
Hay para pembaca setianya Outhor...
Outhor mau kasih tau, Keluarga Zane sudah hadir di Novel baru Outhor judulnya...
Little Mom...
Hari kelahiran
Malam hari Zidney merasakan sakit di perutnya, mungkin ini adalah kontraksi karena Zidney tengah menunggu putranya lahir kedunia.
“Akkhhh, Zane sakit!!” teriak Zidney, Wanita itu memegang perutnya dan mengatur nafasnya. Dirinya berusaha untuk tidak panik.
“Zane!!” teriak Zidney lagi, dia berusaha membangunkan suaminya yang tengah tertidur lelap.
Zane yang merasa tidurnya terganggu perlahan membuka matanya, “kenapa sayang?” tanya santai Zane, laki-laki itu mengusap matanya agar penglihatannya lebih jelas.
“Sakit… aku akan melahirkan Zane!!” teriak Zidney.
Zane yang mendengar istrinya merintih dan kesakitan, merasa panik laki-laki itu kebingungan apa yang harus dia lakukan.
Zane berlari keluar kamar dan mengetuk pintu kamar mertuanya, “Bunda!!” Zane menggedor pintu kamar milik mertuanya tanpa perasaan.
Sementara Tania dan Rehan terkaget saat mereka mendengar gebrakan pintu yang tentu saja Zane pelakunya.
“Kenapa Zane?” tanya Tania saat dirinya sudah membuka pintu kamar miliknya.
“It-itu Bunda, Zidney mau melahirkan.” Ucap Zane terengah.
Apa mau melahirkan!” Tania berlari menuju kamar putrinya.
__ADS_1
Tania menghampiri putrinya yang sudah berkeringat karena menahan sakit, “sayang tahan ya, kita akan kerumah sakit.” Ucap Tania.
“Zane cepat angkat istri mu!” perintah Tania.
Zane membopong istrinya untuk memebawanya kerumah sakit bersalin.
“Sabar sayang sebentar lagi sampai.” Ucap Tania.
Zane melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meski terburu tapi dia tidak mau ceroboh yang berujung membahayakan nyawa keluarganya.
Sesampainya di rumah sakit Zidney langsung mendapat penanganan dari Dokter.
“Suami Ibu Zidney…” panggil Dokter kandungan.
“Saya suaminya.” Ucap Zane.
Dokter memabawa Zane masuk kedalam ruangan Dokter karena ada sesuatu yang harus di jelaskan oleh Dokter.
“Lakukan yang terbaik untuk istri saya Dok.” Ucap Zane pasrah.
Setelah Zane menandatangani surat perjanjian untuk melakukan Tindakan pembedahan, Zane masuk kedalam ruangan oprasi untuk menemani istrinya.
“Sayang, kamu harus kuat demi aku dan anak kita.” Ucap Zane.
Zane menggengam kuat tangan istrinya, mengecup halus kening istrinya karena hanya itu yang bisa dia lakukan untuk menguatkan istrinya.
“Zane, apa aku tidak bisa melahirkan normal?” tanya Zidney, karena sebelumnya Zidney sangat yakin bisa melahirkan secara normal.
“TIdak sayang, kondisi mu tidak memungkinkan.” Ucap Zane.
Proses melahirkan di mulai, Zidney mulai di bedah untuk mengeluarkan bayi yang ada di perutnya.
__ADS_1
“Terimakasih sudah mau mengandung anak ku.” Bisik Zane.
Zidney hanya tersenyum menanggapi bisikan suaminya.
Tak berapa lama terdengar suara tangisan bayi mungil berjenis kelamin laki-laki, tangisan itu menggema di ruangan oprasi.
Zane mencium seluruh wajah milik istrinya merasa sangat bahagia kini dirinya benar-benar menjadi seorang ayah.
Semua keluarga Zane dan Zidney merasa bahagia dengan kehadiran anggota baru di keluarga mereka.
“Ahhh, tampannya keponakan Ounty.” Ucap Luna yang menggendong tubuh mungil seorang bayi.
“Siapa nama anak kalian?” tanya Rehan.
Zane dan Zidney saling pandang lalu menatap kearah anaknya yang tengah di gendong Luna, “Ayden Allexander.” Ucap Zane dan Zidney bersamaan.
“Hay… Ayden.” Ucap Luna.
Empat Tahun kemudian….
“Momy kenapa Ayden selalu di tinggal sendirian?” tanya Ayden dengan wajah cemberut.
Zidney yang mendengar protes dari anak laki-lakinya berjalan mendekati putranya itu.
“Maaf kan Momy sayang, Momy harus sekolah dan Dady harus kekantor. Tapi di Mansionkan ada Oma dan Oppa.” Ucap Zidney.
Zane dan Zidney memang sudah memutuskan untuk pindah rumah, tetapi setiap pagi Tania dan Rehan selalu menemani cucunya itu.
“Iya Ayden tau Mom, tapi Aydenkan maunya main sama Mom dan Dad.” Ucap Ayden dengan memajukan bibirnya.
“Maafkan Momy sayang, Momy salah.” Ucap Zidney dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.
__ADS_1