
Setelah kepergian Sisilia dari ruangan Darell, tak membuat dirinya melepaskan pelukanya dari tubuh mungil milik Kalea. Lelaki itu semakin mendekap dan mempererat pelukannya, menikmati debaran jantung nya mungkin Kalea bisa mendengarnya karena kepala Kalea di sandarkan tepat didadanya.
“Kak lepasin.” Ucap lirih Kalea.
Bukan hanya Darell saja yang merasa jantungnya akan meledak, Kalea pun hampir tak bisa bernafas karena jantungnya berdetak begitu kencang.
“Kenapa?” tanya bodoh Darell. “bukanya kamu tadi bernafsu sekali ingin memeluk ku.” Goda Darell lagi. Mengerlingkan matanya genit, persis om om penggoda anak SMA.
Pipi kalea mulai memanas mungkin karena dia merona malu dengan tindakannya tadi, sungguh sangat berani.
“Maaf, aku tidak bermaksut begitu.” Ucap Kalea.
“Jangan meminta Maaf Karena, aku suka.” Ucap Darell tepat di sebelah telinga Kalea dan itu membuat bulu kuduk Kalea berdiri.
Darell melepaskan pelukannya kemudian menangkup wajah Kalea, menatap manik hitam Kalea lalu kemudian megusap bibir Kalea. Bibir yang tadi sempat membuat jantungnya hampir melompat keluar dari tubuhnya akibat serangan dadakan dari bibir mungil Kalea, ahhhh rasanya Darell ingin mengulang kembali.
Cup…
“Emhhh…” Darell ******* bibir tipis milik Kalea dengan lembut, Kalea tidak menolak dia mencoba menerima dan membalas cium suaminya itu.
Sampai akhirnya…
“Maaf pak sa…” Daren mematung melihat pemandanga didepannya.
Brukkk…
Zeo menabrak punggung Daren yang tiba-tiba berhenti tak jadi masuk kedalam ruangan Darell, “kenapa berhenti?” Tanya Zoe yang belum sadar akan situasinya.
Zoe bergeser sedikit sehingga kini posisinya sejajar dengan Daren, belum sempat Zoe melihat apa yang ada didepannya Daren dengan cepat menutup mata Zoe dan kemudia menarik nya keluar dari ruangan Darell.
Mereka berdua tadinya berniat ingin meminta tandatangan Darell, namun sayang sepertinya waktunya kurang tepat.
“Pak Daren kenapasi?” tanya kesal Zoe pasalnya dia di Tarik paksa keluar dari ruangan Darell.
“Udah nurut aja kalau enggak mau menyesal.”
“Nyesel apa? saya mau minta tanda tangan pak Darell nih.” Zoe menghentikan langkahnya yang otomatis membuat Daren berhneti karena tarikan tangan Zoe yang dia genggam.
“Pokoknya kamu bakal menyesal kalau masuk kesana, nanti saja kembali lagi sekitar 30 menit.” Jelas Daren.
Daren juga tidak bisa menjelaskan situasi saat ini, dia tidak mingkin mengatakan jika Pak Boss dan Ibu Boss sedang berciuman mesra diruangannya.
“Bapak aneh…” Ucap Zoe yang kemudian meninggalkan Daren dan kembali keruangannya.
“Dasar wanita, suka susah dimengerti.” Gerutu Darell.
“Ohhh, mata ku sudah kotor, bisa-bisanya mereka berciuaman di ruangan kerja. Coba kalau tadi bukan aku tapi Zoe yang melihat kan kasihan mata polosnya itu.” Kesal Daren.
“Kakak sudah berubah menjadi bucin, mungkin saat nya aku pindah dari bumi.” Cicit Daren yang membayangkan bagaiman kakak nya menjadi bucin dan menggelikan.
*****
Sore harinya Kalea memutuskan untuk pulang kerumah Mamanya karena merasa malu dan canggung jika harus bertemu Darell di apartemen.
“Mama, kangen…” Kalea memeluk tubuh Helena yang sedang menyiram tanaman di halam depan.
“Duhh, anak kesayangan Mama. Baru pulang sayang?” Helena membalas pelukan anak kesayangannya itu.
“Iya Mah, Papa mana Mah?” Tanya Kalea yang sudah duduk di bangku taman.
__ADS_1
“Belum pulang katanya bakal pulang telat.”
“Ohh gitu.” Kalea mengangguk anggukan kepalanya.
“Masuk yuk…” ajak Helena.
Setelah Kalea masuk kedalam rumah, gadis itu langsung memasuki kamar lamanya. Kamar yang sangat dia rindukan kamar yang menemaninya selama 20 tahun.
“Hemmm, kangen sekali aku sama kamar kesayangan ini.”
Kalea merebahkan tubuhnya dikasur empuk miliknya, memandang langit-langit kamarnya menerawang jauh dan tersenyum membayangkan apa yang terjadi di kantor tadi.
“Ohhhh Tuhan, kenapa bisa aku jatuh hati kepada lelaki aneh itu.” Dia memegang dadanya yang berdebar, “lelaki aneh itu adalah suami ku.” Kalea tersenyum kemudian menghentak hentakkan kakinya di atas ranjan lalu berguling kekiri dan kekanan, persisi remaja yang habis di tembak kakak kelas.
“OMG, bisa gila gue.” Gumam nya lagi.
Awal menikah dengan Darell memang Kalea tidak mau membuka hati nya untuk sang suami, di tambah lagi adanya kehadiran Sisilia yang mengaku menjadi kekasih hati sang suami. Meski Kalea terbilang cuek namun dia juga seorang wanita, istri mana yang tak sakit hati melihat suaminya perpelukan dan berciuman dengan wanita lain.
“Mandi dulu, gila lama-lama ngebayangin yang iya-iya.”
Kalea berjalan menuju kamar mandinya kemudian memulai aktivitas mandinya, badannya terasa lengket apa lagi sehari ini dirinya tidak di izinkan untuk diam barang sebentar karena Darell terus memerintahnya dan melakukan hal-hal yang random.
“Segar ya….” Ucap Kalea yang baru saja keluar dari kamar mandi, Kalea keluar hanya dengan mengenakan sehelai handuk di atas paha dan satu handuk di atas kepala untuk mengeringkan rambut nya.
“Pakai baju apa ya.” Gumam nya dengan berdiri didepan lemari bajunya.
Akan tetapi bebrapa detik kemudian dia di kagetkan dengan sebuah tangan yang tiba-tiba merengkuh pinggangnya.
“Akhhh!!”
“Ssstttt, ini aku suami mu.”
Entah sejak kapan Darell ada di dalam kamarnya, mungkin karena Kalea benar-benar menikmati mandi sorenya jadi dia tidak sadar jika Darell sudah berada di dalam kamar nya.
“Aku mau bertanya pada istri nakal ku ini, kenapa dia tidak izin saat berkunjung kerumah mertua ku?” Ucap Darell.
Darell meletakkan wajahnya di ceruk leher milik Kalea, wangi sabun mandi menyeruak kedalam hidung Darell.
“Ohh, iya lupa aku.”
Darell tak mengeluarkan suara, karena fokus mengecap kulit mulus bagian punggung Kalea yang terpampang jelas.
“Ka-kak, aku mau paka baju lepas dulu.”
“Kenapa harus paka baju, aku suka kamu tidak paka baju.” Goda Darell.
“Akhhh…”
Darell menyesap permukaan kulit leher kalea dan meninggalkan beberapa bercak merah di sana.
“Aku mau mandi, siapkan baju.” Darell berlalu begitu saja setelah hampir membuat Kalea serangan jantung.
“Apa dia suami ku? Kok serem ya, Sukanya gigit leher.” Gumam Kalea.
Setelah melihat Darell hilang di balik pintu, Kalea buru-buru memilih baju dan langsung mengenakannya. Takut-takut Darell kembali dan menggigit nya.
*****
Pagi ini Darell mengajak Kalea untuk joging pagi di sekitaran taman depan komplek perumahan mertuanya.
__ADS_1
“Kak mau makan bubur enggak?” Tanya Kalea.
Di taman ini bubur ayam nya enak langgananya orang kaya di komplek perumahan orangtua Kalea.
“Enggak.” Jawabnya singkat.
“Kenapa? Enak loh kak.”
“Aku tidak suka bubur bayi.” Jawab Darell.
“Ini bukan bubur bayi, ini bubur ayam.”
“Ckk, maksut ku dia tekturnya seperti bubur bayi lembek.” Ucap Darell sedikit menjelaskan maksutnya tadi.
“Oke, aku pesan dulu ya kak.” Kalea berlari menuju grobak penjual bubur ayam.
Grobak bubur ayam nya cukup ramai ada sekitar 10 orang yang makan disana, tapi memang enak si bubur Mang Badrun ini.
“Mang bubur nya satu makan sini terus dua di bungkus ya, biasa enggak usah pakai bawang goreng.” Kalea menyebutkan pesanannya.
“Siap neng Lea, duh neng lama enggak kesini sibuk ya.” Tanya Mang Badrun dan hanya Kalea jawab dengan anggukan dan senyuman.
Kalea memilih duduk lesehan di atas tikar yang di siapkan oleh Mang Badrun disini tempatnya teduh dan bersih.
“Kalea…” Sapa seseorang.
Kalea mendongak menatap orang yang baru saja memanggil namanya tersebut dan sedikit terkejut.
“Arkan…”
“Iya, elu apa kabar?” Tanya Arkan.
Arkan adalah teman satu sekolah SMA nya dulu, dia adalah lelaki yang cukup tampan dan pintar.
“Gue baik, elo bukanya di paris?” Karena seingat Kalea saat pengumuman kelulusan sekolah Arkan berpamitan akan melanjutkan pendidikannya di Paris.
“Iya gue baru balik nih, duh kangen banget gue sama elo apa lagi sama Zoe si cerewet itu.” Ungkap Arkan.
Arkan adalah salah satu peria yang dekat dengan Kalea dan Zoe, mereka itu seperti satu geng dulu kemana-mana bersama. Bahkan Arkanlah yang meracuni Kalea dan Zoe untuk ikut balapan dulu. Tetapi mereka bukanlah geng motor, mereka hanya asik-asikan aja buat seneng-seneng masa remaja.
“Zoe baik sih, elo masih suka?” Tanya Zoe.
Arkan menatap kearah Kalea, “Iya, susah cari yang kayak Zoa di Paris.” Jawabnya dengan kekehan.
“Hahaha, mangkanya elo jangan jauh-jauh main nya Zoe Cuma produk indo bukan produk luar.” Jawab Kalea dengan sedikit bergurau.
Disudut taman nampanya ada sebuah hati yang terbakar dengan pemandangan yang barus saja dilihatnya.
“Mau main-main ya sayang…”
*****
Apa komen kalian tentang Darell??
Menurut kalian sikap Kalea itu gimana???
Zoe bakal di jodohin nih????
Daren jodoh nya siapa???
__ADS_1
Arkan siapa???
💜💜💜💜💜💜💜