Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Zane dan Zidney [Rumah Zidney]


__ADS_3

Beberapa saat kemudia datanglah ibu-ibu dengan tampilan sederhana mengaku sebagai orang tua Zidney.


"Ya alloh, neng Zidney kenapa?"Tanya histeris Mbok Minah.


Zane merasa sedikit tidak percaya bahwa yang ada di depannya ini adalah orang tua Zidney.


"Apa Mbok-mbok ini orang tua Zidney, kenapa tidak ada kemiripan sama sekali."Gumam Zane dalam hati.


Tak berapa lama Zidney tersadar dan mebuka matanya.


"Mbok Minah..."Ucap Zidney.


"Iya Neng ini Mbok, neng kenapa bisa begini ya Alloh."Ucap Mbok Minah.


Zidney hanya terdiam lalu pandangannya terhenti ke sosok yang tidak asing baginya.


"Zane..."Gumam Zidney.


Zane yang merasa namanya di panggil hanya acuh saja.


"Zidney yang menolong mu adalah Zane, lalu bagaiman kamu


bisa seperti ini."Tanya Dokter.


"Maaf Dok tadi saya tidak hati-hati lalu terjatuh."Ucap bohong Zidney.


Zane mengerutkan keningnya,"Kenapa dia tidak jujur saja dan melaporkan Mita."Gumam Zane dalam hati.


Kemudian Zidney menatap Zane,"Terimkasih Zane telah menolong Zidney."Ucap Zidney.


Zane hanya mengangguk saja.


"Neng kita pulang ya."Ucap Mbok Minah.


Mbok Minah menatap ke arah Zane,"Nak tolong gendong neng Zidney kemobil ya."Ucap Mbok Minah meminta tolong.


"Mbok tidak usah, Zi bisa jalan sendiri."Ucap Zidney, namun saat Zidney mencoba untuk berdiri tiba-tiba kepalanya pusing dan kembali akan jatuh.


Zane yang tidak tega melihat keadaan Zidney, langsung mengangkat tubuh Zidney tanpa aba-aba.


"Zane turunkan Zidney, Zidney bisa jalan sendiri."Ucap Zidney.


Namun Zane tidak menanggapi ucapan Zidney dan terus berjalan menuju mobil Zidney.


Zane memasukan Zidney kedalam mobil dan langsung menutup pintunya sebelum mendengar ocehan Zidney.


"Mobilnya nampak mewah, tapi tampilan orangtuanya sederhana. Sebenarnya dia siapa."Gumam Zane.


"Terimakasih ya nak, kalau boleh Mbok mau minta tolong. Tolong antar motor neng Zidney ke alamat ini."Ucap Mbok Minah, Mbok Minah langsung menaiki mobil sebelum mendengar jawaban Zane.


"Sial!! dikira aku tukang suruh apa."Gumam Zane.


Zane memasuki kelas setelah melihat mobil yang di naiki Zidney pergi.


"Zane apa kau sudah mulai suka dengan gadis cupu itu."Tanya Killian saat dia tau sahabatnya telah kembali dari ruang UKS.

__ADS_1


"Mau ku hajar wajah mu biar tambah jelek."Ucap ketus Zane.


Killian yang tidak mau jadi jelek karena pukulan dari sahabatnya memilih untuk diam.


"Tumben sekali Zane perduli dengan wanita, bahkan jika ada wanita cantik di jalan tengah sekarat aku yakin Zane tidak akan menolong. Tapi ini si cupu, dia menolong si cupu."Gumam Killian dalam hati.


Zane adalah laki-laki yang dingin dan cuek dengan keadaan sekitar kecuali terhadap Momy dan kakak perempuannya, Zane akan berubah jadi laki-laki yang hangat.


"Nanti kau temani aku ya."Ucap Zane.


Killian hanya mengangguk karena tidak mau membangunkan manacan tidur.


Sepulang sekolah, Zane mengantar motor milik Zidney dengan di temani Killian.


"Zane aku harap kamu bawa motor nya jangan seperti maling jemuran yang ketangkap basah."Ucap Killian.


Zane hanya diam tidak menanggapi ocehan Killian, namun otak kecil Zane miliki rencana jahat untuk Killian.


Zane menancap gas motor dengan kencang tanpa aba-aba sehingga membuat Killian sedikit terjengkal.


"Setan sialan, kau mau buat aku mati muda apa gimana Zane!!"Ucap Kesal Killian.


Zane hanya cekikikan melihat wajah kesal killian dari kaca sepion, tidak berhenti di situ Zane mengendarai motor milik Zidney seperti sedang ikut lomba balap motor.


Dan itu membuat Killian menjerit dan tidak berhenti mengumpat di dalam hati.


"Sahabat kurang ajar, aku belom mau mati Zane siallan!!"Umapat Killian.


Parahnya lagi Zane asal mengegas motor bebek itu saat ada polisi tidur membuat Kilian terhempas ke atas dan pantatnya terbentur jok motor dengan keras.


Zane hanya tertawa terbahak melihat wajah kesall Killian.


Setelah 4 kali belokan, 12 kali polisi tidur dan satu perempatan akhir ya mereka sampai didepan rumah mewah. Namun Zane dan Killian merasa tidak percaya bahwa itu rumah Zidney.


"Kau yakin?"Tanya Killian.


"Sepertinya, Tidak."Ucap Zane.


Rasanya Killian ingin sekali menghajar wajah tanpa dosa sahabatnya itu.


"Killian coba kau tekan bellnya."Ucap Zane.


"Kenapa tidak kau saja, aku masih kesal dengan mu. kau telah membuat rambut ku acak-acakan dan belum lagi pantat ku kau benturkan di jok dengan tidak sopan nya."Ucap Kesal Killian.


Zane ingin sekali tertawa terbahak melihat keadaan sahabatnya yang seperti habis terkena badai.


"Iya maafkan aku kawan."Ucap Zane menahan tawa.


Killian hanya melirik tajam ke arah Zane, lalau melangkah untuk menekan bell rumah mewah itu.


Lalu tak berapa lama keluarlah sang satpam.


"Cari siapa dek?"Tanya satpam.


"Ini pak, kami teman Zidney ingin mengantar motor milik Zidney."Ucap Zane.

__ADS_1


"Oh teman nya non Zi, silahkan masuk den."Ucap Satpam.


Zane dan Killian masuk ke dalam Mansion Zidney.


"Zane apa benar Zidney sekaya ini, tapi kenapa dia seperti gembel jika di sekolah."Ucap Killian tanpa filter.


"Kau bisa diam tidak."Ucap Zane.


"Iya..."Ucap Kesal Killian.


Zane dan Killian di persilahkan duduk di sofa ruang tamu Zidney.


Tak berapa lama datanglah Zidney dengan tampilan beda namun tetap ada tompel di pipinya sebesar uang logam lima ratusan.


"Zane dan Killian, kalian ada apa?"Tanya Zidney.


"Kami hanya mengantar motor mu saja."Ucap datar Zane.


"Terimakasih Zane."Ucap Zidney.


Killian hanya memperhatikan dua manusia ini saling pandang memperhatikan satu sama lain.


"Zidney apa ini benar rumah mu?"Tanya Killian tiba-tiba.


"Bukan..."Ucap Zidney.


"Lalu ini rumah siapa?"Kini giliran Zane yang bertanya.


"Rumah orangtua ku."Jawab Zidney.


Killian dan Zana di buat melongo dengan jawaban ambigu dari Zidney.


Sebelum Zane dan Killian pergi, Zidney meminta pada mereka agar tidak memberi tahu tentang siapa Zidney sebenarnya.


Zane dan Killian pamit untuk pulang namun mereka mempunyai kendala.


"Lalu bagaiman cara kita pulang Zane!"Ucap Kesal Killian, sebab mereka meninggalkan mobil mereka di sekolah.


"Kau bertanya pada ku lalau aku bertanya pada siapa?"Jawab Zane tak kalah kesalnya.


"Kenapa tadi tidak kau bawa saja mobilnya!"Tanya Killian.


"Ahhh, aku lupa jika kita bawa mobil kesekolah."Ucap Zane tanpa beban.


"Dasar Zane bodoh!!"Teriak Killian.


"Kau anak Briyan tak punya otak!!"Balas Zane.


"Zane anak Mark tak punya akhlak."Balas Killian.


Begitu seterusnya sampai mereka tiba Mansion mereka.


Zane dan Killian baru sadar bahwa Mansion mereka dengan Mansion Zidney hanya melewati dua belokan dan 6 polisi tidur.


"Killian selama tiga tahun kita sekolah kenapa kita baru sadar jika Mansion kita berdekatan dengan Mansion Zidney."Ucap Zane.

__ADS_1


"Aku pun tak tau."Ucap Killian.


__ADS_2