Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
[Season 2]


__ADS_3

Sore hari setelah jam kantor selesai Kalea buru-buru pulang dengan mengendarai motor sportnya, Kalea memilih menggunakan motor kesayangannya karena malas mengendarai mobil.


Sampailah Kalea pada sebuah restoran dimana dia akan menemui orang yang menghubunginya tadi, sebenarnya Kalea malas sangat malas berurusan dengan orang yang tidak penting.


“Hay…” Sapa orang tersebut.


“Hay.” Jawab Kalea seadaanya, dia tidak mau berpura-pura akrab atau mau menjadi akrab.


Kalea memang tipe perempean yang apa adanya, dia tidak pernah berpura-pura suka atau berpura-pura baik kepada orang yang baru dia kenal.


“Silahkan duduk.”


Kalea duduk dihadapan wanita dengan rambut panjang berwarna coklat itu, wajahnya cukup cantik tetapi tidak secantik perilakunya. Sungguh sangat disayangkan.


“Ada apa?” Tanya Kalea tanpa basa-basi.


“Aku hanya ingin bicara dengan mu.” Ucap Sisilia.


Orang yang mengajak Kalea bertemu adalah Sisilia kekasih dari suaminya sendiri, baynagkan jika Kalea adalah wanita pada umumnya pasti sekarang Sisilia sudah berada di rumah sakit dengan keadaan yang mengenaskan.


“Ya bicaralah waktu ku tak banya.” Ucap Kalea datar.


Menurut Kalea tidak ada kata-kata manis untuk menghadapi Sisila sang wanita munafik. Jangan sangka Kalea akan berlebut lembut ria menghadapi Sisilia meski dia tau wanita dihadapannya adalah kekasih suaminya, ingat dia hanya kekasih sedang Kalea adalah istri sah dia lebih tinggi kastanya.


“Tolong berpisahlah dengan Darell, aku mencintainya.” Kini raut wajah Sisilia sudah berubah menjadi sendu, memelas belas kasihan Kalea.


“Kenapa kamu meminta kepada ku, kenapa kamu tidak meminta pada Darell untuk menceraikan ku?” tanya Kalea pura-pura bodoh.


Kalea jelas tau Sisilia takan berani meminta Darell untuk mencerakan dirinya, apa Sisilia mau membuat kekasihnya jatuh miskin. Kalea sangat faham apa perjanjian Darell dengan sang mertua.


“Bukan aku tak mau, tetapi aku tau Darell menikahi mu karena kasihan.” Ucap Sisilia dengan penuh percaya diri. Sedang Kalea melongo tak percaya dengan apa yang di ucapkan Sisilia.


“Kasiha kau bilang?”


“Aku tau kau pasti berasal dari keliuarga tak mampu, jadi Darell mungkin menikahi mu karena dia ingin menolong hidup mu dan keluarga mu.” Ucap Sisilia penuh dengan kebijakan yang lebih mengarah ke penghinaan.


“Aku akan memberi mu uang yang banyak tetapi aku mohon tinggalkan Darell, aku sangat mencintai Darell.” Ucapnya lagi dengan menggenggam tagan Kalea.


“Ohhh, astaga apa ini wanita yang dikatakan Daren tadi, wanita yang mampu membuat Darell bucin. Kelihtan bodohnya ya.” Batin Kalea.


“Memang kau mau memberi aku berapa banyak.” Kalea ingin tau dia mau membayar berapa dirinya.


“2M, itu sudah banyak untuk mu.” Jawab Sisilia penuh percaya diri.


“Astaga, hanya 2M. itu uang jajan bulanan yang aku terima dari Papi Briyan belum lagi dari Papa Yoon sebulan aku bisa dapat 5M.” batin Kalea mengejek.


“Beri aku waktu, aku akan memikirkan nya.” Ucap Kalea yang kemudian pergi meninggalkan Sisilia.


Sementara itu Sisilia tersenyum puas melihat usahanya mungkin berhasil membujuk Kalea untuk bercerai dari Darell.


“Aku sudah menebak gadis itu adalah gadis matre dan bodoh.” Ucap nya dengan senang.

__ADS_1


“Aku takkan melepaskan Darell, aku tak mau kehilangan semua uang Darell jika aku menjadi istrinya maka aku akan mejadi wanita kaya raya dan bisa hidup enak.” Gumam nya lagi.


Dulu Sisilia tak mau menerima lamaran Darell karena dia mau mempermankan Darell, dia ingintau seberapa jauh usaha Darell membujuknya untuk menikah. Namun dia salah ternyat Darell malah dijodohkan jika dia tau akhirnya begitu maka sudah dari awal dia menerima pinangan Darell.


*****


“Capek banget ya jadi seorang Kalea.” gumam Kalea saat masih berada di parkiran apartemen nya.


Saat Kalea mau masuk kedalam apartemennya tak sengaja dia berpapasan denga suaminya yang terlihat buru-buru.


“Kalea…” panggil Darell.


“Hemm.” Kalea hanya berdehem menjawab panggilan Darell.


“Mau kemana dia sudah rapi sekali.” Batin Kalea.


“Aku harus ke apartemen Sisilia katanya dia sedang sakit, kamu di apartemen hati-hati jangan keluar malam-malam.” Ucap Darell dengan tatapan yang sulit di artikan.


“Oke, semoga cepat sembuh ya kekasih hatinya.” Ucap Kalea dengan semum yang mengembang, bahkan tak ada sedkit pun rasa cemburu dan sikap Kalea ini yang membuat hati Darell tak nyaman.


“Kamu tidak cemburu?”


“Aku cemburu, mohon maaf dia bukan song hye kyo janda kaya raya.” Kalea mengibaskan rambutnya ala model shampoo, dan kemudan menghilang dari balik pintu apartemen mereka.


“Siapa itu janda kaya raya, apa aku harus berkenalan dengan janda itu agar bisa membuat Kalea cemburu.” Gumam Darell.


Kalea tidak langsung mengunci pintu apartemennya jelas dong dia mendengar gerutuan suaminya yang berniat ingin membuat dia cemburu.


“Kenapa dia kembali lagi.” Kalea buru-buru masuk kedalam kamarnya.


Klikk…


Suara pintu apartemen terkunci dari dalam, rupanya Darell tadi hanya berbohong dan ingin membuat Kalea cemburu saja. Namun usahanya sia-sia Kalea malah biasa saja ini justru membuat hatinya sakit sendiri. Senjata makan tuan namanya itu….


“Ehemmm.” Darell berdehem saat memasuki kamarnya.


Kalea hanya diam memandang aneh kelakuan suaminya, “Mau banget ya aku cemburuin, sayang sih pacar mu setara ulet bulu coba setar Bae Suzi atau mb Jo Nain yang kemarin habis di notice jeon Jungkook.” Batin Kalea.


“Kok tidak jadi pergi, kasihan loh kekasihnya nanti sekarat gimana?” tanya Kalea.


“Biar saja.” Jawab Darell datar, sungguh Darell tak suka saat Kalea menyebut Sisila itu kekasihnya.


“Loh, jangan gitu nanti kalau meninggal bagaimana.” Ucap Kalea yang seolah cemas, sejujurnya dia ingin tertawa melihat suaminya merajuk karena tidak berhasil membuat dia cemburu.


“Aku tidak perdulu.” Ucap Darell dengan wajah kesal sangat kesal.


“Kak, jangan gitu kalau kekasih sedang sakit itu harus di jenguk. Di kasih perhatian loh biar enggak kabur kelain hati.” Ucap Kalea lagi.


Dia sengaja memancing kekesalan Darell. Lucu sekali suaminya itu dimana-mana seharusnya dia senang saat istrinya tidak marah ini malah dia yang uring-uringan karena istrinya tidak cemburu.


“Kalea, aku kesal ya sama kamu jangan bicara sama aku lagi.” Ucap Darell dengan menenggelamkan dirinya kedalam selimut sehingga yang terlihat hanya helaian rambut nya saja.

__ADS_1


“Hahaha, mapus kau.” Batin Kalea senang karena berhasil membuat suaminya kesal.


“Utu utu utuu, kakak kenapa? Kenapa marah memang Kalea salah apa?” tanya polos Kalea.


Kalea kini sudah duduk di sisi ranjang lebih tepatnya di depan Darell yang tengah merajuk.


“Kok diam? Salah aku apa?” tanya nya lagi.


Grebb…


Darell menarik Kalea hingga Kalea jatuh ketas tubuhnya kemudian memasukkan tubuh Kalea kedalam selimut dan memeluknya posessif.


“Kak engap…” rengek Kalea.


“Aku tidak suka kamu menyebut Sisilia kekasih ku.”


“Kenapa?” tanya Kalea.


“Pokoknya tidak suka, jangan sebut dia begitu pokonya aku tidak suka.” Darell mengeratkan pelukannya.


Sungguh ya Darell ini adalah manusia yang susah dimengerti, dia punya kekasih tetapi saat istrinya menyebut nama kekasih nya dia malah marah.


“Tapi kenapa? Kakak kan memang mencintai Sisilia, jadi salahnya apa?”


“Ck, kalau aku bilang jangan sebut dia lagi ya jangang!” ucap Darell sedikit menyentak.


“Oke, aku tidak akan menyebutnya lagi.”


Kalea dan Darell saling diam dibawah selimut dengan Darell memeluknya posessif, sampai dirasa deru nafas Darell teratur.


“Dia tertidur.” Ucap Kalea.


“Jangan begini kak, aku takut jatuh hati pada mu. Aku tidak mau jatuh hati pada mu disaat kamu masih memiliki hubungan dengan wanita lan.” Gumam Kalea.


******


Kata-kata untuk Kalea...


Kata-kata untuk Darell...


Apakah Darell bakan bucin sama Kalea???


komen Next dong....


Jangan lupa...


Like...


Vote...


💜💜💜💜💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2