Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Zane dan Zidney [Burung kakak tua]


__ADS_3

Malam hari Zane terus teringat dengan wajah cantik si gadis yang dia tabrak di toko buku, sama persis dengan wajah Zidney saat tompelnya di tutup.


"Apa iya Zidney dan gadis yang aku tabrak itu adalah gadis yang sama"Gumam Zane.


Namun otak Zane selalu ingin menolak jika mereka itu sama, tapi hati Zane memiliki firasat bahwa mereka adalah gadis yang saman.


"Kenapa otak sama hati engakk singkron."Zane menepuk keningnya.


Tak berapa lama pintuk kamar Zane di ketuk oleh seseoarang.


"Siapa?"Tanya Zane.


"Kak Zane, ini Kalea."Ucap gadis manis itu.


Zane beranjak dari tidurnya berjalan kearah pintu dan membuka pintu kamarnya.


"Lea, sama siapa?"Tanya Zane.


Zane mendekati anak kecil dengan baju piyama berwarna pink dengan gambar BT21.


"Tadi Lea sama Kak Illi."Ucap Kalea.


Zane mengajak Kalea untuk turun kelantai bawah.


"Lea mau es krim?"Tanya Zane.


"Boleh kak Zane."Ucap Kalea.


Saat Zane berjalan ke dapur tak sengaja Zane melihat Killian tengah mengobrol dengan kakaknya.


Zane tida merasa aneh jika mereka berdua akrab, yang membuat Zane merasa aneh adalah tatapan Killian terhadap kakaknya sangat berbeda.


"Apa Killian benar-benar memiliki rasa dengan Kak Fay."Gumam Zane.


Zane tidak ambil pusing toh jika Killian menyukai kakak nya itu tidak masalah.


Zane menuju ke lemari es dan mengambil semangkuk es krim untuk Kalea.


"Lea, ini es krim nya."Ucap Zane, laki-laki itu menggendong Kalea dan mamangkunya.


"Lea boleh habiskan tidak kak?"Tanya Kalea.


"Tentu boleh dong."Ucap Zane.


Zane tengah menonton tv dengan Kalea di pangkuannya.


"Kalea sayang, sudah lama nak?"Tanya Micell.


"Iya, Lea sudah habiskan satu mangkok es krim Momy."Ucap Kalea.


Kalea turun dari pangkuan Zane dan mendekati Micell.


"Mom Micell, boleh tidak Lea tidur sama Momy?"Ucap Lea.

__ADS_1


Mark yang ada di samping Micell, harap-harap camas jika Lea tidur dengan Micell bisa-bisa Mark tidak bisa manja dengan istrinya itu.


"Tidak, Lea pulang ya nanti Mama sama Papa nyariin Lea."Ucap Mark.


"Kata Papa Briyan Kalea boleh tidur sama Momy Micell."Ucap Kalea lagi.


"Kalea boleh kok tidur sama Momy Micell."Ucap Micell.


Tubuh Mark seketika melemas saat mendengar ucapan dari sang istri.


"Ahh, masa aku gagal lagi sih. Aku kan mau manja manjaan sama Micell."Gumam Kesal Mark.


Mark kesal karena ini adalah waktunya dia buka puasa setelah menunggu tamu bulanan Micell selesai.


"Aku akan menelvon Briyan agar dia menjemput anak nya itu."Gumam Mark.


Zane tertawa saat melihat wajah Pipinya kesal.


"Apa aku ikut tidur dengan Momy saja ya, sekalian saja aku bikin Pipi kesal. Sekali-kalikan liat Pipi jauhan sama Momy, nempel terus sih kayak prangko."Gumam Zane dalam hati.


Zane akhitnya masuk kedalam kamar Momynya dan ikut tidur di kamar Momynya.


Sedang Mark tengah menelvon Briyan.


"Hallo... Ada apa Tuan sombong."Ucap Briyan dari sebrang.


"Hey kau Tuan menyebalkan, cepat bawa putri mu dari Mansion ku. Enak saja kau menyuruh putri mu tidur dengan istri ku."Ucap Mark kesal.


Briyan yang tau jika Mark sedang kesal tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menambah kekesalan Mark.


"Kau bilang sekali, sekali kepala mu ini sudah sering dan ini apa kau sedang di hotel dengan Helena. Wahhhh enak sekali kau ya!!"Ucap Mark.


Briyan mematikan telvonnya secara sepihak.


Tut tut tut tut


"Hallo Briya!! sial dimatikan lagi."Ucap kesal Mark.


Mark merasa sangat kesal dengan Briyan.


"Awas kau ya Tuan menyebalkan akan ku balas kau."Ucap Mark.


Mark berjalan menuju kamarnya, dan betapa terkejutnya saat melihat kamarnya sudah penuh dengan Zane, Fay, Killian dan Kalea. Serta Micell berada di tengah-tengah Fay dan Kalea.


"Ohhh, Tuhan satu saja sudah membuat ku pusing. Ini di tambah tiga kucing liar yang ikut bergabung."Gumam Mark dalam hati, Mark mengusap kepalanya dengan kasar.


Sebelum Zane meminta izin pada Micell untuk tidur bersama, Zane mengirim pesan pada Kakak nya untuk ikut membuat Pipinya kesal.


Akhirnya Mark hanya tidur di lantai dengan beralaskan kasur lipat tanpa ada belaian dan pelukan dari Micell.


"Hahahaha, tau rasa kan Pipi tidur di lantai. Sekali-kali harus di jauhkan dari Momy."Ucap Zane dalam hati.


Malam berganti pagi dengan cepat, karena ini adalah bari libur jadi sudah biasa jika keluarga Mark bangun siang.

__ADS_1


Zane pertama bangun dan kemudian di susul Micell dan Killian.


"Momy... Zane masih ngantuk."Ucap Zane manja.


Zane sengaja manja karena tau jika Pipinya sudah bangun dan tengah menatap mereka dengan tatapan dingin.


"Zane ajak Killian keluar dari kamar Pipi sekarang juga."Ucap Mark dingin.


Zane dan Killian yang mendengar ucapan dingin dari Mark seketi menjadi merinding.


"Iya..."Ucap Zane dan Killi.


Zane dan Killian akhirnya keluar dari kamar Micell dan Mark.


"Zane, Pipi Mark jika marah serem ya."Ucap Killian.


"Iya, kayak bebek di ijek ekor nya."Ucap lawak Zane.


"Kamu pernah ijak ekor bebek dimana?"Tanya Killian.


"Mau tau aja."Ucap Zane.


Akhirnya Zane dan Killian melanjutkan tidur mereka di kamar Zane.


Sedang Mark masih bingung harus tidur dimana, sebab masih ada Fay dan Kalea. jangan sampai Mark di tendang dari atas ranjang, gara-gara Fay dan Kalea bangun saat mereka asyik berciuman.


"Sayang aku tidur dimana?"Ucap Mark memelas.


Micell namapak menahan tawa jika sudah melihar wajah Mark yang memelas.


"Tidur di sofa dulu ya sayang."Ucap Micell.


"Masak aku tidur di sofa si sayang."Ucap Mark tak terima.


"Ya sudah tidur di samping Kalea saja."Ucap Micell.


Mark pun menurut lebih baik dia tidur di samping Kalea dari pada di sofa.


Saat Mark akan merebahkan tubuh nya di samping Kalea, tiba-tiba Kalea berbalik dan...


Bughh!!


Kaki Kelea menendang tepat di bagian burung kakak tua Mark.


"Auhhh..."Gumam Mark pelan dengan menahan sakit di bagian burung kakak tua nya.


"Sayang kamu tidak apa-apa?"Tanya Micell.


Merk hanga menggeleng sambil menahan sakit.


"Bapak sama anak sama-sama bikin kesal."Gumam Mark dalam hati.


Mark akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan tidurnya, Mark berjalan keluar dari kamarnya memuju meja makan.

__ADS_1


"Awas kau Briyan akan mubalas."Gumam Mark.


__ADS_2