Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Season 2 (Madam Letta)


__ADS_3

Violleta panggil saja dengan sebutan Madam Letta, wanita berusia 28 tahun ini memiliki wajah yang cantik bak malaikat. Rambutnya yang panjang lurus menjuntai se pinggang, bibir yang berwarna pink muda dan iris mata yang berwarna coklat tua.


Violetta adalah seorang anak pembisnis batu bara terkaya no 1 di negaranya, tapi semua itu tak pernah membuat dia bahagia hidup di tengah keluarga Hadiningrat.


Violetta tumbuh menjadi wanita kuat dan mandiri bukan karena didikan orangtua nya, tapi tumbuh dari rasa sakit yang di torehkan oleh papanya. Papanya Nares Hadiningrat peria berusia lima puluh tahun itu selalalu membawa selingkuhan nya masuh kedalam rumah yang di gadang-gadang tempat ternyaman di bumi, sampai suatu hari mama Violetta meninggal karena overdosis obat tidur dari saat itu Violetta tak pernah menganggap dirinya bagian dari Hadiningrat.


"Madam, di luar ada tamu."


Letta sebutanya, gadis itu meletakan jarum jahit yang baru saja dia gunakan untuk memasang payet di baju rancangan nya di atas meja kemudian menoleh ke arah karyawannya.


"Siapa? Apa kamu buta, aku sedang sibuk."


Letta memang wanita pekerja keras, dia tak suka jika waktunya di ganggu oleh orang yang tidak penting. Apa lagi saat dirinya sedang merancang busananya.


"Maaf madam, saya sudah katakan kepada orang tersebut. Namun beliau masih saja memaksa ingin bertemu Madam."


"Cih, orang macam apa yang tak memiliki sopan santum itu."


Dengan perasaan kesal, Letta terpaksa meninggalkan pekerjaan nya dan keluar menemui orang yang lancang mengganggu pekerjaan nya.


"Ohh, rupanya kamu yang berani mengganggu waktu berharga ku."


Letta memandang sinis kearah seseorang yang tengah berdiri dan memandang nya.


"Apakah begini sikap seorang wanita menemui calon suaminya."


Dia adalah Reganza Aditama, laki-laki yang di jodohkan oleh papa Letta untuk tujuan bisnis.


"Hahaha, calon suami. Jangan berharap aku mau menikah dengan lelaki yang tak memiliki harga diri seperti diri mu."


"Jaga mulut mu Letta, aku bisa saja menghancurkan bisnis mu."


Letta berjalan mendekati Reganza, dia memegang dagu milik Reganza lalu kemudian dia arahkan untuk melihat wajahnya.


"Apa kau melihat keperdulian di wajah ku?"


Reganza melihat kedalam manik mata milik Violetta, disana tak ada sama sekali rasa kepedulian yang ada hanya rasa benci dan amarah.


"Aku tak perduli dengan ancaman mu, kalau kau mau kau bisa merobohkan atau membakar butiq ku ini."


Violetta melepaskan dagu milik Reganza, wanita itu tersenyum remeh lalu pergi meninggalkan Reganza yang sepertinya tak terima dengan penolakan Violetta.


"Ohh, satu lagi. Aku tak suka dengan lelaki yang mau menukar harga dirinya hanya dengan beberapa persen saham perusahaan."


Brak.


Violetta membanting pintu ruangannya cukup keras, untung saja pintu itu terbuat dari kayu yang kokoh. Coba saja jika itu terbuat dari kaca mungkin pintu itu sudah jancur berantakan.


"Sombong sekali wanita itu, sikapnya yang keras kepala tak pernah berkurang sedikit pun."

__ADS_1


Reganza adalah mantan kekasih Violetta dulu mereka saling mencintai, tapi karena kebodohan Reganza yang menghiyanati cinta Violetta membuat wanita itu membenci Reganza setengah mati.


Sementara itu seorang anak lelaki yang usianya baru delapan belas tahun sedang berusaha memanjat tembok SMA NUSABANGSA.


"Ron, kalau sampai ketahuan gue enggak mau tanggung jawab bantuin lo!"


Aerlangga sahabat sekaligus sepupu Zeron Bagusmana sudah muak dengan tingkah tengil dari Zeron, ini bukan pertama kalinya Zeron bolos sekolah bahkan ini Zeron sudah pernah mendapat hukuman paling berat dari sekolah ini.


"Jangan banyak omong, kalau lo ngoceh terus yang ada kita bakal ketahuan."


Sedikit lagi, dan Zeron bisa bebas dari semua mata pelajaran yang di benci olehnya. Tapi naas mungkin hari ini adalah hari sial Zeron, Tepat di belakang mereka berdua guru BK sudah berdiri dengan membawa penggaris kayu yang panjang.


"Hebat kalian! Apa kalaian tidak jera dengan hukuman yang sudah bapak berikan!"


Pak Davin selaku guru BK sebenarnya sudah sangat bosan jika haru terus terusan berurusan dengan Zeron dan Aerlangga.


"Pak saya enggak ikut-ikutan, ini Zeron yang mau kabur."


"Penghiyanat lo." Bisik Zeron.


"Gue dari awal udah bilang enggak mau tanggung jawab sama masalah lo." Balas Aerlangga berbisik.


Pak Davin berjalan menghampiri Zeron dan Aerlangga kemudian menarik telinga mereka masing-masing sampai berwarna merah, mereka berdua di seret masuk kedalam ruang BK.


Pak Davin menghembuskan nafasnya pelan, beliau mengumpulkan tenaga dan kesabaran untuk menghadapi kenakalan Zeron dan Aerlangga.


"Terserahh sekarang kalian mau bagaimana?"


"Kenapa gue punya sepupu macam iblis." Batin Aerlangga.


Zeron maju selangkah, lalu kemudian memberikan selembar kertas yang bertuliskan nomor seseorang.


"Apa ini?"


"Ini nomor momy saya, tolong telvon saja pak."


Pak Davin menatap malas kearah Zeron, kemudian mengambil selembar kertas yang bertuliskan nomor televon.


Sambungan telvon sudah terhubung, suara wanita dari sebrang telah mengisi gendang telingan pak Davin.


"Baik, bu saya tunggu di ruang BK."


Pak Devin mematikan telvonnya lalu meletakkan handphone nya ke dalam saku baju kemudian menatap kearah Zeron yang sudah menampilkan deretan gigi putih.


"Aerlangga kamu boleh pergi kekelas, ingat jangan sampai bapak lihat kamu berulah lagi!"


Aerlangga dengan senang hati berlari pergi keluar dari ruang BK, dia bersumpah tak akan pernah mau lagi menolong Zeron meski sampai Zeron memohon dan berlutut.


Tak berapa lama seorang wanita dengan pakaian yang cukup minim masuk kedalam ruangan BK.

__ADS_1


"Selamat siang pak."


Pak Devin kemudian menoleh kesumber suara, matanya mengamati penampilan wanita tersebut.


"Saya momy dari Zeron."


Wanita tersebut memperkenalkan diri sebagai wali murid dari Zeron Bagusmana.


Pak Devin tak bisa memalingkan pandangannya, wanita didepannya adalah jelmaan dari bidadari.


"Pak, maaf apa ada yang salah dengan penampilan saya?"


Devin yang di tegurpun kemudin mengedipkan matanya berulang, kemudian menggaruk tengkuknya untuk membuat dirinya sadar bahwa didepannya sekarang adalah wali murid dari anak didiknya.


"Maakan saya, saya sedikit tidak fokus dan sedikit tidak sopan karena kecantikan anda."


"Ohh, bapak bisa saja."


Sementara Zeron hanya bisa diam dengan wajah ditekuk, dia mulai kesal.


"Momy, jangan dekat-dekat." Protesnya.


"Jangan bicara begitu, yang sopa sama bapak guru!" Violetta menatap tajam kearah Zeron dan itu sukses membuat Zeron diam seperti batu.


Wanita yang di hubungi Davin adalah Violetta, madam Letta.


"Saya sangat merasa bersalah dengan kelakuan Zeron, mohon sekiranya jika ada masalah seperti ini bapak bisa langsung menghubungi saya."


"Baik bu."


Violetta keluar ruangan BK di ikuti oleh Zeron yang mengekor seperti anak itik. Sesampainya di parkiran mobil, Violetta tak bisa menahan kesabarannya lagi.


"Zeron!"


Zeron yang mendengar teriakan Violetta yang melengking pun, hanya bisa menutup telinganya.


"Sudah berapa kali aku katakan, jangan seenaknya berprilaku. Kamu mau papa kamu marah dan hajar kamu?"


Zeron menggeleng, entah dimana sifat pemberani dan tengilnya Zeron tadi pergi. Sekarang Zeron sudah seperti anak itik yang sedang di beri petuah oleh induknya.


"Kamu maunya apa?"


"Aku mau nikah sama kak Vio."


Sungguh geram rasanya dan percuma juga bicara panjang lebar dengan anak seperti Zeron.


"Zeron dengirin aku, kalau papa kamu tau kamu berhubungan denga wanita dewasa seperti ini kamu bisa dihajar habis-habisan."


Tidak tahu kapan awalnya rasa cinta Zeron tumbuh untuk seorang wanita dewasa seperti Violetta.

__ADS_1


Untuk para pembaca, jika kelanjutan cerita ini banyak yang minat makan author akan melanjutkan ceritanya tapi jika peminatnya hanya sedikit author mohon maaf🙏🙏🙏🙏


__ADS_2