Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Dapatnya Duda


__ADS_3

Malam ini Mark berencana mengajak Micell untuk makn malam.


Mark menekan bell rumah Micell, laki-laki itu sudah rapi menggunakan setelan jas berwarna maroon.


"Pak Mark."Ucap Micell, wanita itu keluar dari balik pintu. Micell mengenakan gaun sepanjang lutut, warna gaun nya senada dengan Mark.


"Kau sudah siap?"Tanya Mark.


"Iya, saya sudah siap Pak."Jawab Micell.


Sepanjang perjalanan kedua orang dewasa itu hanya mencuri curi pandang.


Mark memarkirkan mobilnya di depan loby restoran mewah.


"Tempatnya mewah sekali."Gumam Micell dalam hati.


Mark membawa Micell ke tempat yang sudah dia pesan.


"Apa kau suka dengan tempat ini?"Tanya Mark.


"Iya, tempatnya sangat bagus Pak."Ucap Micell.


Sebelum acara makan malam dimulai, Mark mengeluarkan kotak kecil berwarna biru. Kotak itu dia berikan kepada Micell.


"Apa ini Pak?"Tanya Micell.


"Bukalah."Pinta Mark.


Micell membuka kotak itu dengan hati-hati, wanita itu terperangah saat melihat isi kotak yang di berikan Mark.


"Wah, indah sekali kalungnya."Ucap Micell.


Mark memberikan kalung dengan liontin berbentuk angsa putih.


"Kau suka?"Tanya Mark.


Micell mengalihkan pandangan nya kepada laki-laki yang baru saja memberinya perhiasan itu.


"Dalam rangka apa Bapak memberikan ini kepada saya?"Tanya Micell.


"Apa kau mau menikah dengan ku, aku yang duda beranak satu ini. Aku memang belum bisa melupakan mendiang istri ku sepenuh nya, Tapi aku yakin kau bisa mengubah hidup dan perasaan ku ini."Ucapa Mark, laki-laki itu menggenggang tangan Micell.


Sedang Micell masih tak percaya dengan apa yang dia dengar, laki-laki yang dia kagumi ternyata memiliki perasaan sepesial untuk nya.


"Apa Bapak yakin ingin menikah dengan bocah ingusan dan ceroboh ini?"Goda Micell.


"Aku yakin, aku yakin kau bisa memberi kebahagiaan didalam hidup ku."Ucap Mark.


"Jika Bapak yakin, maka datang lah ke orang tua ku dan mintalah restu."Ucap Micell.


Mark menganggukan kepalanya, Mark pikir dia akan mudah mendapatkan restu dari calom mertuanya.


"Kapan aku bisa menemui orang tua mu."Tanya Mark.


"Besok."Ucap tegas Micell,"Bapak tau siapa orang tua saya?"Tanya Micell.


Mark menggeleng karena dia tidak tahu.

__ADS_1


"Saya adalah anak dari Reynan Hazel."Ucap Micell.


Mark yang mendengar penuturan Micell seketika tersedak oleh air liurnya sendiri.


"Uhukkk uhukkk."Mark terbatuk.


"Bapak tidak apa-apa?"Tanya Micell.


"Kau tidak bercanda bagaiman mungkin kau anak dari Tuan Reyna Hazel."Ucap Mark.


Mark sangat terkejut dengan ucapan Micell, bukan karena orang tua Micell pembisnis terkaya. Namun ada masalah sedikit antara dia dan Tuan Reynan.


"Apa Bapak mau mundur?"Tanya Micell.


"Tidak."Jawab Mark.


"Oke, besok kita akan menemui orang tua ku."Ucap mutlak Micell.


Mark memang CEO terkaya, namun satu yang Micell tidak tahu. Dia dan Papanya adalah saingan bisnis yang saling menatap tajam.


"Be-besok."Ucap Mark.


"Iya, kenapa Bapak enggak mau. Berarti Bapak main-main dong."Ucap Micell sedikit meninggi.


"Ke-kenapa kamu jadi galak."Ucap Mark tergagap.


"Wanita harus galak kalau soal nikah Pak."Ucap Micell.


Mereka berdua kini saling terdiam dan menikmati makan malam mereka.


Sedang di Mansion Ramora, Helena tengah pusing dengan permintaan Dady nya.


"Perjanjian nya itu kan dua bulan lagi Dad, Dady jangan seenaknya merubah perjanjian."Kesal Helena.


"Pokonya besok, jika tidak Dady akan kirim kamu kembali ke New york."Ucap Dady Helena.


Helena tak masalah jika harus di kirim ke New york lagi, karena disini sudah tidak ada yang menahan nya untuk tinggal.


"Jika aku kembali siapa yang menemani Dady, aku tau Dady sedang sakit."Gumam Helena dalam hati.


"Oke, baiklah Helena akan menemui Laki-lakk itu besok."Ucap Helena.


Helena meninggalkan Mansion Remora dan kembali ke Mansion nya.


Sesampainya di Mansion, Helena memutuskan untuk berendam di air hangat agar pikirannya segera membaik.


"Hufff, nasip percintaan ku tak semulus nasip karir ku. Aku rasa aku cantik, aku baik dan aku kaya."Keluh Helena, iya menertawakan nasip cintanya, Cintanya di tolak duda beranak satu lalu kemudian di permainkan oleh asisten nya dan sekarang di jodohkan.


"Ahhh, lucu sekali hidup ku."Gumam Helena.


Helena mengakhiri acara berendam nya karena malam semakin larut.


🌼🌼🌼🌼🌼


"Hari ini aku harus berani menemui, laki-laki yang di jodohkan Dady."Helena bersiap untuk menghadiri kencan buta nya.


Helena telah sampai di tempat yang sudah di tentukan untuk acara kencan nya.

__ADS_1


"Meja nomor 7, oh,, itu rupanya."Helan menatap ke arah meja yang sudah di duduki oleh laki-laki.


"Selamat pagi."Ucap Helena.


Helena terkejut saat tau siapa yang menjadi kandidat calon menantu Dady nya.


"Tuan Briyan, anda Tuan Briyan kan?"Tanya Helena.


"Iya Nona Helena."Ucap Briyan.


Laki-laki yang di jodohkan kepada Helena adalah Briyan, tak jauh beda dengan Mark. Laki-laki itu juga duda beranak satu.


"Silahkan duduk Nona."Ucap Briyan.


Helena mendudukan tubuhnya di kursi yang terletak di depan Briyan.


"Maaf, bagaiman bisa anda mengenal Dady saya?"Tanya Helena.


"Seperti biyasa, saya adalah anak dari sahabat Tuan Remora."Jelas Briyan.


Tanpa Helena tau ternyata anak dari Briyan juga ikut dalam acara kencan.


"Papa..."Panggil Natasya.


Helena menatap anak kecil yang bertubuh kurus dengan wajah pucat.


"Hay, Ounty." Sapa Natasya.


"Hay sayang, cantik teman nya Fay ya. Nama nya Natasya ya."Tebak Helena.


"Iya Ounty, Ounty masih ingat sama Natasya?"Natasya mendekati Helena.


"Tentu dong cantik,"Helena menoel hidung Natasya.


"Natasya kemari sayang jangan ganggu Ounty Helena."Ucap Briyan.


"Tidak apa-apa saya tidak merasa terganggu."Ucap Helena.


Natasya sepertinya menyukai Helena, itu terbukti dengan kedekatan mereka. Belum ada satu hari namun mereka sudah akrab.


"Natasya mau makan apa lagi?"Tanya Helena.


"Maaf Nona, Natasya tidak bisa makan makanan sembarangan karena dia tengah melakukan kemoterapi."Ucap Briyan.


"Kemoterapi? memang Natasya sakit apa?"Tanya Helena.


"Dia sakit kangker darah stadium 2."Ucap Briyan.


"Ya, Tuhan kasihan sekali kamu nak"Gumam Helena dalam hati.


Helena mengelus sayang pada kepala Natasya, Helena seolah tau bagaiman perasaan Natasya.


"Natasya mau tidak ikut Ounty ke kantor Ounty, nanti di sana Ounty kasih hadiah."Ucap Helena.


"Emmm,"Natasya menatap Briyan takut.


"Papa pasti izinin kok, kan Natasya perginya sama Ounty Helena."Gumam Helena.

__ADS_1


Briyan melirik ke arah Helena, laki-laki itu mematap heran pada wanita yang tengah memangku anaknya.


"Horee, main dengan Ounty cantik "Sorak Natasya.


__ADS_2