirnya Zane memutuskan untuk berkeliling sebentar.
Brukkk!!
Zane tak sengaja menabrak seorang gadis.
"Maafkan saya, saya tidak sengaja."Ucap Zane.
Tapi gadis itu tidak menoleh sama sekali, bahkan wajahnya di tutupi buku. Gadis itu berlari menghindari Zane.
"Ohh, astaga hampir saja aku ketahuan."Ucap Zidney.
Gadis yang di tabrak Zane adalah Zidney, Zisney menghindari Zane karena dia tidak mau Zane melihat wajah aslinya.
"Semoga saja Zane tidak mengenali ku."Ucap Zidney.
__ADS_1
Gadis itu meninggalkan toko buku yang baru saja dia kunjungi, karena dia tidak mau Zane milihat wajah aslinya.
Sementara Zane tengah bingung karena baru kali ini ada perempuan yang tidak terpesona dengan ketampanan nya.
"Cewek langka, baru kali ini ada yang mengacuhkan pesona ku."Ucap Zane.
"Zane kamu dari mana, kakak cari-cari kamu malah di sini bengong. Kesambet setan kamu."Ucap Fay.
"Hussttt, kakak kalau bicara jangan ngasal ya. Jangan bawa-bawa setan nanti setan nya marah."Ucap Zane.
"Dasar adek gila."Ucap Fay kesal.
Fay selalu menang jika berdebat dengan Pipi atau Momy nya, tapi selalu kalah jika sudah berhadapan dengan Zane Allexander.
Setelah sampai di Mansion Allexander Zane langsung masuk kekamarnya dan tidak heran jika di kamar nya sudah ada Killian.
"Zane darimana aja si?"Tanya Killian.
"Biasalah si kakak minta di antar ke toko buku."Ucap Zane.
Saat Zane membicarakan toko buku, Zane teringat saat dia menabrak seorang gadis.
"Killian, tadi saat aku ke toko buku. aku tidak sengaja menabrak seorang gadis, tapi anehnya gadia itu malah kabur saat medengar suara ku."Ucap Zane.
"Wah, gawat ini Zane..."Ucap Killian dengan wajah yang di buat panik.
"Gawat kenapa?!"Tanya Zane.
"Kamu sudah tidak menarik lagi Zane."Ucap Killian dengan gelak tawa.
Killian buru-buru menutup mulutnya jika tidak mau ada lebam di matanya.
"Aku hanya bercanda Zane."Cicit Killian.
Zane melirik sekilas ke arah Killian, entah kenapa Zane bisa akrab dengan makhluk aneh seperti Killian.
"Zane apa kau sudah memeriksa rekaman CCTV, siapa tau dia itu hantu bukan manusia."Ucap Konyol Killian.
"Killian kau ini anak kelahiran tahun berapa sih, kenapa masih percaya hantu. Dan aku rasa dia manusia karena aku bisa menabraknya."Ucap Zane.
"Bahkan aku lebih tua dari mu Zane."Ucap Sebal Killian.
"Kau memang lebih tua dari ku, tapi coba lihat pemikiran mu bahkan seperti anak Tk. Ckckck."Zan menggelengkan kepalanya.
"Kau tidak asyik Zane, aku lebih baik pulang."Killian beranjak dari duduk nya lalu berjalan meninggalkan Zane.
"Dasar anak tukang ngambek, tapi kata Pipi memang begutu Killian sama seperti Papa Briyan suka ngambek."Ucap Zane.
Saat Killian akan pulang, Killian tidak sengaja melihat Fay yang sedang duduk di kursi dengan membaca buku Novel.
"kak Fay memang sangat cantik, rambut panjang dengan sebagian di beri warna ungu pastel. Belum lagi wajah nya yang manis itu lesung pipit yang timbul saat dia tersenyum menambah ke cantikan wajah nya."Gumam Killian, Killian memang mengagumi Fay namun dia hanya memendam nya dan tak ada yang tau. Hanya dia dan Tuhan yang tau.
"Kau sedang apa, bukan nya kau mau pulang lalu kenapa kau malah mengintip kakak ku?"Tanya sinis Zane.
__ADS_1
Zane tiba-tiba datang dan berdiri di belakang Killian.
"Kau membuat ku kaget saja, jika jantung ku lepas bagaimana."Ucap Killian kesal.
"Tingal saja di ganti dengan jantung biri-biri."Ucap enteng Zane.
"Hey... Kalian, kenapa kalian ada di situ?"Tanya Fay saat melihat adiknya dan Killian tengah berdebat.
"Ini kak tadi ada pengintip."Ucap Zane.
"Dasar teman menyebalkan, benar sekali kata Papa ternyata Zane sama menyebalkan nya seperti Pipi Mark."Gumam Killian dalam hati.
"Mengintip siapa?"Tanya Fay.
"Cicak mengintip cicak kak."Ucap Zane.
Dan akhirnya Zane dan Killian mendekati Fay yang tengah bersantai.
"Hay... Killian."Sapa Fay.
"Hay Kak Fay, kakak sedang baca apa?"Tanya Killian.
"Biasa baca novel saja."Jawab Fay.
Killian memperhatikan Fay, Killian tidak bisa mengalihkan pandangan nya dari Fay.
"Killian katanya kau mau pulang, sana pulang nanti kau di cari Mama Helena."Ucap Zane.
"Kau mau pulang Killian, kalau begitu salam ya untuk Ounti Helena."Ucap Fay.
Killian tersenyum ke arah Fay, lalu melirik tajam ke arah Zane."Memang teman lucknat tidak bisa melihat teman senang sedikit."Gumam Killian dalam hati.
"Iya kak, Killian mau pulang dulu."Ucap Killin.
Killian beranjak dari duduknya dan kemudia pergi meninggalkan Mansion Allexander.
"Apa Killian menyukai kak Fay, pandangan matanya sangat berbeda. Belum lagi setiap dia melihat kak Fay telinga nya jadi merah."Gumam Zane dalam hati.
Zane hanya menerka nerka apa isi hati sahabatnya itu.
.
.
.
.
.
Yang menunggu kelanjutan cerit Rinjni dan Leonardo, Mita dan Nion bisa baca di novel baru Outhor.
__ADS_1
Ceritanya akan lebih menarik dengan konflik ringan tapi menguras emosi.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜