Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Merasa cemburu


__ADS_3

"Momy..."Panggil Fay.


"Sayang nya Mom, sudah pulang."Micell menghampiri Fay.


"Sudah, tadi di jemput Ounty Nailla, tapi Ounty enggak bisa jenguk Mom dulu. Soal nya dedek Marvel sedang demam."Oceh Fay.


"Iya, Mom kan sudah sehat jadi tidak perlu di jenguk."Ucap Micell.


"Apa putri Pipi sudah melupakan Pipi nya."Ucap Mark.


"Pipi kok ada di sini? maaf tadi Fay tidak lihat."Ucap Fay.


Anak kecil itu mendekati Pipi nya dan merentangkan tangan nya. Meminta di gendong.


Fay mencium pipi kiri dan kanan Mark, gadis itu tersenyum kala menatap wajah Ayah nya.


"Ayo kembali ke kamar Mom mu."Ucap Mark, Laki-laki itu berjalan mendahului Micell yang berjalan dengan tertatih.


"Kamu lama sekali?" Mark mengangkat tubuh Micell tanpa aba-aba, setelah Mark mengantar Fay ke kamar Micell.


"Jantung ku berdegub kencang, tampan sekali duda satu anak ini. Rahang yang kokoh, aroma yang wangi."Gumam Micell, tanpa Micell sadari tangan nya sudah berada di pipi Mark.


"Apa kau menggoda ku?"Mark menyadarkan Micell dari keterpesonaan nya pada duda satu anak itu.


"Maaf pak, tadi ada nyamuk di pipi Bapak."Ucap Micell bohong.


"Bodoh nya kau Micell."Gumam Micell dalam hati.


Mark mendudukkan Micell di tempat tidur nya.


"Terimakasih Pak."Ucap Micell.


Mark hanya menatap dingin Micell, dan melenggang pergi menuju sofa.


"Momy, tadi Fay di ajak Ounty makan di kedai bebek bakar, enak sekali."Oceh Fay.


"Nanti kalau Mom sudah sembuh, Mom akan buatkan bebek yang enak untuk Fay."Ucap Micell.


"Asyik... Mom terbaik."Fay mencium pipi Micell.


Mark hanya mendengar percakapan Anak nya dengan Micell tanpa melihat ke arah mereka, Namun senyum tipis terlukis di wajah Micell.


Tak berapa lama, suara Fay tidak terdengar ternyata anak itu sudah tertidur di pelukan Micell.


"Apa Fay tidur?" Tanya lirih Mark.


"Iya, mungkin dia lelah bermain di sekolah." Ucap Micell.


Mark memperhatikan gerak gerik Micell, wanita itu sangat perhatian dengan Fay.


"Mom... Mom Micell jangan pergi."Gumam Fay.


Micell yang menyadari bahawa Fay tengah mengigau, dia langasung mengusap kepala Fay dan membisik kan sesuatu.


"Mom tidak akan pergi sayang."Ucap Micell di telinga Fay.


Begitu Fay mendengar bisikan Micell, perlahan Fay tertidur dengan tenang.


Perlakuan Micell membuat hati Mark sedikit tersentuh.


"Dia mengigau?"Tanya Mark.

__ADS_1


Micell hanya mengangguk dan tersenyu.


"Dia cantik juga jika sedang tersenyum dan bersikap normal." Gumam Mark dalam hati.


Tak berapa lama masuklah seorang perawat dengan Seorang laki-laki dan anak perempuan.


"Maaf Bu Micell ada yang ingin bertemu."Ucap perawat itu.


Setelah perawat mengantar tamu yang ingin bertemu dengan Micell, perawat itu lalu pergi.


"Maaf jika saya mengganggu waktu anda semua, perkenalkan saya Briyan dan anak saya Natasya."Ucap Briyan.


"Ounty cantik."Panggil Natasya.


"Hay... sayang."Balas Micell.


Mark yang duduk di sofa, hanya menatap Briyan dengan tatapan tak suka.


"Saya Micell, Tuan Briyan."Ucap Micell.


"Maaf jika saya mengganggu, tapi anak saya meminta bertemu denga anda."Ucap Briyan.


"Dia cantik sekali."Gumam Briyan dalam hati.


"Ehhemmm."Mark berdeham.


"Ahh, perkenalkan dia Pak Mark. Boss saya."Ucap Micell memperkenalkan Mark.


"Briyan."Mengulurkan tangan nya.


"Mark."Menyambut uluran tangan Briyan.


"Ounty, dia siapa?" Tany Natasya.


Ucapan Micell seketika membuat raut wajah Briyan berubah.


"Aku sangka dia belum menikah, tapi ternyata dia sudah memiliki anak."Gumam Brian dalam hati.


"Momy..."Panggil Fay, rupanya Fay terganggu dengan suara Natasya dan Micell.


"Anak Momy, sudah bangun."Mengelus kepala Fay lembut.


"Dia siapa Mom?" Tanya Fay.


"Ini nama nya Natasya sayang, ayo berkenalan."Ucap Micell.


Fay dan Natasya pun saling berkenalan, dan tidak butuh waktu lama untuk membuat mereka berdua menjadi akrab.


Sedang Kedua laki-laki dewasa itu tengah diam memandangi 3 wanita beda usia itu tengah bermain.


"Micell!!!" Panggil seseorang.


Orang itu masuk dan langsung memeluk Micell.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Nion.


Laki-laki yang baru masuk adalah Nion, dia datang bersama Helena.


"Kenapa kau menjadi akrab dengan ku?"Bisik Micell.


"Mainkan saja alur nya."Balas Nion.

__ADS_1


Ternyata Nion ingin membuat Helena ceburu dengan perlakuan manis nya terhadap Micell.


"Om Nion jangan peluk Momy nya Fay."Ucap Fay galak.


"Iya maaf kan Om, Om sangat mencemaskan Momy mu."Ucap Nion.


"Laki-laki lacnat ini, apa yang sedang dia rencanakan."Gumam Micell dalam hati.


Mereka tidak tau, bahwa di ruangan itu terdapan dua manusia yang hati nya terbakar secara tiba-tiba.


"Kenapa Niom dekat sekali dengan mantan tunangan nya itu, dan kenapa aku merasa sakit hati."Gumam Helena dalam hati.


"Sepertinya kalian sangat dekat ya, terlepas dengan setatus kalian sebagai manatan tunangan."Sindir Mark.


"Tidak Pak, kami hanya berteman."Elak Micell.


"Apakah Nona Micell, sudah menikah."Tanya Briyan.


"Saya belum menikah Tuan."Ucap Micell.


Briyan yang mendapatkan jawaban sesua dengan apa yang dia harapkan, merasa ada secerca harapan untuk mendekati Micell.


"Nona Micell, bagaimana ke adaan mu."Tanya Helena.


"Saya baik Bu Helena."Ucap Micell.


Helena mendekati Micell yang tengah bermain dengan Fay dan Natasya.


"Micell, laki-laki itu siapa?" Tanya lirih Helena.


"Dia adalah ayah dari anak ini."Tunjuk Micell ke arah Natasya.


"Halo, Ounty."Sapa Natasya.


"Halo anak manis."Jawab Helena.


Karena jam besuk sudah habis, semua yang mengunjungi Micell harus pergi. Terkecuali Mark dan Fay.


Di Mobil Nion, laki-laki itu tengah terdiam melihat atasan nya hanya menatap tajam pada jalanan.


"Nona Helena, kenapa diam saja?"Tanya Nion.


"Ingin saja."Ucap Helena cuek.


Nion kembali diam, karena tidak mau memgganggu Helena yang tengah entah kenapa.


"Kemarin kau mengecup bibir ku lalu sekarang kau bersekatan dengan mantan tunanagan mu."Gumam Helena dalam hati.


"Nion apa kau masih menyukai Micell?" tanya Helena.


"Tidak, aku sudah mencintai wanita lain."Ucap Nion tanpa ragu.


"Apa!!! kau sudah memilki wanita lain."Benak Helena.


Saat mobil sudah berhenti di depan halaman Mansion Helena, wanita itu melepas sabuk pengaman nya lalau menarik tengkuk Nion.


Cupp...


Helena ******* habis bibir Nion, Nion yang mendapat serangan tiba-tiba hanya memelototkan mata nya.


"Kita lihat, apa kau bisa melupakan ciuman ku kali ini, kau sudah membuat hati ku kacau balau. Karena ciuman singkat mu lalu kau mau mencari wanita lain."Ucap Helena dalam hati.

__ADS_1


Helena melepas ciuman nya lalu, beranjak keluar dari mobil dan berlari masuk ke Mansion nya.


__ADS_2