Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Nikah dadakan


__ADS_3

Malam hari Rinjani baru sampai di Mansion Briyan, Rinjani sengaja telat pulang karena masih emosi dengan Leonardo.


"Jani kamu dari mana, kenapa baru pulang?"Tanya Leonardo.


Rinjani baru saja memasuki Mansion Leonardo dan ternyata Leonardo sudah menunggunya di ruang tamu.


"Bukan urusan Om."Ucap Rinjani ketus.


Leonardo yang mendapat jawaban ketus dari Rinjani sedikit terkejut karena selama ini Rijani selalu bertutur kata lembut dan sopan.


"Kamu kenapa? apa ada masalah?"Tanya Leonardo.


Rinjani tidak menjawab dan langsung pergi berjalan ke kamarnya.


"Jani tunggu."Leonardo mencekal tangan Rinjani.


Rinjani menghentikan langkahnya lalu menatap tajam kearah Leonardo.


"Kenapa si Om?"Tanya Rinjani.


"Kamu kenapa? kenapa kamu marah sama Om?"Tanya Leonardo.


"Tanyakan pada diri Om sendiri, kenapa Jani kayak gini."Ucap Rinjani.


Gadis itu berlari menuju kamarnya agar Leonardo tidak bisa mencegahnya lagi.


Di ruang tamu Leonardo tengah merenungi apa penyebab Rinjani marah padanya.


"Sebenarnya apa yang membuat Jani marah, apa aku membuat salah?"Gumam Leonardo.


Leonardo mondar mandir di depan pintu kamar Rinjani, Leonardo sangat tidak tenang dengan sikap Rinjani yang ketus padanya.


"Apa yang harus aku lakukan, bahkan aku saja tidak tau kesalahan ku dimana."Gumam Leonardo.


Leonardo mencoba mengetuk pintu kamar Rinjani.


"Sayang, katakan pada Om apa kesalahan Om?"Tanya Leonardo dari balik pintu.


Namun sayang lagi-lagi Rinjani mengabaikan Leonardo.


"Jani sayang coba bicarakan pada Om, apa yang membuat mu marah sayang."Ucap Leonardo lagi.


Sedangkan Rinjani tengah menikmati mandi busanya dan menyalakan musik dengan suara kencang.


"Jani tidak akan bersedih Om, Jani juga bisa mendapatkan yang lebih muda dari Om."Gumam Rinjani.


Sementar Rinjani tengah asyik dengan mandi busanya, berbeda dengan Leonardo yang tengah frustasi karena Rinjani mengacuhkan dia.


"Sial!!"Umpat Leonardo.


Leonardo berjalan gontai menuju ruang kerjanya, dia duduk di kursi kerjanya menatap layar monitor CCTV.


"Akan aku periksa tadi pagi ada kejaian apa sebenarnya."Gumam Leonardo.


Leonardo memutar rekaman CCTV di Mansionnya, dan berhenti di saat Adegan dimana Rinjani berdiri cukup lama di depan pintu kamarnya.


"Sepertinya aku tau kenapa gadis aneh ku itu marah, rupanya dia cemburu dengan sweety ku."Ucap Leonardo

__ADS_1


Leonardo tersenyum senang karena ternyata kekasihnya bisa cemburu.


Leonardo kembali mendatangi kamar Rinjani dan mengetuk pintunya.


"Ada apa?"Tanya Rinjani dari balik pintu.


"Kita bicara berdua dulu, akan aku jelaskan semuanya sayang."Ucap Leonardo.


"Bicara saja dari situ, Jani akan dengarkan."Ucap Rinjani, Rinjani tidak mau membukakan pintu untuk Leonardo.


"Sweety itu Mama Om sayang, dia mau bertemu kamu mangkanya tadi pagi dia menelvon. Jangan cemburu ya sayang."Jelas Leonardo.


"Benarkah itu Mama Om Leon? Om tidak bohong sama Jani?"Tanaya Rinjani.


"Iya sayang, jangan marah ya. Sekerang buka pintunya."Ucap Leonardo.


"Tidak pokoknya Jani ngambek sampai besok."Gumam Rinjani.


Leonardo pasrah dengan kelakuan kekasih kecilnya itu, dia memilih untuk tidur san berharap pagi cepat datang agar dia bisa bertemu kekasihnya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sementara itu kini Nion tengah berada di kontrakan Mita, laki-laki itu datang tanpa memberitahu Mita terlebih dahulu.


"Om Nion ada apa datang kekontrakan ku?"Tanya Mita.


Mita sedikit terkejut saat melihat Nion sudah berada di depan kontrakan nya.


"Aku hanya ingin melihat luka pada kaki mu saja."Ucap Nion.


Mita mempersilahkan Nion masuk ke dalam kontrakan nya.


"Bagaiman keadaan kaki mu?"Tanya Nion.


"Sudah baikan kok Om."Balas Mita.


Nion meliht keadaan kain yang membungkus kaki Mita terlihat kotor.


"Sepertinya kain perban nya harus di ganti"Ucap Nion.


"Iya, nanti aku akan mengganti sendiri Om."Ucap Mita.


Nion beranjak dari duduk nya mendekati Mita,"Dimana peralatan P3k nya?"Tanya Nion."Biar aku saja yang menggantinyan."Ucap Nion lagi.


"Ada di atas meja dekat dispenser Om."Ucap Mita menunjukkan letak kotak P3K.


Nion berjalan kearah yang di tunjukkan Mita dan mengambil kotak P3K.


"Tahan ya ini mungkin akan sakit."Ucap Nion saat memcoba membuka perbannya.


"Pelan-pelan ya Om."Ucap Mita.


"Tenang saja aku akan pelan-pelan."Ucap Nion lagi.


Saat Nion memasang perban yang baru pada kaki Mita yang bengkak, tak sengaja Nion memegang bagian yang bengkak.


"Ahhhh! sakit Om, pelan-pelan."Teriak Mita.

__ADS_1


"Iya maafkan aku, aku akan pelan-pelan."Ucap Nion.


"Sakit Om... Sakit."Keluh Mita lagi.


Saat Nion tengah berlutut didepan Mita karena sedang mengganti perban Mita, tiba-tiba pintu kontrakan Mita di dobrak paksa oleh warga setempat.


Bruakkkk!!!


"Kalian sedan mesum ya!"Ucap salah satu warga.


Mita dan Nion terkejut dengan kedatangan segrombol warga setempat.


"Tidak pak, kami tidak mesum."Ucap Mita.


Namum tanpa Mita sadari tangan Nion menempel pada paha milik Mita, sehingga warga yang melihat meyakini Jika Nion dan Mita tengah melakukan sesuatu yang mesum.


"Kalian ngaku aja."Ucap pak Budi selaku RT setempat.


"Sungguh pak kami tidak mesum."Ucap Nion.


"Kalian jangan bohong, kami dengar kalian berteriak. merintih ke sakitan yang syahdu."Ucap Ibu Meri, tetangga Mita.


"Sudah bawa mereka ke tempat pak lurah saja biar di adili."Ucap Pak Rt.


"Tunggu pak kami bisa jelaskan, kami ini tidak mesum pak."Jelas Nion lagi.


"Kalian anak muda pandai berbohong."Ucap Bu Meri.


Mau tidak mau Mita dan Nion di giring ke rumah pak lurah untuk di adili.


"Kalian harus menikah sekarang juga."Ucap Pak Rt.


"Sial! bapak RT ini mengompori warga dari tadi, ku doakan kumis mu rontok biar tau rasa kau pak."Ucap Mita dalam hati.


"Maaf ya Mbak Mita dan Mas Nion, peraturan di kampung kami jika ada laki-laki yang tertangkap basah sedang berduaan itu harus di nikahkan. Karena kami masih percaya bahwa berzinah itu membawa petaka bagi kampung kami."Ucap Pak lurah.


"Tapi pak kami tidak berzinah."Ucap Mita lagi.


"Alah ngaku aja kalian tidak usah bohong, pokoknya mereka harus di nikahkan sekarang juga."Ucap Bu Meri.


"Aduh bagaimana ini."Gumam Mita dalam hati.


"Baiklah saya akan menikahi Mita malam ini juga."Ucap Nion di hadapan pak lurah dan para warga.


"Om jangan gila, mana bisa kita menikah begitu saja."Ucap Mita.


"Tapi jika tidak menikah, apa kau mau di arak keliling kampung dengan badan telanjang. Aku si ogah."Ucap Nion.


Mita yang mendengar ucapan Nion, bergidik ngeri dikala membayangkan semuanya.


"Baiklah kita akan panggil penghulunya."Ucap pak Lurah.


Dengan mas kawin seadanya Nion dan Mita akhirnya sah menjadi suami istri secara agama dan negara, sebelum nya Mita menelvon Papanya untuk meminta doa restu serta Papanya menjadi wali nikah Mita via telvon.


"Selamat ya mb Mita dan mas Nion sekarang sah jadi suami istri."Ucap Bu Meri.


"Iya terimakasih Bu atas bantuan ibu kini saya sudah punya suami."Ucap Mita.

__ADS_1


"Gara-gara mulut kompor Ibu dan Pak Rt saya jadi istrinya Om Nion kan."Gumam Mita dalam hati.


__ADS_2