Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Kepergian Natasya


__ADS_3

Di negara lain laki-laki dengan setelan jas abu-abu, tengah menatap tajam para karyawan nya.


"Kalian fikir perusahaan ini hanya menggaji pekerja pemalas seperti kalian!!"Bentak Nion.


"Maafkan kami Pak, kami akan memperbaiki semuanya."Ucap kepala devisi keuangan.


"Saya tidak mau tau, kalian harus memperbaiki sistim kerja perusahaan ini."Nion pergi meninggalkan ruangan Meeting.


Bagaiman Nion tidak marah jika para pekerjanya saja sangat tidak disiplin, belum lagi dengan mereka yang melakukan penggelapan dana perusahaan.


"Apa aku harus memecat semua karyawan ku"Gumam Nion.


Nion kembali dudu di kursi kebesaran nya, laki-laki itu memandnag figura seorang wanita yang tengah dirindukannya.


"Aku merindukan mu Helena, aku tau kau pasti kecewa dengan ku. Keputusan ku meninggalkan mu tanpa alasan."Gumam Nion.


Sementara itu,


Helena wanita yang memiliki tubuh ramping denga rambut panjang terurai, tengah menatap pantulan dirinya di depan cermin.


Wanita itu tengah mempersiapkan diri karena malam ini adalah malam pertunangannya dengan Briyan, laki-laki duda beranak satu yang di jodohkan Dadynya.


"Selmat malam Nona Helena."Sapa Micell, tentu Micell hadir karena dia dan Helena telah menjadi sahabat berkat Mark.


"Malam juga Micell, tolong panggil aku Helena atau Kak Helena jangan ada embel-embel Nona."Ucap Helena.


"Ahhh baikalah, Kak Helana."Ucap Micell sambil tersenyum.


"Kau datang dengan Mark?"Tanya Helena.


"Iya, aku datang dengan Mark dan Fay juga. mereka ada di bawah."Ucap Micell.


Sebenarnya Micell menemui Helena karena ingin menanyakan sesuatu.


"Kak Helena, boleh aku bertanya?"Ucap Micell.


Helena mengalihkan pandangannya dari cermin dan memandang Micell, Wanita cantik dengan mengenakan gaun selutut berwarna Pink muda.


"Silahkan."Ucap Helena.


Micell mendekati Helena lalu menggenggam tangan wanita itu, Micell tau hubungan Helena dan Nion.


"Apa kau yakin ingin menerima lamaran Tuan Briyan? apa kau sudah melupakan Nion?"Tanya Micell.


Pertanya Micell seketika membuat jantung Helena berpacu cepat, hanya dengan mendengar nama Nion saja Helena sudah berdebar.


"Aku hanya manusia biasa Micell, aku telah memberikan yang berharga dari ku kepada Nion. Tapi dia malah pergi dengan alasan yang tidak jelas, kau tau sulit bagi ku menerima semua ini tapi satu hal yang harus kamu tau. Aku tidak bisa meninggalkan duda satu anak itu."Ucap Helena.


Helena berdiri dari tempat duduknya lalu menjajarkan tubuhnya dengan tubuh Micell, dan mereka menatap pantulan tubuh mereka di cermin bersamaan.


"Micell coba lihat, bukankah kita sama. Sama-sama menerima duda beranak satu, dan aku tau bagaiman perasaan mu saat Fay memanggil mu Momy. Rasanya tenang dan bahagia."Ucap Helena.


"Aku tau, kini kamu sudah bisa menerima dan membuka hati untuk Tuan Briyan."Ucap Micell.

__ADS_1


"Aku hanya berusaha membahagiakan mereka dan membuat diri ku nyaman."Ucap Helena.


Malam semakin larut pesta pertunanga Helena dan Briyan berjalan lancar, mereka kini tengah resmi bertunanagan.


Sementara itu Mark tengah memandang dingin pria yang ada di hadapan nya.


"Apa kau masih dendam dengan ku, lihatlah aku sudah bertunanagan tidak mungkin aku merebut Micell dari mu."Ucap Kesal Briyan.


Briyan merasa sanagat jengkel dengan sikap Mark yang terlalu berlebihan, Mark selalu saja curiga dengan nya.


"Aku tidak melakukan apa-apa kenapa kau emosi?"Tanya Mark dengan santai.


"Ya!! bagaimana aku tidak emosi jika cara menatap mu seperti menatap seseorang yang tengah ke tahuan selingkuh."Ucap Briyan.


Saat Mark dan Briyan tengah berbicara tiba-tiba mereka mendengar sura gelas pecah.


Prangggg!!!


"Natasya!!"Teriak Fay.


Natasya jatuh pingsan dengan darah yang mengalir deras dari kedua hidungnya.


Briyan yang melihat putrinya pingsan tanpa menunggu langsung berlari ke arah Natasya.


"Natasya, sayang bangun Nak."Briyan menepuk halus pipi Natasya agar Natasya sadar.


"Briyan kenapa Natasya?"Tanya Helena cemas.


Mereka membawa Natasya pergi kerumah sakit, di jalan Fay tak henti-hentinya menangis karena dia merasa bersalah.


"Momy ini salah Fay, seharusnya tadi Fay tidak minta di ambilkan puding. Huaaaa."Tangis Fay.


"Sayang dengarkan Momy, ini bukan salah Fay oke. Natasya pasti baik-baik saja."Micell memeluk tubuh Fay.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Di rumah sakit,


Dokter telah selesai menangani Natasya, Dokter bilang Natasya kelelahan itu sebabnya daya tahan tubuhnya menurun dan menyebabkan dia pingsan serta mimisan.


"Natasya sayang bangun nak."Ucap lirih Briyan.


Natasya menggerakkan jarinya, anak kecil itu mulai membuka matanya.


"Papa..."Ucap Natasya.


"Iya sayang, Papa di sini."Ucap Briyan.


Briyan mengelus kepala Natasya, Briyan merasa tidak tega milihat tubuh kecil Natasya di pasangi berbagai macam alat medis.


"Mama Helena mana Pah?"Ucap Natasya lirih.


Helena yang mendengar sayup sayup suara Natasya memanggilnya mulai mendekati tempat tidur Natasya.

__ADS_1


"Sayang Mama disini nak."Ucap Helena.


Natasya tersenyum pada Helena, anak itu menggenggam tangan Helena dan menyatukan nya dengan tangan Briyan.


"Papa dan Mama harus hidup bersma."Ucap Natasya.


Briyan dan Helena mengaguk bersamaan, Helena tak kuasa melihat keadaan Natasya. Air matanya mengalir deras di pipinya.


"Mama kan janji mau membacakan dongeng rapunzel untuk Natasya, Natasya ingin dengar sekarang Mah."Ucap Natasya.


Lalu tiba-tiba Fay masuk dengan membawa buku dongeng yang akan dia berikan pada Natasya saat pesta selesai.


Karena sebelumnya Helena bercerita pada Micell tentang Natasya yang tidak pernah dibacakan dongeng, sedari situlah Fay berinisiatif memberikan buku dongen untuk hadiah Natasya.


"Natasya, aku bawakan buku dongen untuk mu."Ucap Fay.


Fay meletakkan buku dongeng itu di atas perut Natasya.


"Terimakasih Fay kamu memang sahabat terbaik satu-satunya yang aku punya."Ucap Natasya.


"Kamu cepat sembuh ya, nanti akan aku belikan lagi yang banyak."Ucap Fay.


Setelah Fay memberikan buku dongeng pada Natasya, Helena mulai membuka buku itu dan mulai membacakan nya.


"Mama, Natasya mengantuk Mah boleh Natasya tidur Mah."Ucap Natasya.


Ucapan Natasya di tafsirkan oleh semua orang yang ada diruangan itu, bahwa itu adalah pertanda.


"Tidurlah sayang, Natasya tidur yang tenang nanti sakitnya akan hilang."Helena memeluk tubuh Natasya dan mencium kening nya.


"Mama bacakan lagi dongengnya."Ucap Natasya.


Helena hanya mengangguk dan menlanjutkan membaca dongengnya, tepat di saat Helena selesai membaca dongeng di saat itulah Natasya menghembuskan nafas terakhirnya.


"Tidak!! Natasya bangung nak, jangan tinggalkan Mama sayang."Tangis Helena.


Briyan yang melihat anaknya sudah tak bernyawa menjatuhkan tubuhnya kelantai, rasanya dunia ini runtuh.


"Natasya, Hikkss hikksss."Gumam Briyan.


Mark yang melihat Briyan tak mampu menopang tubuh nya berjalan mendekati Briyan.


"Sabarlah, Natasya sudah bahagia di sisi Tuhan."Ucap Mark, Mark membantu Briyan berdiri dan menuntunnya ke arah tempat tidur Natasya.


"Natasya sayang bangun nak, jangan tinggalkan Papa nak."Tangis Briyan.


Helena mendekati Briyan dan memeluknya.


"Natasya sudh tidak ada, dia pergi kesyurga."Gumam Briyan.


"Anak mu sudah bahagia, dia tidak akan merasa sakit dia akan memiliki rambut cantik seperti rapunzel."Ucap Helena.


Malam ini menjadi malam yang bahagia bagi Helena dan Briyan karena mereka bertunangan dan malam ini menjadi malam yang paling berduka bagi mereka karena Natasya telah berpulang.

__ADS_1


__ADS_2