Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
[Season 2]


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Kalea kekampus sebelum dia akhirnya magang di perusahaan untuk melakukan praktek kerja.


“Kalea, kamu kenapa?” tanya Zoe.


Zoe melihat jika hari ini Kalea sangat berbeda dari biyasanya, gadis itu biasanya terlihat ceria tapi kali ini wajahnya murung.


“Aku sedang kesal dengan Papa dan Mama.” Ucap kalea.


“Memang kesal kenapa? Mama dan Papa berulah apa lagi?” tanya Zoe.


Zoe sangat dekat dengan keluarga Kalea, karena Mama dan Papa Kalealah yang membiayai kehidupan Zoe.


“Aku di jodohkan.” Ucap Kalea, Ucapan Kalea kali ini berhasil membuat seorang Zoe terbengong.


“Kau serius?” tanya Zoe memastikan lagi.


“Apa ada ketidak seriusan di wajah ku, aku sangat kesal sekali dengan Papa dan Mama.” Ucap kalea dengan menghela nafasnya.


“Dengan siapa? Pasti tampan?” goda Zoe.


“Dia itu cucu dari teman nenek, kau tau aku saja tidak pernah bertemu nenek dan bisa-bisanya nenek menjodohkan kami. Laki-laki itu memnag tampan tapi sudah tua.” Ucap Kalea.


“Apa lelaki tua!” jerit Zoe yang membuat seluruh orang memandang mereka.


“Zoe kecilkan suara mu.” Kesal Kalea.


“Hehe, Maaf.” Ucap Zoe kikuk.


Untuk kedua kalinya Kalea menggela nafas panjang nya, sebenarnya dia tidak masalah dengan perjodohan ini. Tadinya dia akan menerima tetapi saat dia mendnegar langsung dari mulut Darell bahwa dia memiliki kekasih, Kalea sedikit ragu.


“Apa kamu masih mencintai Daren?” tanya Zoe.


Daren adalah pria yang pernah di cintai Kalea, dia adalah cinta pertama Kalea. Keduanya memang saling mencintai sapai akhirnya entah alasan apa Daren tiba-tiba menghilang tanpa pamit itu membuat kalea sakit hati dan akhirnya memutuskan hubungan mereka melalu E-mail.


“Jangan kau bahas lelaki itu, aku sudah tidak mau dengar.” Ucap Kalea.


Jika dulu saat ditanya seberapa besar cinta Kalea kepada Daren, mungkin dia akan menjawab sebesar alam semesta namun untuk sekarang hanya kebencian yang ada di hatinya untuk lelaki itu.


“Aku sudah tidak ada rasa lagi dengan dia, dulu aku sangat mencintainya tetapi rasa benci ku lebih besar dari rasa cinta ku dulu.” Ucap Kalea.


“Maaf jika perkataan ku membuat luka hati mu terbuka lagi.” Ucap Zoe menyasi perkataannya.


“Sudahlah tidak usah merasa bersalah, aku tidak apa-apa lagi pula aku sudah melupakan dia.” Ucap Kalea dengan tersenyum.

__ADS_1


“Ahhhh, sayang Lea.” Ucap Zoe dengan keimutanya.


Zoe memeluk Kalea, dia merasa sangat beruntung karena di pertemukan dengan keluarga Briyan.


“Kalea katanya istri Kak Killian sudah mau melahirkan ya?” tanya Zoe.


“Iya kemungkinan satu minggu lagi, aku tidak sabar mau menggendong keponakan ku lagi.” Ucap kalea.


Kalea sangat menyayangi anak dari kakaknya itu, Killian sedang menanti kelahiran anak keduanya. (penasaran ya sama istri Killian).


Karena mata kuliah hanya ada di pagi hari, Kalea dan Zoe memutuskan untuk pulang setelah mereka selesai dengan mata kuliah mereka.


“Mama.” Panggil Kalea.


Kalea terbengong saat memasuki Mansionnya, Mansion nya kini di penuhi dengan gaun pengantin dan juga berbagai makanan.


“Sayang sudah pulang nak?” tanya Helena.


Helena menghampiri anaknya yang masih terbengong dengan pemandangan yang ada di depan mata anaknya itu.


“Kalea.” Panggil Helena lagi.


Kalea menatap kearah Mamanya, “Ma, apa Mama mau membuka bisnis makanan dan baju pengantin?” tanya Kalea.


“Ohhh, pernikahan ku.” Ucap Kalea santai.


Satu detik…


Dua detik…


Tiga detik…


“Apa penikahan ku!!!” teriak Kalea saat menyadari apa maksut perkataan Mama nya.


“Mama jangan bercanda, bahkan Lea saja baru bertemu Om Darell kemarin Ma.” Protes Kalea.


Helena mendekati anaknya kemudian memasang wajah sedih andalannya, “Kalea apa kamu mau membuat Mama malu dan sedih?” tanaya Helena dengan mata yang berkaca-kaca.


“Mama selalu saja begini, jika sudah begini mana tega aku membantah perkataan Mama.” Batin Kalea.


Kalea menghela nafasnya dan menata perkataan nya agar tidak mneyinggu perasaan Mamanya.


“Mama bukan maksut Kalea ingin membuat Mama malu dan sedih, tetapi apa tidak bisa ditunda sapai Kalea lulus kuliah Ma.” Ucap Kalea dengan nada halus.

__ADS_1


“Memang kenapa jika kamu menikah saat kuliah?” tanya Helena.


Kalea memutuskan untuk mengalah, karena mau sampai kiamat pun dia tidak akan bisa mendebat atau membantah perkataan Mama nya.


“Oke, lanjutkan Ma jika perlu besok pun Kalea siap menikah.” Ucap Kalea.


Kalea berlalu meninggalkan Mamanya yang sedang berbahagia karena rencananya berhasil.


Dikamarnya Kalea merebahkan tubuhnya yang terasa lelah akibat aktivitasnya di kampus.


“Apa ini memang jalan cinta ku, aku harus menikah dengan om-om yang bahkan belum pernah aku kenal.” Gumam Kalea.


“Apa nenek ada dendam dengan Kalea, bahkan saat nenek masih hidup Kalea masih berumur 3 tahun dan Kalea sudah lupa dengan wajah nenek. Tapi sekarang Kalea harus menikah dengan lelaki pilihan nenek.” Ucap Kalea dengan tertawa.


Sementara itu di kantor Darell, lelaki itu tengah gelisah karena kekasih hatinya sudah 3 hari ini tidak bisa di hubungi.


“Kamu kemana si sayang, kenapa kamu tidak bisa di hubungi.” Ucap Darell yang terus saja menatap layar ponselnya.


Sedangkan wanita yang di fikirkan Darell sedang berada di hotel bersama seorang lelaki.


“Ahhh, sayang kamu memang sangat pintar tentang masalah memuaskan ku.” Ucap Sisilia.


Sisilia tengah berada di hotel bersama selingkuhanya, wanita itu sedang bergelung dibawah selimut dengan kekasihnya dalam keadaan tanpa busana.


“Apa kekasih mu tidak pernah memuaskan mu sayang?” tanya Dion.


“Hahaha, dia itu lelaki sok suci. Dia selalu bilang jika ini adalah perbuatan yang seharus nya dilakukan setelah menikah.” Ucap Sisilia.


“Bukankah itu bagus, jika kalian menikah maka kamu tak perlua lelakilain untuk memuaskan Hasrat mu.” Ucap Dion.


Dion sedang bermain dengan gundukan kembar milik Sisilia, lelaki itu telah meniduri Sisilia entah berapa kali jumblahnya.


“Kau taukan, aku ini wanita yang malas berurusan dengan ikatan seperti itu.” Ucap Sisilia.


Sisilia menggeliat merasakan sensasi yang mampu membuatnya terbang ke atas awan, wanita itu mendesah setiap pinggul Dion bergerak.


“Akhhh, sayang lebih cepat ini sangat nikmat rasanya.” Ucap Sisilia meronta meminta di puaskan.


“Jangan buru-buru sayang, nikmati saja semua sentuhan ku. Aku akan membuat mu bahagia malam ini.” Ucap Dion.


Sisilia tidak pernah mencintai Darell, wanita itu hanya mau menguasai uang milik Darell. Dan beberapa kali juga Sisilia menolak ajakan Darell menikah alasannya hanya satu Sisilia tidak suka di atur dan terikat.


“Dion, aku harus pergi karena Darell mencari ku.” Ucap Sisilia.

__ADS_1


Sisilia meninggalkan Dion dan pergi menuju apartemennya, dia akan menemui Darell.


__ADS_2