
"Pi.." Panggil Fay.
Mark yang tengah memeriksa pekerjaan nya, terpaksa berhenti sebentar untuk melihat apa yang akan di lakukan anak nya itu.
Ada apa sayang?" Tanya Mark kepada putri kecil nya.
Fay nampak ragu-ragu untuk mengungkapkan keinginan nya pada Pipi nya.
"Itu... Pi."Gumam Fay.
Mark yeng gemas dengan tingkah lakuk anak nya, beranjak berdiri dari duduk nya menghampiri putri nya.
"Ada apa, katakan pada Pipi." Mark mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan tinggi putri nya.
"Pi, minggu depan Fay ujian semester. Biasanya teman-teman Fay belajar dengan di dampingi Momy nya..." Fay menggantung perkataan nya.
Mark mengerutkan dahinya menunggu kalimat selanjutnya yang akan di ucapkan Fay.
"Emmm, boleh tidak Mom Micell menginap di Mansion kita Pi," Fay menggoyang-goyangkan tangan Mark."Boleh ya Pi." Memoho.
"Tapi kan biasa nya, Fay memang belajar sendiri."Ucap Mark.
"Tapi kali ini Fay mau di temani Mom Micell Pi."Rengek Fay.
Fay terus saja merengek pada Mark agar Micell di ijinkan menginap di Mansionnya, bahkan Fay mulai mengancam untuk mengadu pada Ounty Nailla.
"Kalu Pipi enggak izinin, Fay bakal aduin Pipi ke Ounty Nailla. Fay juga bakal pindah ke Mansion Om Rafa."Ancam Fay.
"Astaga sebenarnya kau ini anak siapa, bisa-bisa nya mengancam orang tua sendiri."Gumam Mark dalam hati.
"Oke, baiklah Pipi ijinkan. Asal Momy mu memang setuju dan tanpa paksaan .''Jawab Mark.
"Tenang Pi, Momy sudah setuju kok."Ucap santai Fay.
"Hore! akhirnya rencana aku sama Ounty berhasil."Gumam Fay dalam hati.
Flashback on.
"Fay sayang..."Panggil Nailla.
"Iya Ounty.."Jawab Fay.
Fay yang sedang duduk di ayunan taman depan Mansion Nailla, berjalan menghampiri Ounty nya.
"Sedang apa sayang, kok melamun."Tanya Nailla, Nailla memeperhatikan keponakan nya itu sedari pulang sekolah hanya diam termenung.
"Ounty, menurut Ounty Mom Micell itu baik atau tidak?"Tanya Fay.
__ADS_1
Nialla tersenyum kepada Fay, dia tau kegundahan hati keponakan nya itu. Mungkin Fay menginginkan Micell menjadi Momy sesungguh nya.
"Menurut Ounty, Mom Micell itu wanita yang baik dan penyayang. Memang ada apa kenapa tiba-tiba Fay bertanya seperti itu?" Nailla menjawab sekaligus bertanya kembali kepada keponakannya.
"Fay ingin Momy Micell jadi Momy nya Fay sungguhan Ounty."Jawab Polos Fay.
"Kalau begitu Pipi nya Fay harus menikah dengan Momy Micell."Jawab Nailla.
"Menikah, kata Pipi menikah itu artinya dua orang yang saling mencintai seperti Om Rafa dan Ounty Nailla kan." Ucap Fay.
Fay nampak berfikir, didalam otak kecil nya dia berfikir bahwa Pipi nya tidak akan bisa menikahi Momy Micell karena mereka tidak saling mencintai. Wajah Fay berubah menjadi sedih.
"Kenapa Fay menjadi sedih?"Tanya Nailla.
"Pipi kan sama Momy Micell tidak saling mencintai Ounty, jadi mereka tidak bisa menikah."Fay menekuk wajahnya.
"Ounty juga dulu tidak saling mencintai bahkan Ounty, sangat membenci Om Rafa. Tapi karena Ounty satu tempat kerja dan setiap hari bertemu dan saling dekat jadi sekarang kami menikah."Hibur Nailla, Ya. Nailla tau bahkan sangat mustahil bagi Mark untuk membuka hatinya kembali.
"Benarkaha Ounty?"Seketika wajah Fay berubah menjadi ceria.
"Iya sayang, sekarang tugas Fay adalah mendekatkan Momy Micell dengan Pipi Mark." Ucap Nailla.
Flashback Off.
Karena itulah kini Fay memiliki rencana agar Mom Micell Nya bisa dekat dengan Pipi nya, dengan cara meminta Micell menginap di Mansion nya dengan alasan menemani nya belajar di malam hari saat ujian.
"Kalian bisa bekerja tidak!! apa kalian mau saya pecat!!."Bentak Helena kepada karyawan nya.
"Maaf Bu Helena, kami akan memperbaiki semua nya dan kami pastikan tidak akan pernah terulang lagi dengan kesalahan yang sama." Jawab Manager keuangan.
"Kau temukan Karyawan yang telah melakukan penggelapan itu, seret dia ke kantor polisi." Ucap tegas Helena.
"Helena, aku tau kau sedang galau. Tapi kenapa kau lampiaskan amarah mu pada karyawan mu yang tidak sepenuh nya bersalah."Gumam Nion dalam hati.
Setelah meeting selesai, Helena berjalan keluar menuju ruangan nya.
"Astaga, Bu Helena benar-benar marah." Ucap salah satu karyawan di perusahaan Helena.
"Iya, baru kali ini aku melihat Bu Helena semarah itu. Aura nya sangat menyeramkan." Ucap karyawan lain nya.
"Jika kalian tidak mau di pecat, kerjakan pekerjaan kalian dan jangan banyak menggosip.'' Ucap Nion kepada semua karyawan yang tengah membicarakan atasan nya.
"Ba-baik pak."Jawab semua karyawan.
Nion berjalan meninggalkan ruang meeting dan mengikuti Helena ke ruangan nya.
"Ahhhh, aku sangat kesal hari ini."Helena merasa frustasi.
__ADS_1
"Nona tidak apa-apa?"Tanya Nion.
Helena hanya menggeleng menjawab pertanyaan asisten nya itu.
"Aku sedang tidak baik-baik saja."Helena mengerucutkan bibirnya.
"Sangat manis jika sedang marah."Gumam Nion dalam hati.
"Apa kau mau ikut aku ke suatu tempat?"Tanya Nion.
Helena mengangkat wajah nya memandang ke arah asisten nya itu.
"Apa kau mengajak ku kencan?"Goda Helena.
Nion yang ketahuan niat terselebung nya, membuang pandangannya. Memandang ke arah lain menghindari tatapan mata nya agar tidak bertemu dengan tatapan mata Helana.
"Tidak aku hanya mencoba menghibur mu."Cicit Nion.
"Hahaha, lucu sekali dia jika tengah malu."Gumam Helena dalam hati.
"Oke, baiklah. Ayo kau mau ajak aku kemana?"Helena berjalan mendekati Nion.
"Nanti kau akan tau."Ucap Nion.
Merakapun akhirnya pergi menuju tempat yang di bicarakan oleh Nion.
"Wah, indah sekali."Helena terpesona dengan pemandangan danau yang begitu indah.
Ya, Nion membawa Helena ketempat biasa dia melepas rasa sedih dan penat dalam hidup nya.
"Apa Nona mau menaiki perahu, aku sering mengarungi danau ini saat aku sedih."Ucap Nion, Nion mengulurkan tangan nya.
Helena menyambut uluran tangan Nion, mereka berdua menaiki sebuah perahu kecil yang di sewakan.
Nion membawa Helena mengarungi danau, Helena nampak melupakan rasa sakit di hatinya. Senyum menghiasi wajah cantik Helena.
"Aku sangat bahagia melihat mu tersenyum seperti ini, meski hanya aku dan Tuhan yang tahu perasaan ku terhadap mu." Gumam Nion dalam hati.
Hari ini hari yang sangat bahagia bagi Nion, bagaimana tidak. Dia biasa berjalan-jalan berdua dengan wanita yang dia cintai.
"Kau kenapa? kenapa senyum-senyum sendiri?" Tanya Helena.
"Tidak aku hanya menikmati waktu senggang ku saja." Ucap Nion.
Helena menatap curiga pada asisten nya itu,"apa dia senang karena banyak wanita **** di sini."Gumam Helena dalam hati.
"Jangan berfikir yang aneh-aneh." Ucap Nion.
__ADS_1
Helena yang terkejut dengan perkataan Nion,"apa dia seorang duku?"Gumam Nion dalam hati.