
Hari kedua Zidney menjalani les privat kali ini Zidney semakin tidak nyaman karena Adrian memandangnya terlalu berlebihan, tapi Zidney sedikit tenang karena saudara kembarnya Zay menemaninya lagi.
"Aku merasa sangat tidak nyaman."Gumam Zidney dalam hati.
Sementara itu, Tania Ibunda dari Zidney dan Zay tengah menuju kantor suaminya, dia berencana untuk mengantar makan siang untuk laki-laki yang dia cintai.
Tapi saat sampai di sana Tania di kejutkan dengan ruangan yang berantakan, suaminya Rehan tengan marah besar dengan seseorang yang dia ajak bicara di telvon.
"Kau bodoh!! hanya mencari seorang wanita dan seorang anak saja kau tidak becus."Bentak Rehan.
Rehan menutup sambungan telvonnya,"Jika bukan karena aku harus menikahi Tania, mungkin aku tidak akan kehilangan Karen dan juga anak ku."Ucap Rehan, laki-laki itu belum sadar akan kehadiran istrinya.
Pranggg!!
Semua makanan yang di bawa oleh Tania jatuh berceceran di lantai.
"Tania!"Teriak Rehan.
Tanpa pikir panjang Tania berlari keluar gedung perusahaan Rehan.
Tania menghentikan taxi lalu menaikinya menuju Mansion tempat tinggalnya.
"Aku tidak menyangka, kamu sejahat itu pada ku Mas."Gumam Tania.
Tania merasa di bodohi oleh suaminya sendiri, bagaiman tidak sakit hati jika selama pernikahan nya dengan Rehan ternyata suaminya itu telah memiliki wanita lain bahkan mereka memiliki seorang putri.
Sementara itu Rehan berlari memcari istrinya, namun percuma istrinya sudah pergi.
"Ahhh! sial! bagaiman bisa Tania datang ke kantor tanpa memberi tahu ku dulu."Ucap Rehan.
Rehan bergegas menuju parkiran mobil, laki-laki dengan tubuh kekar itu melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju Mansion nya.
Sementara itu waktu privat Zidney sudah selesai.
"Zidney, kakak pulang dulu ya. Besok kita bertemu lagi."Ucap Adrian sebelum pergi.
Seperti biasa Zidney hanya tersenyum dan mengangguk saja.
Setelah Adrian pergi, Zay menarik tangan Zidney untuk masuk ke dalam rumah.
"Zidney apa kau merasa ada yang aneh dengan Kak Adrian?"Tanya Zay.
Zidneya menatap ke arah saudara kembarannya tersebut,"Iya aku merasa dia berlebihan saat bicar dan menatap ku Zay, aku sangat takut."Ucap Zidney.
__ADS_1
"Nanti malam aku akan membantu mu bicar pada Ayah dan Bunda agar mengganti guru privat itu."Ucap Zay.
Zay dan Zidney masuk ke dalam kamar mereka masing-masing dan tak berapa lama Tania sampai di Mansion.
"Kau jahat Mas, kau anggap aku apa?"Gumam Tania.
Dan tak berapa lama datanglah Rehan yang langsung masuk kedalam Mansion.
"Tania..."Ucap Rehan.
Tania berbalik lalu menatap tajam kearah suaminya, kali ini Tania tidak mau diam saja sudah cukup selama ini dia diam dengan perlakuan kasar Rehan.
"Cukup Mas, cukup kau sakiti perasaan ku. Apa kurang nya aku pada mu Mas Rehan!"Teriak Tania.
"Aku selalu menuruti apa mau mu semua kata-kata mu selalu aku dengar, dan bahkan anak-anak selalu kau paksa untuk menuruti ke inginan mu dan aku hanya diam karena aku menghargai mu."Ucap Tania.
"Maafkan aku Tania, aku terpaksa menyembunyikan ini dari mu."Ucap Rehan.
Sebelum Rehan menikah dengan Tania dia sudah lebih dulu menikah dengan Karen tapi karena terhalang restu orangtua, Rehan terpaksa menikah dengan Tania dan menyembunyikan pernikahan dengan Karen.
"Sebelum aku menikah dengan mu aku sudah menikah dengan Karen, hanya karena restu yang tidak kudapat. Aku harus menyembunyikan pernikahan itu dan menyetujui pernikahan dengan mu."Ucap Rehan.
Perkataan Rehan membuat Zidney dan Zay tekejut, sungguh tidak di sangka bahwa Ayah mereka tega sekali kepada Bunda mereka.
"Karen pergi dengan anak kami saat pernikahan kita menginjak 3 tahun, dia membawa anak ku pergi karena tidak mau orang beranggapan bahwa aku telah di rebut olah Karen dari mu. Karen sama saja denganmu dia tidak tau pernikhanan kita sebelumnya."Ucap Rehan.
"Saat dia tau, dia marah pada ku lalu pergi membawa anak kami."Ucap Rehan.
Tania tidak tau lagi apa yang harus dia katakan lagi, dadanya teras sangat sesak.
Sementara itu, Zidney menangis di dalam kamarnya mendengar bahwa Ayah yang dia sangat sayangi memiliki anak dari perempuan lain.
"Ayah jahat."Gumam Zidney.
Hari yang menyakitkan bagi Zidney dan Zay telah berlalu, seperti biasa hari ini Zidney les privat dengan Adnrian.
Namun perasaan nya begitu tidak tenang, karena Zay mengirim pesan bahwa dia terlambat pulang.
"Bagaiman ini, Ayah dan Bunda tidak ada. Zay juga terlambat pulang, apa aku batalkan saja ya les hari ini."Ucap Zidney.
Tak berapa lama Adrian datang dengan menekan bell rumah nya.
Namun Zidney benar-benar tidak mau membuka pintu untuk Adrian, Zidney berharap Adrian segera pergi tapi dugaan nya salah Adrian mengirim pesan pada Zidney. Bahwa Adrian tau jika Zidney di rumah tengah sendirina.
__ADS_1
"Kenapa aku setakut ini."Ucap Zidney.
Zidney mengirimi pesan pada Zay untuk segera pulang, karena dia takut sendirian.
Zidney keluar dari kamarnya dia pikir Adrian sudah pergi namun dia salah, Adrian ternyata sudah berada di ruang tamu Mansion nya.
"Hay Zidney..."Adrian menyeringai kearah Zidney.
Zidney sangat terkejut melihat Adrian sudah masuk kedalam rumahnya.
"Kak Adrian kenapa bisa masuk?"Tanya Zidney.
"Aku bisa masuk karena Ayah mu sudah mengizinkan aku masuk."Ucap Adrian, laki-laki itu berjalan mendekati Zidney.
Zidney yang takut dengan Adrian buru-buru berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
Namun sayang Adrian lebih cepat dari Zidney, dia menarik tangan Zidney dan menariknya hingga membuat Zidney terjatuh.
"Akhh..."Keluh Zidney,"apa yang mau kakak lakukan?"Tanya Zidney.
Adrian menatap ketubuh Zidney, gadis itu tengah mengenakan celan pendek dan kaos ketat yang menampilkan lekuk tubuh nya.
"Kau cantik sekali sayang..."Gumam Adrian.
Adrian menyentuk kaki mulus Zidney, namun secara reflek Zidney menendang wajah Adrian yang seperti akan mencium kakinya.
Bugghh..
"Akhh... Berani sekali kau menendang wajah ku."Ucap Adrian.
Adrian memegang kaki Zidney dan menyeretnya menuju Sofa yang ada di ruang keluarga.
"Tolong lepaskan aku!! kakak mau apa?"Tanya Zidney, gadis itu benar-benar takut dengan apa yang akan di lakukan Adrian padanya.
"Diamlah sayang, kakak yakin kamu pasti suka jika bermain dengan Kakak."Ucap Adrian.
Saat sudah akan mendekati sofa, Adrian melepaskan kaki Zidney itu memberi kesempatan untuk Zidney kabur.
Zidney berdiri dari tidurnya lalu berlari menuju dapur mencari tempat sembunyi.
"Kamu tidak bisa kabur dari ku Cantik."Ucap Adrian.
Adrian berjalan perlahan mencari keberadaan Zidney.
__ADS_1
"Zidney, sayang kau tau kau itu adalah gadis tercantik yang pernah aku temui sayang."Ucap Adrian