Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Sedang bermain


__ADS_3

Helena sudah sangat muak dengan kejadin yang menimpanya belakangan ini karena ulah Viona.


"Apa kau yakin, di dalam CCTV taman itu adalah mobil milik Viona?"Tanya Helena pada seseorang.


"Iya Nona, plat mobil dan model mobilnya juga sama."Ucap Martin.


Helena menarik ujung bibirnya, Helena kali ini sudah tidak bisa berbaik hati. Kali ini Helena akan menunjukkan pada Viona bahwa dia bukan lah lawan yang mudah dikalahkan.


"Martin jebloskan dia ke penjara."Printah Helena sebelum dia meninggakan ruangan Martin.


"Baik Nona."Ucap Martin.


Helena pergi meninggalkan ruangan Martin, wanita hamil itu berjalan menuju ruangan nya.


"Sayang,,,"Panggil Helena.


Briyan nampak nya terlalu fokus pada tumpukan dokumen yang ada di hadapan nya, sampai tidak dengar panggilan dari Helena.


Cupp... Helena mengecup pipi kiri Briyan.


"Sayang kapan sampai, kok aku tidak tau kamu masuk?"Tanya Briyan, Laki-laki itu membawa tubuh Helena duduk di pangkuan Briyan. Tangan Briyan mengusap halus perut Helena.


"Tadi aku sudah panggil-panggil kamu, tapi nampaknya kamu sedang sangat sibuk."Ucap Helena, Helena mengusap pipi Briyan.


"Maaf ya sayang, aku sungguh tidak dengar sama sekali."Ucap Briyan menyesal.


"Kenpa minta maaf, harusnya aku yang minta maaf sayang. Karena aku kamu jadi sibuk sekali."Ucap Helena.


"Aku tidak apa-apa ini kan demi kamu dan anak kita, lagian aku di bantu Martin juga kok."Gumam Briyan, Briyan mencubit pelan hidung mancung Helena. Briyan sangat gemas jika Helena bersikap manja.


"Hallo jagoan Papa, kau baik-baik saja kan nak. Jangan buat Mama mual lagi ya sayang."Ucap Briyan pada bayi dalam kandungan Helena.


"Iya Papa."Balas Helena.


Helena turun dari pangkuan Briyan, wanita hamil itu berjalan menuju sofa yang ada di ruangan nya.


"Sayang aku akan menemani mu disini, jadi cepat bekerja karena anak mu butuh biaya untuk belanja keperluan nya."Goda Helena.


"Baik Ibu Negara."Balas Briyan.


Helena dengan setia menunggu suaminya menyelesaikan pekerjaan nya.


Sementara itu di rumah sakit seorang gadis tengah menghadapi permasalahan yang sanagat berat.


Plakkk!!! Maria Mama tiri Rinjani datang menemui Rinjani, tiba-tiba wanita itu muncul dan menampar Rinjani.


"Gara-gara kamu, anak saya di keluarkan dari sekolah."Ucap Maria.


"Apa maksut Mama?"Tanya Rinjani.


Maria menatap tajam Rinjani, terlihat jelas di mata Maria bahwa wanita paruh baya itu tidak suka terhadap Rinjani.


"Bella di keluarkan dari sekolahnya, kau yang melapor pada pemilik sekolah kan. Atau jangan-jangan kau melempar tubuh mu keranjang pemilik sekolah agar kau bisa mengeluarkan Bella."Ucap sinis Maria.

__ADS_1


"Mama aku tidak seperti itu, Bella di keluarkan karena kasus bully yang dia lakukan kepada ku."Ucap Rinjani, gadis itu meratapi nasib nya.


"Jangan pernah kau panggil aku Mama, aku tak sudi di panggil Mama oleh anak pelacur seperti mu."Ucap Maria.


Rinjani sudah jengah dengan perkataan yang selalu di ucapkan oleh Maria.


"Bunda ku bukan pelacur!! bukankah anda yang merebut ayah ku dari Bunda."Kali ini Rinjani benar-benar muak.


"Asal kau tau, ayah mu lah yang memilih ku dan pergi meninggalkan Bunda mu. Setelah ayah mu mengambil kekayaan Bunda mu dan Bunda mu mulai sakit-sakitan ayah mu lah yang mencari ku."Ucap Maria, Maria membuka rahasia busuk Ayah Rinjani tanpa memikirkan perasaan Rinjani.


"Kau bohong, ayah ku tidak sejahat itu. Kaulah wanita iblis kau rela merebut suamu dari sahabat mu sendiri."Ucap Rinjani, sungguh sesak dadanya.


Plakkk!!


Maria menampar pipi Rinjani sampai ujung bibirnya berdarah.


"Kelakuan mu sama buruk nya dengan Bunda mu."Ucap Maria, Maria meninggalkan Rinjani yang tengah menangisi nasip nya dan Bundanya. Dia tidak menyangka ayahnya akan sejahat itu.


"Kenapa ayah jahat sama Bunda, kenapa ayah tega sama Bunda."Gumam Rinjani.


Leonardo yang baru sampai ke kamar rawat Rinjani terkejut dengan keadaan Rinjani.


"Hay.. Heyy kau kenapa?"Tanya Leonardo.


Leonardo menghampiri Rinjani, laki-laki itu tanpa pikir panjang memeluk tubuh mungil Rinjani.


"Om Bunda nya Jani bukan pelacur Om, Bunda nya Jani wanita baik Om."Gumam Rinjani.


"Iya Bunda kamu wanita baik, sudah jangan menangis lagi. Nanti Bunda kamu sedih."Ucap Leonardo.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Sementara itu di negara lain, seorang laki-laki tengah mempersiapkan kepulangan nya kembali ke negaranya, Nion telah menyelamatkan perusahaan Papa nya dari jurang kehancuran.


"Aku akan kembali, aku akan menemui mu Helena."Ucap Nion.


Tanpa Nion tau, kini Helena telah menikah dengan laki-laki lain.


"Aku akan menikahi mu."Gumam Nion.


Nion memgambil penerbangan malam, agar dia bisa bertemu Helena pada pagi hari.


(Outhor juga tidah tau bagaiman nanti nasip nya Nion๐Ÿ˜ช๐Ÿ˜ช)


Meninggalkan cerita Nion yang akan pulang ke negaranya, beralih ke kehidupan Mark dan Micell.


Hari ini adalah jadwalnya Mark dan Micell untuk fitting baju pengantin, Mark memikirkan dia akan berdua saja dengan Micell. Menikmati waktu berdua dengan saling bermesraan, namun impiannya gagal karena Micell telah di Monopoli oleh Fay.


"Momy, tidak boleh dekat-dekat dengan Pipi."Ucap Fay.


Mark rasanya ingin menjitak kepala anak satu-satunya itu, namun itu tidak akan dia lakukan karena Mark takut induk nya marah.


"Iya Mom Micell enggak dekat-dekat Pipi kok."Ucap Micell.

__ADS_1


Fay nampak nya puas melihat wajah Pipi nya lusuh bagai kain pel.


"Pokoknya sebelum Pipi nikah sama Momy, Momy Micell hanya milik Fay."Bisik Fay di telinga Mark.


"Ya Tuhan, kenapa anak ku menjadi begini. Kenapa dia senang sekali membuat Pipi nya naik pitam."Gumam Mark dalam hati.


"Terserah Fay saja, yang penting Fay bahagia."Ucap Mark.


Fay menyombongkan diri karena dia dapat menguasai semua perhatian dari Micell.


"Momy Micell, Fay mau di peluk Momy."Ucap Fay manja.


Micell memangku Fay dan memeluk tubuh gadis manis itu.


Saat Fay tengah di peluk Micell, Fay menjulurkan lidah nya meledek Mark.


"Astaga, aku harus sabar menghadapi setan kecil ini."Ucap Mark dalam hati.


Mereka kembali dari tempat fitting baju pernikahan mereka pukul 7 malam.


Dalam perjalanan menuju Mansion Micell ternyata Fay tertidur.


"Aku akan menidurkan Fay di kamarny."Ucap Micell.


Micell menggendong Fay menuju kamarnya, kini gadis kecil itu memiliki kamar pribadi di Mansion Micell.


Urusan Fay sudah beres kini Micell kembali kekamarnya karena badan nya lelah sekali.


Grebb...


"Aku merindukan mu."Ucap Mark, Mark memeluk tubuh Micell dari belakang.


"Bagaimana rindu jika seharian ini kita bersama terus."Ucap Micell.


"Kamu kan di monopoli Fay, bahkan aku tidak boleh menyentuh mu."Kesal Mark.


"Jadi kau cemburu pada putri mu sendiri."Tanya Micell.


"Emmm, kamu itu hanya milik ku seorang."Ucap Mark.


Mark menuntun tubuh Micell untuk berbaring di atas tempat tidur, kini mar berada di atas tubuh Micell.


Cupp...


Mark mengecup bibir mungil milik Micell, saat semuanya menjadi lebih intens.


Tiba-tiba.


"Micell sayang ayo makan malam bersama Papa."Tuan Raynan membuka pintu kamar Micell tanpa mengetuk dulu.


"Upppsss, maaf Papa tidak tau jika kalian tengah bermain."Ucap Tuan Raynan, beliau langsung menutup pintu kamar Micell kembali.


Micell segera keluar dari kamarnya mengejar Papa nya.

__ADS_1


"Ahhh, sial!! gagal lagi."Ucap Mark.


__ADS_2