Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Duda meresahkan


__ADS_3

Mark merasa kesal saat melihat Briyan memandang wajah Micell.


"Kenapa aku sangat tidak suka saat Micell di pandangi laki-laki lain."Gumam Mark dalam hati.


"Momy Micell..."Teriak Fay.


Fay baru saja pulang sekolah, anak itu berlari menghampiri Micell.


"Anak Momy, sudah selesaikah sekolahnya?"Tanya Micell.


"Sudah Mom, tadi di sekolah Fay dapat tugas bikin dongeng Mom. Momy bantuin Fay ya."Fay tersenyum.


"Siap."Ucap Micell dengan bergaya sedang hormat.


Interaksi antara Fay dan Micell mebuat Natasya bersedih, anak itu juga ingin di perhatikan oleh Ibu nya namun sayang Ibu nya sudah di syurga.


"Natasaya kamu kenapa sayang?"Tanya Tari.


Tari memperhatikan wajah Natasya yang sedih ketika melihat Fay dan Micell sangat dekat.


"Natasya juga ingin seperti Fay Ounty punya Momy, Mama Natasya sudah di syurga."Ucap Natasya sedih.


"Hey... Anak cantik, Natasyakan masih ada Papa. Papa Natasya sangat menyayangi Natasya, jadi jangan sedih ya."Tari mengusap pipi Natsaya.


"Ounty jadi Mama Natasya aja ya."Ucap Natasya


Tari memandang ke arah Micell menggerakkan alisnya, Tari bingung bagaimana menjawab nya, tapi Micell hanya menggerakkan bahu nya.


"Natasya, jangan menangis ayo main dengan ku."Ajak Fay.


"Tidak, aku mau sama Mama Tari."Ucap Natasay.


Briyan yang mendengar ucapan Natasya beranjak bangun dari duduk nya dan menghampiri anak nya.


"Natasya kenapa menangis nak?"Tanya Briyan.


"Natasya mau punya Mama."Jawab Natasya.


Briyan tau kesedihan anak nya, harus kehilangan Mama nya dan belum lagi pengobatan kangker darah nya yang menyiksa.


"Natasya punya Mama tapi sudah di syurga sayang."Ucap Briyan.


"Pokoknya Natasaya mau punya Mama!"Bentak Natasya.


Semua orang yang ada di sana terkejut melihat perubahan emosi Natasya.


"Maaf Pak biar saya yang bicara pada Natasya."Ucap Tari.


Briyan hanya mengagguk dan kembali ke tempat duduk nya.


"Kau harus sabar menghadapi emosi anak kecil."Ucap Mark.


Briyan hanya melirik ke arah Mark tanpa menjawab, lalu bertanya.

__ADS_1


"Apa anda menyukai Micell?"Tanya Briyan.


"Apa urusan nya dengan anda."Jawab Mark ketus.


"Jika anda tidak ada perasaan suka terhadap Micell, maka aku akan berusaha mendapatkan nya."Ucap Briyan.


Mark mengepalkan tangan nya, mulut nya bilang tidak tapi hati nya mungkin sudah tertarik dengan Micell.


Bagaiman bisa Mark tidak tertarik dengan Micell, wanita itu sangat baik sikap dan sifat nya sangat ke ibuan. belum lagi perhatian yang di berikan kepada Fay sangat menyentuh perasaan Mark, tapi dia masih ragu dengan perasaan nya.


"Natasya dengar perkataan Ounty, Natasya boleh panggil Ounty Tari Bunda."Ucap Tari.


"Benarkan Bunda"Ucap Natasya.


Natasya memeluk tubuh Tari, anak itu merasa bahwa mungkin sisa hidup nya akan menyenangkan sekarang.


"Sayang Bunda."Ucap Natasya.


"Bunda juga sayang Natasya."Tari mengelus halus kepala Natasya.


Para wanita tengah menikmati waktu bercanda mereka, tapi berbeda dengan dua duda yang berada di ruang tamu itu. Meraka sedang bersitegang merebutkan Micell.


Sedang di perusahaan Ramora, Helena tengah mengatur perasaan nya karena dia tengah di tatap tajam oleh Nion.


"Nona Helena, kenapa Nona menghindari saya?"Tanya Nion.


"Tidak, aku tidak menghindari kamu."


Nion rasa nya ingin tertawa melihat tingkah Boss nya yang seperti anak kucing yang sedang di marahi induk nya.


"Hentikan Nion!!!"Teriak Helena, wanita itu benar-benar merasa malu sekali.


"Kenapa Nona, apa Noma akan bilang itu tidak sengaja atau tidak di rencanakan."Goda Nion.


"Emmmm, kenyataan nya kan memang begitu."Cicit Helena.


Nion beranjak dari duduk nya lalu mendekati Helena dan berbisik.


"Lalu bagaiman jika kita lakukan lagi."Bisik Nion.


Helena yang mendengar bisikan Nion seketika tubuh nya menjadi menegang.


"A-apa yang kamu maksut?"Tanya Helena.


"Kita pastikan apakah perasaan ini salah."Ucap Nion.


Nion menarik tengkuk Helena, dan mengecup bibir Helena. Perlahan kecupan itu berubah menjadi *******.


Helena yang tadinya hanya diam, kini perlahan membalas setiap perlakun Nion.


Nion mengangkat tubuh Helena dan membawanya keruang istirahat Helena.


Mereka terbuai dalam sentuhan satu sama lain, ******* demi ******* saling bersahutan.

__ADS_1


"Nion..."Desah Helena.


"Sebut nama ku dalam setiap ******* mu Helena Remora."


Mereka tanpa sadar telah melewati batasan mereka sebagai atasan dan bawahan.


Kembali ke Mansion Mark, laki-laki itu tengah memperhatikan Micell yang tengah menyuapi Fay.


Setelah Briyan dan Tari pamit pulang, Fay mengeluh lapar dan minta Momy nya untuk menyuapinya makan.


"Micell."Panggil Mark.


"Iya Pak ada apa?"Tanya Micell.


"Kau sudah ada pacar?"Mark mengutaran isi hati nya secara gambalang.


"Belum Pak, kenapa bapak mau mencarikan saya pasangan."Ucap Micell.


"Kenapa harus kucarikan jika didepan mu ada pria tampan."Gumam Mark lirih.


"Apa Pak saya tidak dengar."Tanya Micell.


"Tidak."Mark meninggalkan Micell dan Fay di ruang makan.


Laki-laki itu berjalan menuju ruang kerja nya, disana Mark memandangi foto mendiang istri nya.


"Yola aku sangat mencintai mu, tapi aku juga bingung dengan hati ku. Saat aku melihat nya tersenyum atau berbicara dengan orang lain hati ku terasa sesak."Ucap Mark.


"Aku merasa telah menghiyanati mu."Ucap Mark lagi.


"Kau tidak menghiyanati kak Yola."Sahut Nailla, enatah sejak kapan wanita itu masuk ke ruangan Mark.


"Kau kebiyasaan kalau mau masuk ketuk pintu dulu."Kesal Mark.


"Kau jangan mengalihkan pembicaraan."Ucap Nailla.


"Kak jika kau menyukai Micell maka kejarlah, ingat kak Yola pernah bilang kau boleh mencintai wanita lain tapi jangan sekali-kali kamu mebuat Fay melupakan siapa Mimi kandung nya."Ucap Nailla.


"Tapi apa dia mau dengan aku yang hanya duda ini, dia wanita muda. Dia cantik dan pintar."Mark menghembuskan nafas panjang nya, dia merasa seakan dia tidak pantas untuk Micell.


"Kau coba dulu, lihatlah Micell dan Fay meraka sudah seperti Ibu dan anak. Bayangkan jika Micell menikah dengan orang lain apa yang akan terjadi pada Fay."Nailla menatap wajah Mark, disana tercetak jelas kegundahan Mark.


"Aku tidak tau, kau kesini sendirian?"Tanya Mark.


"Tidak, aku bersama Marvel."Jawab Nailla, Nailla berjalan mendekati meja kerja Mark.


"Kak sudah saatnya kau melepaskan kak Yola sepenuh nya, aku tau cinta mu begitu besar pada kak Yola. Tapi aku yakin kak Yola pasti menginginkan kau bahagia."Nailla mengambil foto pernikahan Mark dan Yola.


Mark hanya mendengarkan Nailla berbicara tak ada niatan untuk mencelanya seperti biasanya.


"Aku akan berusaha membuka hati ku untuk wanita aneh itu."Ucap Mark.


Nailla hanya tersenyum melihat respon positif dari Mark.

__ADS_1


"Terimakasih Micell kau telah membawa cinta yang baru untuk duda meresahkan ini."Gumam Nailla dalam hati.


__ADS_2