Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
[Season 2]


__ADS_3

“Maafkan sikap saya tadi pak, sudah lancang peluk bapak.” Ucap Zoe.


Kini keduanya sudah berada di parkiran kantor milik Darell setelah kejadian di restoran tadi, keduanya sepakat untuk kembali kekantor dan membereskan pekerjaan mereka yang tertunda sebelum akhirnya pulang.


Zoe menunduk malu saat meminta maaf tentang kejadian restoran tadi, gadis itu memaki tindakannya yang bodoh itu didalam hati.


“Jadi gimana?” Tanya Daren.


Zoe mendongak kemudian menatap Daren yang tengah tersenyum, “Senyum apa itu?” Batin Zoe.


“Ba-bagaiman apa Pak?” Tanya Zoe yang tak faham, bukankah seharusnya masalahnya selesai Ketika dia meminta maaf dan menjelaskan semuanya.


“Kan kita masih pacaran?” Daren mengerlingkan matanya.


“Pa-pacaran?”


“Apa kamu lupa, bukannya kamu tadi memeluk dan kemudian mengatakan jika ak…” Daren menghentikan ucapannya karena Zoe menutup mulutnya dengan tangannya.


Zoe merasa malu saat Daren mengingatkan kejadian konyolnya yang mengakui Daren sebagai pacarnya saat didepan Arkan.


“Stop Pak! Jangan dibahas, saya sudah bilang itu hanya sandiwara.” Ucap Zoe kesal.


“Tapi bagaiman jika aku menganggapnya serius.” Daren menarik tangan Zoe sehingga tubuh Zoe tertarik semakin mendekat kearah Daren.


Tatapan mereka bertemu membuat jantung mereka berdegup tak biasa.


“Cantik.” Batin Daren.


“Jantung ku kenapa berdegup sekencang ini?” batin Zoe, “tetapi Daren jika di lihat-lihat tampan juga.” Zoe terlena dalalam pesona Daren tetapi fikirannya itu buru-buru dia enyahkan seketika saat dia ingat bahwa lelaki di depannya adalah mantan kekasih sahabatya.


Fyuuuhhh…


Daren meniup wajah Zoe, membuat Zoe tersadar dari kekagumannya terhadap ketampanan Daren. “Jangan memandangku terlalau intens nanti


Kau jatuh cinta.” Ucap Daren dengan senyum dibibirnya.


“Iss, percaya diri sekali anda.” Zoe mendorong tubuh Daren menjauh.


“Kenapa kan memang aku tampan dan kaya, wanita mana yang tak mau menjadi kekasih ku.” Ucap Darena sombong, ya memang perkataannya benar dirinya memang tampan dan kaya raya membuat setiap wanita yang melihat jatuh kedalam pesonanya.


“Ohh tapi maaf ya Pak, saya tidak suka bekasan teman saya.” Zoe keluar dari dalam mobil Daren dan kemudian menutup pintu mobilnya dengan keras.


Brakkk!!!!


“Percaya diri sekali lelaki itu.” Gumam Zoe.


Sementara Daren hanya menatap Zoe dengan tatapan penuh arti, “bukan kah kamu yang mengakui ku sebagai kekasih mu, maka jangan salahkan jika aku mewujutkannya.” Gumam Daren dengan senyum tipis dibibirnya.


*****


Zoe berjalan menuju ruangan Kalea, dirinya akan menumpahkan rasa kesalnya kepada sahabatnya itu.


“Lea!! Ohh, astaga!!!” Zoe terbelalak kaget saat mendapati wajah sahabatnya babak belur penuh memar.


“Zoe…” gumam Kalea.

__ADS_1


“Kalea apa yang terjadi?” Tanya Zoe.


“Ahhh, biasa aku habis berkelahi dengan mak lampir.” Ucap Kalea dengan sedikit kekehan, dirinya tau Zoe pasti cemas melihat keadaannya yang mengenaskan ini.


“Kenapa sampai luka begini.” Zoe menyentuh sudut bibir Kalea yang memar.


“Aakkhh, sakit.” Keluh Kalea saat jari Zoe tak sengaja menekan lukanya.


“Maaf…” Cicit Zoe, tadinya dia mau mengamuk tetapi melihat keadaan Kalea yang mungkin bisa dikatakan sudah mendapat balasan dari Tuhan jadi dirinya mengurungkan niatnya.


“Bagaman dengan Arkan?” Tanya Kalea penasaran.


Zoe memutar bola matanya malas saat mengingat kejadian di resto tadi, kemudian dengan berat hati dia menceritakan semua yang dia alami di resto tadi.


“Hahaha, jadi kamu mengaku menjadi pacar Daren agar Arkan tidak terus-terusan meminta kamu menjadi pacarnya.” Kalea tertawa terpingkal setelah mendengar cerita Zoe, sedang Zoe merasa kesal melihat respon Kalea yang malah menertawakannya.


“Lucu ya, hahaha.” Kesal Zoe. Gadis itu mencebikkan bibirnya.


Kalea berdehem menetralkan tawanya, “iya maaf, gue kira lo bakal baik-baik aja sama Arkan, lagian lo juga bukannya ada rasa sama Arka?” Tanya Kalea.


“Lo tau kan gue hidup di keluarga yang kaya apa, bagi gue menjalin hubungan itu tidak semudah yang elo dan Darell alami.” Ucap Zoe.


Kalea sadar Zoe memiliki trauma tentang pernikahan karena dia tumbuh dari keluarga yang hancur karena perselingkuhan, namun semua itu tidak bisa terus menjadi ketakutan untuk Zoe dia sudah dewasa dan sudah seharusnya berumah tangga.


“tapi Zoe kamu belum mencoba menjalin hubungan dengan lelakilain, tidak semua lelaki sama seperti ayah mu. Arkan pasti berbeda Zoe.” Kalea mencoba memberi pengertian kepada Zoe, bahwa tidak semua lelaki itu sama seperti Papanya.


“Arkanlah yang membuat ketakutan ku akan pernikahan semakin bertambah.” Zoe menyugar rambut panjang yang iya gerai indah itu, gerakan tangannya menggambarkan seberapa dia frustrasinya.


“Maksut kamu apa Zoe?” Tanya Kalea.


Kalea terkejut mendengar ucapan Zoe, kenapa selama ini Zoe tidak pernah memberitahunya jika dia tau mungkin dia tidak akan mau mengabulkan permintaan Arkan yang memintanya untuk membawa Zoe bertemu dengannya.


“Zoe, maafkan aku jika aku tau kejadiannya seperti itu. aku tidak akan mengizinkan Arkan menemui mu.” Kalea menyesal membuat Zoe mengingat luka masalalunya, kini dia faham kenapa Zoe selalau menolah lelaki yang mau mendekati dirinya. Zoe selama ini membangun tembok tinggi antara dirinya dan pria lain.


“Sudahlah kamu tidak salah ini memang sudah takdir ku.” Ucap Zoe.


“Lalu bagaman dengan perjodohan mu?” Tanya Kalea.


Sungguh Kalea tidak akan rela jika Zoe di jodohkan dengan pria yang sangat buruk prilakunya.


“Entahlah, aku masih harus mencari jalan keluar aku juga tak mau jika Papa masuk penjara. Meski dia telah menelantarkan aku tetapi dia tetap ayah ku.” Ucap Zoe.


Itulah Zoe meski dia sudah di abaikan dan di telantarkan oleh Papanya dirinya juga tidak bisa melihat Papanya kesusahan.


“Aku pasti akan selalu membantu kamu Zoe.” Kalea memeluk tubuh Zoe memberi kekuatan pada sahabatnya itu.


“Terimakasih Kalea kamu memang bisa diandalkan.’’ Ucap Zoe.


Tidak mereka sadari ternyata ada sepasang telinga yang menguping pembicaraan mereka, orang itu tersenyum tipis.


*****


Malam ini seperti janjinya kepada Sisilia, demi menyudahi hubungannya dengan Sisilia. Darell mendatangi apartemen milik Sisilisa jika bukan karena Kalea yang memaksa nya Darell pun tak mau menemui wanita itu.


“Kau sudah datang.” Sambut Sisilia, wanita itu mengenakan gaun tidir yang sangat tipis dan juga belahan dada yang sangat rendah. Darell semakin jijik melihat Sisilia yang bersikap murahan.

__ADS_1


“Ayo masuk.” Sisilia menarik tangan Darell untuk masuk kedalam apartemennya.


Sisilia menempelkan dadanya kelengan Darell saat dirinya memeluk lengan kokoh milik Darell, sungguh rasanya Darell ingin sekali membunuh Sisilia.


“Lepas! Dan cepat katakana apa yang mau kau katakan, waktu ku tidak banyak.” Ucap Darell, dirinya menghempaskan tangan Sisilia dan menjauh dari Sisilia.


“Silahkan duduk dulu, aku akan membuatkan minum untuk mu.” Sisilia melangkah pergi menuju dapur dan membuatkan minuman untuk Darell.


Beberapa menit kemudian Sisilia datang dengan membawa nampan yang berisi minuman berwarna kuning dengan kue didalam toples kecil.


“Minumlah dulu.” Ucap Sisilia.


“Aku tidak haus!” sentak Darell.


“Oke baiklah jika kamu tidak mau minum, aku hanya ingin meminta maaf pada mu karena ke egoisan diri ku yang mengganggu rumah tangga mu.” Ucap Sisilia dengan wajah penuh penyesalan.


“Sudah, hanya itukan yang mau kau katakana. Kalau begitu aku akan pulang.” Ucap Darell.


“Tapi Darell kenapa? Kenapa kamu semudah itu melupakan cinta kita?” Tanya Sisilia, nampak nya wanita itu belum terima jika Darell sudah tidak mencintainya.


Takk…


Darell mengeluarkan amplop coklat dari dalam jasnya dan kemudian melemparnya kehadapan Sisilia sampai isi amplop itu berhamburan keluar.


Mata Sisilia membulat sempurna saat melihat isi amplop itu, “Tidak…” gumam nya.


“Ini editan Darell.” Ucap Sisilia menggeleng.


“Hahaha, kau bilang itu editan. Bahkan aku punya versi CD nya Sisilia, kau sudah menghiyanati ku Sisilia mulai detik ini jangan kau temui aku lagi. Aku jijik melihat tubuh mu yang sudah di jamah pria hidung belang.” Darell mentap jijik kearah Sisilia.


“Oke, tenang dulu Darell duduk lah. Aku akan menjelaskan nya jika setelah ku jelas kan kau tetap membenci ku maka kau boleh pergi.” Sisilia membujuk Darell agar tenang dan duduk kembali disofanya.


“Minumlah dulu agar emosi mu reda.” Sisilia menyodorkan segelas jus jeruk kepada Darell.


Tanpa curiga Darell langsung meneguk minuman itu, tadinya dia berniat akan langsung pergi setelah memberikan bukti perselingkuhan Sisilia yang dia dapat dari Daren tetapi entah mengapa saat melihat wajah Sisilia yang memohon dirinya jadi lemah.


“Cepat jelaskan apa yang mau kau jelakan!”


“Jadii…” Sisilia menghentikan ucapannya karena Darell memekik kesakitan.


“Akhhh, apa yang kau campur dalam minuman ku sialan!” Darell memegang kepalanya yang berdenyut nyeri dan pandangan nya yang mulai kabur, rasanya dia tidak bisa menahan kantuk nya.


“Hahahaha, kau bodoh sayang. Beraninya kau datang ke rumah ****** seperti ku.” Sisilia tersenyum puas melihat Darell yang sudah lemas tak berdaya.


“Murahan…” Gumam Darell sebelum dia hilang ingatan.


Sisilia tertawa puas dengan rencananya yang berhasil, wanita itu telah mencapur minuman Darell dengan sedikit obat tidur.


“Ku pastikan rumah tangga mu akan hancur setelah ini dan kau akan kembali kepelukan ku sayang.” Sisilia memapah Darell menuju kamarnya.


******


Pantasnya Sisilia ini kita apakan???


Gimana nasip Darell?

__ADS_1


__ADS_2