
Satu bulan berlalu...
Hari ini adalah hari dimana Kalea akan resmi menjadi istri seorang Darell.
"Cantiknya anak Mama." Ucap Helena.
Kalea menatap wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya itu.
"Mama." Ucap Kalea.
"Sudah cantik jangan menangis nanti jelek lagi." Ucap Helena.
Kalea memeluk tubuh Mamanya, serasa dia tidak mau menikah.
"Mama jika Kalea sudah menikah, apa Kalea masih boleh menginap di Mansion ini?" Tanya Kalea.
"Nak menikah bukan berarti kamu bukan anak Mama lagi, kamu akan tetap menjadi putri kesayangan Mama dan Papa dan akan tetap menjadi Kalea kecil kesayangan Kak Killian." Ucap Helena.
"Mama, hiks hiks." Kalea memeluk tubuh Mamanya kembali.
"Sudah jangan menangis, ayo sekarang kita temui calon suami mu."Ucap Helena.
Saat Helena dan Kalea berjalan menuruni tangga dan saat itu pula kata Sah menggema di aula pernikahan.
"Selamat ya nak." Ucap Briyan kepada Darell.
Semua sanak saudara merasa bahagia atas pernikahan Kalea dan Darel terkecuali pengantinnya sendiri, kedua mempelai pengantin itu hanya memasang senyum palsu karena mereka menjalani pernikahan ini dengan terpaksa.
"Kalea selamat ya akhirnya menikah juga." Ucap Zoe memberi selamat.
"Terimakasih Zoe atas ucapannya." Ucap Kalea.
Semua proses pernikahan yang sederhana itu berjalan dengan lancar, pernikahan itu di gelar secara sederhana dan hanya saudara dan kerabat dekat saja yang di undang. Alasannya cukup simpel karena Kalea dan Darell meminta jika pernikahan itu di sembunyikan sampai Kalea lulus kuliah.
"Lelahnya." Ucap Kalea.
Kalea berjalan memasuki kamarnya dan mulai melepas semua riasannya, namun saat Kalea akan melepas bajunya tiba-tiba pintu kamar Kalea terbuka dan masuklah Darell.
"Akkkkk!" Teriak Kalea yang terkejut akan kemunculan Darell.
"Ssssttt, jangan berisik." Ucap Darell, lelaki itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang tempat tidur milik Kalea.
Dan bagaimana mungkin kalea tidak menjerit karena darell masuk saat Kalea hanya mengenakan baju dalaman saja.
"Om jangan masuk sembarangan dong!" Ucap Kalea kesal.
"Memang kenapa, aku juga tidak tertarik dengan tubuh kurus mu itu." Ucap Darell.
"Apa! kau bilang aku kurus!! dasara Om-om tua!!" teriak Kalea yang langsung masuk kedalam kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Kalea keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar karena gadis itu baru saja mandi.
"Kita akan pindah malam ini, jadi bereskan pakaian mu dan barang-barang mu yang penting-penting saja." Ucap Darell dengan berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Tolong siapkan baju ganti ku." Ucap nya lagi sebelum menghilang di balik pintu.
Kalea berjalan menuju koper kecil milik Darell, dan menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya.
"Mana baju ku?" Tanya Darell saat sudah selesai mandi, Darell keluar dengan hanya mengenakan handuk yang dia lilitkan di pinggang.
Kalea mendadak panas saat melihat bagaimana bentuk tubuh suaminya yang sangat menggoda.
"Ya Tuhan jika begini terus aku bisa gila." Batin Kalea.
Kalea berjalan dengan menunduk kemudian memberikan baju ganti kepada suaminya.
"Kenapa kamu menunduk?" Tanya Darell.
"Tidak, Lea hanya tidak ingin mata suci Lea ternodai oleh tubuh Om-om." Ucap Kalea.
"Hahaha, jangan sok polos aku yakin kamu bahkan sudah melihat yang lebih dari ini." Ucap Darell.
"Om fikir Kalea wanita macam apa? pacaran saja Kalea tidak pernah apa lagi melihat tubuh lelaki." Ucap Kalea.
"Kau sungguh belum perbah melakukan apa-apa dengan lelaki lain?" Tanya Darell memastikan lagi.
"Isss, jika tidak percaya ya sudah." kalea berjalan menjauhi Darell.
"Polos sekali dia." Batin Darell.
Setelah selesai berberes Darell dan Kalea pamit kepada orang tua mereka untuk kembali ke apartemen Darell.
"Papa dan Mama, kami pamit dulu." Ucap Darell.
"Darell janji akan menjaga Kalea dan menjadikannya istri yang baik Pa." Ucap Darell.
Kalea terkejut mendengar ucapan Darell di hadapan Papa dan Mama nya.
"Kalea kamu harus mematuhi segala ucapan Darell dan jangan membantah nak, jadilah istri yang berbakti kepada suami." Ucap Helena.
"Iya Ma." Jawab Kalea.
Setelah berpamitan pada kedua orangtua mereka, Darell membawa Kalea menuju apartemennya.
"Masuklah." Ucap Darell saat sudah sampai di apartemennya.
Kalea memasuki bangunan yang cukup elegan namun tidak seluas Mansion orangtua nya.
"Disini tidak ada pembantu hanya ada tukang bersih-bersih yang datang setiap hari rabu dan sabtu." Ucap Darell.
"Apa Om tidak pernah tinggal di sini?" Tanya Kalea.
"Iya, aku jarang kesini." Ucap Darell yang mendudukkan tubuhnya di sofa.
"Kamar mu ada di sebelah sana dan kamar ku di sampingnya." Ucap Darell.
"Oke." Kalea berjalan menuju kamarnya dengan membawa koper yang berukuran sedang.
__ADS_1
"Disana ada baju-baju wanita, anggap saja itu hadiah dari ku untuk mu dan soal rumah tangga kamu tidak usah mengurus ku cukup urus saja diri masing-masing." Ucap Darell lagi.
"Oke." Ucap nya lagi.
Kalea memasuki kamar yang cukup lumayan mewah baginya, semua perlengkapan pribadi sudah di sediakan.
Kalea menata barang-barang yang dia bawa dari Mansion nya.
"Besok mobil ku akan di antar dan dua minggu lagi aku masuk magang di kantor yang di rekomendasikan Papa." Ucap Kalea.
Krucukk krucukkk
"Laparnya, tadi aku hanya makan kue saja." Ucap Kalea.
Kalea menuruni anak tangga dan menuju kedapur, Kalea membuka lemari es dan melihat banyak bahan makanan yang sudah di sediakan.
"Masak apa ya?" Gumam Kalea.
Kalea sangat beruntung dulu pernah mengikuti latihan memasak, meski itu paksaan dari Mamanya. Kini ilmu memasak yang dia pelajari selama 1 tahun itu berguna.
"Bikin Udang dan cumi saus padang enak si kayaknya." Ucap Kalea.
Kalea menyiapkan bahan makanan untuk dirinya, namun dia agak bingung apakah dia akan memasak untuk suaminya juga atau hanya untuk dia.
"Om Darell mau tidak ya?" Gumamnya.
"Buatkan saja untuk ku, aku juga lapar." Ucap Darell yang sudah berdiri di belakang Kalea.
"Ya! Om jangan ngagetin dong." Kalea terkejut dengan suara Darell yang tiba-tiba muncul.
"Maaf." Ucap Darell yang langsung pergi.
Kalea memulai memasak untuk dirinya dan sang suami, dia mengupas kulit udang lalu kemudian memotong cumi dan satu lagi karena berdua jadi Kalea fikir di tambah kepiting mungkin akan lebih sempurna.
"Selesai deh." Ucap Kalea.
Kalea membawa masakannya ke ruang makan.
"Om sudah matang nih." Ucap Kalea.
Darell yang tengah bermain game pun memutuskan untuk menyudahi permainannya dan menuju ruang makan, karena dia pun juga lapar.
"Kepiting?" gumam nya.
"Kenapa Om alergi ya?" Tanya Kalea was-was.
Darell sangat suka kepiting tapi masalahnya dia selalu makan dengan Mamanya dan selalu Mamanya yang mengupas kulit kepiting, kali ini bagaman Darell akan memakan kepiting dirinya saja tidak bisa mengupas kulit kepiting.
"Om jangan risau Kalea akan mengupas kulit kepiting nya, Kalea jago lo." Ucap Kalea.
Darell menatap kearah istrinya yang sibuk mengambilkan nasi untuk mereka berdua.
"Nah Om, ini makan sudah Lea kupaskan." Ucap Kalea dengan menyodorman udang cumi dan kepiting yang tentunya sudah siap di santap.
__ADS_1
"Terimaksih Lea." Ucap Darell.
Merka makan dengan lahap karena mereka memang kelaparan.