
Luna berjalan dengan menutup wajahnya karena malu, malu yang di sebabkan oleh Killian.
Laki-laki itu mengutarakan perasanya dengan cara yang tak biasa, ya. Bagaiman Luna tidak malu jika Killian mencium bibirnya di depan semua teman sekelasnya dan bahkan dia bilang bawha mereka memang berpacaran.
"Luna..."Panggil Zidney.
Luna menatap ke arah Zidney,"Ada apa?"Tanya Luna.
"Kamu mau kemana? arah ke gerbang sekolah kan lewat sini."Tanya Zidney dengan bingung.
Luna mendongak lalu melihat sekeliling,"Ahhh iya, maafkan aku. Aku sedang tidak fokus."Ucap Luna, gadis itu berjalan menghampiri Zidney.
"Kamu memikirkan Killian ya, apa kamu mau pulang dengan nya?"Tanya Zidney.
"Hahaha, mana mungkin aku memikirkan dia dan lagi kenapa juga aku harus pulang bersama nya."Ucap Luna.
Zidney dan Luna melanjutkan langkah mereka menuju parkiran motor mereka.
"Zidney..."Panggil Zane.
Zidney menatap ke arah Zane."Iya..."Jawab Zidney.
"Mana kunci motor mu?"Tanya Zane, Zane mengulurkan tanga nya meminta kunci motor Zidney.
"Untuk apa, Zidney sama Luna kan mau pulang."Ucap Zidney bingung.
"Berikan saja pada ku..."Ucap Zane.
Zidney yang bingung pun hanya menurut saja, gadis dengan rambut panjang itu memberika kunci motornya pada Zane.
"Killian kau pulang dengan Luna, aku kan pulang dengan Zidney."Teriak Zane, Zane menyalakan motor milik Zidney.
"Naik..."Ucap Zane, tapi Zidney masih diam saja."Cepat, nanti Luna akan pulang dengan pacarnaya."Ucap Zane.
"Siapa juga yang pacaran."Ucap Luna sinis.
"Cepat Zidney..."Ucap Zane.
Zidney segera naik ke atas motornya,"Luna maaf ya, Zi pulang sama Zane "Ucap Zidney.
Luna hanya mengangguk dan tersenyu.
"Ahh...Aku sangat malas sekali pulang bersama Killian."Ucap Luna.
Luna berjalan meninggalkan parkiran dan memilih menaiki taxi.
Sementara itu Killian tengah bingung mencari keberadaan kekasih barunya itu.
"Kemana gadis nakal itu, apa dia pulang duluan."Gumam Killian.
Killian melajukan mobilnya menuju ke mansioan Zidney.
Sementara itu Zane dan Zidney tengah menuju kesuatu tempat.
"Zane kita mau kemana?"Tanya Zidney.
"Nikmati saja perjalanan nya."Ucap Zane.
__ADS_1
Mereka sampai di sebuah pantai dengan pemandangan yang sangat indah.
"Wahhh indahnya pemandangan ini."Ucap Zidney dengan terkagum.
"Apa kamu suka?"Tanya Zane.
"Iya suka sekali."Zidney berlari menuju pinggir pantai.
Zane tersenyum melihat Zidney tersenyum bahagia.
"Zay... Aku akan menepati janji ku. Akan aku buat bahagia gadis mu ini, dan aku berterimakasih karena mu. Aku mengenal nya."Ucap Zane.
Zane berjalan mendekati Zidney,"Jangan berlarian nanti kamu jatuh."Ucap Zane memperingati Zidney.
Belum juha Zane menutup mulutnya Zidney sudah terjatuh karena tersandung bantu.
"Akhhh..."Keluh Zidney memegangi lututnya.
Zane yang melihat Zidney jatuh sontak langsung berlari ke arah Zidney.
"Kamu tidak apa-apa? aku kan barusan bilang jangan berlarian."Ucap Zane.
Zane membantu Zidney untuk berdiri, dia membersihkan bagian baju Zidney yang kotor.
"Zidney tida apa-apa kok."Ucap Zidney.
Zane berjongkok didepan Zidney,"Ayo naik."Ucap Zane.
"Tidak usah Zane, Zidney bisa jalan sendiri kok."Zidney menolak tawaran Zane.
"Mau ku gendong atau kita pulang saja."Ancam Zane.
"Zane, kata mu Zidney berat."Ucap Zidney merasa bersalah.
"Tidak, aku haya bohong."Ucap Zane.
Zane membawa Zidney untuk berjalan menyusuri pinggir pantai.
"Zidney apa kamu suka pada ku?"Tanya Zane.
"Emmm, Zidney suka sama Zane soal nya Zane baik."Ucap Polos Zidney.
"Bukan itu, maksut ku suka selayaknya perempuan kepada laki-laki."Ucap Zane.
Zane bingung bagaiman cara mengutarakan perasaan nya pada Zidney.
"Maksut Zane, Zane sedang mengajak Zidney pacaran sama seperti Killian yang mengajak Luna pacaran?"Tanya polos Zidney.
"Hahh... Killian pacaran dengan Luna?"Tanya Zane.
"Iya tadi saat di kelas, wahh... Killian sangat pemberani Zane."Zidney tanpa sadar memuji Killia di depan Zane.
"Pemberani apanya, dia dalah menusia penakut."Gumam Zane.
Sementara itu Luna baru saja sampai di Mansion nya, gadis itu langsung menuju kekamarnya.
"Ahhh lelahnya."Ucap Luna.
__ADS_1
Luna memejamkan matanya tanpa melihat bahwa di dalam kamar mandi ada Killian yang tengah mencuci tangan.
Killian keluar dari kamar mandi dan terkejut saat melihat Luna sudah berbaring tidur di ranjang nya.
"Cantik..."Gumam Killian.
Killian berbaring di sebelah Luna dan memeluk Luna, mereka tidur bersama.
"Aromanya sangat wangi."Bantin Killian dalam hati.
Tak berapa lama Luna terbangun dari tidurnya karena merasa ada yang menindih perutnya.
"Killian..."Ucap Luna saat membuka matanya dan mendapati Killian tengah memandang wajahnya.
"Kau sudah bangun?"Tanya Killian.
Luna menatap ke arah Killian dangan wajah terkejutnya.
Cupp...
Killian memhecup bibir milik Luna,"Hukuman karena kamu pulang sendiri dan pulang terlambat."Ucap Killian.
"Kenapa kamu suka sekali mengecup bibir ku?"Tanya Luna.
"Karena bibir mu manis."Ucap Killian."Jangan pernah menolak ajakan ku atau aku akan mencium mu di depan orang-orang banyak."Ucap Killian.
"Iya..."Luna terhipnotis denga ucapan Killian.
Sementara itu Zane dan Zidney tengah berjalan menuju restoran yang berada di dekat pantai.
Zane memesan makanan dengan menu ikan bakar dan es kelapa muda untuknya dan Zidney.
"Zane apa perkataan mu tadi serius?"tanya Zidney.
Ya tadi Zane dengan sangat payah mengatakan bahwa dia ingin berpacaran dengan Zidney.
"Iya, kamu sekarang pacar aku."Ucap Zane.
"Zane enggak romantia tidak seperti Killian."Ucap Zidney.
Zane melirik kearah Zidney,"Apa kamu mau aku cium di tempat umum?"Tanya Zane.
Zidney sepontan langsung menggelengkan kepalanya,"Kalau sampai Zane berani kayak gitu, nanti Zidney bakal putusin."Ancam Zidney.
"Astaga bisa-bisa nya aku jatuh cinta sama gadia sepolos ini."Ucap Zane.
Mereka berdua melanjutkan makan sore mereka dan pulang karena hari sudah akan petang.
"Zane, kenapa Zane ajak Zi pacaran? Zane kan tidak suka Zi?"Tanya Zidney.
"Karena kamu jelek dan tidak pintar makanya aku mau pacaran dengan mu."Jawab Zane.
Zidney melongo saat mendengar jawaban dari laki-laki yang beberapa waktu lalu membuat hatinya berbunga-bunga, namun sekarang hati Zidney di buat kesal dengan jawaban Zane.
"Iss, dasar kulkas baru jadian masa iya Zi sudah di katai jelek dan bodoh."Batin Zidney kesal.
Zane melihat wajah kesal Zidney bukannya minta maaf karna perkataannya tapi dia malah tersenyum,"Imut sekali jika sedang marah."Gumam Zane.
__ADS_1
Zane dan Zidney sudah sampai di Mansion Zidney, saat mereka masuk kedalam Mansion tiba-tiba ada yang menyapa mereka.
"Hay Zane..."Sapa orang itu.