
"Terimaksih ya Nion, Kau membuat hari ku menjadi tidak menyedihkan sepenuh nya."Ucap Helena.
"Nona jangan sungkan jika Nona butuh sesuatu,aku juga berperan penting dalam membuat perasaan Nona lebih baik."Ucap Nion.
Helena mengernyitkan dahinya,"Maksud mu berperan penting apa?"Tanya heran Helena.
"Nona jika marah-marah seperti tadi itu sangat menyeramkan, jadi tugas ku sekarang bertambah satu yaitu membuat suasana hati Nona agar baik-baik saja."Ucap Nion yang di sambut tawa oleh Helena.
"Benarkah aku menyeramkan, tapi akau tetap cantik kan."Goda Helena.
"Kau selalu cantik dalam ke adaan apapun Helena."Gumam Nion dalam hati.
"Emmm, tergantung."Ucap Nion.
"Tergantung apa?"Tanya penasaran Helena.
"Tergantung berapa banyak bonus yang Nona kirimkan ke rekning ku,hehehe."Canda Nion.
"Wah, kau sangat matrealistis sekali ya."Ucap Helena dengan menyipitkan mata nya.
Nion dan Helena berjalan menyusuri taman dekat dengan danau yanga baru saja mereka jelajahi.
"Aku tak tau kenapa, saat dekat dengan mu. Aku merasa sangat nyaman."Gumam Helena dalam hati.
"Nion..."Panggil seseorang di belakang Nion.
"Tania.''Jawab Nion.
Gadis yang memanggil Nion adalah Tania mantan pacar Nion sewaktu kuliah dulu.
"Apa kabar?"Tanya Tania.
"Aku baik-baik saja."Jawab Nion biasa, karena dia hanya mantan jadi tidak ada yanga sepesial pikir Nion.
"Siapa dia?"Tany Tania.
Nion menatap ke arah Helena,"Dia atasan ku."Jawan Nioan.
"Ternyata kau masih sama ya, masih menjadi bawahan."Sindir Tania.
Nion selalu menyembunyikan identitas asli nya sedari dia sekolah menengah pertama, karena baginya tak nyaman saat orang tau tentang siapa dia sebenar nya. Nion merasa semua akan terasa tidak tulus saat uang sudah terlibat.
"Memang kenapa?"Tanya sinis Helena.
"Masih miskin dan sok jual mahal."Ucap Tania, Tania adalah wanita yang memiliki sifat matrealistis bahkan dia hanya mau berkencan dengan kalangan pembisnin.
"Wah, bukan kan orang yang bekerja keras itu adalah orang yang hebat, bukan orang yang hanya mengandalkan pemberian orang lain itu sama saja seperti pengemis."Jawab talak Helena.
__ADS_1
"Apa kau tidak tau siapa aku?"Tanya Tania.
"Siapa kau itu tidak penting bagi ku."Helena menarik Nion menjauhi Tania.
Nion terkesima dengan perlakuan Helena, bahka dia membela nya.
"Dasar wanita murahan, apa-apaan dia seenak nya menghina pekerjaan orang. Apa dia tidak tau mencari kerja itu susah, ohhh.. Aku tau dia itu wanita matrealistis yang hanya mengandalkan tampang yang tak seberapa untuk mendapatkan uang."Oceh Helena sepanjang jalan.
Non menghentikan langkah nya, yang otomatis menghentikan langkah Helena juga.
"Ada apa kenapa kamu berhenti?"Tanya Helena.
Nion menatap wajah Helena, berjalan mendekat ke arah Helana.
Cupp, Nion mengecup bibir mungil Helena.
"Tuhan kenapa jantungkun berdetak kencang, seharusnya aku menolah tapi kenapa tubuhku bahkan menginginkan nya."Gumam Helena.
Nion melepaskan kecupan nya, dan tersadar bahwa perlakuan nya salah.
"Maafkan saya Nona, saya tidak bermaksut."Ucap Nion.
"Lupakan saja, ayo kembali ke kantor jam makan siang sudah mau habis."Jawab Helena.
"Kenapa jantungkun masih berdetak kencang, apa aku terkena sernagan jantung."Gumam Helena dalam hati.
Sesampainya di kantor, Helena buru-buru turun dari mobil meninggalkan Nion.
"Apa dia marah."Gumam Nion, Nion cepat-cepat mematikan mesin mobil nya dan mengejar Helena.
"Nona tunggu,"Nion mencekal tangan Helena.
Helena mengehtikan langkah nya, berbalik menghadap Nion.
"Nona tolong jangan marah, aku benar-benar tidak ada maksud jahat. Aku hanya terbawa suasana Nona tolong jangan marah."Ucap Nion.
"Aku tidak marah.''Helena menghempaskan tangan Nion.
"Lalu kenapa Nona terburu-buru meninggalkan ku sendiri."Tanya Nion tak percaya.
"Aku mau ke toilet, aku mau buang air kecil. Lepaskan aku jika kamu tidak mau melihat aku buang air kecil disini."Sungut Helena.
Nion yang mendengar perkataan Helena dengan seketika melepaskan tangan Helena, Helena yang merasa bisa pergi langsung lari menuju toilet yang berada di ruangan nya.
"Ohh, dia ingin buang air kecil. Aku kira dia marah."Gumam Nion.
Nion berjalan menuju ruangan nya karena waktu bersantai nya telah habis, dan saat nya dia untuk kembali bekerja.
__ADS_1
Sedang Helana yang telah menyelesaikan urusan nya di toilet, kini tengah duduk dengan perasaan yang aneh.
"Kenapa aku masih terbayang-bayang dengan ciuman singkat nya tadi?"Tanya Helena dalam hati.
"Apa karena itu ciuman petama ku, bisa gila aku."Ucap Helena.
"Nona gila kenapa?"Tanya Nion tiba-tiba.
Entah sejak kapan Nion berada di dalam ruangan Helena.
"Astaga! kau mengagetkan ku saja."Ucap Helena terkejut.
"Maaf Nona, saya hanya ingin menyerahkan laporan yang harus di tanda tangani Nona."Ucap Nion.
Helena menatap intens pada sekertaris nya,"apa dia mendengar ocehan busuk ku tadi."Gumam Helena dalam hati.
"Taruh saja di atas meja."Jawab Helena, Helena berusaha mengatur nafas nya agar tidak terlihat gugup.
"Baik Nona,'' meletakkan dokumen di atas menja."Kalau begitu saya permisi keruangan saya Nona."Nion meninggalkan ruangan Helena.
"Ahh, bodoh nya kau Helena."Gumam Helena.
Jam berjalan begitu cepat, jam kerja pun sudah habis, Micell bergegas membereskan meja kerja nya dan bersiap untuk pulang.
Saat Micell sedang menunggu taxi online , tiba-tiba ada motor yang menyerempet nya dari arah depan.
Bughhh, Micell terjatuh. Siku dan lutut Micell terluka bahkan bagian betis nya sobek karena terkena besi.
"Auhhh, lutut ku."Keluh Micell.
Para Kryawan yang mengenal Micell berdatangan dan membantu nya, tapi sayang nya si penabrak lari tanpa melihat Micell.
"Mbak Micell, ini kaki nya harus di jahit Mbak."Ucap pak Ucup.
Karena Micell merasa sakit yang begitu hebat, akhir nya dia tak sadarkan diri.
"Ada apa ini? kenapa berkerumun."Tanya Mark.
Mark yang baru keluar dari parkiran, melihat banyak karyawan yang berkerumun di depan kantor nya. Seketika menghentikan laju kendaraan nya.
"Ini Pak, Mbak Micell keserempet motor. Kaki nya sobek harus di jahit pak."Jawab salah satu karyawan yang menyaksikan kejadian nya.
Mark turun dari kendaraan menghampiri Micell yang tak sadarkan diri, Mark mengangkat tubuh Micell dan memasukan nya ke dalam mobil nya.
"Pi, kenapa sama Momy?"Tanya Fay, Fay menangis histeris melihat Micell tak sadarkan diri dengan kaki dan tangan penuh luka.
"Tenang sayang, jangan menangis kita bawa Mom Micell ke rumah sakit ya."Ucap Mark pada putri nya.
__ADS_1
"Kenapa setiap bertemu wanita ini, aku selalu berurusan dengan rumah sakit."Gumam Mark dalam hati.