
Hari ini Micell di perbolehkan pulang, karena ke adaan nya sudah membaik.
Di tengah jalan Micell menyadari bahwa Mark tidak mengantar nya pulang ke apartemen nya.
"Pak ini bukan jalan pulang ke apartemen saya."Ucap Micell.
"Memang saya bilang jika akan mengantar mu pulang ke apartemen."Jawab Mark.
"Lalu Bapak mau mengantar saya kemana?"Tanya Micell penasaran.
Mark hanya melihat Micell dari ekor mata nya, laki-laki itu tak ada niatan untuk menjawab pertanyaan Micell.
Mobil Mark berhenti di pemakaman, ini membuat Micell kebingungan.
"Kenapa aku di bawa ke pemakama."Ucap Micell dalam hati.
Mark turun dari mobil nya dan membukakan pintu untuk Micell.
"Ayo..."Mark mengulurkan tangan nya.
"Sebenar nya kita mau apa Pak?"Tanya Micell.
Tapi Mark tidak memjawab, entahlah apa yang di fikirkan laki-laki berusia 30 tahun itu. Tapi meski usia nya 30 tahun, Mark masih terlihat sangat muda.
"Sebenar nya mau ngapain ke pemakaman, inikan horror."Gumam Micell dalam hati.
Mark menghentikan langkah nya di depan batu nisan yang bertuliskan Yolanda Allexander.
"Ini adalah Mimi nya Fay, dia mendiang istri ku."Ucap Mark.
Micell yang mendengar perkataan Mark hanya memandang batunisan itu.
"Kau adalah wanita beruntung, lihat suami mu sangat menyayangi kamu."Benak Micell.
"Hay kak Yolanda, perkenalkan aku Micell. Kakak bahagia ya di surga, kakak tau tidak anak kakak sudah tumbuh menjadi anak yang pintar dan baik hati."Ucap Micell.
Mark yang mendengar ocehan Micell hanya tersenyum tipis.
"Lucu sekali dia."Gumam Mark dalam hati.
Micell meminta Mark untuk meninggalkan dia sendiri di dekat batu nisal Yolanda.
"Kak Yola, maafkan aku. Aku menyukai suami kakak, tapi aku tidak memaksa aku tau suami kakak tidak bisa melupakan cinta nya pada kakak. Aku harap kakak tidak marah pada ku dan datang menemui ku."Ucap Micell sebelum pergi.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju Mansion Mark.
"Kenapa ke Mansion Bapak?" Tanya Micell.
"Sampai kau sembuh, di rumah mu tidak ada orang."Jawab Mark.
"Aku kan tanya kenapa, bukan sampai kapan."Ucap kesal Micell.
"Jangan cerewet."Gumam Micell.
Micell hanya bisa pasrah jika Boss nya sudah memutuskan sesuatu maka tidak akan bisa di bantah.
"Sebenarnya kita ini tidak dekat pak, tapi kenapa bapak perhatian sekali."Tanya Micell.
__ADS_1
"Apa kau mau dekat dengan ku."Tanya Mark.
Micell hanya begidik ngeri ketika Mark mengedipkan mata nya, bukan nya terpesona tapi terkesan aneh.
"Lupakan."Ucap Micell.
Sementara itu di perusahaan Remora, gadis cantik bernama Helena tengah menghindari asisten pribadi nya karena insiden vacun clener (ciuman maut) tadi malam.
"Aku harus menghindari Nion, kenapa aku ***** sekali sih."Gumam Helena.
Tanpa Helena sadari ternyata Nion sudah duduk di sofa ruangan Helena.
"Syukurlah aku tidak bertemu dengan nya."Ucap Helena, Helena belum menyadari keberadaan Nion.
"Apa Nona menghindari saya."Ucap Nion mengagetkan.
"Astaga! k-kau sejak kapan kau duduk di situ?" Tanya Helena.
"Sejak sejam yang lalu."Ucap Nion, Nion beranjak dari duduk nya berjalan perlahan mendekati Helena.
"Ka-kau mau apa?"Tanya Helena gugup.
Nion hanya menampilkan senyum tipisnya, laki-laki itu semakin dekat denga Helena.
"Apa yang mau dia lakukan pada ku?"Gumam Helena dalam hati.
"Nona tadi malam..."Ucapan Nion tergantung.
"Tadi malam aku tidak sengaja, jangan di bahas." Ucap Helena, Helena langsung berlari menuju kursi kebesaran nya.
"Apa dia malu." Gumam Nion dalam hati.
Nion hanya menahan tawa nya melihat Boss yang biasanya berwibawa kini tengah menahan malu.
"Aku akan kembali keruangan ku."Ucap Nion, Nion berjalan meninggalkan ruangan Helena.
"Ohhh, astaga!! jantung ku." Helena memegang dada nya yang bergemurung.
Sementara itu di rumah sakit, Briyan tengah menenagkan anak nya yang menangis karena ingin bertemu Micell.
"Natasya, Ounty Micell nya sudah pulang."Ucap Briyan.
"Tapi Natasya ingin ketemu sama Ounty Micell, Pa..."Rengek Natasya.
Briya bingun bagaiman cara nya menemui Micell, sedang dia tak punya nomor dan alamat Micell.
Lalu datang lah seorang wanita dengan tinggi 155 cm dengan rambut panjang yang tergerai.
"Hay... Anak manis kenapa menangis."Tanya si wanita.
"Natasya ingin bertemu dengan Ounty Micell."Ucap Natasya dengan sesenggukan.
"Maafkan anak saya, dia ingin bertemu pasien yang ada di kamar ini. tapi dia sudah pulang dan saya tidak punya nomor nya."Jelas Briyan.
"Apa yang di maksut itu Mb Micell yang sama dengan yang aku kenal."Gumam Tari dalam hati.
Gadis yang menyapa Natasya adalah Tari, teman satu kantor Micell.
__ADS_1
"Apa yang bapak maksut adalah dia."Tari menunjukkan foto Micell.
"Ahhh, iya benar."Ucap Briyan.
Tari kerumah sakit tujuan nya untuk menjenguk Micell tapi ternyata Micell sudah pulang, Tari sudah menghubungi Micell dia akan datang menjenguk di rumah nya.
"Mari Pak ikut saya jika ingin bertemu Micell."Ucap Tari.
"Ayo pa.. Ketemu Ounty Micell."Ucap Natasya.
"Apa tidak merepotkan Nona?"tanya Briyan.
"Tidak Pak, saya merasa senang bisa membantu anak manis ini."Ucap Tari.
"Terimakasih Ounty cantik."Natasya memeluk kaki Tari.
"Sama-sama sayang."Ucap tari.
Akhirnya Tari dana Briyan pergi menuju Mansion Mark.
Tak butuh waktu lama untuk sampai di Mansion Mark.
"Sebelum nya perkenalkan saya Tari pak. saya adalah teman sekantor Micell." Ucap Tari.
"Nama saya Briyan saya ayah dari Natasya."Ucap Briyan memperkenalkan diri.
Saat Tari dan Briyan masuk ke Mansion Mark, mereka di sambut oleh Maid.
"Tamunya Bu Micell ya?"Tanya salah satu Maid.
"Iya Bu, apa Mbak Micell nya ada?" Tanya Tari.
"Ada, silahkan masuk dulu biar saya panggil Bu Micell nya.
"Iya terimakasih Bu."Ucap Tari.
Tak berapa lama datanglah Micell yang berjalan dengan berpengangan pada Mark.
"Hay... Tari."Sapa Micell.
"Hay.. Mbak Micell."Balas Tari.
Micell terkejut milihat siapa yang datang dengan Tari.
"Loh Pak Briyan dan Natsya kok ada di sini." Tanya Micell, kali ini Micell sudah duduk di sofa dan Mark duduk di samping Micell.
"Iya maaf, Natasya ingin bertemu dengan mu."Ucap Briyan.
Mark memperlihatkan ketidak sukaan nya pada Briyan.
"Dasar duda gatel, pasti dia mau menggoda Micell."Gumam Mark dalam hati.
"Ounty kenapa Ounty pulang nya tidak pamit?" tanya Natasya.
"Oh, maaf kan Ounty tadi Ounty buru buru sayang."Jawab Micell.
Kini gadis bernama Natasya itu sudah mendudukkan tubuh nya di samping Micell.
__ADS_1
"Ounty dimana Fay, kenapa tidak ada?" tanya Natasya.
"Fay sedang sekolah sayang."Ucap Micell.