Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
[Season 2]


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian…


“Mama!!” Kalea berteriak menghampiri Mama nya.


“Kenapa Lea?” tanya Helena.


Helena bisa menebak pasti putrinya itu akan mengomel karena dia kesiangan.


“Mama, kenapa Lea tidak di bangunkan! Lea kan jadi kesiangan.” Omel Kalea.


Helena tersenyum melihat wajah cemberut dari putrinya itu, putri hasil perkawinanya dengan Briyan.


“Mama sudah bangunkan, tapi jawaban mu hanya lima menit lagi mah!” Jawab Helena dengan menirukan gaya bicara Kalea.


“Ahhhh, Mama. Kalau gitu Kalea pamit dulu ya Ma takut di amuk Zoe.” Ucap Kalea setelah mencium tangan Mama nya.


“Hati-hati di jalan dan salam untuk Zoe ya.” Ucap Helena.


Kalea mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena gadis itu tidak mau jika dia terlambat kekampus.


“Untung saja aku tidak terlambat, masih ada 10 menit lagi.” Ucap Kalea saat dirinya sudah sampai di kampus.


“Kalea!” panggil Zoe.


Zoe adalah sahabat Kalea sejak di bangku SMP, gadis itu sudah di anggap seperti saudar sendiri oleh Kalea bahkan Mama dan Papa nya juga menganggap Zoe seperti anak kandungan sendiri.


Zoe lahir di keluarga yang kaya, namun sayang Ayahnya tak sama sekali menyayanginya terlebih lagi Mama tiri yang selalu membuat masalah dan menyebabkan Zoe semakin di benci oleh Ayahnya. Sementar ibu dari Zoe sudah meninggal saat melahirkan Zoe.


“Hay, Zoe. Hampir saja aku terlambat.” Keluh Kalea.


“Memang Mama Helena tidak membangunkan mu? Atau jangan-janagn sudah di bangunkan tetapi kamu bilang 5 menit lagi.” Tebak Zoe, Zoe sangat tau sifat buruk dari sahabatnya itu.


“Hahaha tebakan mu benar, ya bagaimana aku masih mengantuk.” Ucap Kalea.


Zoe menggeleng mendengar jawaban dari Kalea, sampai dewasa pun kebiyasaan Kalea yang suka mengulur waktu bangun belum hilang juga.


“Ya sudah ayo kekelas.” Ucap Zoe.


Meraka berdua memulai pelajaran, Kalea dan Zoe memiliki kepintaran yang tidak dapat di ragukan lagi.


Jam pulang pun tiba Kalea buru-buru pulang karena Papa nya menelvon dan menyuruhnya untuk segera pulang.


“Papa…” panggil Kalea saat gadis manis itu sampai di Mansion nya.


“Sayang nya Papa, sini nak ada yang mau Papa bicarakan.” Ucap Briyan.


Kalea menghampiri Papa dan Mama nya yang tengah duduk di ruang keluarga.


“Ada apa Ma, Pa?” tanya Kalea.


Kalea dapat melihat keseriusan dari raut wajah orangtuanya, ini hal yang tak biasa batin Kalea.


“Jadi Papa sama Mama mau menjodohkan kamu dengan cucu teman nenek kamu sayang.” Ucap Helena.


Kalea nampak diam karena masih mencerna perkataan dari orangtuanya yang tiba-tiba membicarakan perjodohan.

__ADS_1


“Hahaha, jangan becanda Ma.” Kekeh Kalea.


“Mama tidak bercanda sayang, kamu harus menerima perjodohan ini.” Ucap Briyan.


Kalea menatap kearah Papanya, “Pa, Kalea masih kuliah dan sebentar lagi Kalea akan magang. Kalea masih belum siap menikah.” Ucap Kalea.


Kalea sangat berahati- hati saat menolak perjodohan itu, karena Kalea tidak mau membuat Papa dan Mamanya kecewa.


“Kamu sayangkan sama Mama?” tanya Helena.


Kalea sudah pasrah jika Mamanya sudah mengeluarkan jurus andalan, yaitu menanyakan seberapa besar rasa sayang nya kepada Mama nya.


“Iya Ma, Kalea sayang Mama. Tapi beri waktu Kalea untuk berfikir.” Ucap Kalea.


“Oke, Papa akan memberi kamu waktu sampai besok dan Papa mau jawabanya adalah jawaban yang baik.” Ucap Briyan.


“Ini sama saja dengan jawaban ku sudah di tentukan.” Batin Kalea.


Kalea meninggalkan Papa dan Mama nya yang masih menonton drama usai pembicaraan tentang perjodohan.


“Apa-apaan Mama sama Papa ini, aku di jodohkan dengan cucu teman nenek. Padahal bertemu nenek saja aku belum pernah.” Ucap Kalea.


Kalea tidak bisa menolak permintaan Mama dan Papa nya karena rasa sayang nya yang begitu besar untuk mereka.


“Lalu apa kata Papa tadi, umurnya berbeda 10 tahun dengan ku. Sungguh aku akan menikahi om-om.” Gumam Kalea.


Kalea tertidur dengan segala pemikiran di kepalanya, tak terbayang dengan apa yang akan terjadi padanya.


Keesokan harinya pada malam hari dimana malam pertemuan antara Kalea dengan calon tunangannya.


“Aku akan dandan jelek agar lelaki itu tidak menyukai ku, jadi perjodohan ini akan di tolaknya.” Ucap Kalea.


“Astaga Mama! Ketuk pintu dulu ma.” Ucap kesal Kalea.


Helena meninggalkan anaknya yang tengah kesal karena rencananya telah gagal sebelum di mulai.


“Kenapa bukan Kak Killian saja si yang di jodohkan.” Ucap Kalea.


“Mana bisa Kak Killian yang di jodohkan, apa kamu lupa jika kakak mu itu sudah menikah dan istrinya tengah hamil.” Ucap Helena yang tiba-tiba masuk kekamar Kalea lagi.


“Mama!!” teriak Kalea.


Kalea buru-buru memakai gaunnya, gaun berwarna biru tua dan tak lupa dia juga menghiasa wajah nya dengan make up ala-ala korea.


“Aku memang sudah cantik dari lahir, jadi tidak usah menor.” Gumam Kalea.


Helena membawa Kalea untuk menemui calon tunangannya itu, “ingat Kalea jangan bikin malu Mama.” Ancam Helena.


Helena sangat tau sejahil apa anak gadis nya itu melebihi jahil nya Killian.


“Hay Karina.” Sapa Helena kepada calon besannya.


“Hay Helena, wah cantik sekali anak mu.” Puji Nyonya Karina.


Nyonya Karina adalah calon mertua dari Kalea, Mama dari Darell Yoon yang merupakan calon suami Kalea.

__ADS_1


“Kalea tante.” Ucap Kalea memperkenalkan diri.


Nyonya Karina memeluk tubuh Kalea, “panggil Mam sayang, nantikan kamu juga bakal jadi istri Darell.” Ucap Nyonya Yoon.


“Ahhh, iya Mama.” Ucap Kalea.


Kalea menatap kearah peria dengan wajah tampan namun dingin, tak sedikitpun ada senyuman terukir di wajahnya.


“Pasti dia juga tidak setuju dengan pejodohan ini, baguslah jadi biar dia saja yang membatalkan perjodohan ini.” Batin Kalea.


Sampai pada saatnya merka sama-sama diam saat kedua orangtua mereka memutuskan hari pernikahan mereka.


“ya Tuhan kenapa Om ini malah diam saja.” Batin Kalea kesal.


Akhirnya Kalea dan Darell memutuskan untuk mengobrol di taman belakang Mansion Kalea.


“Kenapa Om diam saja, Kenapa Om tidak menolaknya?” tanya Kalea.


“Kamu memanggil ku apa?” tanya Darell.


“Om, kan memang usia kita terpaut sangat jauh.” Ucap Kalea.


Darell mengebuskan nafsnya kesal, memang tidak bisa dipungkiri jarak usia mereka cukup jauh tetapi tidak dengan panggilan Om.


“Aku sudah memiliki keksaih, jadi ku harap kamu mau membatalkan perjodohan ini.” Ucap Darell.


Kalea menatap tajam kearah Darell, “Mana bisa begitu Kan Om yang punya pacar, jadi Om saja yang membatalkan nya.’’ Ucap Kalea.


“Memang kamu tidak memiliki kekasih?” tanya Darell.


“Tidak.” Ucap kalea singkat.


“Sial! Aku tidak bisa membatalkan perjodohan ini, karena Papa dan Mama akan memberikan perusaahn kepada Daren jika aku menolak atau membetalkan perjodohan ini.” Batin Darell.


Falshback on.


“Pa! Darell tidak mau di jodohkan dengan gadislain karena Darell sudah memiliki kekasaih.” Ucap Darell.


Darell tidak bisa menerima perjodohan yang di ajukan kedua orangtuanya karena dia telah mencintai wanitalain.


“Siapa wanita yang kamu cintai, Sisilia? Papa sudah pernah katakan dia bukan wanita baik Darell!” Ucap Tuan Yoon.


Tuan Yoon pernah melihat kekasih anaknya memasuki hotel bersama dengan beberapa lelaki.


“Papa tau apa tentang Sisilia, dia wanita baik dan dialah yang selalu ada untuk Darell jadi jangan pernah Papa menjelekkan Sisilia dihadapa Darell.


“Baik jika kamu mau mempertahankan hubungan mu dengan Sisilia, maka Papa juga tidak akan memberika perusahan Papa kepada mu. Papa akan mencabut semua fasilitas mu dan akan memberikan nya pada Daren.” Ucap Tuan Yoon.


“Sial! Papa selalu saja mengancam mu, aku tidak mau jika perusahaan ku di berikan pada Daren.” Batin Darell.


Dengan sangat terpaksa akhirnya Darell yoon menyetujui perjodohannya dengan gadis yang bahkan dia belum pernah temui.


“Baiklah, atur saja sesuka Papa pernikahan itu. Bila perlu besok pagi pun aku akan menikahi dia.” Ucap Darell.


Darell meninggalkan ruang kerja Papanya, lelaki itu berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


“Lihat saja, aku akan membuat gadis itu menderita sampai akhirnya dia yang meminta perpisahan.” Gumam Darell.


Flashback off.


__ADS_2