Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Zane dan Zidney [Gadis cupu]


__ADS_3

Satu bulan berlalu setelah Micell melahirkan, hari ini di Mansion Mark dan


Micell tengah melangsungkan pesta pemberian nama untuk putra kecil mereka.


"Selamat ya Micell dan Mark untuk kelahiran baby Zane Allexander."Ucap Helena.


"Terimakasih ya kak atas ucapannya, dimana Killian?"Tanya Micell sebab Micell belum melihat baby tampan itu.


"Dia sedang bersama Papanya sedang bertemu rekan kerja."Ucap Helena.


"Wah rupanya baby Killian sudah di ajari berbisnis dari usia dini."Ucap Micell.


"Ya begitulah Briyan, terobsesi sekali menjadikan Killian sebagai penerusnya kelak."Tutur Helena.


Pesta berjalan dengan lancar, semua tamu menikmati hidangan yang telah di sediakan oleh Mark dan Micell.


"Sayang sepertinya Zane haus."Ucap Mark.


Micell yang mendengar perkataan Mark bergegas menghampiri Mark dan anak nya.


"Anak Momy haus ya."Ucap Micell.


Micell menggendong anak nya lalu membawanya pergi ke kamar di ikuti oleh suaminya.


"Pelan-pelan sayang, tidak akan ada yang merebutnya."Ucap Micell melihat anaknya minum dengan tergesa.


"Momy..."Panggil Fay.


"Sini Kak Fay, dedek Zane lagi minum susu."Ucap Micel.


Fay mendekati Micell yang tengah memberi ASI pada Zane.


"Pipi dulu Fay juga pernah ya minum ASI dari Mimi kayak dedek Zane."Ucap Fay.


Micell dan Mark yang mendengar ucapan Fay merasa tercubit hatinya, anak cantik itu memang melupakan ingatan saat dia bayi namun tidak bisa di pungkiri bahwa Fay memang tidak pernah minum ASI ibunya.


"Pernah kok sayang, mingkin Fay lupa kan Fay masih bayi."Ucap Mark.


"Fay mau coba rasa ASI?"Tanya Micell.


"Memang boleh Momy?"Tanya Fay.


Micell mengulurkan tangannya meraih tangan Fay agar mendekat.


"Boleh sayang, sini bareng dedek Zane."Ucap Micell.


Fay mulai meminum ASI Micell, dan tanpa sadar air mata Micell mengalir dia merasa sangat kasihan kepada anak sambungnya itu.

__ADS_1


"Sayang kamu tidak apa-apa?"Tanya Mark yang melihat istrinya meneteskan air mata.


"Tidak aku tidak apa-apa."Ucap Micell.


Fay menyudahi meminum susu dari Momynya karena di rasa sudah kenyang.


"Momy rasanya enak sekali."Ucap Fay.


"Fay boleh kok meminumnya bareng dedek Zane."Ucap Micell lagi.


"Benarkah Mom?"Tanya Fay senang.


"Iya sayang."Balas Micell.


Mark sangat terharu dengan perlakuan Micell terhadap Fay yang notabennya bukan anak kandung dari Micell, Mark merasa Micell benar-benar tulus kepada Fay tanpa dibuat-buat.


"Terimaksih sayang kamu telah menyayangi Fay seperti anak kandung mu sendiri."Ucap Mark.


"Sayang meski Fay tidak lahir dari rahim ku, tapi dia tumbuh dari benih cinta mu. Orang yang aku cintai dan berarti dalam hidup ku jadi Fay juga berarti dalam hidup ku juga, kalian sumber kebahagiaan ku."Ucap Micell.


"Terimakasih sayang."Ucap Mark, Mark memeluk tubuh istrinya itu.


"Momy dan Pipi kenapa berpelukan tapi tidak ajak Fay, Fay nya ketinggalan ini."Ucap kesal Fay pada kedua orang tuanya itu.


"Sini sayang, maaf ya Momy lupa jika ada Kakak Fay di sini."Ucap Micell.


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


Delapan belas tahun kemudian Zane dan Killian tumbuh menjadi remaja yang tampan dan pintar, semua kaum hawa yang ada di sekolah Zane dan Killian sangat mengidolakan mereka.


Zane dan Killian bersahabat karena Papa dan Mama mereka juga bersahabat.


"Zane mau kekantin tidak, kalau mau ayo bersama."Ucap seorang gadis dengan tampilan sangat cupu.


Gadis itu adalah Zidney gadis dengan kepintaran di atas rata-rata, namun sayang dia bahkan dijauhi oleh teman-temannya karena penampilan nya yang norak.


"Kalau kamu mau kekantin, ya kekantin saja jangan ganggu aku."Ucap Ketus Zane.


Zidney yang selalu mendapat perlakuan tidak baik dari Zane sekalipun tidak merasa sakit hati, bagi Zidney laki-laki seperti Zane itu adalah laki-laki yang keren.


"Ya sudah jika Zane tidak mau kekantin dengan Zidney."Ucap Zidney, gadis itu melangkah pergi meninggalkan Zane.


"Kenapa kau tidak menerima ajakan tuan putri cupu itu."Ledek Killian.


Zane menatap tajam pada sahabatnya itu, Zane tak suka jika Killian bergosip tentang dirinya.


"Kau bisa diam tidak!"Bentak Zane.

__ADS_1


Killian tak sekalipun takut dengan bentakan Zane, karena Killian tau seberapa salahnya dia Zane tidak akan pernah benar-benar marah padanya.


"Iya maaf, aku hanya bercanda."Ucap Killian.


Bell masuk berbunyi kini saatnya Zane dan teman sekelasnya bajar.


"Zane coba lihat si cupu itu, dia melihat kearah mu terus."Ucap Killian.


Zane lalu menatap ke arah Zidney dengan tatapan tajam penuh ketidak sukaan.


"Kenapa si gadis cupu itu kenapa dia selalu menatap ku, bikin malu saja."Gumam Zane dalam hati.


Karena Zane merasa risih selalu di tatap Zidney, akhirnya Zane bangun dari duduknya dan menghampiri Zidney.


"Oh Tuhan terimakasih Zane mendekati ku."Gumam Zidney dalam hati.


Jantung Zidney berdegub kencang saat Zane berhenti tepat di depannya.


"Hey hadis cupu jangan pernah kau tatap aku lagi seperti itu, aku jijik melihat tatapan mu itu."Ucap Zane, Zane berbicara dengan anda keras sehingga semua yang ada di kelas memperhatikan mereka.


"Maafkan aku Zane, jika aku membuat mu tidak nyaman."Gumam Zidney, tu-buh Zidney gemetar karena bentakan dari Zane.


"kau itu bukan tipe ku, jadi jangan pernah mengikuti ku atau mendekati ku seperti penguntit kau paham!"Ucap Zane lagi sebelum laki-laki itu pergi meninggalkan kelas.


"Emmm, aku mengerti."Ucap Zidney.


Zane pergi meninggalkan kelas, sementara itu Zidney tengah duduk dengah menundukkan wajahnya.


"Mangkanya jadi cewe jangan sok kecakepan, kenak kan lo tampang pas-pasan seleranya Zane Allexander sampai kiamat juga enggak bakal bisa elo gapai."Ucap sini Meta.


Meta adalah murit terpopuler tapi kepopulerannya bukan karena kepintrannya melaikan karena sering bertengkar.


"Zidney enggak kayak gitu Meta, Zidney cum pengem temenan aja sama Zane enggak lebih."Ucap Zidney takut-takut.


"Alah enggak usah sok ngelak deh elo, gue tau akal pendek elo itu. Elo harus sadar diri siapa elo sebenernya dan apa posisi elo, jangan sekali-kali kamu dekati Zane kalau kamu mau tenang sekolah di sini."Ancam Meta sebelum pergi.


Zidney hanya mengangguk saja, karena dia tidak berani melawan Meta.


"Kenapa si Meta selalu saja enggak suka sama Zidney, emang Zidney salah apa."Gumam Zidney.


Dari segi kepintaran Zidney memang paling unggul di banding Meta yang tidak ada apa-apanya, tapi jika di bandingkan dengan tampilan Zidney memang terbelakang karena Zidney memiliki alasan kenapa dia harus berpenampilan cupu.


Jangan lupa baca Novel baru Othor isinya tentang perjalanan rumah tangga seorang dokter yang di nikahi oleh Om-om CEO.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜


__ADS_1


__ADS_2