
Di kantor Mark meminta Micell untuk datang keruangan nya, Mark ingin menjelaskan semua kejadian lima tahun lalu.
"Micell ada yang mau aku bicarakan pada mu."Ucap Mark.
"Apa Pak sepertinya serius sekali."Ucap Micell.
Ya, setelah kejadian hukuman Fay kemarin akhirnya Mark memutuskan untuk mengatakan nya di kantor.
"Kejadian lima tahun lalu, coba kau lihat rekman CCTV ini."Mark menyodorkan laptopnya kehadapan Micell.
Micell masih tenang tidak ada reaksi apa-apa pada tubuhnya, hingga saat dia melihat laki-laki keluar dari kamar yang juga sama dengan kamar dimana kejadian malam itu terjadi pada Micell.
"Lihatlah itu bukan Bram, itu aku Micell."Ucap Mark.
Micell hanya terdiam, gadis itu terlihat gemetar. Air matanya mengalir membasahi pipi nya.
"Maksut bapak apa?"Tanya Micell.
Mark mendekati Micell, laki-laki yang tengah mengenakan setelan jas berwarna navi itu menggam tangan Micell.
"Micell aku lah laki-laki yang merenggut kesucian mu pada malam itu, aku menolong mu dari Bram tapi pada saat aku ingin pergi kau mencegah ku dan kita melakukan nya."Ucap Mark, Mark mengatur nafas nya yang sesak.
"Aku mencari mu, aku ingin bertanggung jawab atas perbuatan ku pada mu. Namun aku tidak menemukan mu."Jelas Mark lagi.
Saat Micell mendengar penjelasan Mark, Micell menarik tangan nya dari genggaman tangan Mark.
"Kau laki-laki jahat Mark!! kau tega melakukan itu pada gadis yang tidak berdaya. Kau tau betapa hancurnya aku, aku dihina aku di gunjing orang hingga anak ku meninggal sebelum saatnya aku lahirkan."Ucap Micell.
Mark yang mendengar bahwa Micell mengandung anak nya terkejut bukan main.
"Aku salah, tolong maafkan aku."Mark berlutut di hadapan Micell, sungguh Mark merasa bersalah.
"Maaf kau bilang!! apa dengan Maaf mu kau bisa mengembalikan masa muda ku. Apa kau bisa menghidupkan anak ku yang telah meninggal."Tanya Micell, dari suara Micell terdengar betapa memilukan nya nasib Micell dikala itu.
"Aku salah, maafkan aku. Aku mohon izinkanlah aku menebus kesalahan ku di masalalu, beri aku kesempatan Micell."Mark memeluk kaki Micell, ini pertama kalinya seorang Mark yang terkenal angkuh dan arrogan berlutut dan memohon pada seorang wanita.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, mau semarah apa Micell pada Mark semua tidak akan kembali. Micell memang sangat marah pada Mark tapi rasa cinta dan sayang nya begitu besar pada duda arrogan itu.
"Berdirilah, kau tak pantas berlutut di kaki ku. Sebaiknya kamu minta maaf pada putra mu."Ucap Micell.
Mark mendongak menatap wajah Micell lalu berdiri.
"Dimana makan anak kita?"Tanya Mark.
Micell akhirnya membawa Mark kemakam mendiang anaknya, anak yang lahir prematur.
__ADS_1
Di dalam mobil Micell menceritakan semua kejadian masa-masa sulitnya, dimana saat dia mengetahui bahwa dia hamil dia harus cuty kuliah dia juga harus mengasingkan diri dari keluarganya. Belum lagi vidio panas yang tersebar itu membuat Micell sakit-sakitan dan kandungannya hanya berumur 8 bulan.
"Saat kehamilan ku sudah 8 bulan, aku mengalami keram hebat di perut ku darah mengalir deras di antar paha ku. Aku di larikan ke rumah sakit oleh Papa tapi sayang bayi ku meninggal dalam kandungan."Ucap Micell.
Micell menunjukkan sebuah foto bayi laki-laki yang berkulit putih, wajah nya tampan dia mirip dengan Mark.
"Aku menamainya Adam Hazel."Ucap Micell.
Mark merasa sesak didadanya, air matanya mengalir dari sudut matanya.
Laki-laki itu menyesal tidak bisa menemukan Micell dengan cepat.
"Maafkan aku, aku tidak bisa menemukan kalian. Jika aku lebih cepat mungkin putra kita akan selamat."Ucap Mark.
Micell mengelus halus pipi Mark, di hapusnya air mata Mark yang mengalir deras di pipinya.
"Jangan menangis lagi, aku yakin anak mu pasti senang karena dia akan di kunjungi Papanya."Ucap Micell.
Micell dan Mark tiba di pemakaman elit tak jauh dari Mansion Micell.
"Ini makam nya."Ucap Micell.
Mark mendekat ke sisi makam bayi mungil itu, Mark berjongkok dan memanjatkan doa untuk anak nya.
Mark memandangi makam bayinya, sungguh dia menyesal dia baru tau bahwa dia memiliki anak dari Micell yang lebih menyakitkan anak itu telah tiada.
"Adam anak Mama, Mama sudah menepati janji nak Mama sudah membawa Papa mu menemui mu. Kamu bahagia di syurga ya sayang."Ucap Micell.
Setelah mereka selesai berdoa di depan makam Adam, mereka memutuskan untuk ke Mansion Micell.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Sementra itu Briyan dan Helena tengah berbelanja di supermarket, mereka berbelanja untuk kebutuhan dapur mereka.
"Sayang tolong ambilkan susu ibu hamil, rasa apa saja boleh."Ucap Helena kepada Briyan.
Briyan yang mendengar perintah dari istrinya tanpa bertanya lagi dia langsung mengambil susu ibu hamil.
"Aku harus mengambil berapa kotak?"Gumam Briyan.
Karena Briyan tidak mau berlama-lama meninggalkan istrinya yang tengah memilih buah, akhirnya Briyan mengambil masing-masing 10 kotak untuk setiap rasa.
Briyan berjalan menghampiri istrinya yang tengah fokus memilih buah.
"Sudah sayang."Ucap Briyan.
__ADS_1
Helena mengernyitkan keningnya heran, dia dengar suaminya sudah mengambil susu namun dia hanya melihat Briyan kembali dengan tangan kosong.
"Dimana susu nya?"Tanya Helena.
"Sudah aku letakkan di kasir."Ucap Briyan.
Helena fikir itu bukan masalah besar, jadi Helena tidak mempermasalahkan nya.
Helena selesai memilih buah dan kebutuhan yang lain nya, kini saatnya mereka membayar belanjaan mereka.
"Maaf Ibu ini untuk susu ibu hamil nya masing-masing 10 kotak per rasa ya bu?"Tanya kasir memastikan.
"Tidak Mbak, saya hanya mau rasa coklat dan vanila masing-masing satu kotak."Ucap Helena.
"Tapi tadi suami Ibu yang mengordernya Bu."Ucap Kasir.
"Astaga Briyan, kenpa kamu membeli susu sebanyak itu. Apa kamu mau beralih provesi menjadi tukang susu ibu hamil."Ucap Helena.
"Maaf sayang aku kira itu masih kurang untuk mu dan anak kita."Cicit Briyan.
Helena hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah laku suaminya itu.
"Ya sudah mbak saya bayar semuanya."Ucap Helena, Helena tidak mungkin membatalkan nya karena susu itu sudah di tatarapih di dalam kardus.
Setelah membayar, Helena dan Briyan mengendarai mobil dan menuju kemansion mereka.
"Ohh, astaga mau ku apakan susu sebanyak ini?"Gumam Helena dalam hati, kini wanita itu telah berada di Mansion nya dengan menatap banyak nya susu ibu hamil.
Helena nampaknya punya ide baik agar susu yang dia beli bisa bermafaat.
"Sayang..."Panggil Helena.
Briyan yang mendengar istrinya memanggil buru-buru datang menghampiri Helena.
"Iya sayang, ada apa?"Tanya Briyan.
"Tolong siapkan meja panjang di depan Mansion kita, lalu beri tulisan "Ibu hamil boleh ambil gratis"."Ucap Helena.
"Maksutnya sayang?"Tanya Briyan, karena Briyan takut salah lagi.
"Susu ini akan aku bagikan pada yang membutuhkan sayang, ini terlalu banyak. Aku hanya akan mengambil lima kotak saja."Ucap Helena.
Briyan tersenyum mendengar perkataan Helena, dia berfikir memang dia tidak salah pilih istri.
Jadilah kegiatan mereka pada sore itu membagikan susu Ibu hamil bagi yang membutuhkan.
__ADS_1