
Luna memang sudah biasa bekerja sebagai seorang sekretaris karena dulu hampir lima tahun mendampingi Tuan Arya. Dengan cekatan dia mengurus semua keperluan dan jadwal pekerjaan Damar.
Damar gak berhenti tersenyum. Dia sangat senang Luna selalu disampingnya dan berharap hari gak cepat berlalu.
"Saatnya meeting, Tuan Damar!" ucap Luna seperti seorang sekretaris.
"Aach! Aku masih betah di sini berdua denganmu. Pindahin aja jadwal meetingnya sore atau malam aja!" celetuk Damar yang masih betah berdua dengan Luna.
Lain hal dengan Luna. Dia ingin semua pekerjaan Damar cepat selesai.
"Eeeh! Gak ada mager-mageran! Ayo bangun dan ke ruang meeting. Para karyawanmu sudah menunggu!" ucap Luna seperti seorang kapten.
"Hhmmm, aku lemes perlu kiss doping!"
Luna melotot mendengar ucapan Damar. Memang Damar kelihatan sangat lelah. Tapi, dia juga ingin cepat istirahat. Apa Luna ngasih kiss doping aja ya?
"Ya, sudah. Kalau begitu aku pulang aja!" Luna malah ngambek.
"Eeeh! Iya, iya. Aku akan menuruti nyonya muda!"
Damar langsung berdiri tegap. Magernya langsung lenyap melihat sikap Luna.
Luna tersenyum. Damar gak akan mudah mendapatkan keinginannya. Apalagi mereka ada di kantor. Siapa aja bisa melihat apa yang mereka lakukan.
Sesampainya di ruang meeting, semua yang hadir sangat terkejut melihat Luna di sana. Mereka tahu kalau Luna adalah calon istri Damar. Namun gak ada yang berani bicara. Apalagi, Luna bisa melakukan pekerjaan yang biasa Rani kerjakan dengan baik.
Damar sendiri jadi candu melihat Luna. Matanya gak pernah berpaling darinya. Luna dengan cekatan mengatur semua berkas dan keperluan meeting dengan sangat baik.
Luna memang merindukan suasana kerja seperti itu. Dulu, dia memang keluar kerja karena terpaksa. Padahal dia sangat senang mengatur semua pekerjaannya. Kali ini, Luna kembali ke masa itu. Hanya saja, yang jadi bos ada calon suaminya.
*****
Rani sudah memilih. Dia akan melepaskan pekerjaannya demi si kecil Syakira. Yang dia khawatirkan adalah masalah hati. Dia takut kalau Agung menemukan wanita lain, maka Rani terpaksa menjauh dari Syakira dan Baby syaqil.
"Ibuk jangan pergi lagi. Aku janji akan cepat sehat agar gak menyusahkan ibuk!" janji Syakira dengan penuh perasaan.
"Iya, sayang. Hari ini ibu disi spesial untuk kamu!"
"Asyiiik! Ayo jalan-jalan lagi, buk. Papa sibuk terus, jarang ada di rumah!" celetuk Syakira padahal papahnya ada di dekat mereka.
__ADS_1
Agung bukan gak mendengar. Dia hanya pura-pura sibuk aja agar puterinya itu lebih menikmati kebersamaannya dengan Rani.
"Sekarang papah sudah bekerja di kantor, Sayang. Jadi gak punya banyak waktu lagi. Lihat aja nanti! Kalau kamu sudah sembuh bener kita akan jalan-jalan ke mall lagi!" sahut Rani yang sedikit menyindir Agung.
Agung tersenyum tipis. Yang dikatakan Rani ada benarnya. Dia sudah tidak bertugas di lapangan lagi dan sekarang harus standby di kantor polisi.
"Asyiiik! Pokoknya kita aja yang pergi ya, buk. Papah gak usah ikut!" ujar Syakira seraya menjukurkan lidahnya kepada sang papah.
"Aduh! Hati papah sakit. Tolong ajak papah bersama kalian ...," ungkap Agung seraya memegang dadanya dan terjatuh di sofa seperti orang pingsan.
"Papah! Iya, iya. Papah nanti boleh ikut. Dd Syaqil juga!"
Syakira segera memeluk papahnya mengira kalau dia sakit beneran. Agung tertawa girang melihat puterinya kena prank. Sementara Rani menikmati kebersamaan mereka. Dia merasakan kedamaian.
*****
Nyonya Arana harus bicara dengan Tuan Kenta. Kali ini, dia yang datang ke rumahnya sendiri.
"Nyonya Arana? Dia ada di sini?" Tuan Kenta sangat terkejut dengan kedatangan Nyonya Arana.
"Iya, tuan. Katanya ada yang mau dibicarakan dengan tuan!" jawab Denny.
Tuan Kenta menerka-nerka apa yang akan dikatakan Arana. Apakah ada hubungannya dengan Yuki?
"Aku gak setuju kalau putera tuan akan menikahi puteriku!"
Nyonya Arana langsung membicarakan soal lamaran Jion.
Tuan Kenta tertawa kecil, "memangnya kenapa? Mereka sudah sama-sama dewasa! Apa salahnya anakku? Dia artis terkenal dan sukses. Anakmu gak akan kelaparan kalau menikah dengan Jion!" terang Tuan Kenta. Gak ada alasan menolak Jion.
Nyonya Arana terdiam. Dia harus mengatakan alasan sebenarnya.
"Justru Jion itu anakmu makanya aku gak setuju!" ungkap Nyonya Arana lagi.
"Kenapa dengan anakku? Aku gak ada masalah dengan puterimu meskipun bukan anak kandung Tuan Arya!"
Deg! Nyonya Arana merasa jantungnya berhenti. Darimana Tuan Kenta tahu kalau Yuki bukan anak Tuan Arya?
"Baiklah! Yuki memang bukan anak kandung Tuan Arya. Tapi dia adalah anakku. Dia juga ...."
__ADS_1
Nyonya Arana menghentikan suaranya. Badannya mulai gemetaran.
"Yuki ... adalah anakmu, Tuan Kenta! Berarti dia saudara satu ayah dengan Jion. Itu adalah hubungan terlarang!"
Tuan Kenta tertegun. Dia berusaha mencerna perkataan Nyonya Arana.
"Anakku? Bagaimana bisa?" tanyanya masih gak percaya.
Nyonya Arana terduduk lemas. Airmatanya mulai mengalir deras.
"Kamu yang sudah melakukan hal itu padaku. Ketika terakhir kita bertemu, kamu sudah membuatku mabuk dan memperkosaku!" jelas Nyonya Arana dengan disela tangisnya.
Tuan Kenta gak akan melupakan malam itu. Dia sudah menyetubuhi Arana dan meninggalkannya begitu saja.
"Tapi, apa benar kamu hamil karena perbuatanku?"
Nyonya Arana mengusap airmatanya dan berusaha kembali tegar.
"Setelah itu aku hamil. Bahkan aku mengira kalau sedang mengandung anak Tuan Arya. Ternyata Tuan Arya mengatakan kalau dia mandul dan gak akan bisa punya anak. Akhirnya dia tahu kalau aku hamil anak orang lain! Dia adalah anakmu! Kalau kamu gak percaya, tes Dna aja sendiri!"
Tuan Kenta juga menjadi lemas. Dia gak menyangka perbuatannya sudah membuat wanita yang dicintainya menderita.
"Tapi, Tuan Arya tetap memberikan nama belakangnya. Hanya saja dia gak akan memberikan warisan untuk Yuki. Kasihan puteriku. Bahkan dia gak pernah merasakan kasih sayang papahnya sampai sekarang!" lanjut Nyonya Arana. Dia sangat sedih bila mengingat nasib puterinya.
Tuan Kenta menarik napas panjang. Dia harua mengembalikan semua pada tempatnya seperti semula.
"Jion juga bukan anakku. Dulu aku menikahi istriku saat dia sedang hamil. Tapi aku gak pernah memberitahukan Jion soal ini. Biarkan mereka bersama. Mereka juga berhak bahagia!" ungkap Tuan Kenta.
Nyonya Arana sangat terkejut mendengar pengakuan Tuan Kenta. Berarti Jion dan Yuki bukan saudara satu ayah.
"Berarti, Yuki bisa menikah dengan Jion?"
Tuan Kenta mengangguk. Ya! Jion dan Yuki bisa menikah karena Jion bukanlah anaknya dan Yukilah anak kandungnya.
Dari balik tembok, Denny mendengarkan dengan saksama. Kenyataannya, Denny adalah adik dari mamahnya Jion. Dulu dia lebih sering berada di luar negeri bersama mamahnya yang bercerai dari papahnya. Sementara Mamah Jion ikut bersama papahnya. Ketika tahu papahnya meninggal dan kakaknya sakit-sakitan, Denny segera pulang. Namun, dia mengetahui kalau perusahaan papahnya diambil alih Tuan Kenta.
Selama ini, Denny diam karena Tuan Kenta mengendalikan semuanya. Akhirnya saat itu akan tiba. Denny akan mengambil haknya sebagai pewaris perusahaan Bintang grup!
😱😱😱😱😱
__ADS_1