Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
[Season 2]


__ADS_3

Membangun rumah tangga itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, mau makan enak itu juga harus kerja keras banting tulang. Sama seperti pasangan yang satu ini, mereka ingin hidup bahagia tapi ada saja cobaan nya.


Baru kemarin Darell dan Kalea bahagia menikmati bulan madu mereka di Cappadocia Turki, bahkan mereka tengah menjalankan proyek baby twins yang entah kapan terwujut nya tetapi mungkin akan terhalang karena tepat di hari kepulangan mereka Papa Briyan datang ngamuk-ngamuk dan mebawa Kalea secara paksa.


"Papa enggak habis fikir sama kamu Kalea! kenapa kamu diam saja saat suami kamu masih berhubungan dengan mantan kekasihnya." Briyan marah saat seketika tahu fakta sebenarnya bahwa awal penikahan putrinya tidak bahagia.


"Paa, itu dulu tapi sekarang Mas Darell sudah berubah dia sudah tidak berhubungan dengan Sesillia." Kalea menahan tangisnya, ini pertama kalinya dia di bentak atau bahkan mendapat amarah dari Papanya.


"Pokok nya Papa akan urus perceraian kamu dan Darell!" Briyan keluar dari kamar Kalea dengan amarah yang menggebu-gebu.


Briyan datang keapartemen Kalea dan Darell dengan membawa berlembar-lembat foto Darell dengan Sisillia tengah berada di atas ranjang dengan tubuh tanpa busana belum lagi vidio panas Darell dan Sisilia, tidak tau Briyan dapat dari mana yang jelas kali ini Briyan benar-benar marah dengan menantunya itu.


"Gimana dong masa gue cerai sama Darell, gak mau ya gue jadi janda." Gumam Kalea.


Kalea hanya bisa mondar mandir didalam kamarnya, handphone nya di sita oleh Papanya sementara diluar rumah banyak penjaga yang pasti tugas mereka adalah menjaga Kalea agar tidak keluar menemui Darell.


"Awas aja kamu nenek lampir, gue bakal kasih perhitungan." Kalea meremas botol minum kosong yang baru dia habiskan airnya sampai ringsek.


Sementara itu Darell tengah menahan sakit di sudut bibir ya dan juga perutnya akibat di hajar oleh Papanya dan juga mertuanya. Sebelum Briyan membawa Kalea pulang Briyan menyempatkan untuk menghajar menantu kutang ajar nya itu.


"Akhh..." Darell meringis ketika sang Mama mengoleskan obat di luka pukulan yang diterima Darell dari sang Papa.


"Kamu gimana si, Mama sudah pernah bilangkan Sisillia itu bukan wanita baik-baik. Masih saja kamu berhubungan dengan dia di tambah kamu sudah menikah." Nyonya yoon sangat kesal dengan kelakuan bodoh putranya itu, sudah di peringatkan tapi masih saja bodoh.


"Mama percaya sama Darell, itu bukan Darell Maa. Darell tidak pernah menyentuh nya." Dari awal Darell menjelaskan pada mertua dan Papanya tapi yang dia dapat hanyalah pukulan.


"Lalu anak siapa yang dia kandung?!" Suara berat itu berasal dari Tuan yoon.


"Maksut Papa apa?" Darell masih tidak tau anak siapa yang di maksut, apakah anak nya dengan Kalea tapi mana mungkin mereka baru melakukan beberapa kali apa bisa secepat itu proyek baby twins mereka terwujut.


"Anak kamu dengan Sisilia!! mau taruh dimana muka keluara kita Darell, Papa sudah bilang jauhi wanita ****** itu tapi kamu seakan tuli!!"

__ADS_1


"Papa jangan bicara sembarangan, Darell tidak pernah tidur dengan Sisilia dan bagaiman bisa wanita itu hamil anak Darell." Darell sudah menegaskan sejak awal bahwa dirinya tidak pernah menyentuh Sisilia tapi semuanya tidak percaya.


"Papa tidak bisa membantu kamu, dan ini adalah titipan dari mertua mu." Tuan yoon melempar amplop coklat tepat di hadapan Darell.


Darell membuka amplop tersebut dan betapa terkejutnya dia membaca isi sirat itu, surat gugatan cerai.


"Tidak Paa!! aku tidak akan mau bercerai dengan Kalea!!" Darell meninggalkan kedua orangtuanya, lelaki itu akan mendatangi mertuanya dan akan membawa Kalea pergi.


Dengan kecepatan tinggi Darell mengendarai mobilnya menuju kediaman mertuanya, dia akan mencoba berbicara dan menjelaskan semuanya bahwa tuduhan itu tidak benar.


"Jika sampai aku dan Kalea bercera maka kamu Sisilia tidak akan bisa tenang menghirup oksigen di bumi ini." Ucap Darell, dirinya sudah sangat marah dengan kelakuan Sisilia dan Darell takkan berbaik hati kali ini dirinya akan mempublis semua perbuatan buruk Sisilia biar saja media masa menelannya hingga dia hancur tak tersisa.


Bayangkan jika seluruh negeri tau seorang model papan atas Sisilia Maharani ternyata terlibat kasus prostitusi online, dan Sisilia sebagai germo dengan menjual gadis gadis belia yang tertipu karena iming iming menjadi model.


Setengah jam Darell mengendarai mobill nya dan kini dirinya sudah sampai didepan rumah mertuanya.


"Maaf Tuan anda tidak dapat masuk." Ucap salah satu penjaga. Tapi usahanya mungkin takkan mudah karena penjaga berjejer di depan gerbang rumah milik mertuanya.


"Kami di tugaskan untuk menjaga rumah ini dari Tuan Darell." Ucap Penjag.


"Kamu tahu aku siapa, aku ini menantu di keluarga ini!! jadi sebelum ku tenggelamkan keluarga mu lebih baik kamu minggir." Ucap Darell yang terus memaksa masuk.


"Tidak bisa Tuan!!! kami harus mematuhi perintah Tuan Briyan." Penjaga semakin ketat menjaga gerbang.


Perdebatan antara Darell dan para penjaga terdengar sampai kedalam rumah, Kalea yang sedang berada di ruang Tv mendengar jelas bahwa didepan adalah suara suaminya.


"Mas Darell..." Gumam Kalea, Kalea bergegas keluar untuk melihat keributan apa yang melibatkan sang suami, tetapi sayang belum juga di memegang ganggang pintu Papanya sudah melarang.


"Jangan berani-berani nya kamu menemui suami mu!! atau Papa akan habisi Darell dihadapan mu." Briyan mengancam Kalea, dirinya tak ingin sang anak berhubungan kembali dengam Darell laki-laki yang sudah berani-beraninya menyakiti perasaan putrinya.


"Paa, sekali saja. Lea mohon Paa..." Kalea memohon pada sang Papa, namun kali ini lagi-lagi dia harus kecewa karena sang Papa tidak mengizinkan dirinya keluar rumah sebaliknya sang Papa malah membawa Kalea menuju kamar nya.

__ADS_1


"Paa, Lea mohon paa sekali saja." Rengen Kalea, dia tak putus asa masih berharap agar sang Papa bisa luluh.


"Tidak Lea!! Papa bilang tidak ya tidak!! kamu ngerti enggak si!!" Kalea diam membeku melihat sorot mata Papanya yang tajam tersirat kemarahan dan kekecewaan, belum lagi suara sang Papa yang menggelegar membentaknya membuat pacu jantung nya berdetak semakin kencang.


Takut Kalea takut dengan sang Papa yang tengah marah, ini pertama kalinya dia di perlakukan kasar oleh sang Papa.


"Papa jahat!!! Papa berani bentak Lea!! Lea benci Papa..." Kalea masuk kedalam kamarnya dan kemudian menutup pintu kamarnya dengan kencang.


Sementara Briyan menyesali perbuatanya, mungkin dia marah tapi tidak seharusnya dia menyalurkan kekecewaan dan amarahnya terhadap Darell kepada Kalea.


"Maafkan Papa nak, Papa hanya ingin yang terbaik untuk kamu." Ucap Briyan dengan lirih.


"Sayang, jangan terlalu keras dengan Lea. Kamu tidak ingin dia membenci mu kan." Helena menenangkan suaminya.


"enggak, aku tidak mau putri ku satu-satunya membenci ku sayang." Briyan memeluk istrinya pria dewasa itu menangisi perbuatanya.


"Jadi apa kamu mau mendengar saran ku?" Tanya Helena dan kemudian di angguki oleh Briyan.


"Dengarkan penjelasan Darell terlebih dahulu, lalu kemudian kamu bisa mengambil keputusan dan tentu harus di setujui oleh Kalea." Ucap Helena.


"Tapi sayang, aku tidak mau Kalea memiliki suami seperti dia." Briya memang tipikal lelaki yang jika sudah tak suka maka akan sulit untuk menjadi suka, jika sekali sudah di kecewakan maka dirinya takkan pernah percaya seutuh nya akan ada cacatnya sama seperti kaca yang pecah mau di satukan seperti apapun juga tetap akan terlihat retak nya.


"Dengarkan aku sayang, kita dengar penjelasan Darell terlebih dahulu." Final Helena yang akan membela menantunya kini mereka tidak lagi ada di kubu yang sama.


"Kamu membelanya yang."


"Iya kenapa?!" Tantang Helena.


"Akkhhh!! celaka jika Helena berpihak pada menantu ingusan itu bisa-bisa jatah malam ku terganggu." Batin Briyan.


Taukan Briyan itu suami takut istri, jadi mau bagaimana lagi selain menuruti Helena istrinya tidak mungkin dia membantah istrinya. Briyan masih sayang nyawa lebih tepatnya takut jatah malam nya di hilangkan.

__ADS_1


__ADS_2