Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Permintaan Rinjani


__ADS_3

Satu minggu berlalu, kali ini Mark benar-benar tidak mengizinkan Micell keluar kamar. Mark membawa Micell bulan madu ke Hawaii, dia tidak ingin gagal untuk kesekian kali nya.


"Tidak ada Fay, tidak ada Papa mertua dan selamat tinggal tamu bulanan lucknat."Gumam Mark.


Micell keluar dari kamar mandi dengan menggunakan lingeri berwarna maroon, warna yang sangat kontras dengan kulitnya yang berwarna putih.


Aroma tubuh Micell tercium jelas di hidung Mark, membuat duda meresahkan itu menjadi semakin bergairah.


"Sayang..."Ucap Mark.


Mark menarik Micell keatas ranjang tempat tidur yang masih bertabur kelopak bunga mawar merah.


"Maafkan aku, kau harus menunggu lama hanya untuk meminta kewajiban mu."Ucap Micell.


Micell merasa bersalah karena tidak bisa melayani Mark, Micell melihat bagaiman frustasi nya Mark pada saat malam hari.


"Kamu tidak salah sayang, itu memang kodrat mu sebagai wanita."Ucap Mark.


Mark mengecup leher mulus Micell, memberi tanda kepemilikan disana.


"Apa kamu sudah siap?"Tanya Mark.


Micell hanya menganggukan kepalanya, meski bagi mereka ini bukan hal pertama. Namun tetap saja Micell atau Mark merasa canggung.


"Aku akan memulai nya dengan sangat lembut."Bisik Mark.


"Lakukan apa yang ingin kau lakukan sayang."Balas bisik Micell.


Mark melucuti semua pakaian nya dan lingeri yang di kenakan Micell.


Mark meraba benda kenyal yang ada di hadapan nya, semuanya terlihat menggoda.


Dan pada akhirnya laki-laki itu berbuka puasa setelah 7 tahun menduda.


Sementara itu hasil ujian Rinjani telah keluar, Rinjani memang sedikit agak konyol tapi jika tentang pelajaran Rinjani dapat dikatakan juara nya kelas.


"Om Leon..."Panggil Rinjani.


Rinjani memanggil Leonardo namun nampaknya Leonardo tidak ada di Mansion nya.


"Om kemana ya?"Gumam Rinjani.


Di Mansion Leonardo memang cuma ada Leonardo dan Rinjani, Tapi masih ada satu orang lagi ya itu mang Dudung penjaga gerbang.


Rinjani berjalan menuju gerbang utuk bertanya, berjalan sangat pelan karena kaki Rinjani masih sedikit nyeri saat di gerakkan.


"Mang Dudung..."Panggil Rinjani.


"Hati-hati neng Jani jalan nya."Ucap Mang Dudung.

__ADS_1


Rinjani sampai di hadapan Mang Dudung dengan sangat berjuang.


"Mang dimana Om Leon?"Tanya Rinjani.


"Tuan Leonardo sudah pergi ke kantor Neng."Ucap Mang Dudung.


"Yah Om tidak ada, apa aku ke kantornya saja."Gumam Rinjani.


"Mang Dudung punya alamat kantor Om Leon?"Tanya Rinjani.


Akhirnya Rinjani memutuskan untuk datang ke kantor Leonardo dengan menggunakan taxi online.


"Ponsel ku tertinggal di meja makan, akan sangat susah jika harus kembali."Gumam Rinjani.


Karena ponsel Rinjani tertinggal jadi Rinjani tidak membawa ponselnya, ponsel baru hadiah dari Leonardo.


"Wahh, Om Leon kerja di kantor besar. Kira-kira sebagai apa ya Om Leon kerjanya disini."Ucap kagum Rinjani saat dia sudah sampai di loby perusahaan.


"Aku harus kemana mencari Om Leon ya."Gumam Rinjani.


"Aku akan tanya ke bagian resepsionis saja."Ucap Rinjani lagi.


Rinjani berjalan dengan pelan menuju meja resepsionis.


"Maaf Kak, bisa tidak saya bertemu dengan Pak Leonardo."Ucap Rinjani pada resepsionis.


Selvi yang menjaga meja resepsionis itu menatap aneh kepada Rinjani.


"Maaf adik, Pak Leonardo sedang meeting. Dan apakah kamu sudah ada janji dengan Pak Leonardo?"Tanya Silvi.


"Jani belum membuat janji Kak, apa tidak bisa di sampaikan katakan pada Om Leon jika Rinjani mencari kak."Ucap Rinjani.


Silvi agaknya bingung, harus menyampaikan atau tidak. Kerena peraturan dari Leonardo adalah usir semua tamu yang tidak berpakaian rapih dan tidak punya janji dengan Bossnya."Gumam Silvi dalam hati.


"Baiklah adik tunggu dulu di kursi tinggu ya nanti, akan saya beri tahu ke Pak Leonardo nya."Ucap Silvi.


Rinjani berjalan pelan ke arah kursi dan menunggu di sana.


"Sebaiknya aku telvon saja pak Leonardo, jangan samapai aku dipecat gara-gara mengabaikan tamu.Seperti di novel-novel yang aku baca itu."Gumam Silvi.


Silvi menelvon atasan nya dan menyampaikan pada Leonardo bahwa ada tamu yang bernama Rinjani.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


"Rinjani..."Panggil Leonardo.


Rinjani menatap pada seseorang yang barusan memanggil nya.


"Om Leon..."Ucap Rinjani, Rinjani merasa senang akhirnya dia bisa bertemu Leonardo, sangking senang nya Rinjani lupa akan sakit di kaki nya dan berlari ke arah Leonardo.

__ADS_1


Namun sakit adalah rasa yang nyata, saat beberapa langkah Rinjani merasa nyeri di kaki nya dan tidak bisa menyeimbangkan langkah nya.


"Ahhh.."Keluh Rinjani.


Rinjani jatuh tepat di pelukan Leonardo.


Brukkk!!


Semua mata tertuju pada dua sejoli yang tengah berpelukan.


"Apa gadis itu yang membuat Pak Leonardo membatalkan meeting peting hari ini."Ucap salah satu karyawan.


"Semua meeting di batalkan, mampus situ ahh... Apa yang harus aku katakan pada semua peserta meeting nanti."Ucap sekretaris Leonardo.


"Kamu tidak apa-apa?"Tanya Leonardo.


Rinjani hanya mengangguk, Leonardo membantu Rinjani untuk berdiri.


"Ada apa kekantor ku, kenapa tidak memberi tahu dulu."Ucap Leonardo lagi.


"Tadi ponsel Jani ketinggalan di meja makan Om, Jani cuma mau tunjukin hasil ujian Jani ke Om."Ucap Rinjani, gadis itu menyerahkan selembar kertas pada Leonardo.


Leonardo terkejut mendapati nilai Rinjani yang sangat memuaskan, semua nya mendapat nilai 100.


"Aku tidak percaya gadis aneh ini dapat nilai sebagus ini."Ucap Leonardo dalam hati.


Leonardo membawa Rinjani ke ruangan nya, gadis itu terkagum untuk yang ke sekian kali nya dengan ruang kerja Leonardo.


"Om Leon, Jani mau menagih janji yang Om bilang waktu hari pertama ujian."Ucap Rinjani.


"Kamu mau apa?"Tanya Leonardo.


Rinjani tersenyum senang, Leonardo mau menepati janji nya.


"Rinjani mau kuliah di Korea Om, Jani mau ambil jurusan dokter bedah Om."Ucap Jani.


Leonardo sedikit sedih dengan permintaan Rinjani, karena jika Rinjani kuliah di luar negri dia akan susah bertemu gadis yang belakangan ini memberi warna dalam hidup nya.


"Apa tidak ada permintaan yang lain?"Tanya Leonardo.


"Tidak Om, Jani mau jadi dokter bedah yang sukses Om."Ucap Jani lagi.


Leonardo tidak bisa berkata apa-apa, karena ini sudah menjadi janji nya pada Rinjani.


"Baiklah, tapi saat kau kuliah. Kau di larang keras berpacaran atau melakukan hal lain yang berhubungan dengan laki-laki."Ucap Leonardo.


"Oke Om siap."Ucap Rinjani.


Cinta mungkin mulai tumbuh dihati Leonardo, namun laki-laki itu belum menyadari sepenuhnya.

__ADS_1


"Om Leon, Jani akan memantaskan diri untuk Om Leon. Sampai akhirnya Rinjani pantas mendampingi Om."Ucap Rinjani dalam hati.


Gadis manis itu tertarik pada pesona seorang Leonardo, namun dia takut karena dia merasa Leonardo bagai bintang di langit susah untuk di gapai.


__ADS_2