Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Gadis ceroboh


__ADS_3

Mita berdiri di pojok ruangan dengan kedua tangan di angkat ke atas, sedang Nion memperhatikan gadis permen karet itu dengan tatapan kesal.


"Astaga! bagaimana bisa aku memperkerjakan gadis ceroboh ini."Gumam Nion dalam hati.


Mita hanya menunduk melihat ke arah lantai, kini Mita seperti tahanan yang akan di beri hukuman mati.


"Kenapa aku bisa menyentuh belalai Om itu, dan parahnya lagi tadi karena aku kaget jadi aku tidak sengaja meremas nya apa itu sakit."Gumam Mita dalam hati, Mita memang gadis yang sangat polos.


"Bicaralah."Ucap Nion, Nion nampaknya tau jika gadis itu tengah mengumpat dalam hati.


"Om maafkan saya, jangan pecat saya. Sayakan tidak sengaja."Ucap Mita.


"Gaji mu ku potong 20% kau mengerti."Ucap Nion, Nion berjalan menuju kamarnya.


"Ahhh potong gaji lagi, kaki ku rasanya sakit sekali setengah jam aku berdiri dipojokan."Keluh Mita.


Niom kembali keluar dari kamarnya,"Siapa yang menyuruh mu menurunkan tangan mu."Tanya Nion.


Mita seketika berdiri tegak dengan kedua tangannya diangkat ke atas.


"Sudahlah akhiri saja semuanya, dan duduklah."Printah Nion.


Mita menurunkan tangannya perlahan lalu melangkah duduk di sofa.


Nion mendekati Mita lalu berjongkok di hadapan Mita dan melihat kaki Mita yang bengkak.


"Apa kaki mu sudah di bawa ke dokter?"Tanya Nion.


"Belum Om."Jawab Mita.


Nion merasa bersalah namun dia gengsi untuk meminta maaf pada Mita.


"Sekarang kita ke dokter aku tidak mau nanti kau menuntut ku karena kaki mu pincang."Ucap Nion, Nion berdiri dari posisi jongkok nya.


"Tidak usah Om terimaksih ucap Mita."Mita bangun dari duduknya bernkat kembali ke dapur.


Tapin Nion menarik tangan Mita hingga Mita jatuh kepelukan Nion, tanpa sadar kedua tangan Nion menempel pada kedua bokong Mita.


"Ahhh!! Om Nion mesum,"Teriak Mita."Bughhhh Mita menendang belalai milik Nion karena refleks.


"Aduhh!! Mita!! kau memenga gadis lucknat."Upat Nion.


"Maaf Om, aku tidak sengaja sungguh ini benar-benar kecelakaan."Ucap Mita, Mita mendekati Nion dia ingin membantu Nion.


Tapi karena kaki Mita sakit untuk kedua kalinya Mita tersandung dan akhirnya menabrak Nion hingga hidung Nion terbentur kepala Mita.


"Ohh ****!! menjauh dari ku sekarang juga Mita!!"Teriak Nion.


Mita yang semakin bersalah pun akhirnya menjauh dari Nion dan berdiam diri di pojokan.


Mita terkejut saat melihat hidung Nion mengeluarkan darah segar.


"Om hidung nya berdarah."Ucap Mita.


Nion memegang hidungnya dan benar saja hidungnya berdara.


"Ahhh, kenapa hidup sial sekali."Gumam Nion.

__ADS_1


Nion berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju kamarnya.


"Maafkan saya Om."Gumam Mita lirih.


Didalam kamar Nion menahan sakit di hidung dan di juniornya.


Sedang di Mansion lain seorang gadis tengah di tatap tajam oleh seorang laki-laki dewasa.


"Om sudah pulang?"Tanya Rinjani, karena Rinjani tau bahwa saat ini bukanlah jadwal Leonardo pulang dari kantor.


"Emmm."Jawab singkat Leonardo.


"Om baik-baik saja?"Tanya Rinjani lagi.


Leonardo tidak menjawab dia berdiri dari duduknya dan mendekati Rinjani.


"Perasan ku tidak enak ya."Batin Rinjani.


"Siapa yang bersama mu di taman tadi sayang."Bisik Leonardo.


Seketika tubuh Rinjani menegang,"Bagaiman bisa Om Leon tau jika aku tadi bertemu Dimas."Gumam Rinjani dalam hati.


"Jani bertemu Mita Om, lalu ada teman Jani yang menyapa sudah begitu saja tidak ada yang sepesial."Ucap Rinjani, Rinjani berusaha senatural mungkin.


"Kamu yakin sayang?"Tanya Leonardo.


Rinjani menganggukan kepalanya, nampaknya gadis itu memasuki zona berbahaya.


"Tapi kenapa Dimas menyatakan cinta pada mu, kamu bilang tidak ada yang sepesial."Ucap Leonardo.


"Mampus situ kau Rinjani, jangan sampai gara-gara Dimas kau jadi pindah tempat kuliah."Gumam Rinjani dalam hati.


"Sungguh kamu tidak ada rasa dengan nya sayang."Tanya Leonardo.


"Iya kan Jani cintanya sama Om."Ucap Rinjani.


Leonardo membawa Rinjani untuk duduk di pangkuannya, persis menghadap Leonardo.


"Ingat sayang kamu hanya milik ku seorang."Ucap Leonardo.


Leonardo mendorong tengkuk Rinjani kedepan hingga bibir mereka saling bertabrakan.


Rinjani mulai terbiasa dengan perlakuan manis yang di berikan oleh Leonardo.


"Aku sangat menyayangi mu gadis aneh."Gumam Leonardo.


"Jani juga mencintai Om Leon."Ucap Rinjani.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


"Kau bau sekali Briyan."Ucap sinis Mark.


Briyan yang dikatakan bau oleh Mark mencoba mencium bau pada tubuhnya.


"Tidak aku tidak bau, hidung mu bermasalah ya?"Ucap Briyan.


Mark mencium bau tidak enak di diri Briyan, membuat perut Mark terasa mual.

__ADS_1


Kini mereka tengah berada di ruangan Mark untuk membicarakan kerjasama antara perusahaan mereka.


"Huekkk huekkk..."Mark berlari ke kamar mandi dan memuntahkan makanan yang baru saja dia makan.


"Kau tidak apa-apa."Tanya Briyan, Briyan sedikit cemas melihat keadaan Mark.


"Jangan dekat-dekat kau bau Briyan."Ucap Mark lagi.


"Kau sedang sakit tapi kau masih saja menghina orang."Ucap Briyan kesal.


"Aku tidak menghina mu itu fakta, pokoknya jangan dekati aku dan tolong hubungi Micell untuk datang kemari."Ucap Mark.


Karena Briyan merasa kasihan dengan keadaan Mark akhirnya Briyan menghubungi Micell.


"Aku sudah menghubungi istri mu sebentar lagi dia datang."Ucap Briyan.


"Terimaksih."Ucap Mark, Mark merasa lemas karena telah memuntahkan semua yang ada di perutnya.


Mark perlahan keluar dari kamar mandi namun saat dia dekat dengan Briyan Mark mulai mual kembali.


"Briyan parfum apa yang kau gunakan."Tanya Mark.


"Kenapa kau suka ya dengan baunya?"Tanya Briyan dengan percaya diri.


"Bau nya tidak enak bikin aku mual."Ucap Mark.


"Asal kau tau ya parfum ku sangat mahal, seharga dua unit sepeda motor."Ucap Briyan.


"Masa bodo dengan harganya, tapi sungguh bau mu seperti ikan asin."Ucap Mark.


Briyan menatap kesal pada rekan kerjanya itu, bisa-bisanya parfum yang dia gunakan di bilang berbau ikan asin. Padahal parfum yang di pakai Briyan adalah parfum yang sama dengan yang di pakai Seokjin BTS.


Tak berapala lama datanglah Micell,"Dimana Mark, Briyy?"Tanya Micell.


"Dia ada di kamar mandi."Ucap Briyan.


Micell menghampiri suaminya di dalam kamar mandi.


"Sayang kamu tidak apa-apa."Tanya Micell.


Mark yang mengetahui istrinya datang langsung memeluk tubuh istrinya.


"Briyan bau sayang aku jadi mual."Ucap Mark.


"Yak!! aku tidak bau Tuan Mark terhormat."Ucap Briyan.


"Maafkan Mark ya Briyy dia memang dalam vase mengidam."Jelas Micell.


Micell membawa Mark untuk duduk di kursinya.


"Mengidam, bukan nya seharusnya kamu yang mengidam?"Tanya Briyan heran.


"Ahh, ini terjadi karena Mark terlalu simpatik pada ku jadi dia merasakan gejala ibu hamil."Tutur Micell.


Briyan hanya menganggukan kepalanya.


"Mungkin bayi ku membenci mu Briyan."Celetuk Mark tanpa dosa.

__ADS_1


"Bilang saja kau yang membenci ku jangan alasan anak mu."Ucap Briyan.


__ADS_2